Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
275


__ADS_3

'' Ratu, kenapa anda tidak mengaktifkan akses milik mu jika ingin mengunjungi Lamora, jadi aku bisa menyambut kedatangan mu " ucap seorang lelaki paruh baya dan Valera tak menjawabnya justru ia melangkahkan kakinya menuju mansion.


Edgar, Hugo dan Dave mengikuti langkah sang lady dari arah belakang, setiap sudut begitu sangat Entestik dan unik, beberapa patung ukiran memenuhi setiap dinding dan sudut Lamora.


" ikuti aku, aku ingin berbicara " tegas Valera lagi, hingga langkah kaki mereka menuju sebuah ruangan rahasia.


ruangan itu terlihat sangat mewah, elegan dan rapi. Edgar dan Hugo langsung duduk di kursi yang tersedia sedangkan Dave maniknya menatap sebuah photo yang terpajang rapi dan besar, Ya itu adalah sebuah photo lama seorang lelaki muda yang gagah dan berwibawa, maniknya tajam bahkan senyumannya terlihat mahal dan penuh misteri. Dua pedang kembar mendampingi lelaki itu di sisi kanan dan kirinya.


Valera pun menatap potret lelaki itu dengan wajah datar dan dingin, suasana mendadak hening dan sunyi kala sang lady memilih bungkam.


" maaf ratu ada yang ingin kau sampaikan ? " ucap lelaki paruh baya yang masih gagah untuk seusianya.


" Katakan padaku Anta. Apa terjadi sesuatu disini ? " ucap tegas Valera menatap Anta dengan tatapan tajam nya.


Anta lelaki paruh baya itu hanya bisa menundukkan wajahnya dalam dan tak berani memandang wajah sang ratu Lamora yang saat ini tidak baik-baik saja. Valera terus menatap Anta tanpa berkedip.


" sebenarnya. Saat kembalinya Brandon kami sudah mewanti-wanti hal terburuknya. Aku tak begitu paham ratu. tepat satu hari Brandon kembali kami menemukan sinyal asing tak jauh dari kawasan Lamora, dan setelah itu sinyal itu hilang. Dan untuk L ia berusaha sekuat mungkin untuk bisa menemukan siapa pemilik dari sinyal tersebut. '' ucap Anta menjelaskan. " setelah itu aku tak tau lagi, dan tiba-tiba kami mendapatkan hal mengejutkan jika L tewas setelah dua hari ia pergi meninggalkan Lamora " ucap Anta lagi dan Valera menyimak penjelasan singkat Anta.


'' pergi seorang diri ? " Picing Valera dan Anta mengangguk mantap.


Aneh kenapa L berpergian sendiri tanpa ada yang menemaninya atau setidaknya ia membawa pasukan Phoenix untuk berjaga-jaga. Brandon, pikiran Valera menuju ke salah satu orang nya apa selama ini Brandon diawasi oleh mata-mata Utera.


" Maaf ratu, aku harus memberikan kabar jika beberapa hari ini ada sebuah helikopter yang melintas hampir tiap malam. Tapi anehnya tidak ada pergerakan dari helikopter itu. '' jelas Anta dan Valera mengerutkan dahinya seketika.


'' mengawasi ? " gumam Valera bermonolog sendiri. Helikopter ? seharusnya tidak ada yang boleh menggunakan helikopter di kawasan Lamora selain dirinya dan juga para orang-orang nya, Lalu bagaimana bisa pihak asing berlaku demikian. " baiklah, siapkan kamar untuk mereka bertiga, kita akan balik mengintai malam ini juga. " ucap Valera tegas dan Anta mengangguk patuh.


*****


Seperti yang dijanjikan oleh Valera hari itu sang dua pelatih handal yang akan melatih George dan juga Malvin datang ke markas utama, Thomas sudah memberikan kabar ini kepada Diandra, tentu saja ia terkejut bukan main tapi Thomas memastikan jika semuanya baik-baik saja dan pada akhirnya Diandra memberikan ijin pada putra semata wayangnya.


hari sudah mulai sore, George dan juga Malvin baru saja tiba di markas utama dengan ditemani Asnee tentunya. Thomas segera menyambut kedatangan dua bocah kecil itu.


" selamat siang paman " ucap Malvin ramah dan Thomas tersenyum lembut sembari mengusap lembut rambut keponakannya dengan sayang.


" selamat siang juga Malvin " kekeh Thomas dan Malvin hanya tersenyum manis sedangkan George ia hanya menatap serius pada tablet di genggamnya.


" apa pelatihnya susah datang paman " ucap George bersuara menatap Thomas.


" tentu saja sudah, mereka sudah berada di ruangan yang semestinya. " saut Thomas dan George mengangguk paham, Thomas segera mengantar George dan juga Malvin menuju lantai tiga untuk melakukan pelatihan seperti yang kedua bocah kecil itu inginkan.


