Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Bergerak


__ADS_3

Matt dan Edgar menatap sekelilingnya dengan seksama dan waspada sedangkan Dave ia sibuk menghidupkan sebatang rokok dan menghisapnya secara perlahan.


suara-suara pergerakan dari seseorang terdengar disana, Dave menyeringai tipis saat pendengarnya menangkap suara asing tersebut.


DODODORDODODOR !!!


AGHHH


Dave menembakan senjatanya secara acak hingga suara rintihan terdengar disana, Matt dan Edgar hanya saling melirik.


" Heii, siapa disana ! " teriak seseorang bertubuh tegap dengan tato ditubuhnya. Rambutnya gondrong dan pakaiannya layaknya seorang preman berkuasa.


ketiga jajaran king menatap arah sumber suara tersebut. Lelaki itu berjalan dengan perlahan dan sama-sama menghisap sebatang rokoknya tak lama muncul lah orang-orang dari tempat persembunyiannya.


" Siapa kalian ? " bentak lelaki bertato menatap Dave, Matt, dan Edgar dengan tajam.


" Dasar perusuh ! " sinis Edgar dan ucapannya didengar baik oleh para berandalan.


Salah satu dari mereka menatap lekat-lekat wajah Dave tak lama wajahnya pucat dan tubuhnya sedikit bergetar, semua itu tak luput dari pandangan Dave dan lainya.


" Cihh. para orang-orang sampai seketika kalian seharusnya mati hanya dengan satu kali peluru saja " ucap Dave berwajah bengis.


Entah mengapa ucapan Dave membuat para preman dan berandalan dan sudah meledakkan salah satu pusat perbelanjaan itu mendadak gugup.


" Untuk apa kalian meledakkan salah satu pusat perbelanjaan di jalan X " Tajam Dave dengan santai.


" Hahaha. memangnya kau siapa ? tentu saja kami melakukanya karena kami senang melakukan keonaran " ucap lelaki bertato yang diyakini pemimpin para berandalan itu.


DORR !!


AGHHH


Edgar menembak lelaki itu di kaki kanan nya, mereka terkejut dan seketika gugup karena melihat senjata berjenis revolver dengan logo King disana.


" King " gumam mereka saat Edgar mengelus sayang senjata kesayangannya lalu mengecupnya dengan penuh perasaan layaknya seorang kekasih. Matt terkekeh dengan aksi Edgar.


" katakan ! atau peluru ku yang akan bersarang di tubuhmu selanjutnya ! " ucap Dave tajam dan lelaki bertato itu terlihat meringis kesakitan.


" Kami hanya disuruh itu saja. " ucap lelaki itu dengan mengeryitkan dahinya karena menahan rasa sakit pada kaki kanan nya.


" siapa ? " tanya Dave lagi.


" entahlah, seorang pria yang menyuruh kami. Dan sebagai imbalannya mereka memberikan kami uang dan beberapa emas batangan " ucap nya lagi. " Sungguh kami tak bohong " seru lelaki bertato itu.


Dave hanya menghisap rokoknya yang sebentar lagi akan habis, tak lama Dave membuangnya lalu menginjak puntung rokok itu dengan sepatu mahal miliknya.


" Jadi kalian orang suruhan ? '' ulang Dave dan lelaki itu mengangguk tanpa ragu " dimana kalian bertemu ? " tanya Dave lagi.


" mereka yang mendatangi kami kemari '' ucapnya lagi dan Dave terlihat mengangguk kecil.


" baiklah aku mempunyai penawaran untuk mu dan untuk kalian " Picing Dave dan seketika orang-orang itu gugup bukan main. " jika kalian bisa membuka identitas orang yang menyuruh kalian maka ku ampuni dan aku tak akan menyakiti kalian walaupun kalian telah membuat onar, tapi jika kalian tidak bisa memberi tahu ku siapa orang itu, maka hanya satu " ucap Dave sambil memainkan senjata miliknya dan mengarahkannya kepada para berandalan itu " dead ! " bengis Dave dengan seringai kejam terbit di sudut bibirnya.


