
kini Valera sedang mengadakan rapat dengan para petinggi King bahkan Vyan dan Leonel ikut serta didalamnya, Valera duduk di kursi kebesarannya dengan menatap semua wajah-wajah yang tak asing baginya bahkan anggota black woman sudah lengkap kini
" Vale apa yang kau rencanakan kali ini " ucap vyan membuka suara bahkan semua orang beralih menatap sang lady
" tentu saja kita awasi pergerakan ORTAXS " ucap Valera tegas dan vyan justru ia memicingkan matanya ia tak bisa menjangkau cara pikir adik perempuannya itu Valera selalu sulit untuk ditebak
" kau memata-matai organisasi yang pimpin kekasih mu " ucap vyan tak percaya dan Valera hanya tersenyum sinis
" bukan Remigio ! tapi lainnya terutama jajarannya dan ayah dari Esme " ucap Valera santai kini semua orang mengangguk paham " orang diluar sana selalu saja ingin membuat masalah dengan ku, membuat ku muak saja " desis Valera dengan wajah kesalnya
semua orang terkekeh melihat tingkah sang lady, bahkan Leonel tersenyum tipis dibalik sifat kejinya Valera adalah seorang wanita muda pada umumnya
hanya saja sifat kejinya muncul disaat ia sedang bertarung dengan para musuh, sungguh keji luar biasa hingga membunuhpun tak mempunyai rasa bersalah sedikit pun
" Jill Edellyn, pria itu akan menjadi ancaman terbesarku " ucap Valera lagi
" apa kau ingin aku yang menyelidikinya serta mengawasinya " tawar Dave cepat
" tidak Dave, kau fokuslah dengan rencana awal dimana aku sudah membagi dua kelompok untuk kalian pergi ke Hongkong mencari data Ben yang sesungguhnya, lagipula aku sudah menugaskan seseorang untuk menyelidiki serta mengawasinya. Jill Edellyn mantan seorang penguasa di Amerika yang cukup berpengaruh dia akan menjadi targetku selanjutnya jika sampai ia berani macam-macam dan mengusik wilayah ku, maka aku sendiri yang akan mengirimkan gatling kepadanya " ucap Valera dengan tegas bahkan semua orang terlihat sesak nafas seketika, sosok lady nya itu tak pernah main-main dalam ucapan nya
" Vale entah mengapa aku merasa hal berbeda dari Remigio saat kau membunuhnya, " ucap ragu vyan dan Valera langsung menatap sang kakak perkataan vyan tidak salah memang itulah yang dirasakan Valera tapi ia masih berusaha untuk tetap tenang
" aku tau apa maksud mu kak, aku pun kurang mengerti dengan dirinya apa yang ia takuti saat aku berhasil membunuh wanita sialan itu, " geram Valera dan semua orang terlihat menyimak pembicaraan sang lady " dia hanya berkata takut jika aku terluka " ucapnya santai
" alasan yang sangat konyol " ucap vyan dengan menyunggingkan senyumannya dan semua nya hanya mendengar pembicaraan adik kakak itu
Valera hanya tersenyum manis melihat sikap sang kakak yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan ya alasan Remigio sedikit tidak masuk akal, karena takut terluka ? bukankah seorang mafia yang mempunyai banyak mafioso serta jajarannya apalagi jika ia seorang pemimpin tentu saja hidupnya akan selalu ada yang nama nya peperangan dan pertempuran terluka itu adalah hal biasa tapi kemampuan tidak bisa diremehkan .
selama dua jam mereka melakukan pembahasan yang serius, Dave, Thomas, L, dan lima anggota Phoenix lainnya akan terbang ke Hongkong esok pagi sedangkan B, K yang akan mengawasi pergerakan satelit dari bandara Hongkong sampai bandara internasional Prancis sisanya melakukan misi lainnya seperti memadai beberapa orang yang terlibat dengan penghianatan baik dari kubu Valera maupun dari kubu Remigio
entahlah mengapa sang Lady bisa berfikir demikian tapi semua jajarannya mengangguk patuh atas perintah sang lady bahkan vyan siap membantu sang adik beserta dengan Leonel dan itu disambut baik oleh Valera
****
" hiks... Hiks.. Esme tewas " ucap Emily menangis tersedu tubuhnya lunglai kala mengingat adik terkecil nya tewas dengan cara mengenaskan, Eliza yang mendengar Esme tewas langsung terkejut bahkan detak jantungnya seakan berhenti berdetak ia menatap tajam kepada Emily
" apa maksudmu Emily " ucap tajam Eliza kepada Emily sorot mata nya sudah tajam " apa maksud mu dengan mengatakan jika Esme tewas " ucap Eliza marah bahkan suaranya sangat menggelar untung saja ruangan itu kedap suara jika tidak pasti semua orang mendengar teriakan Eliza
