
BRAKKKKKK
Valera menendang pintu itu hingga terbuka dan berlubang serta tercetak jelas jejak sepatu yang Valera gunakan, bisa kita bayangkan bagaimana kekuatan dari sang lady ini hingga pintu pun mampu ia jebol hanya dengan sekali tendangan saja ?
penghuni di ruangan itu terkejut akan dobrakan kasar pada pintu yang membuat nya rusak dan sedikit terkoyak, pemandangan pertama yang berhasil menyulut api amarah dalam diri seorang valera adalah ketika melihat ibunya terikat serta luka pada pelipis kanan nya disana
" prok prok prok wow lihatlah siapa yang datang seorang wanita cantik rupanya " ucap Everest dengan nada mencibirnya serta duduk dengan bertumpu kaki pada kaki yang satunya lagi serta lima orang anak buahnya yang berdiri tegap dan sejajar disana
Valera tersenyum miring ketika melihat secara langsung wajah seorang Everest yang kini berada di hadapannya
klekkk
todongan senjata diberikan oleh anak buah Everest kala Valera mencoba melangkah kan kakinya untuk sedikit lebih maju, ruangan yang begitu luas dan terlihat melompong itu membuat Valera mendelik sinis
cihh ternyata seperti ini tempat dari seorang mafia Australia tak jauh beda dengan kandang para peliharaan ku ! tapi berani sekali dia menempatkan ibuku di tempat terkutuk ini. batin Valera geram
" wahh apakah anda tuan Everest ? " tanya Valera santai tak kenal takut lalu ia berjalan dan menarik salah satu kursi lalu menyapunya pelan dan tak lama ia mendudukkan dirinya di kursi itu. Everest yang melihat itu hanya diam senantiasa memperhatikan gerak gerik seorang valera
" ada angin apa kau menyekap dan membawa ibu ku tuan Everest ? " tanya Valera yang masih tenang dengan aura hitam mulai mendominasi dirinya tapi Valera sebisa mungkin menahannya terlebih dahulu
Everest yang melihat sikap tenang Valera hanya tersenyum tipis bahkan tidak ada ketakutan sedikit pun dari raut wajahnya yang ada ia santai tapi terkesan menantang
" ckckck...ternyata kau tak suka berbasa-basi ! baiklah gampang saja lepaskan Aldebaran dan kedua putra kembarnya setelah itu aku akan melepaskan ibumu " ucap Everest menatap wajah Valera lekat lekat dan Valera membalasnya dengan tatapan menantang
" jika aku tidak mau " ucap Valera enteng dengan wajah tengilnya
" ibumu akan mati " ucap Everest singkat dan tegas Valera yang mendengar nya geram seketika tapi ia seperti sedang menikmati perannya saat ini
nyonya Sofhia menatap putrinya dengan tatapan lembut seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja valera yang melihat itu hanya tersenyum manis
sedangkan vyan yang berada di luar bersama dengan para antek antek nya seketika marah kala mendengar kata " ibumu akan mati " rasanya Vyan ingin memberikan pelurunya tepat di kelapa Everest bahkan Dave dan Thomas masih diam terpaku di tempatnya sedangkan Leonel diam di sisi kiri pintu yang tak jauh dari tuan mudanya mereka sudah menyiapkan sebuah strategi dan senjata untuk melumpuhkan Everest mengingat ia pun tak bisa diremehkan seperti sampah
" hahahaha " Valera tertawa terbahak-bahak lelucon apa yang diberikan Everest kepada sang lady penguasa dataran Eropa sungguh itu ancaman receh yang dilakukan Everest
Everest yang melihat itu hanya diam dan terlihat bingung tapi secepat kemudian ia mengusir kebingungannya
ternyata tak mudah untuk memprovokasinya bahkan ancaman ku tak membuatnya takut justru ia tertawa dengan santai . batin Everest
" wow terlalu receh sekali tuan Everest ! aku jadi meragukan mu jika kau seorang mafia yang cukup ditakuti ? sungguh sebutan yang menggelikan " cibir Valera dengan nada sinis nya
" DIAM KAU ! " teriak Everest yang geram akan tingkah Valera yang terlalu santai dan terkesan meremehkan " kau terlalu banyak bicara nona, lepaskan Aldebaran dan kedua putranya begitupun dengan diriku aku akan membebaskan ibumu saat itu juga " tekan Everest dengan tajam membuat valera geram dan menguras emosinya
