Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
problem


__ADS_3

pagi menyingsing telah menyambut seorang wanita dan seorang pria yang masih asyik bergelung dengan selimut dan saling memeluk satu sama lain, mentari yang masuk dari celah-celah tabir seakan mengusik salah atau penghuninya.


" good morning sweatheart. " ucap Remigio dengan mencium bibir Valera dengan lembut.


" morning Remi " serak Valera dengan mata yang terpejam.


" ayo bangun setelah itu kita sarapan, aku tak akan membiarkan mu melewatkan sarapan pagi kali ini karena anak ku pun butuh nutrisi di dalam sana " ucap lembut Remigio dan Valera tersenyum manis.


kedua insan itu dengan bersama-sama melangkah masuk menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka dari sisa pertempuran sengit yang dilakukan keduanya tadi malam.


sedangkan di apartemen mewah yang kini di tinggali oleh Gloria, Dave bangun terlebih dahulu niat hanya untuk menemani nyatanya ia pun terlelap dengan nyaman disamping tubuh Gloria.


" Dave " lenguh Gloria saat ia merasakan seseorang bergerak di sampingnya. " Kau sudah bangun ? " tanya nya lagi dengan mata sedikit terbuka dan Dave hanya mengangguk kecil.


" selamat pagi, maaf aku ketiduran disini " ucap canggung Dave dan Gloria diam saja.


" tidak apa-apa Dave, aku merasa nyaman ketika kau berada di sampingku " ucap Gloria lagi tanpa malu mengecup singkat pipi Dave. " ini ucapan selamat pagi dari ku untuk mu " ucap Gloria lagi dan Dave hanya terkekeh kecil. " Ya tuhan, bagaimana ini ? aku harus segera bersiap untuk menuju perusahaan. Akan tetapi aku tidak mempunyai pakaian ganti " panik Gloria dan Dave hanya diam saja lalu matanya melirik kesebuah lemari di sudut ruangan yang berjejer dengan rapi.


" coba kau lihat disana " tunjuk Dave dan Gloria langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Dave. Alangkah terkejutnya saat ia melihat sudah banyak pakaian tersedia disana.


Tanpa basa-basi Gloria berlari dan memasuki kamar mandi dengan segera, Dave memperhatikan tingkah Gloria yang cukup lucu hingga tiga puluh menit berlalu mereka telah selesai bersiap dan Dave mengantar Gloria menuju perusahaan Harson Crop's.


*****


Ed kini sedang memperhatikan gerak-gerik mencurigakan dari seseorang yang terus memperhatikan apartemen pribadi milik Elena, bibirnya tiba-tiba berkedut dan menampilkan seringai bengisnya.


" kalian bertindak terlalu jauh, tanpa mau mendengar penjelasan aku terlebih dahulu. Nyonya Leah aku masih menghargai mu karena kau istri dari tuan Ox akan tetapi tidak lagi jika sampai kau berani menyentuh Elena ku " tekan Ed dengan sorot mata yang tajam menahan amarahnya.


Ed seorang lelaki yang selalu bisa diandalkan saat dirinya mengabdi pada tuan Ox, seorang lelaki yang tak pernah membuat kecewa tuannya, bahkan Ed adalah lelaki yang sulit di taklukkan.


Mereka melupakan sesuatu jika Ed tidak bisa ditangkap dengan begitu mudah, dan kini Ed marah ketika melihat salah satu kepercayaan nyonya Leah mengintai disekitar apartemen Elena.


Ed terus memperhatikan gerak-gerik orang itu di dalam mobilnya dengan keadaan gelap gulita, ya Ed selalu melakukan hal ini setiap malam untuk memastikan jika Elena baik-baik saja jika ia tidur di apartemen.


sejak malam itu Ed berusaha menahan diri untuk tidak bertemu terlebih dahulu dengan Elena walaupun hatinya memberontak ingin bertemu dengan sang pujaan hati, akan tetapi ia terlalu menahannya.