Sedangkan Asnee ia memilih untuk bersantai sembari menikmati teh dinginnya di siang yang terik ini, keadaan markas terbilang sepi tapi para senjata otomatis berlaku dan aktif dengan sempurna. Asnee menatap bingung pada sekelilingnya tidak ada Dave bahkan Zizi pun tak ada.


sesampainya di lantai tiga George menatap lekat-lekat dua orang pria berotot besar yang sedang duduk dan meminum sebotol air putih, Malvin pun tak kalah tajam menatap dua orang asing yang akan menjadi pelatih mereka.


suara langkah Thomas membuat dua orang lelaki itu berdiri seraya menundukkan kepalanya tanda menghormati Thomas. George dan Malvin mengikuti langkah Thomas dari arah belakang.


" George, Malvin inilah pelatih untuk kalian. " seru Thomas lagi " kalian akan berlatih banyak dari mereka. Semoga kalian bisa and good luck " ucap Thomas terkekeh Malvin hanya tersenyum tipis sedangkan George hanya diam saja.

__ADS_1


Thomas meninggalkan tempat itu seketika, dua orang pelatih menatap dua anak kecil yang kini sedang asyik menatap balik, mereka merasa kikuk seketika.


" bukankah Paman yang selalu mengikuti mamih ? " bingung George dan kedua orang pria itu mengangguk kecil.


" aku Bruce dan ini Frank " ucap Bruce memperkenalkan diri dengan sopan.


" jadi kalian pelatih kami ? " tanya Malvin polos.


" tentu saja " saut Frank tersenyum kecil.


George dan Malvin saling pandang satu lain begitupun dengan Bruce dan Frank. Akhirnya George dan Malvin menerima teori pembelajaran pertama dari Bruce dan Frank.


awalnya kedua lelaki itu mengira jika mereka akan berusaha dan melatih keras George serta Malvin tapi mereka salah kedua bocah ini sungguh di luar dugaan. George dan Malvin bisa mengikuti latihan pertama dengan baik tanpa merasa canggung ataupun kesulitan.


Bruce yang bertugas melatih George dan Frank yang bertugas melatih Malvin, kedua anak itu benar-benar energik membuat Bruce dan Frank semakin bersemangat mengajari hal-hal baru dan lainnya dengan cepat.


dua jam berlalu keringat bercucuran di dahi kecil George dan Malvin. Bruce dan Frank dengan sigap memberikan air mineral untuk keduanya.


" terimakasih " ucap serempak George dan Malvin.


" hmm " ucap kedua lelaki itu singkat.


" apakah latihan kita sudah selesai paman ? " tanya Malvin dan Frank mengangguk mantap. " hanya dua jam ? " polos Malvin lagi.


" Ya itulah peraturan nya, kami hanya dua jam untuk melatih kalian berdua sesuai permintaan nyonya. Jika di hati libur kalian akan berlatih sepuasnya. " saut Frank lagi dan Malvin mengangguk setuju.


setelah dua jam berlalu Asnee mengantar Malvin terlebih dahulu ke salah satu apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal mereka, karena rumah Diandra sedang tak aman karena kejadian beberapa waktu lalu.


setelah mengantar Malvin dirinya segera menuju mansion utama keluarga harson, karena George sudah menahan rindunya terhadap Athena.


" paman terimakasih dan beristirahatlah. Paman pasti lelah bukan ? " ucap George dan Asnee hanya terkekeh lalu mengangguk kecil.


George segera berlari dan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum bermain dengan Athena, terlihat nyonya sofhia menatap George dengan senyum kecil.


nyonya sofhia ternyata sedang membuat kue andalannya, karena sang suami dan George sangat suka akan kue buatan nya itu, Athena sedang asyik bersama dengan kakeknya tuan Ramius. Tak lama sosok kecil yang sudah rapi dan wangi menghampiri tuan Ramius dan juga Athena.


" kakek " sapa George dan tuan Ramius tersenyum ramah.


" kau sudah pulang ? " tanya tuan Ramius dan George mengangguk kecil. Lalu beralih menatap Athena yang sedang membuka matanya dengan lucu.


" aku sangat merindukan mu " ucap George mengelus pipi Athena lembut hingga Athena menggeliat tak karuan membuat George tersenyum geli. " Cepatlah tumbuh besar my princess agar aku bisa bermain dalam mengajak kemanapun kau ingin pergi " bisik George tepat di telinga kecil Athena sedangkan tuan ramius hanya terkekeh mendengarnya.


******


Rombongan Brandon tiba di India dengan selamat, waktu menunjukkan pukul lima sore. Mereka menyamar layaknya seorang turis yang sedang berkunjung.


K memakai sebuah dress panjang berwarna maroon dengan topi lebar khas pantainya, Sedangkan Brandon ia memilih untuk memakai pakaian kasual bergaya kuno dengan dua Anggota black road yang ikut.

__ADS_1


" Brandon kita akan kemana setelah ini ? " ucap K sedikit pelan agar tak ada yang mendengar nya.