BRAKKKKKK
Valera melempar Everest dengan kursi yang duduki hingga tepat mengenai wajah Everest hingga si mpunya merintih kesakitan
secepat langsung Valera di todong senjata oleh anak buah Everest dan tak lama Dave vyan Leonel serta Thomas masuk ke dalam ruangan dan melakukan hal yang sama
seketika semuanya menjadi terdiam sesaat bahkan Everest hanya menatap datar keadaanya saat ini, dan nyonya sofhia ia terkejut akan kedatangan putranya dan sekarang anak-anak nya berusaha menyelamatkan dirinya
" hahahaha " Valera tertawa mengerikan Bahkan Dave bergidik ngeri dengan nonanya sedangkan Vyan mendengus kesal melihat kelakuan adiknya saat ini " seorang Everest ingin mencoba untuk melenyapkan ku serta berusaha menumbangkan kekuasaan ku ! bukan begitu tuan Everest ? bangunlah dari mimpi bodoh mu itu, dan sekarang lihatlah disekeliling mu ketika para anak buah mu menodongkan senjatanya padaku begitupun dengan para jajaran ku melakukan hal yang sama persis dengan mereka " sinis Valera membuat Everest murka seketika karena Valera sudah merendahkan dirinya
tak lama dua orang pasukan Phoenix masuk dan segera melapaskan ikatan nyonya sofhia dan berusaha membawanya keluar dari ruangan ini
DORR
baru saja beberapa langkah akan keluar Everest menembak nyonya sofhia tepat di bagian punggung nya membuat nyonya sofhia ambruk seketika
" mamah " pekik Valera dan vyan bersamaan bahkan Dave dan Thomas terperangah Everest tersenyum miring kala melihat itu
Valera segera mendekat kearah ibunya yang sedang terluka dan bersimbah darah
" mamah, bertahanlah " ucap Valera kalut " kalian cepat bawa ibuku ke rumah sakit terdekat " ucap Valera garang yang melihat ibunya sudah mulai memucat bahkan terlihat tak sadarkan diri
vyan yang melihat itu langsung mendatangi Everest tanpa memperdulikan todongan senjata dari pihak musuh
BUGHHHHHH BUGHHHHHH BUGHHHHHH
Vyan memukul, menghajar Everest dengan api amarah yang menyelimuti dirinya, Everest tampak melawan dan melakukan penyerangan balik kepada vyan dan terjadilah pertarungan yang seimbang disana
__ADS_1
melihat tuannya bertarung tanpa mengunakan senjata membuat jajaran Valera membuang senjatanya begitu saja dan diikuti oleh pihak Everest
seorang mafia akan bertarung dengan imbang jika musuh tak menggunakan senjata mari bertarung secara jantan !
Valera yang melihat itu tak menghiraukan nya ia lebih mementingkan kondisi ibunya setelah di rasa aman dan ibunya sudah di bawa oleh anak buahnya dengan pengawalan beberapa orang pasukan Phoenix, Valera Kembali ke ruangan tadi
matanya memerah dengan kilatan membunuh lebih tinggi kepada Everest yang sedang melawan kakak nya
BRAKKKKKK
Vyan mendapat pukulan hunga dirinya jatuh terjungkal kebelakang hingga menabrak kursi yang dipakai ibunya tadi
Valera yang melihat itu menatap sinis kakak nya sesaat
Valera menyerang Everest dengan brutal hingga Everest yang mendapati serangan mendadak mau tidak mau harus siaga dengan setiap gerakan yang Valera lakukan
mereka saling menyerang , menangkis, menyiku bahkan saling terjang untuk menjatuhkan lawan
sedangkan Dave dan Thomas langsung memukul telak pihak musuh nya di titik tertentu membuat mereka mengerang kesakitan hal itupun dilakukan oleh Leonel
vyan yang geram langsung menembak anak buah Everest dengan sadis
DODODODOR
kelima orang itu ambruk dengan peluru yang menembus jantung serta kepala nya Dave Thomas dan Leonel tertegun karena mainnya sudah tewas tak bernyawa
sedangkan Valera masih bertarung dengan Everest, seimbang benar-benar seimbang
Valera menyeringai ketika menemukan lawan sebanding lalu detik kemudian ia melakukan gerakan lemah gemulai tapi mematikan menyerang titik-titik pusat Everest dengan teknik China
Everest yang melihat itu pun tak ingin kalah ia pun melakukan gerakan-gerakan sulit untuk melumpuhkan Valera dengan segala ambisinya
GREPPP
BUGHHHHHH
KRAKKKK
AGHHH !