" aku akan meyakinkan mu Elena, aku akan membuatmu merasakan ketulusan ku " lirih Ed dengan tatapan sayu menatap ke lantai sepuluh dimana apartemen Elena berada.


keesokan harinya di sekolah George menuntut ilmu mata kecil nya menangkap sosok wanita yang selalu mengintainya dengan antusias. Malvin yang merasa bingung akhirnya menoleh ka arah pandang yang sama dengan George.


" apa kau mencurigai wanita itu George ? " tanya Malvin dan George mengangguk.


" dia sedang mengintai ku. Kemungkinan terbesar dia berencana akan menculik ku " ucap George lagi dan Malvin menyipitkan matanya seketika.


" menculik mu ? apa ada kaitannya dengan mamih mu ? atau dengan Daddy mu ? " tanya Malvin lagi dan George terdiam sesaat.


Ya George selalu bertukar cerita dengan Malvin begitu pun Malvin tanpa disadari oleh orang-orang disekitarnya kedua bocah lelaki ini bukan anak kecil yang polos pada umum nya itu hanya sebuah topeng belaka.


apalagi semenjak kejadian trauma yang dialami oleh George dirinya berubah dengan begitu cepat tapi Valera maupun yang lain nya tidak menyadarinya hal itu.


" dia musuh Daddy ku. Aku tak tau penyebab pastinya dimasa lalu. Akan tetapi ia adalah salah satu musuh yang patut di ditandai. " ucap George lagi dan Malvin kini mengangguk paham.

__ADS_1


" apa kau ingin bermain dengan nya ? " pancing Malvin dan George hanya tersenyum manis dengan tatapan kilat yang begitu mengiris.


" sepertinya itu ide yang bagus " ucap George dengan tawa kecilnya.


" hmm aku pun tak sabar apa yang akan kau lakukan pada wanita itu, dan. Aku yakin jika bukan wanita itu saja yang berada di sini, mungkin kawanan nya pun berada di sini " celetuk Malvin dan George terdiam seketika.


benar apa yang dikatakan oleh Malvin jika tidak mungkin hanya wanita itu saja pasti ada pihak lain yang sedang menunggunya. George kali ini harus membuat rencana yang cocok untuk permainannya.


" Aku akan keruang perpustakaan terlebih dahulu " ucap George berlalu pergi lalu diikuti Malvin yang sedang menggerutu kecil itu.


wanita yang terus mengintai George selama ini masih belum berhasil saat harus mendapatkan Poto wajah George untuk dikirimkan ke seseorang disana.


ia memukul setir kemudinya dengan kesal dan marah, George selalu menggunakan topi saat keluar dari kelasnya dan itu adalah salah satu taktik yang dimainkan oleh si kecil George.


" kenapa susah sekali mengambil photo nya " gerutu wanita itu yang tak lain Caya " sepertinya aku harus lebih dekat lagi dengan bocah itu " gumam nya lagi.


saat Caya hendak keluar matanya melebar seketika saat melihat sosok lelaki yang ia kenal, Lettan. Ya lelaki itu tiba-tiba berdiri tak jauh dari mobil Caya sorot mata yang sangat tajam.


Caya sedikit panik dan gusar akan tetapi ia baru teringat jika disekitar sini banyak sekali anak buahnya yang menyebar tanpa Caya sadari jika pengawal bayangan George pun berada di sekitar tuan muda kecilnya.


*****


" bagaimana bibi, apa bibi setuju untuk membantuku ? " ucap Patricia dengan penuh harap menatap bibinya yang sedang meminum teh dan menyeruputnya pelan.


" sedari kemarin kau selalu berkata seperti ini tanpa memberi tahu ku siapa wanita yang kau maksud itu Patricia ! " tekan nyonya Leah.


