
" Remi " ucap Valera sedikit berlari saat sang suami baru saja tiba di mansion, Remigio memeluk erat tubuh Valera begitupun sebaliknya. '' bagaimana dengan keadaan James ? " tanya Valera dan Remigio memberikan kecupan sayangnya di pucuk kepala Valera.
" semuanya akan baik-baik saja sweatheart, jangan cemas " ucap lembut Remigio lalu mengelus lembut perut Valera yang membuncit itu.
" Apa yang sebenarnya terjadi ? '' tanya Valera masih dilanda penasaran yang begitu tinggi, sehingga salah satu asisten sang suami ikut menjadi korban.
" Entahlah sweatheart, aku tak mengerti tiba-tiba ada dua buah mobil yang langsung menyerang ku begitu saja. " jelas Remigio dengan singkat dan Valera terlihat menyimak perkataan Remigio '' entah siapa yang ingin bermain dengan ku '' ucap Remigio lagi.
" sudahlah, sekarang kau bersihkan tubuhmu setelah itu kau makanlah. " seru Valera lembut dan Remigio mengangguk lalu mencium bibir Valera dengan penuh gairah.
valera menyambutnya dengan senang hati, dan membalas ciuman itu tak kalah bergairah hingga nafas mereka sama-sama tersengal karena kegiatan itu.
" sudah. Sekarang kau pergi mandi " ucap Valera dan Remigio mengangguk lalu mulai melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.
sedangkan Valera sedikit memikirkan tentang siapa orang yang menyerang suaminya itu, jujur Valera sedikit memikirkan tentang organisasi sang suami ORTAXS dimana ia mendapat kabar jika beberapa anggota suaminya mulai melenceng begitu saja.
Valera pun tidak tau apakah Remigio sengaja atau ia sendiri tidak tau mengenai hal ini, jujur Valera sedikit waspada akan orang-orang ORTAXS lainnya.
Lamora.
beberapa hari ini anggota B.woman yang berada di mansion Lamora mendapatkan sinyal dari sebuah helikopter yang melintasi langit Lamora beberapa waktu lalu.
Akan tetapi sinyal itu tiba-tiba menghilang dengan sendirinya saat K ingin menyelidiki lebih lanjut tentang hal ini.
" A sepertinya kita akan kedatangan tamu " ucap K dan A hanya menatap sekilas K lalu ia menyesap wine nya dengan perlahan.
" Tamu ? Tamu apa yang kau maksud ? " Picing A dan K menatap A dengan tatapan malasnya.
" entahlah. Mungkin ada seseorang yang penasaran dengan tempat ini. " celetuk K dan A diam saja. " sinyal itu tiba-tiba menghilang saat aku berusaha untuk mengaksesnya lebih lanjut lagi. Aku yakin mereka pasti menyadari nya. " ucap K lagi.
" lakukan protokol lain jika terjadi sesuatu, ingat yang lainnya berada di markas utama. Hanya ada kita dan pasukan Phoenix lainnya. Jangan gegabah kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. " ucap A dan K mengangguk pasti.
Pada malam harinya K dan A sengaja bergadang hanya untuk melihat apa yang akan terjadi pada malam ini, para pasukan Phoenix sudah memasang alat-alat canggih di seluruh mansion Lamora yang lebih mirip dengan kastil itu.
A dan K sedang duduk bersantai di ruang kendali dengan sebotol wine yang menemaninya, mata mereka sama-sama menatap layar monitor yang sangat lebar.
" shitt " ucap K saat melihat sebuah helikopter bergerak mendekat " siapa orang itu " tekan K dengan kesal.
sebuah helikopter terpantau oleh benda-benda canggih milik king, A menyipitkan matanya saat melihat helikopter itu sudah mendarat dengan mulus. Sedangkan K tangannya mulai bersiap untuk menekan sesuatu disana.
seorang lelaki turun terlebih dahulu, ia terlihat melayani seseorang disana. Lelaki yang memakai penutup kepala dengan setelan kasualnya terlihat sedang memperhatikan keadaan sekitar.
