
kini Valera menatap tajam sosok Fandarez dihadapannya, Dave yang berada di sampingnya hanya bisa diam dan melihat pertunjukan yang akan dilakukan oleh sang nona
Fandarez tentu saja terlihat gugup, bahkan untuk menatap valera dirinya merasa tidak mampu, dengan kedua tangan yang terikat sempurna membuat dirinya merasa tercekat seketika
" apa yang membuatmu memberikan akses jalur masuknya para ROLADEX melalui jalur pelabuhan itu Fandarez '' tajam Valera dan Fandarez hanya diam menunduk
Valera menatap datar wajah Fandarez yang terlihat sangat gugup itu, Dave langsung membawakan alat penyetruman untuk menyiksa Fandarez yang lebih memilih bungkam
Fandarez yang menyaksikan itu terlihat gemetaran seketika, bola matanya hampir saja keluar karena melihat Dave yang membawa alat mengerikan itu
" jawab aku atau alat ini yang akan menyentuh tubuhmu " dingin Valera dengan aura kepemimpinan nya, tetapi Fandarez hanya menggelengkan kepalanya dan Valera memberikan kode kepada Dave untuk melakukannya dan Dave mengangguk patuh
Fandarez semakin ketakutan saat Dave berjalan mendekat kearah dirinya, lututnya terasa lemas bahkan jantungnya berdebar lebih kencang tak karuan
AGHHH
teriakan memilukan itu sungguh menggema di ruangan eksekusi milik sang lady, Dave menyetrum tubuhnya tanpa perasaan dan bekas kasih ataupun rasa iba baik Valera maupun Dave sama-sama mengerikan
tubuh Fandarez bergetar hebat karena alat itu, tatapannya tajam seakan ia sedang marah, nafasnya tersengal seketika
" masih ingin bungkam ? " ucap Valera dan Fandarez menggeleng lemah " kau tau jika aku tak suka penghianat apalagi orang itu dalam mafia dibawah naungan king, menjijikan ! katakan siapa yang membatu mu Fandarez dan aku yakin masih ada orang dibelakang mu yang ikut mendukung aksi mu itu " sinis Valera lagi
" ma..maafkan aku ampunilah aku.. " ucap Fandarez dengan lemah tetapi Valera terkekeh kecil " aku hanya disuruh seseorang untuk memberikan akses itu, " ucap Fandarez lagi tapi Valera hanya acuh tak menentu
" apa kau terlibat dengan ORTAXS Fandarez ? " ucap Valera lagi yang sontak membuat Fandarez membelalakkan matanya seketika ? ORTAXS dan ROLADEX sama-sama berasal dari Amerika " wow, ternyata aku memelihara manusia tak tau malu seperti kalian menjijikan " desis Valera tajam dan menatap wajah Fandarez dengan seksama " lakukan Dave " ucap Valera lagi dengan keji
" tidak ! ku mohon jangan " pekik Fandarez lagi " AGHHH ... hentikan.. ja..jangan Agghh " teriak frustasi Fandarez dan Valera tersenyum sinis melihat itu
" buat dia mengatakan seluruhnya Dave, aku percayakan ini padamu, jika dia memilih bungkam lakukan yang semestinya " ucap tegas Valera dan Dave mengangguk patuh tapi tidak dengan Fandarez ia seperti kematian akan segera menghampiri dirinya ia begitu ketakutan bahkan ia menyesal melakukan hal ini jika ia tahu nasibnya akan berakhir lebih mengerikan
*****
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
Asnee tersentak dan terhuyung saat serangan seorang wanita tak dikenalnya dengan tiba-tiba itu, George berlari menuju mobil mewah Asnee akan tetapi tangan wanita itu mencengkram erat tangan mungil milik George
" lepaskan " pekik Asnee lagi dan langsung menyerang wanita itu tanpa mau mengulur waktu, hingga cengkraman tangan wanita itu terlepas dari tangan George " larilah George " teriak Asnee lantang dan George segera mengangguk tetapi sebelum itu ia mengaktifkan sinyal darurat yang terhubung dengan Valera langsung
Asnee dengan lincah terus menyerang wanita itu dengan kemampuan yang ia miliki, wanita itu tampak kewalahan hingga empat orang pria datang secara tiba-tiba dan menyerang Asnee dari arah belakang yang langsung menghantam kepalanya
DUAKKK
AGHHH
teriak Asnee saat benda tumpul itu mengenai kepalanya, padangan Asnee mulai menggabur rasa berdenyut seakan menghantamnya dengan cepat tak lama pengawal bayangan yang ditugaskan oleh Valera mulai muncul dan ikut menyerang keempat pria asing
mereka saling melawan dan menyerang tetapi kelihaian serta kemampuan pengawal banyangan itu tak bisa diremehkan, Bianca yang sadar pihaknya mulai melemah memilih kabur dan mengejar George,
sedangkan George masih saja berlari tak tentu arah, rasa takutnya seakan mulai menjadi dalam dirinya tak lama mobil Bianca sudah melintang dan menghalangi jalan George
