
" lepaskan anak itu! jangan jadi pengecut yang hanya menjadikan anak kecil sebagai tameng mu " suara tegas seorang wanita terdengar disana membuat semua orang melihat ke arah Valera
" siapa kau!! " tanya nya marah
" aku ? " dengan senyum tipis " untuk apa aku memberi tahu mu ? apa kah ada keuntungan nya untukku " dengan menyeringai tipis menatap lelaki bertato itu.
" aku tidak ada urusannya dengan mu! " hardik pria bertato menunjuk Valera dengan angkuh.
" nona! apa yang kau lakukan ? " tanya si ayah anak itu menatap Valera dengan bingung.
" aku akan menolong anakmu itu tuan kau tenang saja '' Ucap Valera santai namun ayah si anak itu berkata jangan.
" tapi nona kau seorang wanita sedang kan dia seorang pria apa kau tidak melihat dia membawa senjata tajam " saut nya memberikan peringatan kepada valera.
" Hei!! kalian jangan berdiskusi disini cepat serah kan barang berharga beserta uang mu itu " teriak nya lagi marah.
Valera hanya terkekeh dibuatnya hanya seorang perampok sampai rela melibat kan seorang anak kecil untuk melancarkan aksi nya agar berjalan dengan mulus.
" hahahaha" Valera terbahak dibuatnya. " jadi kau seorang perampok ? '' tanya Valera dengan wajah lugu.
" nona sudahlah biar aku yang menghadapinya " kata ayah sang anak.
" jangan meremehkan ku tuan. kau diam saja aku akan menyelamatkan anakmu. Sedari tadi kau hanya bisa membujuk dan membujuk tampa melawan " pinta Valera terkesan menyindir belum juga ayah sang anak menjawab Valera sudah berteriak lantang.
" hei bajingan lawan aku jika kau berani! " tantang nya semua yang ada disana sangat terkejut dengan Valera yang menantang pria pembawa senjata tajam itu bahkan ayah sang anak itu tertegun mendengar nya
berani sekali wanita ini
disisi lain Remigio dan leo melihat pertunjukan itu dari arah yang sangat dekat. Remigio seperti seseorang yang sangat menikmati.
" bos apa yang akan dilakukan nona itu lagi " tanya nya kepada Remigio
" mungkin menghajarnya " sambil tersenyum tipis.
" cuih! kau seorang wanita mana bisa melawanku. Lebih baik kau menghangatkan ranjang ku saja nona." ucapnya sambil tersenyum geli membuat Valera mengerutkan dahinya pelan.
" benarkah?? kalau begitu ayo lawan aku dan lepas kan anak itu jika aku kalah kau boleh membawaku " tawar Valera perkataan Valera sontak membuat Remigio geram bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu kepada seorang perampok.
wanita itu awas saja kalau kau sampai di bawa oleh manusia laknat itu.geram Remigio.
pria bertato itu akhirnya melepaskan sanderanya dan anak itupun berlari menuju sang ayah dan di sambut hangat oleh pelukan Sanga ayah. Valera hanya tersenyum melihat tingkah anak kecil itu yang sangat manis.
" ayo kita mulai " seringai pria itu bernafsu seolah olah yakin akan mengalahkan Valera dan Valera pun hanya mengangguk.
Valera pun melawan pria itu dengan tangan kosong untung saja Valera memakai celana jeans nya jadi Valera bergerak sangat leluasa.
__ADS_1
Valera mulai melakukan gerakan demi gerakan untuk melumpuhkan lawannya terlihat pria itu berusaha sekali menyentuh Valera dengan senjatanya tapi Valera lebih pintar darinya dengan tendangan dan pukulan yang sangat keras pria itu langsung tersungkur dan jatuh ke tanah.
BUGHHHH
AGHHH
" upss sorry aku tidak sengaja " ejek Valera tersenyum tengil.
" ka...kauu dasar kau sialan!" ucap pria bertato itu terbata namun terdengar meraung marah.
" benarkah ? " senyum Valera mengejek sekaligus menatap remeh.
tapi lelaki itu masih sanggup berdiri untuk melawan Valera lelaki itu tidak terima dipermalukan oleh seorang wanita tapi sebelum lelaki itu menyerang Valera suara bariton maskulin terdengar menggelegar dibelakang tubuh Valera.
" kau sangat pengecut berkelahi dengan seorang wanita " ucap Remigio yang datang dengan tiba-tiba membuat Valera melotot termasuk orang orang yang ada disana.
" siapa kau? " tanya nya
" untuk apa kau bertanya siapa aku!" sinis Remigio.
" Tuan Remigio " sapa Valera dan Remigio hanya tersenyum menatap Valera.
" Apa kau terluka ? " dengan nada pelan Remigio bertanya dengan penuh perhatian.
" tidak tuan " singkat Valera lagi.
" ckck menjijikan! " ejek Remigio lagi " kalau begitu lawan aku! jangan hanya seorang wanita yang berani kau lawan." ucap Remigio lagi benar-benar mengejek.
pria bertato itupun berkelahi dengan Remigio secara serampangan tak berteknik, Remigio terkekeh geli di buatnya, tidak butuh waktu lama lelaki itupun langsung terkapar karena serangan Remigio yang terbilang singkat.
