Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
terbongkarnya kematian sang pendiri King


__ADS_3

keadaan zumba sudah lebih baik, bahkan para dokter menangani zumba dengan sangat teliti para jajaran Valera silih berganti untuk menjenguk salah satu anggota predator ini. Zumba merasakan kahangatan kekeluargaan yang sangat terasa kental dan sang lady sungguh ia tak bersikap layaknya seorang pemimpin


saat ini ruangan yang ditempati zumba terasa amat sesak bagiamana bisa kini sang lady ikut bergabung bahkan Dave dan Thomas pun berada disana, Matt,Edgar dan Hugo pun berada di ruangan itu


" apa kondisimu jauh lebih baik Zumba ? " tanya Hugo dengan nada mengejeknya melihat Zumba yang terbaring lemah bagaikan orang yang tak berdaya


" ya jauh lebih baik " saut Zumba singkat dengan nada kesal


" bagaimana kau bisa kalah telak dengan tikus kecil itu " gerutu Matt dengan alis yang saling bertautan, terdengar helaan nafas panjang dari Zumba dan Valera hanya terkekeh akan hal itu


" mana aku tau jika dia akan melakukan hal itu, kau tau sendiri anak buah yang ku bawa jauh lebih sedikit dari biasanya dan kau tau ini baru pertama kali terjadi seperti ini " kesal Zumba dan semuanya hanya bisa tersenyum kecil melihat Zumba yang seperti itu


" sudahlah jangan terus memojokkan ia seperti itu, baiklah aku akan pergi menuju Gold mansion karena kakak ku sudah menunggu disana Dave dan Thomas kalian ikut aku dan sisanya kalian tunggulah disini " ujar Valera dan semuanya mengangguk patuh tanpa mau membantah karena perintah dan ucapan sang lady adalah mutlak


mobil sport keluaran terbaru dengan modifikasi terbaru selalu membuat siapapun berdecak kagum bahkan Dave dan Thomas ikut tertegun akan kemewahan serta kecanggihan yang mobil itu lakukan


" welcome lady " ucap suara yang persis seperti robot bahkan Thomas dan Dave ikut terkejut


" menuju Gold mansion " ucap Valera yang langsung melihat tablet dilayar depan dashboard mobil nya itu sedangkan Thomas dan Dave memilih duduk di belakang kemudi


" menjalankan perintah " ucap suara itu lagi dan tanpa melakukan intruksi lainnya mobil sport berwarna kuning itu melajukan kemudinya dengan sendiri secara otomatis membuat Thomas dan Dave tercengang satu kata yang ada di kepala mereka ' luar biasa ' "


" kalian aku putuskan akan ikut bersama dengan ku mencari informasi tentang Kemila " ucap Valera lagi


" baik nona " ucap keduanya serempak


laju mobil itu menggunakan kecepatan yang lumayan kencang, selama perjalanan yang menempuh beberapa menit itu Valera menghabiskan waktunya dengan menikmati minuman dingin disana lalu ia menyodorkan dua kaleng minuman yang sama kepada dua lelaki dibelakangnya


hingga mobil itu memasuki kawasan yang sangat ketat akan penjagaan dan pengawasan gerbang otomatis terbuka sempurna saat mobil mewah itu hendak melalui jalurnya


diluar halaman nan luas Gold mansion sudah terlihat mobil mewah lainnya yang terparkir milik sang kakak, Valera terkekeh saat ia melihat cara kakak nya memarkirkan mobil mewah itu dengan sembarangan


Valera keluar lebih dulu baru diikuti oleh Dave dan Thomas, lalu mereka disuguhkan dengan pemandangan dalam Masion yang luar biasa itu


" maaf jika terlalu lama menunggu " ucap Valera yang langsung duduk di sofa dan ikut bergabung dengan kakaknya dan Leonel sang asisten itu Dave dan Thomas memilih duduk disamping Leonel

__ADS_1


" ya tidak apa-apa " saut santai Vyan " dimana wanita itu " ucap Vyan merasa tak sabar


" sepertinya kau tak sabaran " decak Valera kesal " aku ini baru saja sampai " kesal Valera dan Vyan hanya tersenyum


" mamih " teriak George dan langsung berlari menuju Valera


" hmm sayang, mengapa kau berlari seperti itu hmm. " ucap gemas Valera dan George hanya tersenyum


" ya aku tau, boleh kah aku bermain dan menunggang kuda di halaman belakang bersama paman Asnee ? '' ucap George dengan lucu dan menggemaskan


" ya lakukan apa yang kau mau " ucap Valera lembut dan mengelus lembut kepala George, keempat lelaki itu hanya bisa diam dan melihat bagaimana interaksi antara Valera dan George lalu George tersenyum senang dan mengecup singkat pipi Valera lalu ia berlari menuju Asnee yang sudah menunggunya Valera hanya bisa tersenyum melihat George sampai tubuh kecil itu menghilang sempurna


lalu Valera menekan sesuatu di meja sofa yang berwarna hitam itu seketika muncul sebuah layar yang persis seperti panggilan telepon tak lama suara seseorang terdengar disana