" Deal ! " ucap lantang lelaki bertato yang terkena tembakan " mereka masih menugaskan satu pekerjaan lagi pada kami yaitu menghancurkan area penerbangan " ucap Lelaki itu dan membuat Matt serta Edgar terkejut bukan main. Bagiamana bisa ? apa maksud nya ini.


" Jangan main-main ! '' sentak Edgar marah dengan mata melotot seakan siap menerkam mangsanya. " Kalian melakukan nya sendiri ? atau bagaimana ? " desak Edgar.


" Kami di suruh menunggu. Pekerjaan itu akan dilakukan pada malam hari. Entahlah mereka mengatakan tunggu saja, karena ada sekelompok orang yang akan membantu dalam pekerjaan kami. " ucapnya sedikit ragu.

__ADS_1


'' ingat baik-baik. Kau tidak bisa melakukan tugas mu maka jaminan nya adalah nyawa. " ucap Dave dan lelaki itu mengangguk " ketika mereka datang ke mari, atur lah bagaimana caranya agar mereka menunggu " ucap Dave dan lelaki itu mengangguk paham.


Dave sepakat melakukan hal itu, begitupun dengan Edgar dan Matt. Bahkan mereka meletakkan satu buah bom bertegangan tinggi jika upaya mereka gagal dan mencoba untuk mengelabui.


Para berandalan itu mengangguk paham dan akan melaksanakan tugasnya sebaik mungkin, ancaman yang Dave layangkan tak main-main apalagi mereka berurusan dengan para petinggi king.


*****


valera melakukan panggilan video pada seluruh jajaran king yang terhubung, terlihat jelas jika wajah-wajah mereka sangat tegang. Bahkan Zizi ikut dalam siaran tersebut dengan Vyan yang berada di sampingnya.


Wajah sang Lady begitu sangat dingin dan datar, mereka bisa merasakan jika aura kepemimpinan yang berbeda tercetak jelas dari sorot matanya.


" Greta blokir semua penerbangan yang keluar masuk dari negara ini. Tandai semua pesawat pribadi maupun domestik. " ucap Valera membuka suara dan Greta mengangguk patuh. " Aku dengar terjadi kerusuhan dibeberapa kota dengan titik tertentu. Benar begitu ? " Picing Valera mencoba untuk berpura-pura tidak tau.


" Maaf kan kami Lady. Serahkan semuanya pada kami, biar ini menjadi tanggung jawab kami semua. " ucap Dave dengan sopan dan Valera terlihat menatap dan Dave dari layar miliknya.


" Hmmm.. jadi begitu ? siapa ? " ucap Valera dengan santai.


" Hanya para berandalan saja Lady, tapi aku merasa ada hal yang janggal mereka mengaku jika disuruh oleh seseorang untuk melakukannya. Tapi Lady tidak perlu khawatir kami akan membereskan nya " ucap Edgar sedikit menjelaskan.


" Ya aku percayakan semuanya pada Kalian. Rasanya aku ingin sekali untuk ikut bergabung tapi.. hmm.. ya sudah king mempunyai orang-orang tangguh dan bisa diandalkan " ucap Valera tegas dan semua orang yang melakukan siaran Vidio itu terlihat menunduk sopan " Good luck. Dan jangan kecewakan aku. " ucap Valera lagi dan semuanya mengangguk mantap. Panggilan tersebut terputus kala sang Lady terlebih dahulu mematikan sambungan Vidio nya.


Tak lama Remigio masuk membawakan segelas susu hangat untuk sang istri, Valera tersenyum dan menerima nya dengan senang hati.


" terimakasih " ucap Valera dan Remigio mengecup dahi istrinya dengan lembut lalu mengelus perut Valera dengan gerakan perlahan.


" Sweatheart, sepertinya aku akan kembali ke Amerika. Salah satu anggota ku terkena tembakan. Aku akan segera menyelesaikan nya dengan cepat. Aku berjanji " ucap Remigio meminta ijin.


" benarkah ? apa ada masalah yang serius Remi ? " tanya Valera memancing.