BRAKKKKKK
AGHHH
Everest menendang kaki Valera hingga membuat si mpunya terjatuh dan menghantam kerasnya lantai marmer
" Vale " pekik Vyan cemas begitupun dengan Leonel tapi tidak dengan Dave dan Thomas mereka yakni jika nona nya mampu melumpuhkan Everest tanpa bantuan siapa pun
Valera hanya meringis menahan sakit lalu jiwa iblis nya seketika bangkit dan seakan memanggil namanya, wajah valera berubah seperti perpaduan Dewi iblis dan malaikat maut senyum menyeringai tersungging lebih di sudut bibirnya
Valera bangkit dan berlari sekencang mungkin hingga menerjang dan menendang serta memukul Everest dengan gerakan kilat miliknya
BUGHHHHHH
BRAKKKKKK
AGHHH !
tangan yang sempat dipatahkan Valera kini harus menghantam kerasnya lantai marmer seperti yang dilakukan Everest tadi kepada Valera
" kematian adalah jalan terbaik untukmu " ucap valera lagi perkataan Valera bagaikan melodi kematian sesungguhnya " katakan kepadaku kematian apa yang kau inginkan Everest aku akan mengabulkan nya " sinis Valera
" hahaha tenyata aku salah telah meremehkan kemampuan sang lady seperti dirimu, mengagumkan benar-benar mengagumkan " ucap Everest lagi
" kau telah bermain menyentuh ibuku, maka dari itu terima lah akibatnya karena kau telah bermain-main dengan ku " ucap Valera yang mulai mendekat dengan membawa belati kembar miliknya
Everest tidak takut akan ancaman Valera yang menurutnya hanya sebuah lelucon semata, bahkan Everest masih bisa tersenyum miring
SRETTTT
__ADS_1
AGHHH !!
tanpa aba-aba Valera menyayat dada Everest tanpa ekspresi jiwa iblis nya benar-benar sudah menyatu saat ini, dia bukan seperti seorang Valera tapi lebih mendominasi Dewi kematian
SRETTTT
AGHHH !
SRETTTT
JLEB
menyayat dan menusuk seakan hobi dari si belati itu, Everest meronta serta menahan rasa sakit itu yang teramat dalam hingga ia menerjang tubuh Valera dengan keras
BUGHHHHHH
" nona " seru Dave tapi Valera menyuruh nya diam dan mengangkat tangannya satu
" sialan, bajingan dasar kau iblis " umpat dan teriak Everest kepada Valera kondisi dirinya saat ini sangat mengenaskan dengan darah yang sudah mengalir deras di sekujur tubuhnya
" aku akan mempercepat kematian mu " ucap Valera polos
DORR
satu tembakan Valera berikan tepat mengenai kakinya
DORRR
dua tembakan Valera berikan secara asal kepada tubuh Everest
Valera mendekat membawa senjata semacam pedang ditangannya
KRASSSSS
GLEKKK
Valera mengakhirinya dengan cara yang mengerikan bahkan Dave dan Thomas yang melihatnya bergidik ngeri
kepala Everest terpisah dari tubuhnya seketika darah segar dan bau amis Mengisi tempat itu Valera tersenyum penuh kemenangan sedangkan yang lainnya menatap dengan ngeri
inilah jiwa iblis dari seorang Valera membunuh tanpa belas dan kasih, yang haus akan darah musuh yang sudah terjerat tak akan bebas dengan begitu mudah
Valera membawa kepala Everest tanpa ekspresi bahkan vyan kakaknya ikut tertegun
'' Valera, semua sudah berakhir ayo kita pulang dari lihat kondisi mamah " ucap lembut vyan berharap agar Valera sadar ini bukan seorang Valera, ada jiwa lain yang memasuki nya
Valera menghentikan langkah kakinya dan menatap pada sang kakak
" jangan berfikir jika aku gila, inilah yang harus diterima untuk orang yang berani bermain dengan ku maka kematian yang harus mereka terima " ucap datar Valera dan vyan hanya mengangguk saja mengiyakan
Valera menyuruh orang untuk membawa kepala Everest untuk ia persembahkan kepada Aldebaran nantinya
para jajaran Valera berjalan beriringan dan segera keluar dari masion milik Everest langkah Valera terhenti dan menatap sesaat bangunan yang setengah nya sudah retak karena ledakan pertama
Valera mengeluarkan sesuatu dan ternyata bom dengan kekuatan yang sangat dahsyat bahkan ini bisa menghancurkan seluruh bangunan miilik Everest
" menjauh lah, aku akan merobohkan bangunan terkutuk ini " ucap tegas Valera dan seketika semuanya menghindar dan
DUARRRR
DUARRRR
BLUMMMMN
DUARRRR
BLARRRR
bukan hanya satu tapi tiga buah bom yang di lemparkan Valera !
__ADS_1
hancur ? tentu saja bangunan itu hancur seketika bahkan goncangannya pun terasa dasyat dan menggelegar bahkan pijakan kaki mereka saat ini terasa bergetar hebat seperti hantaman gempa bumi !
asap mulai mengepul tebal serta pilar-pilar kokoh bangunan itu sudah tak berbentuk lagi Valera tersenyum miring melihatnya lalu Valera dan jajarannya dengan cepat meninggalkan tempat itu