" bawa Kemila menuju ruang interogasi, aku menunggu " ucap Valera dan orang itu menjawab dengan sopan lalu valera mengajak keempat lelaki itu untuk menuju ruang bawah tanah yang tak kalah mewah bahkan Vyan benar-benar takjub akan mansion milik adiknya itu


" lady " ucap mereka serempak dan Valera hanya mengangguk saja lalu ia duduk dan mempersilahkan kakak serta lainnya untuk duduk tak lama seorang lelaki membawa seorang wanita yang jauh lebih sehat dari sebelumnya kehadapan Valera


" duduklah " seru valera kepada Kemila dan Kemila merasa canggung seketika karena ditatap oleh mata para pria " aku ingin kau jelaskan tentang semuanya tanpa berkata bohong karena aku tidak suka itu " ucap Valera tegas dan datar


" sejak kapan kau mengenal kakek ku, dan mungkin usia mu tak jauh beda dari ku atau bahkan kau lebih tua dari ku entahlah " ucap Valera lagi dan Kemila hanya tersenyum


" seperti tebakan mu nona, kau memang keturunan mendiang tuan Marcell tak bisa di bohongi dan selalu menebak dengan tepat " ucap Kemila jenaka dan semua orang kini mendengar ucapan Kemila dengan serius " benar usia ku lebih tua darimu yang anggaplah beberapa tahun saja karena pada saat tuan Marcell menceritakan tentang kedua cucu nya pada saat itu usia ku sekitar sepuluh tahun dan kau berumur enam tahun ayahku adalah orang kepercayaan tuan Marcell pada saat itu aku tidak tau apa pekerjaan mereka tapi pada saat usia ku menginjak tujuh belas tahun baru disitu aku mengerti akan keadaan semuanya. Mendiang tuan Marcell lah yang menyekolahkan aku hingga sekolah menengah tapi pada saat aku akan masuk universitas aku menolak keras kebaikan beliau dan aku lebih memilih untuk bekerja diusia ku yang masih belia awalnya ayah serta mendiang tuan Marcell tak begitu menyetujuinya akan tetapi aku berucap bersungguh-sungguh jika aku ingin bekerja dan mengenal dunia luar, sampai saat ayahku dibunuh seseorang dunia ku benar-benar hancur dan aku melihat mendiang tuan Marcell merasa bersalah akan kejadian yang menimpa ayahku karena pada saat itu ayahku sedang menjalankan sebuah tugas rahasia, entahlah akupun tak begitu paham dengan tugas rahasia itu hingga tuan Marcell membawa ku ke Argentina untuk dilatih seseorang hingga aku benar-benar mampu dan tumbuh dewasa disana " ucap Kemila dengan suara tercekat hingga pandangan matanya menunduk tak berani menatap, matanya tersirat sebuah kesedihan yang mendalam " beliau sangat berjasa dalam keluargaku bahkan beliau memperlakukan aku layaknya seorang anak akupun senang akan hal itu, setelah aku dilatih cukup keras di Argentina oleh paman Yu aku bertekad untuk mencari identitas pelaku pembunuhan ayahku tapi saat dalam perjalanan menuju bandara karena aku akan terbang menuju Roma aku mendapat kabar jika mansion tuan Marcell yang berada di Argentina diserang pada saat itu aku panik setengah mati akhirnya aku memutuskan untuk kembali, menemui beliau " sendu Kemila menatap sendu Valera dan Valera diam saja akan hal itu " mansion itu sudah hampir hancur dan aku panik bukan main, yang aku fikirkan dimana keberadaan tuan Marcell karena aku tau jika beliau belum bertolak ke Jerman, aku pun nekad dan masuk melalui pintu rahasia dan benar saja aku menemukan dia sudah dalam kondisi yang cukup memprihatinkan bahkan aku melihat tubuh paman Erson bersimbah darah disamping beliau " ucap Kemila lagi dengan derai air mata dan Valera seakan ia tau alur ceritanya matanya tampak berkaca-kaca dan Vyan sama hal nya begitu,


" jadi maksud mu kakek ku dibunuh " tajam Valera dan sontak perkataan nya membuat terkejut semua orang


" bukankah kita tau jika kakek meninggal karena penyakitnya " ucap vyan lagi, Kemila hanya diam saja mendengar dua cucu dari mendiang Marcell Harson


" bisa dibilang jika tuan Marcell diburu seseorang pada kala itu,akupun tak tau pasti sebelum ia tak sadarkan diri ia berkata untuk mencari cucu perempuannya yang berada di Jerman dan aku mengangguk patuh mendengar hal itu, aku tau jika tuan Marcell berniat untuk mempertemukan aku dengan mu Karena sebuah perlindungan, dan pada saat aku akan membawa beliau justru ia tak sadarkan diri aku panik keadaan semakin runyam tak menentu, aku memutuskan untuk tak keluar dari mansion itu setelah semuanya dirasa baik-baik saja. Aku tak tau harus melakukan apa tapi aku yakin jika paman Erson telah tewas ditempat itu, " ucap Kemila lagi yang tak kuasa menahan airmatanya saat mengenang cerita masa lalunya