" heii, anak kecil menurut lah jika tidak senjata ku ini akan melubangi kepala kecil mu itu " bentak Bianca dan George seketika gugup dan memilih diam karena ia merasa takut dan tak tau harus berbuat apa, Bianca dengan kasar menyeret George dan membawanya pergi entak kemana
disisi lain saat Valera sedang melakukan makan siang bersama dengan Remigio seketika panik karena mendapat sinyal darurat dari jam tangan milik George di layar ponselnya, ya Valera selalu menghubungkan sesuatu kedalam ponsel miliknya agar lebih praktis dan simpel
" George " ucap Valera dengan mata yang terbelalak, dengan cepat Valera menghubungi Greta untuk terus memantau sinyal yang diberikan oleh George
" ada apa sweatheart ? " ucap remigio bingung
__ADS_1
' Remi, George dalam bahaya aku harus cepat, " ucap Valera yang beranjak dari kursinya akan tetapi Remigio kembali menahanya
" tunggu sebentar kita akan pergi bersama " ucap remigio dan Valera mengangguk
setelah membayar tagihan bill nya Remigio dan Valera segera melajukan mobilnya dengan cepat, mengikuti sinyal milik George
Zizi yang diberi tahu oleh Greta akan George dalam bahaya dengan cepat membawa Dave dan beberapa pengawalnya untuk ikut ke sekitar lokasi,
mereka segera bergegas dan menuju titik lokasi yang Greta berikan kepada Dave, dua buah mobil king langsung melaju pesat kearah tertentu
Bianca menarik kasar George dan membawanya kesebuah bangunan milik Asyur, saat menarik George masuk Bianca dikejutkan oleh sosok Asyur yang menatapnya tajam
" apa yang kau lakukan Bianca ! kau melibatkan seorang anak kecil " dingin Asyur dan Bianca tersenyum sinis
" diam dan jangan ikut campur " geram Bianca dan George diam saja tak berani bersuara
" kau salah dengan cara mu ini, kau tidak mendengarkan setiap ucapan ku dengan begitu kau akan menghadapi malaikat maut mu Bianca " datar Asyur dan Bianca tertawa sinis
" aku tidak takut ! justru aku yang akan membunuh wanita sialan itu dengan tangan ku " pekik Bianca marah
PLAKKK
" jangan melewati batasan mu Bianca ! aku akan membawa anak buah ku untuk pergi dari sini dan nikmatilah neraka yang sesungguhnya dan waktu itu di mulai dari sekarang " ucap Asyur tegas lalu beberapa anak buah Asyur yang berjaga di kediaman tuanya yang ditempati Bianca pergi bersama dengan sang tuan dan tersisa anak buah Bianca saja
Bianca menatap nyalang kearah Asyur yang mulai menjauh dari tempat itu, lalu pandangannya beralih kepada George yang sedang ketakutan
" ini semua gara-gara wanita sialan itu " pekik Bianca marah dan George semakin ketakutan bahkan tubuhnya terlihat gemetar
Bianca membawa George keruang bawah tanah, dan George yang ditarik paksa seperti itu hanya bisa menurut tanpa mau melawan
DUAKKK
AGHHH rintih George saat Bianca menghempaskan tubuh kecil George dengan kasar sampai ia membentur sebuah meja karu disana, mata biru George sudah mulai berkaca-kaca
Bianca yang melihat George menangis dengan lantang ia tertawa mengerikan, amarahnya tak bisa dikendalikan lalu ia mengambil sebuah kayu usang disana lalu ia menyeringai
" bagaimana jadinya jika benda ini mengenai tubuh mungil mu ! apa kau akan merintih ketakutan ? " ucap Bianca dan George mendekap tubuhnya karena takut
DUAKKK
AGHHH
Bianca tanpa perasaan memukul tubuh George dengan sebuah kayu yang berada dalam genggamannya, George semakin menangis kencang kala kayu itu menghantam tubuhnya Bianca tertawa bagaikan seorang wanita psikopat
setelah puas memukul tubuh George yang sudah tergeletak lemah Bianca segera meninggalkan tempat yang menurutnya amat menjijikan tapi saat dirinya hendak menuju kamar nya untuk beristirahat suara kegaduhan seketika membuat Bianca terkejut
" Aghhh " teriak Valera dengan nafas menderu bahkan sorot matanya sudah mulai berubah menjadi iblis yang mematikan
para anak buah Bianca dengan sigap menghalangi Valera dan Remigio tapi dengan sigap keduanya malah menghajar habis-habisan para pengawal yang tidak ada artinya itu
Bianca yang melihat itu dari lantai atas hanya bisa tersenyum sinis kala melihat kemarahan sang lady, salah besar jika Bianca melakukan hal ini ia sudah berani membangkitkan kan aura pembunuh berdarah dingin yang ada pada diri Valera
BUGHHHHHH
KRAKKKK
DODODODOR !!