Remigio tersenyum dan berjanji akan pulang secepatnya, tapi Valera memberi pengertian kepada Remigio agar menyelesaikan urusannya sampai tuntas tanpa harus terburu-buru.


Remigio hanya tersenyum dan bersyukur memiliki istri pengertian seperti Valera. Remigio mencium bibir Valera dengan lembut dan Valera menyambutnya dengan penuh gairah.


nafas keduanya sama-sama tersengal setelah melakukan adegan bertautan itu dengan durasi cukup lama, Pertahanan Remigio lagi-lagi runtuh kala Valera tak memakai pakaian dalamnya di balik gaun tidur seksi berwarna merah darah.


valera menggoda Remigio dengan menyentuh dada yang ditumbuhi bulu-bulu halus dengan belaian mesra, Remigio menatap manik Valera dengan tatapan memuja nya, nafasnya berat dan sesak kala tangan indah Valera meremat lembut benda keramatnya.


" eghhh..kau memang pandai membuat ku gila " ucap Remigio lalu ia sedikit menjambak rambut Valera yang panjang dan sedikit meremasnya dan tanpa aba-aba ******* bibir seksi itu dengan penuh nafsu.


Valera merasakan hal berbeda dari tubuh Remigio. Ini seperti bukan Remigio tapi ia suka dengan aksi Remigio yang sedikit kasar dan itu terlihat sangat perkasa.


" hmmm.. " desah valera saat jari-jari besar milik remigio melesak masuk lalu melakukan gerakan yang cepat pada lembah hangatnya itu. Valera mendesah dan mengerang saat Remigio semakin liar memainkannya. " aghhh " jerit Valera dengan mencengkram erat bahu Remigio saat gelombang itu datang, Remigio tersenyum lalu melebarkan kedua paha istrinya dan mengecup area itu dengan lembut membuat Valera menggelinjang geli.


" ini sangat cantik " ucap Remigio dengan seringai buas miliknya, Valera memejamkan matanya sembari mengatur nafasnya agar lebih teratur, " Kau siap ? " tanya Remigio dengan desahan lirih karena ujung benda keramatnya menggesek-gesek pintu lembah hangat Valera.


" ya. do it. " lirih Valera dengan mesra.


Remigio melakukan gerakan secara perlahan dan menuntut, gairahnya sudah mencapai ubun-ubun entah mengapa ia begitu candu saat melihat tubuh polos Valera yang sangat seksi dengan perut membuncit.


valera mendesah dan mengerang lirih karena ritme yang dimainkan Remigio terkesan pelan dan bertempo penuh penekanan. Tak kuasa mendengar desahan Valera yang begitu erotis di telinganya, Remigio menambah kecepatan pacunya lebih cepat dan keras hingga membuat Valera menjerit nikmat dibawah kendali Remigio.


" eghh.. sweatheart. Kau begitu sangat nikmat. sungguh nikmat " racau Remigio dengan mata terpejam tanpa menghentikan hentakan kuat miliknya di lembah hangat itu.


" ohh.. I'm coming.. faster Remi " ucap Valera menggila karena Remigio melakukannya dengan keras.


" ohh.. " lenguh Valera saat mendapatkan puncaknya yang kedua dan tubuhnya sedikit mengangkat. Tak lama Remigio pun mencapai puncaknya.

__ADS_1


tubuh mereka lunglai dan lemas. Valera terengah-engah dan tak lama ia merasakan tak nyaman pada bagian perutnya, dahinya mengernyit tat kala ia merasakan keram pada tempat babynya bersemayam dan tumbuh.


" Sweatheart, Kau kenapa ? apa ada yang sakit ? " panik Remigio saat Valera mencengkram erat spray nya.


" perut ku keram Remi " rintih Valera dan Remigio seketika panik luar biasa, ia tak tau harus melakukan hal apa.


Remigio segera menghungi dokter untuk segera datang ke Gold Mansion untuk memeriksa keadaan istrinya, Frank bertugas untuk menjemput dokter wanita di gerbang utama.