" lanjutkan Kemila aku ingin tau " tajam valera dengan mata yang memerah menahan air matanya


" aku membawanya kerumah sakit terdekat untung saja nyawanya masih bisa diselamatkan hingga beliau dirawat beberapa hari di sana, hingga kemunculan sepasang paruh baya menangis di samping tubuh tuan Marcell, ya aku mengingatnya tuan Ramius putra dari tuan Marcell ia begitu terpukul dengan kondisi ayahnya hingga ia memutuskan untuk membawa tuan Marcell menuju Paris untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif " ucap Kemila dengan menyeka kasar airmatanya lalu ia menatap datar kearah Valera


" apa kau mengetahui ini semua kak " ucap Valera tanpa menoleh kepada kakak nya " katakan yang sebenarnya ! karena pada saat aku ingin melihat jenazah kakek kalian melarang ku dengan alasan jika kondisinya harus segera diselesaikan, apa kalian menyembunyikan ini dariku " ucap Valera dengan mata yang sudah memerah bahkan airmatanya kini sudah serasa membanjiri pipinya

__ADS_1


" Vale, " lirih Vyan merasa bersalah


" JADI BENAR KAU MENGETAHUINYA " teriak valera lantang hingga ia beranjak dari kursinya dan kini ia menatap nyalang kepada kakaknya suasana semakin memanas bahkan Dave Thomas dan Leonel tidak bisa berkata apapun


GREPPP


Valera mencengkram erat Vyan hingga ia terperanjat dari duduknya Leonel panik seketika akan tetapi Vyan memberikan kode jika ia baik-baik saja dan membiarkan Valera berbuat semaunya


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


Valera menghajar tubuh Vyan hingga tak terkendali, membuat semua orang kian panik dan terasa tegang akan tetapi Vyan diam saja dan tak membalas perlakuan adiknya, Vyan bangkit dan secepat kilat ia merengkuh tubuh adiknya dan memeluknya dengan erat, Valera akhirnya menangis diperlukan sang kakak


" tenangkan dirimu Vale, aku sedang berusaha untuk mencari orang itu " lirih Vyan yang masih mendekap erat tubuh adiknya, Valera yang mendengar itu langsung mendorong tubuh Vyan secara kasar


" mencari ? kejadian itu sudah sangat lama kak dan kau bilang masih berusaha ?? " pekik Valera ia merasa kematian kakeknya sengaja dirahasiakan dari dirinya entah apa maksud dan tujuannya " apa yang membuatmu tak kunjung mendapatkan pelakunya !! dan kau sudah merahasiakan nya dariku sekian lama kau sengaja " teriak Valera kian tak terkendali " apa kau senang dengan kematian kakek " ucap Valera dengan nada yang menggelegar hingga membuat semuanya terlonjak kaget Vyan yang tersulut emosinya langsung menampar Valera dengan sangat keras


PLAKKK


" nona " pekik semuanya saat melihat nonanya ditampar oleh kakak nya sendiri, vyan yang tak sadar menampar adiknya hanya bisa meruntuki kebodohannya saat ini ia mencoba untuk mendekati Valera, akan tetapi Valera melangkah mundur dan memberikan senyum manis nya saat itu


" Vale, maafkan aku, sungguh aku tak sengaja " lirih Vyan dengan mata yang memerah seumur hidupnya ia tidak pernah berlaku kasar kepada Valera tapi hari ini ia menamparnya karena tersulut emosi


Valera meninggalkan ruangan itu dengan langkah cepatnya, membuat semua orang bingung dan panik seketika Dave yang memahami kondisi nonanya seketika mencegah Vyan untuk mengejarnya


" tidak jangan tuan, nona sedang tidak baik-baik saja " cegah Dave membuat Vyan menatap nyalang kepada asisten adiknya itu


" akan hak mu " teriak vyan lagi


" maaf jika saya lancang, jika tuan memaksakan diri untuk mengejar nona keadaan semakin rumit tak terkendali kita semua tau bagaimana sifat dan sikap saat nona mengamuk dan aku melihat pancaran matanya yang berbeda " jelas Dave membuat Vyan mendesah frustasi


" maaf " cicit Kemila merasa bersalah " jika aku tidak mengatakannya semua ini tak akan terjadi, sungguh aku tak tau jika nona Valera tidak mengetahui detail kematian tuan Marcell " ucap Kemila lagi dan semuanya menjadi diam tak tau harus menjawab apa


Kemila benar-benar merasa bersalah dan kacau niat ingin menceritakan semuanya akan tetapi akhirnya menjadi memanas karena pertengkaran kakak beradik itu. Kemila benar-benar merasa bersalah

__ADS_1


__ADS_2