Lelaki itu tampak merapikan pakaiannya A dan. Kau tidak bisa mengenali wajah lelaki itu dengan jelas karena ia memakai topi dengan posisi kepala yang sedikit menunduk.
" A seperti nya aku ... " ucap K menggantung karena ia seperti mengenali sosok perawakan disana hingga dahi keduanya mengkerut seketika.
Lelaki itu tampak diam dan berdiri di suatu tempat. Dan seketika pasukan Phoenix yang bertugas di bagian luar langsung menodongkan senjatanya tepat ke arah Lelaki itu.
sontak ia terkejut bukan main, begitupun dengan lelaki yang berada di belakangnya mereka refleks mengangkat kedua tangannya seperti orang yang pasrah akan keadaan.
" Siapa kau ! " tanya salah satu lakukan Phoenix.
__ADS_1
" Wait, Wait.. Calm down oke.. " ucap lelaki bertopi " aku Brandon '' ucap lelaki itu seraya membuka topinya dan memperlihatkan seluruh wajahnya itu.
para penjaga pasukan Phoenix saling pandang satu sama lain, lalu mereka menatap kembali ke wajah lelaki yang bernama Brandon.
A dan K menatap lekat-lekat lelaki yang berada di luar sana, bahkan K menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat.
" Brandon " lirih K lagi dan A segera memerintahkan para pengawal untuk membiarkan Brandon masuk.
akhirnya Brandon masuk dan menatap sejenak bangunan megah seperti kastil itu, nafasnya naik turun dengan teratur saat ia menatap sekelilingnya.
Dulu ia tinggal disini bersama dengan salah satu temannya, tapi pada saat kejadian itu Brandon dan juga Alland hilang di telan bumi.
Brandon menyusuri tempat itu dengan langkah perlahan nya, tidak ada yang berubah sama sekali hanya saja beberapa alat-alat baru yang pertama Brandon lihat.
" Brandon " pekik A dan K serempak sehingga membantu Brandon menatap kearah sumber suara.
GREPPP
A lebih dulu memeluk tubuh lelaki itu dengan keras hingga Brandon merintih kesakitan tapi tak lama pelukan itu berubah menjadi lembut dan Brandon mengelus punggung A dengan pelan.
" its you " ucap A lagi dengan memandang lekat-lekat wajah Brandon. " in benar-benar kau ? ohh tuhan ini kau Brandon " ucap A lagi dengan girang dan Brandon hanya bisa mengangguk kecil saja.
" kau tak ingin memeluk ku ? " ucap Brandon pada K dan K segera menghampiri Brandon lalu memeluknya dengan erat.
" hiks...hikss aku kira kau telah mati Brandon " Isak K dan Brandon hanya menghela nafasnya perlahan. " kami semua sudah mencari mu bersama dengan Alland tapi nihil jejak Kalian berdua hilang begitu saja. Lima tahun, lima tahun kami terus mencari mu Brandon tapi sia-sia " Isak K lagi menatap wajah Brandon.
" sudah-sudah nanti akan aku ceritakan kepada kalian apa yang terjadi sebenarnya " ucap Brandon lagi A dan K mengangguk, sedangkan lelaki yang berada di belakang Brandon hanya bisa diam saja.
" ohh aku hampir lupa perkenalkan dia Arlo orang yang selalu membantuku '' ucap Brandon A dan K mengangguk kecil. Lalu mereka memasuki mansion Lamora bersama-sama.
Brandon duduk di ruang tamu dengan Arlo matanya seketika menatap sesuatu, A yang paham lalu segera menceritakan nya dengan singkat pada Brandon.