Valera masih meringkuk di kasurnya dengan tubuh tanpa busana, Remigio dengan cepat memakai pakaiannya kembali lalu membantu sang istri untuk berpakaian tak lupa ia pun membersihkan terlebih dahulu area pribadi Valera menggunakan tisu.


" sakitnya hilang Remi " ucap Valera dan Remigio terperangah akan tetapi ia khawatir terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya, Remigio memeluk erat tubuh Valera dan mencium dahi Valera berulang-ulang.


" Maaf.. Maafkan aku karena aku melakukannya tidak hati-hati. Aku melakukannya dengan kasar sehingga menyakitimu dan juga bayi kita. " sendu Remigio dan Valera tersenyum lembut lalu melabuhkan satu kecupan di dahi Remigio.


" Tidak apa-apa. " ucap Valera singkat.


hanya butuh waktu tiga puluh menit dokter wanita sudah tiba dengan Frank yang menemaninya untuk menuju ruangan pribadi sang majikan.


Remigio tak henti-hentinya menggenggam tangan Valera dan mengecup nya disana, membuat dokter wanita itu seketika malu dan merona karena tingkah laku romantis Remigio terhadap Valera.


Remigio bertanya dengan teliti dan cermat mengenai apa yang baru saja sang istri rasakan, sang dokter hanya mengatakan jika Valera terlalu banyak bergerak dengan keras lalu tak lama kemudian sang dokter mengatakan hal pribadi yang lebih sensitive.


Remigio merasa bersalah karena telah melakukan nya dengan kasar dan tak hati-hati, ia berjanji akan melakukannya dengan lembut dan pelan, Valera hanya tersenyum dan terkekeh di buatnya.


*****


beda lain di suatu tempat yang cukup mencekam dimana Dave dan lainnya sudah standby di tempat yang sudah di janjikan.


waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, itu artinya mereka sudah menunggu selama satu jam tapi belum ada tanda-tanda yang mencurigakan disana.


Edgar fokus pada sekelilingnya begitupun dengan Matt yang menggenggam erat senjatanya, Dave terlihat memandang lurus kedepan.


Tak lama beberapa buah mobil SUV datang dan berhenti tepat di gang tersebut, aktivitas warga tak ada yang terlihat satu pun tak lama keluarlah beberapa orang pria.


Dave menajamkan matanya seketika saat melihat siluet seorang pria yang ia kenal. Matt dan Edgar saling lirik satu sama lain.


" Untuk apa ia datang kemari ? apa itu orang yang mereka maksud untuk membantu ? " Picing Dave penasaran.


Tak lama Edgar menghidupkan alat pelacak yang bisa mendengar perkataan orang-orang itu dari jarak jauh, Ya Edgar telah meletakan alat kecil milik king di sekitar sana.


" Jadi dia berkerja sama dengan ORTAXS ? " tajam Edgar saat mendengar pembicaraan orang-orang dengan jarak jauh.


" Sialan. ! " geram Dave. Lalu ia melangkah dengan pelan dan penuh hati-hati, begitupun dengan Matt dan Edgar lalu diikuti anak buah king lainnya.


Dave bisa melihat seorang pria yang sedang berbincang dengan lelaki bertato, terlihat wajahnya serius saat berbicara dengan lelaki berandalan itu.


" ternyata mereka sekolompok orang-orang berkhianat. " geram Dave saat ia mendengar dengan jelas jika pria itu menginginkan tempat-tempat yang dikuasai oleh king hancur satu persatu.


" wow sungguh mengejutkan !! " ucap Dave lantang seketika mengejutkan semua orang disana.


semua orang kini menatap kearah para petinggi king, pria yang melakukan kesempatan dengan para berandalan itu seketika gugup tapi ia masih bisa menyembunyikan nya dengan baik.


" sialan !! " pekik pria itu. Dan Dave tertawa seketika seakan menertawakan kebodohan orang-orang itu.


" tidak ada tempat untuk para penghianat seperti kalian " pekik Dave lantang.


DODODODOR !!!

__ADS_1


__ADS_2