" Esme tewas Eliza ia tewas " ucap lirih Emily dan Eliza semakin tak mengerti pertemuan terakhir dengan Esme adalah pada saat malam itu, Eliza lunglai seketika ia ikut menangis
" siapa yang membunuhnya " ucap Eliza lagi disela isakan nya
" ia tewas di tangan penguasa king " ucap Emily sontak Eliza terkejut, Bahkan ia sudah memperingatkan Esme untuk tidak mencari masalah dengan Valera dan ternyata ketakutan nya terjadi itu bagaikan sebuah mimpi buruk untuk mereka
__ADS_1
" lalu apa yang harus kita katakan kepada ayah " ucap Eliza lagi dan Emily langsung menatap wajah Eliza, benar apa yang harus dikatakan kepada ayahnya tentang berita buruk ini mengingat sikap seorang Jill Edellyn sangat tempramental ayahnya bagaikan duplikat seorang Valera dimata putri-putri nya
jika sampai ayahnya tau pasti ia akan sangat murka bahkan lebih dari itu Emily serta Eliza yakin akan ada peperangan besar yang tak terhindarkan walaupun Esme lah yang bersalah tapi Dimata Jill Edellyn orang lain lah yang bersalah, lalu bagaimana dengan tanggapan para ORTAXS serta Remigio nanti
sulit ini akan sulit mengingat king adalah mafia legendaris Bahkan kekuasaan nya sudah menyeluruh dan sangat luas bahkan para jajarannya pun sehebat sang lady, jika sampai Jill Edellyn menyatakan perang bahkan bertindak gegabah seperti yang Esme lakukan maka pilihannya akan menjadi sulit untuk dimasa depan entah itu mati atau sekarat di tangan sang penguasa king
" cepat atau lambat ayah akan tau berita ini " ucap Eliza lagi dan Emily kali ini mengangguk benar " kita harus bertemu dengan Remigio " lanjut Eliza lagi
" kita akan menghubunginya terlebih dahulu " ucap Emily lalu beranjak dan mengambil ponsel miliknya lalu ia segera menghubungi nomor Remigio disana
tak butuh waktu lama sambungan itu terhubung dan tanpa basa-basi Emily langsung menceritakan semuanya perihal Esme dan Valera, Remigio diam saja dan menyimak lalu tak lama kemudian ia setuju untuk bertemu secara pribadi dengan Emily dan Eliza
***
" aku baru mengetahui jika nona Valera mempunyai pasukan seperti kalian " ucap Dave dan menatap para anggota Balck woman
" lalu ? " ucap A santai sembari meminum teh hangat berperisa Jasmine. lalu ia mendelik Dave dengan sinis
" tidak ada ! tapi apa kemampuan kalian cukup diperhitungkan " ucap Dave santai dan sontak mata para wanita itu menetap tajam kepada Dave seolah-olah ingin menelan nya hidup-hidup
nafas para wanita itu menderu seketika, mereka merasa Dave meremehkan kemampuan dari seorang wanita, bahkan Thomas yang mendengarnya hanya diam sembari mengulum senyumnya
" jangan dilihat karena kami wanita, bahkan kami jauh unggul dari mu dalam ilmu beladiri " ucap sengit K dengan tatapan datarnya tentu saja Dave membalas nya dengan tatapan datar juga,
para wanita itu hanya diam dan acuh saja melihat tingkah Dave yang menjengkelkan itu mereka lebih memilih meminum teh nya dan Thomas ia hanya diam sembari tersenyum ramah berbeda dengan Dave yang datar tanpa ekspresi
" jadi selama ini kalian tinggal dimana " tanya Thomas dengan ramah dan sontak para wanita seketika menatap Thomas dengan senyum tersungging nya
" Lamora " ucap tegas B dan Thomas hanya mengangguk saja
" apa itu sebuah markas ? " tanya polos Thomas
" bukan, lebih tepatnya sebuah kastil dengan berbagai alat yang sungguh canggih " jelas C sembari menatap Dave dan Thomas bergantian. " Lamora adalah tempat yang tidak terjamah oleh siapapun, kawasan Lamora adalah kawasan terbersih tentu saja itu semua milik Valera, huft.. aku masih tak menyangka jika Valera lah yang memilikinya " sambung C lagi kini Dave terlihat tertarik akan cerita itu
" untuk apa kau menceritakannya " ketus L kepada C
kini semua nya hanya diam dan saling melirik satu sama lain, Dave menatap kelima wanita itu dengan intens seakan tertarik akan cerita nonanya dan Lamora
***
malam telah berganti senja dimana Remigio telah sampai di Amerika untuk bertemu dengan Emily dan Eliza ditemani oleh James saja karena Leo bertugas diperusahaan nya
satu hari penuh Remigio selalu memikirkan Valera, ia merasa akan ada badai yang mengintai calon istrinya
__ADS_1
Remigio sudah menapak kan kakinya di markas besar ORTAXS miliknya, semua orang menunduk hormat kala kedatangan sang tuan nya, dan ternyata Eliza serta Emily sudah berada disana