" namanya Valera Harson bibi " ucap Patricia mendesah pelan akan tetapi dahi nyonya Leah berkerut saat mendengar nama terakhirnya. Sesaat nyonya Leah nampak berfikir tentang nama itu tapi karena lupa nyonya Leah lalu menatap Patricia. " bagaimana ? '' kesal Patricia dan nyonya Leah hanya diam saja.


" aku menginginkan Remigio menjadi milikku kembali bibi, akulah cinta pertamanya, wanita yang sangat ia cintai, seharusnya aku berada di posisinya kini sebagai nyonya Adomson. Ya itu adalah posisiku yang direnggut oleh wanita itu. " tekan Patricia lagi dan nyonya Leah hanya diam saja menatap tingkah dan sifat Patricia yang mirip dengan ibunya.


Tidak ada yang tau jika ayah Patricia memiliki istri kedua, yang publik tau Patricia adalah putri kedua dari tuan Simon dan istri pertama nya. Tuan Simon menutup identitas ibu kandung Patricia karena itu adalah sebuah aib tapi tidak dengan Patricia, tuan Simon memperlakukan Patricia sama dengan dia memperlakukan putri pertamanya Florence.


" huhh masalah percintaan anak muda " keluh nyonya Leah dan Patricia hanya mengerucutkan bibirnya saja.


" bibi tidak bisa menolaknya. Aku ingin wanita itu menderita dan menerima perlakuan yang sama dengan ku saat ia menyiksaku waktu itu '' geram Patricia.


" penyiksaan apa yang kau maksud itu " Picing nyonya Leah. Lalu akhirnya Patricia menceritakan semuanya saat dimana ia dikurung dan ditawan oleh Valera bahkan Patricia menceritakan saat dirinya di siksa dengan di setrum sekujur tubuhnya. Tentu saja nyonya Leah sangat marah terhadap wanita yang bernama Valera itu.


" apa benar seperti itu ? " tanya nyonya Leah lagi dan Patricia menganggukkan kepala nya tanda membenarkan.


" bahkan dia juga berkali-kali menampar pipiku bibi. " ucap kesal Patricia lagi.


" lalu apa ayahmu tak mengetahuinya ? " ucap nyonya Leah lagi.


" Tidak. Bahkan ayah sangat menghargainya karena ia adalah seorang putri terpandang bibi. bahkan semua orang seakan menunduk hormat padanya, aku muak. Dan sekarang Remigio telah mengeluarkan aku dalam bisnis yang sudah hampir selesai itu " pekik Patricia lantang dan nyonya Leah hanya bisa mendesah pelan. " aku ingin balas dendam padanya " ucap Patricia lagi.


" baiklah, sesuai perkataan mu " ucap nyonya Leah dan Patricia mengangguk senang.


*****


hari telah berlalu, dan minggu pun telah berlalu hubungan Gloria dengan Dave semakin banyak kemajuan, bahkan Gloria tak segan bersikap manja dihadapan sang Lady yang membuat Dave merasa kikuk dibuatnya.

__ADS_1


ternyata tanpa sepengatahuan siapapun Valera mencari tau identitas dari lelaki yang bernama Alfedro bahkan kini ia Valera sudah mengetahui dimana Alfedro bersembunyi.


Kehamilan Valera saat ini sudah memasuki tiga bulan dimana perut yang tadinya rata sudah mulai menyembul dan terlihat sedikit membuncit. Bahkan Remigio selalu menemani sang istri untuk cek up rutin kehamilannya.


" Remi, bagaimana keadaan mertuaku ? " ucap Valera tiba-tiba dan Remigio tersenyum saat Valera duduk di pangkuannya.


" mereka baik-baik saja sweatheart " ucap Remigio dengan lembut dan Valera mengangguk kecil. " ada apa hmm ? '' lanjut Remigio lagi.


" Tidak Remi, aku hanya menanyakan kabar mereka saja, syukurlah jika mereka baik-baik saja, kapan-kapan bawa aku untuk mengunjungi mereka Remi '' keluh Valera dan Remigio mengangguk dengan gemas lelah mengecup bibir Valera dan sedikit **********.