" tunggu sebentar kita akan cari penginapan terdekat. Setelah itu baru kita akan menuju dimana Alland berada. " ucap Brandon dan K mengangguk pasti.


satu jam berlalu akhirnya mereka telah menemukan sebuah penginapan yang luas dan nyaman, Red dan yellow segera melakukan transaksi pembayaran untuk dua buah kamar yang akan mereka tempati.


setelah sesampainya di kamar, K segera menatap ke luar jendela tempat ia menginap, suasana nya sangat ramai dan padat akan penduduk. Mata tajam K menatap kearah sekitar untuk mewanti-wanti pergerakan yang menurutnya mencurigakan.


sedangkan Brandon bersama dengan red dan yellow berada di satu kamar, Brandon segera menghidupkan laptop miliknya dan kembali memantau sinyal milik Alland, kali ini Alland merespon dengan cepat. Alland memberikan akses agar Brandon bisa masuk ke dalam wilayahnya tinggal saat ini dan Brandon tersenyum senang.


Alland tetap memberitahukan kepada Brandon untuk tetap berhati-hati dan tetap mengawasi sekitar dengan teliti dan seksama, Brandon mengangguk kecil atas saran dari teman nya itu.


waktu terus berlalu, hari menunjukkan pukul tujuh malam sebagian warga masih tetap beraktifitas. Brandon dan rombongannya melakukan misi awal yaitu menuju kota dimana Alland berada, dilengkapi dengan peta yang Alland kirimkan melalui tablet milik Brandon sedangkan laptop milik nya ia simpan di tas untuk keperluan lainnya.


" berapa lama kita akan menuju ke tempat itu " saut Red.


" entahlah, aku tak bisa memastikannya. " ucap Brandon ragu.


" apa yang ada di fikiran Alland untuk tinggal di daerah terpencil itu " gerutu K berwajah kesal.


" mobil yang kita sewa sudah berada di depan. Apa semuanya sudah siap " ucap yellow dan ketiga kawan nya nya mengangguk mantap. masing-masing dari mereka membawa satu buah ransel berukuran sedang yang berisi segala perlengkapan mulai dari senjata, amunisi hingga beberapa obat tertentu.


mobil berwana putih itu di kendalikan oleh yellow yang ahli dalam mengemudikan mobilnya di negara manapun, tak sia-sia yellow ikut dalam misi penjemputan Alland kali ini.


banyak sekali bangunan-bangunan tua yang mereka lewati, bahkan beberapa kuil pun ikut mereka lewati, K mulai kesal dan malas dalam duduknya. Sudah hampir dua jam mereka melakukan perjalan darat memakai kendaraan roda empat tapi mereka belum saja tiba di suatu tujuan.


" persimpangan " ucap Brandon bingung. Pasalnya peta yang dikirimkan Alland tak ada persimpangan empat seperti di depan matanya saat ini.


" ada apa ? " kesal K karena mereka berhenti begitu saja.


" tunggu sebentar, Aku akan lihat ulang terlebih dahulu. " ucap Brandon. Red dan yellow mengawasi sekitar, sungguh lampu-lampu yang menerangi jalanan yang mereka lewati kurang terang dan terkesan horor sedangkan K sibuk mengamati kearah samping kirinya.


" benar, tidak ada persimpangan. Harusnya kita belok kiri. Tapi..." ragu Brandon saat menatap Kembali persimpangan empat itu.


" Apa kau ingin mengambil laju kiri " ucap Red, dan Brandon mengangguk kecil. " baiklah. Ayo yellow kita harus cepat bergerak " ucap red tegas dan yellow mengangguk mantap.


sedalam perjalanan Brandon menatap intens jalan yang mereka lewati, antara ragu dan tidak itulah yang ada di benak Brandon tanpa sadar K menyiapkan senjatanya dengan sigap, tentu saja pergerakan k membuat ketiga lelaki itu keheranan.


" jangan menatap ku seperti itu, aku hanya berjaga-jaga. Lihatlah jalanan ini sungguh sepi sekali. Bahkan tidak ada kendaraan yang lewat di daerah ini. " cetus K lagi.


Brandon semakin ragu untuk melanjutkan perjalanan mereka, akan tetap keraguan Brandon musnah sudah karena ia melihat sebuah dermaga yang banyak sekali nelayan nya. Senyum terkembang terbit sudah di sudut bibir Brandon ia merasa tinggal sedikit lagi untuk menemukan Alland dan membawanya pulang dengan selamat.


*******


hai2 reader ku, maaf jika owe telat up nya karena owe banyak sekali kegiatan😊😊. Mungkin untuk jadwal up nya akan tak tentu yah readers tapi jangan khawatir owe akan tetap up untuk yang sudah penasaran.


Oh Ya untuk cerita para penerus King akan owe buat di novel KSRM season 2. Tentunya cerita ini akan jauh lebih menarik dan membuat jantung berdebar-debar dengan tingkat kebucinan yang tinggi 😅😅

__ADS_1


Dimana musuh masa lalu yang masih misterius akan terkuak tuntas di novel KSRM season dua yahh dan akan terlibat percintaan yang seru didalamnya.


__ADS_2