kedua wanita itu menunduk penuh hormat, dan Remigio hanya mengangguk saja lah ia duduk rasa lelahnya seakan tak bisa ia rasakan lagi
" mari kita bahas masalah Esme " ucap remigio datar kedua wanita yang ada dihadapannya sedang menampilkan wajah sendu nya " aku kecolongan, orang yang ku titah kan untuk mengawasi Esme tak bisa di andalkan justru mereka tidak tau akan masalah ini, apa mungkin sebelumnya Esme telah mengetahui keberadaan orang-orang ku " ucap remigio lagi
" entahlah , sebelumya aku pun sudah mengingatkan kepada Esme untuk berhenti mengusik king, tapi seakan ia menuliskan telinganya dan pada akhirnya ia lah yang tewas " sendu Emily dan Eliza terlihat menundukkan wajahnya " bahkan jasad nya pun mereka tak memberikan nya " jelas lagi Emily dan Remigio hanya dia saja itulah konsekuensi nya jika berani mengusik kehidupan seorang Valera maka mati adalah pilihan yang bagus
" itu adalah kesalahannya sendiri Emily, ia yang terlalu keras kepala bahkan percaya diri ingin menantang calon istriku " ucap remigio dengan datar dan sontak perkataan terakhir membuat dua wanita itu melongo
" apa kau yakin ingin menikah dengannya ? " kini Eliza yang bertanya dan Remigio hanya tersenyum tipis
" mengapa ? aku sangat mencintainya hanya dia wanita satu-satunya yang aku inginkan dan yang akan menjadi ratu di istanaku maupun hatiku " ucap remigio tersenyum kala mengingat sosok Valera tapi perkataan Valera saat pertemuan terakhirnya membuat ia berfikir kembali
" lalu bagaimana jika ayah tau " ucap Emily lagi dengan cemas
" biarkan ia tahu, cepat atau lambat pun Jill Edellyn akan mengetahuinya, aku tidak pernah menyalahkan apa yang Valera lakukan karena masalah itu Esme lah yang memulai nya " ucap remigio lagi Eliza serta Emily saling menatap satu sama lain
" tapi tidak dengan cara membunuh " ucap tegas Eliza dan Remigio langsung menatap Eliza
" akupun terkejut saat pertama kali ! tapi aku sadar itulah yang harus dilakukan seorang Valera jika ada seseorang yang beranj mengusik kehidupannya serta wilayahnya ! aku rasa kau pun akan marah jika seseorang musik wilayah serta keluargamu " ucap remigio lagi kini Eliza tampak termenung apa yang dilakukan Esme hingga membuat wanita yang bergelar lady itu marah sampai merenggut nyawa nya
" tapi apa tidak bisa ia mengembalikan jasad Esme untuk kami menguburkannya dengan layak " ucap Eliza lagi
" wanita ku tidak akan pernah mau memberi nya, " ucap remigio lagi
kini ketiganya larut dalam pemikirannya masing-masing, apa yang akan terjadi untuk keduanya jantung kedua wanita itu berdegup kencang seakan-akan mereka mempunyai penyakit kecemasan akut
" ini urusan wanita ku, untuk nanti aku akan mendukung calon istriku " ucap remigio lagi
" tapi Esme adalah salah satu anggota ORTAXS dan kau sebagai pemimpin tidak bisa berpihak pada yang lain " desis Eliza tajam dan Remigio hanya tersenyum tipis
" tapi aku tidak akan pernah mau untuk membela yang salah, disini adik kalian lah yang bersalah dimana ia berani menyerang wilayah kekuasaan king. Seorang tikus yang ingin bertarung dengan seekor ular kobra yang mematikan " ucap remigio terkekeh " menggelikan " lanjut Remigio lagi
" tapi bagaimana jika para jajaran ORTAXS tau bahwa kekasihmu lah yang membunuh Esme " tajam Emily
" aku yang akan menghadapi mereka sekalipun itu Jill Edellyn tak akan ku biarkan mereka menyentuh wanita ku walaupun secuil rambutnya " tegas Remigio membuat kedua wanita itu menatap tajam
" kau ! kau sudah dibutakan oleh cinta Remigio " pekik Eliza marah
" jaga bicara mu Eliza, pada saat itu aku sudah memperingatkan Esme untuk tidak mengusik wanita ku tapi ia tak memperdulikan ucapanku sedikitpun, sekarang lihatlah ? ia tewas dan kalian tak terima jangan berfikir jika Esme adalah adik kalian ! yang salah tetap salah tak pernah memandang bulu ! dunia mafia itu kejam " desis Remigio. Eliza dan Emily hanya diam terpaku, benar ! dunia mafia kejam bahkan sangat kejam akan ada musuh yang selalu ingin menjatuhkan sama lain bahkan ingin membunuh satu sama lain
Remigio tersenyum sinis kala melihat raut wajah Emily dan Eliza, ia tak akan pernah membiarkan jajarannya untuk mengusik king karena permasalahan dan kesalahan Esme yang sudah menguji kesabaran sang lady
__ADS_1