" Ya sesuai keinginan mu " ucap Remigio saat melepaskan tautan kegiatannya itu.


disisi lain Ed terus mengejar laju mobil Elena yang semakin meninggi, setelah pertemuan keduanya dan Ed menyatakan secara terang-terangan akan menikahi Elena walaupun dalam keadaan memaksa akan Ed lakukan, tapi Elena menolak dan terus menyangkal perasaanya sendiri.


'' shitt, kau sungguh wanita keras kepala Elena. " kesal Ed, dan mata elangnya menajam saat mobil yang dikemudikan Elena mulai memasuki kawasan pusat perbelanjaan ternama di Paris.


Elena turun dan segera memasuki salah satu toko pakaian wanita didalam sana, tanpa Elena sadari jika ada orang lain yang juga mengikutinya. Ed menggeram marah saat melihat Ketty berada di antara pengunjung.


Elena sibuk memilih beberapa helai gaun dan lainnya, Ed terus mengawasi Elena dari jarah yang cukup dekat ternyata Katty mengincar Elena entah apa maksud nya.


GREPPP


Ed mencengkram tangan seseorang dan menyeretnya kasar menuju tempat yang sepi diantara kerumunan orang-orang. Mata Ketty terbelalak lebar saat ia melihat sosok yang ditargetkan oleh nyonya Leah.


" Ed " ucap Ketty dan Ed menyeringai bengis.


" untuk apa kau disini Ketty ! jangan katakan jika kau sedang mengincar seseorang " tekan Ed dan Ketty menjadi gugup seketika.


" apa maksud mu Ed " ucap Ketty yang masih berusaha menyangkalnya.


" terus lah menyangkal Ketty, aku bukan pria bodoh yang mudah kau bohongi. Nyonya Leah ? apa ia mengincar Elena untuk melancarkan misi nya kali ini ? " sinis Ed dan Ketty menjadi geram seketika ternyata Ed menang benar berkhianat. " Coba kalian menyentuhnya ! aku sendiri yang akan membunuhmu ! termasuk nyonya Leah jika sampai kalian berani menyakiti wanita ku " tajam Ed dan Ketty menatap tajam pada Ed


" Kau benar-benar penghianat ! " geram Ketty dan Ed hanya tersenyum sinis.


'' tau apa kau Hah ? tau apa kau sehingga kau menyebutku penghianat Ketty ? " ucap Ed dengan penuh penekanan. Ketty bungkam dan justru menatap Ed dengan sangat dingin


DORRR


suara itu membuat keduanya terkejut bukan main, Ed yang panik akan kondisi Elena sedangkan Ketty langsung lari dan menjauh dari Ed membaut lelaki itu mengumpat dan menggeram kasar.


suasana semakin riuh tat kala para pengunjung berlari dan berhamburan tak tentu arah, bahkan suara jeritan para pengunjung membuat suasana semakin riuh dan mencekam.


*****


**Hehehe, maaf readers ku sayang baru up karena owee baru bangun tidur dan langsung nulis naskah ini 😁


Abaikan jika banyak kata-kata yang typo maklum saja lah yah. Dan terimakasih atas dukungan para readers ku yang sudah memberikan like dan komennya.


Jujur owee senyum-senyum sendiri kalau baca komen-komen kalian 🀭 sejauh ini kalian pada antusias banget, walaupun novel owee ini belum mengajukan kontrak walaupun sudah dua kali pihak NT nya DM owee secara pribadi 😁


Ohh ya silahkan kunjungi novel owee yang Ke dua ya dengan judul " Freya " Sudah lama owee gak up Jadi silahkan tinggalkan jejak disana dan maaf banyak kata-kata typo atau kata yang terpeleset padahal owee udah hati-hati dan baca ulang tapi gak tau kenapa ada beberapa kata-kata yang terpeleset karena owee nulisnya pakai Hp biar praktis. πŸ˜πŸ˜πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2