Lelaki jatuh tak sadarkan diri ditempat dan tidak menunggu lama para polisi pun datang ke tempat kejadian perkara dan langsung mengamankan kan pria bertato itu.
" terimakasih nona dan tuan " ucap si ayah membungkuk hormat pada Valera dan Remigio.
" sama-sama tuan " ucap Remigio seraya melirik kearah Valera yang hanya tersenyum simpul.
" terimakasih telah menolong Rara " celoteh anak yang berusia lima tahun itu terlihat sangat menggemaskan dan Valera pun menghampiri Rara dengan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan si anak.
" sama-sama sayang " Sambil mengelus rambut Rara pelan membuat si anak itu tersenyum senang. Akhirnya tempat itu sudah kembali normal walaupun tak banyak para pengunjung yang pulang karena tak ingin kejadian mengerikan itu terulang kembali.
" tuan apakah kita akan kembali " tanya Leo bersuara.
" nona bagaimana kalau kita mampir ke kedai di seberang sana hanya sekedar minum kopi bersama " tanya Remigio dengan halus.
" baiklah " ucap Valera pasrah karena tak baik menolak tawaran baik dari seorang lelaki yang ikut membantunya.
__ADS_1
mereka berjalan menuju kedai kopi dan memesan kopi classic disana setelah pesanan datang mereka pun sama-sama menikmati sajian itu dengan gaya elegan nya masing-masing.
" hmm nona Valera kau tinggal dimana?"
" aku tinggal di jalan xx no 10 " jawab Valera sopan dan Remigio pun mengangguk tanda mengerti Leo pun hanya memperhatikan tingkah kikuk bosnya itu.
" bolehkah aku meminta nomor ponselmu " dengan nada canggung " siapa tahu kedepannya kita bisa jadi rekan bisnis " ucap Remigio lagi sambil menatap ke arah lawan bicaranya. Valera pun menatap lekat manik pria tampan itu dan akhirnya ia pun memberikan nomor ponselnya kepada Remigio.
dengan senang hati Remigio pun menerima nya. Akhinya mereka pun pulang ke kediaman nya masing masing sepanjang perjalanan Remigio tersenyum senang bagaikan seorang remaja yang sedang merasakan jatuh cinta begitupun dengan valera.
*********
Di hotel YY Kenov baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Laki laki bermanik abu itu melangkahkan kakinya ke bar mini yang ada di sana lalu mengambil minuman kaleng seraya satu tangannya memegang ponsel.
ahh kenapa aku tidak mengunjungi Valera saja yahh sedang apa dia sekarang ohh aku akan menghubungi Vyan dulu bahwa aku bertemu dengan Valera
tutttt tuttt tuttt
" Hallo " suara diseberang sana
" how are you bro " sapa kenov
" I'm fine kenov what's wrong? any problem ? saut vyan
" hmm relaxed bro I'm just telling with you yesterday I'm meet your sister " dengan nada santai
" Valera ? " tanya vyan dan kenov pun berdehem " where are you ? are you in Indonesia ? what do you do there ? " dengan nada antusias
" I'm feel so happy, just a bussiness matter " saut kenov hingga mereka pun berbicara panjang lebar karena kenov dan vyan memang teman akrab setelah hampir satu jam melakukan panggilan seluler Kenov pun mematikan ponselnya.
waktu Kenov di Indonesia tidak lama tersisa dua hari lagi maka dari itu esok hari dia akan pergi ke cafe milik Valera untuk berbicara panjang lebar dengannya. Dua tahun dirinya tak pernah lagi menatap wajah cantik Valera esok hari Kenov akan sepuasnya menatap wajah yang ia rindukan itu.
*****
ya tuhan pria itu lagi ada apa dengan jantungku setiap bertemu dengan nya jantung ini selaku berdetak tak karuan ada apa dengan diriku ini.batin Valera sambil mengacak-ngacak rambutnya.
hari ini Valera memutuskan untuk bersantai di kediamannya, membuat dirinya malas beranjak dari ranjang. Seharian ini Valera menghabiskan waktunya di dalam kamar seperti pada gadis pada umumnya.
" hmm bukannya kenov mengenal tuan Remigio apa mereka rekan bisnis atau teman dan lainnya? " gumamnya sambil berbicara sendiri " Bahkan kemarin ada tuan Maharvi disana, berarti mereka memang teman " ucap Valera sambil menganggukkan kepalanya perlahan lalu setelah itu dirinya memutuskan beranjak dan bersiap karena memiliki janji untuk bertemu dengan Kenov Petra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Owe mau mengucapkan selamat datang bagi para pembaca baru yang sedang membaca novel owee ini yah. Owe cuma mau bilang jangan lupa Like, Komen, Vote, Hadiah dan fav yah.
Novel ini owee revisi kembali karena banyak sekali kata-kata yang belibet dan kurang menarik jadi harap maklum yah.
__ADS_1
13 sep 2022.