K datang dengan dua botol wine dan beberapa cemilan untuk menemani mereka mengobrol. Arlo terlihat sangat nyaman berada di mansion Lamora. Bahkan Arlo menatap lekat-lekat photo Valera yang cantik dengan memakai gaun kebangsawanan dengan mahkota sedang di atas kepalanya sesaat Arlo merasa dia seperti seorang ratu, lalu Arlo menatap photo Valera yang memakai pakaian serba hitam dengan rambut digerai indah dan matanya benar-benar menghipnotis dan sangat tajam.
" Jadi yang lainnya sedang berada di markas utama " gumam Brandon dan K hanya mengangguk kecil sedangkan A sibuk menuangkan wine ke dalam gelas untuk dinikmati.
" jika lady tau kau kembali tiba-tiba pasti dia akan syok Brandon, terlebih saat ini dia sedang mengandung " ucap A dengan tawa kecilnya.
" Lady sudah menikah ? dan sekarang mengandung ? wah sepertinya banyak sekali yang aku lewatkan selama aku tak ada disini '' ucap Brandon lagi
" Jadi sekarang jelaskan pada kami kenapa kau menghilang pada saat itu bahkan jejak mu pun tak dapat ditemukan sedikit pun, mulai dari jejak GPS, jam tangan, dan lainnya bahkan senjata mu pun yang terdapat alat pelacak tak bisa kami ketahui " ucap datar K dan Brandon diam saja.
" Aku.. pada saat itu aku tertembak tepat di dada, dan aku fikir itu adalah hari kematian ku tapi ternyata bukan. Pada saat pertempuran melawan para bedebah itu, kami hampir saja memenangkan pertempuran karena banyak nya dari mereka yang mati. Entah bagaimana bisa seseorang menembak ku " ucap Brandon " Kau tau jika Utera belum mati aku melihatnya saat detik-detik pandanganku mulai linglung, aku melihat dia melarikan diri " jelas Brandon membuat K dan A terpaku seketika. Utera jadi wanita berkulit coklat itu belum mati tapi bagaimana bisa ? " aku masih bisa melihat jika Alland mengejar wanita itu karena berusaha untuk kabur setelah mendapatkan satu pedang keramat yang berada di ruang bawah tanah Lamora. Dan pada saat itu aku jatuh tak sadarkan diri " jelas Brandon lagi
Lamora memang banyak menyimpan sebuah rahasia dan misteri, tidak banyak yang tau bagaimana bisa Valera yang menjadi penguasa selanjutnya setelah pemimpin terdahulunya.
Ya sepasang pedang kembar memang berada di Lamora akan tetapi hanya satu, tapi siapa sangka jika Utera yang mengambilnya.
K dan A seketika diam dengan seribu bahasa, Brandon hanya bisa diam begitupun dengan Arlo yang tak tau apa-apa.
" lalu selama ini kau berada di mana " tanya A lagi.
__ADS_1
" berada di suatu tempat tentunya. Aku di tolong oleh sepasang paruh baya mereka yang merawat ku saat aku dinyatakan koma oleh dokter. " jelas Brandon lagi dan A hanya memijat pelipisnya dengan pelan, ia tak menyangka dengan apa yang terjadi pada masa lalu
" lalu Arlo ? " tanya K menatap lelaki asing yang kini sedang asyik memakan cemilan yang tersedia tanpa sungkan. Seketika Arlo terdiam saat ditatap oleh kedua wanita di hadapannya dengan tajam.
" ohh dia teman ku " ucap Brandon singkat. A dan K hanya mengeryitkan dahinya seketika. Rasanya mereka ingin sekali beratnya lebih lanjut tapi ini bukan saatnya. Brandon yang melihat itu semua hanya diam saja.
" jadi Alland menghilang secara misterius ? ". gumam A lagi.
" Aku sedang berusaha untuk mencarinya beberapa tahun terakhir ini bahkan aku sempat melacak sinyal miliknya dan itu sudah lama sekali, India ! sinyal itu berada di India. Aku tak tau apakah itu Alland atau orang lain yang sena
gaja mencoba untuk mengaktifkannya. " ucap Brandon lagi.