Valera dengan liar membantai para pengawal Bianca dengan sangat mudah menghantam, mematahkan tulang dengan sangat mudah bahkan tak segan menembakkan pelurunya kepada tubuh sang lawan
__ADS_1
Remigio tertegun akan sikap Valera yang berubah, mengerikan tak lama rombongan Valera telah tiba Zizi dan lainnya dengan sigap membantai siapapun yang mereka temui Remigio bahkan sudah menyelesaikan tugasnya
Bianca dengan tenang menuruni setiap anak tangga dengan gaya nya yang terbilang santai seketika Valera terkejut akan wanita yang berhadapan dengan nya saat ini
" BIANCA " pekik Valera lantang saat dirinya melihat sosok Bianca disana, Remigio bahkan ikut terkejut dengan kehadiran Bianca " jadi kau yang menculik George ! " geram Valera
" hahahaha.. kenapa ? ada apa dengan wajah mu ? " ucap Bianca tertawa
BUGHHHHHH
Valera menerjang wajah Bianca dengan sangat keras hingga ia meringis kesakitan Bianca bangkit dan mulai membalas perlakuan Valera akan tetapi amarah yang sudah meliputi diri Valera seakan membuatnya semakin bersemangat untuk membunuh Bianca saat itu juga
Zizi dan beberapa pengawal sudah berhasil melumpuhkan anak buah Bianca yang tak seberapa, Dave dengan sigap memasuki mansion untuk mencari keberadaan George sedangkan Zizi melakukan hal yang sama dimana dirinya mulai menyusuri tempat itu untuk menemukan George dengan cepat
disisi lain Remigio terus menelisik tempat ini dengan mata elangnya, keringat yang mulai mengucur akibat perkelahiannya beberapa menit lalu dengan kemeja yang mulai membasah membuat dirinya semakin terlihat seksi
BUGHHHHHH
BRAKKKKKK
AGHHH
Valera dengan wajah bengis menerjang dan melempar tubuh Bianca dengan sangat mudah membuat ia merintih dan mengerang kesakitan nafasnya tersengal rasa sakit mulai ia rasakan di tubuh bagian belakang nya
" jangan bermain dengan ku Bianca ! kau salah memilih lawan akan tetapi kau selalu memancing amarah ku untuk kali ini kau tak akan ku ampuni " geram Valera dengan mata yang memerah seakan ia siap menerkam Bianca kapan saja
Zizi membelalakkan matanya saat Dave menggendong tubuh lemas George begitupun dengan Remigio ia tampak terkejut akan hal itu hingga pandangan Valera ikut melihat kondisi George
" apa yang terjadi dengan nya Dave ? " ucap Valera setenang mungkin padahal amarahnya sudah naik turun yang siap membludak kapan saja
" maaf nona sepertinya George menerima kekerasan fisik seperti dipukuli " ucap Dave dengan tenang membuat api amarah Valera mendidih seketika
" bawa dia kerumah sakit sekarang juga " titah Valera dengan lantang dan Dave mengangguk patuh, Valera menatap kepergian Dave bersama dengan anak buahnya hingga tersisa Zizi dan empat anak buah king yang akan memantau area sekitar Remigio menatap tajam percaya apa yang sudah di alami oleh George
DORR
" sweatheart / nona " pekik Remigio dan Zizi bersamaan saat peluru menembus paha kanan Valera,
Remigio segera mendekat kearah Valera yang kakinya mulai mengeluarkan darah segar, Bianca tersenyum sinis walaupun tubuhnya masih merasakan sakit akibat hantaman Valera
Remigio tertegun saat melihat sosok lain dalam diri valera matanya seperti siap menghunus mangsanya kapan saja tubuhnya mulai menegang sempurna saat peluru itu menembus sempurna dalam kakinya
" kau salah memilih lawan ! menyingkirkan lah Remi " tegas Valera dengan aura yang begitu kelam menyelimuti dirinya saat ini
" sweatheart luka mu " pekik Remigio tapi Valera menatap tajam kearah Remigio mau tidak mau Remigio berangsur mundur dan ikut bergabung dengan Zizi dan lainnya
Valera melangkahkan kakinya mendekat kearah Bianca dengan seringainya Valera mulai mengeluarkan belati kembar kesayangannya Bianca tertegun seketika Valera menyerang Bianca dengan liar membuat Bianca mau tidak mau harus melawan nya
" tangan mana yang sudah kau lakukan terhadap putraku " geram Valera disela-sela serangan kepada Bianca Valera tau jika Bianca mulai melemah dengan itu Valera tersenyum penuh arti
SRETTTT
SRETTTTT
KRAKKKK
AGHHH
Valera dengan brutal menghantam dan menyayat tubuh Bianca dengan saat liar, hingga suara retakan tulang dan jeritan kesakitan terdengar mengilukan telinga, Remigio Zizi berserta anak buah king ikut meringis dengan apa yang lady nya lakukan mereka seakan ikut merasakan siksaan yang Bianca terima
__ADS_1
BRAKKKKKK
.