" Ya tuhan. kenapa semua ini begitu rumit. Utera wanita itu pasti akan kembali lagi dan berbuat hal yang diluar dugaan. Aku harus segera membicarakan hal ini pada Valera. " ucap A tegas dan K hanya mengangguk saja.
*****
malam itu Remigio berada di rumah kerjanya ia sedang melakukan panggilan Vidio dengan para sahabatnya. Romeo memutuskan untuk mengadakan pertemuan yang hanya dihadiri oleh mereka secara diam-diam untuk membahas sesuatu.
Remigio yang awalnya penasaran akhirnya mengangguk setuju. Remigio akan bertolak menuju Amerika beberapa hari lagi karena pertemuan ini harus segera dilaksanakan, terlebih seseorang yang baru saja menyerangnya beberapa hari yang lalu.
tawanan yang di bawa Leo memilih bungkam dan berakhir bunuh diri dengan menarik pelatuk pistolnya tepat di dahi pria itu, Remigio dan Leo sama-sama kehilangan jejak siapa dalang dibalik semua ini.
" banyak sekali yang aku curigai " gumam Remigio dengan menatap layar laptopnya dan menampilkan beberapa gambar dan identitas disana.
" sebaiknya kau hati-hati Remigio. Aku mempunyai firasat buruk " ucap Deniz membuka suara dan Remigio terdiam seketika.
" Ya Deniz benar. Kali ini kau harus lebih waspada. Sekarang kau sudah mempunyai istri dan Valera sedang mengandung jangan libatkan dia dalam masalah ini. Kami akan membantu " ucap Kenov dan Remigio tetap diam menatap layar monitornya ''
" baiklah, terimakasih. Aku akan berangkat secepatnya " ucap remigio dan para sahabat nya itu hanya mengangguk mantap.
Remigio memejamkan matanya saat panggilan tersebut telah berakhir. Jari-jari nya mengetuk pelan meja kaca. nafasnya terdengar sangat bertautan.
CEKLEK
valera datang dengan menggunakan lingerie berwana merah muda yang dipadukan dengan jubah tipisnya, Valera tersenyum saat sang suami yang sedang memejamkan matanya.
" Emmphh " erang Remigio saat Valera dengan sengaja meremat benda pusaka miliknya. Valera tersenyum genit dan langsung menurunkan celana Remigio hingga benda pusaka itu tepat berada di wajah Valera. " sweatheart " ucap remigio dengan suara yang mulai bergairah.
valera terus memainkan benda panjang itu hinga benar-benar menegang lalu memasukkan nya kedalam mulut dan bermain disana, Remigio tampak menikmati permainan sang istri hingga matanya terpejam dan nafasnya naik turun.
hingga setengah jam Valera memanjakan benda pusaka sang suami, lalu Valera membuka lingerie nya dan langsung memposisikan dirinya dimana Remigio dengan senang hati menyambut ajakan bercinta dari sang istri.
" aghhh " erang Valera saat miliknya di sodok kuat oleh Remigio dengan pinggul yang cengkram erat.
" kau selalu membuatku tergila-gila sweatheart " ucap remigio dengan sensual ditelinga sang istri lalu bibirnya mulai liar menjelajahi bibir Valera.
valera dan Remigio begitu semangat melakukan kegiatan panasnya secara bersama- sama tak puas menyerang bibir valera dengan buas Remigio kini beralih pada dua buah benda kenyal nan menggoda itu.
valera mengerang nikmat saat area sensitive nya begitu di manjakan oleh Remigio hingga tubuhnya menegang dan suara desahannya merintih dengan panjang.
Tak lama Remigio menyusul, ia menabur benih-benih cintanya pada rahim Valera dengan mata yang terpejam dan nafasnya tersengal, Valera tersenyum saat melihat Remigio yang sangat liar dalam bercinta.
__ADS_1
" I love you " ucap remigio lirih