Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
berakhir


__ADS_3

AGHHH


Garvish menekan salah satu kaki Vijay hingga lelaki berkulit coklat itu berteriak nyaring dengan wajah yang penuh kesakitan. Garvish semakin menekan nya lagi.


" menyingkir kau bajingan !! " pekik Vijay kepada Garvish dengan suara yang lantang.


BUGHHHHHH


entah siapa yang menerjang punggung Garvish hingga ia tersungkur dan terjerembab ke tanah, tak sampai disitu punggung Garvish diinjak kuat oleh seseorang hingga nafas nya tersengal seketika.


Vijay bergerak perlahan dan sedikit menjauh dari sana, luka-luka di sekujur tubuhnya terasa sakit dan ngilu bahkan luka sayatan di punggungnya berdenyut dan nyeri.


ia bisa melihat jika Garvish sedang berusaha untuk melepaskan cengkraman seseorang Vijay tersenyum sinis dan mulai menarik pelatuknya ke arah Garvish tapi lagi-lagi lelaki itu bergerak tak karuan hingga Vijay kesulitan untuk membidiknya.


" ahhhhhhhh " lantang Garvish saat ia berhasil membalikkan keadaan dengan melumpuhkan lelaki bertubuh besar itu. Mata Garvish melotot saat melihat lelaki asing lagi yang badannya seperti Hulk hanya saja kulitnya berwarna hitam, seketika Garvish bergidik ngeri.


DORR


" shitt " rintih Garvish saat bahunya terasa nyeri dan basah karena tertembak, maniknya menatap Vijay yang sedang menggenggam sebuah senjata. " sepertinya aku terlalu halus dalam melawan mu " ucap Garvish tersenyum penuh arti.


Vijay mengatur nafasnya secara teratur, kali ini ia harus siap melawan serangan Garvish di sisa tenaga nya saat ini, keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya bahkan kotoran debu pun ikut menempel dengan darah yang mulai mengering sedikit demi sedikit.


GREPPP


lagi-lagi tubuh Garvish ditahan seseorang dan lehernya dicekik begitu saja, hingga matanya melebar dan memerah karena pasokan oksigennya terasa menipis.


Garvish berontak dan berusaha untuk melepaskan cengkraman tersebut, tapi kekuatannya lagi-lagi kalah telak, dan Garvish merasa tekanan di area lehernya semakin dalam.


" mati kau !! " ucap lelaki berkulit hitam yang badannya kekar bagaikan Hulk.


JLEBBB


rintih lelaki itu saat seseorang menusuknya dari arah belakang dengan sebuah senjata tajam, cengkraman pada leher Garvish mengendur dan dengan cepat Garvish menyerang wajah lelaki itu dan ternyata Cello berada di sana.


" dasar pria jelek " pekik Garvish marah dan memegang lehernya yang sakit dan terasa panas, Vijay yang melihat itu semakin yakin jika ia akan kalah.


lelaki berkulit hitam itu merintih tak karuan karena Cello menekan lebih dalam tusukannya dan menyabutnya dengan asal, Garvish geram seketika.


DODODORDODODOR !!


lelaki berkulit hitam itu tewas dengan peluru yang bersarang di dahi dan area wajahnya, Garvish menatap jijik pada lelaki berbadan Hulk tersebut lalu kembali menatap Vijay yang sedang berusaha lari dari sana.


" biarkan ia kabur, semuanya sudah selesai, mereka semua tewas " ucap Cello mencegah kawannya yang hendak lari mengejar Vijay.


" tak bisa, aku tak akan membiarkan nya lari begitu saja " marah Garvish dan Cello mendesah pelan.


" lihatlah kau pun terluka, " ucap Cello menatap luka-luka di wajah dan di bahu Garvish.


" ahhh sial !! hilang sudah wajah dewa ku ini " kesal Garvish dan Cello mengeryitkan dahinya pelan.


sedangkan di sisi lain Valera dan Utera saling berhadap-hadapan dengan sorot mata yang tajam dan bengis satu sama lain, Dave memantau keadaan sekitar tanpa diketahui oleh Utera sedikitpun.


Tak ada lagi suara kegaduhan maupun suara selongsong senjata yang saling bersaut-sautan Dave yakin jika gempuran ini telah usai, hanya saja Utera dan sang lady kini saling berhadapan satu sama lain.


" rasanya aku tak sabar ingin segera membuatmu menghilang dari muka bumi ini " sarkas Utera menatap sinis pada Valera.


" begitukah ? maka jangan sungkan untuk menyerang ku Utera. " ucap Valera lagi tersenyum mengejek seperti meremehkan kekuatan serta kemampuan dari lawannya, walaupun Valera tau jika Utera kali ini lebih tangguh.

__ADS_1


" percaya diri sekali kau " cibir Utera dan langsung menyerang Valera dengan tangan kosong, begitupun dengan sang lady ia melawan tanpa senjata apapun kini.


kedua wanita itu saling menyerang titik pusat kehidupan manusia terlebih seorang wanita, Utera bersemangat bisa berduel secara langsung dengan rivalnya ini.


tingkat kewaspadaan Valera menajam kala melihat gerakan Utera yang liar dan beringas, Valera dapat mengikis beberapa serangan dan pukulan dari lawannya walaupun saat ini kekuatan nya sama-sama seimbang.


nafas keduanya sama-sama tersengal saat melakukan gerakan lincah terarah, Dave yang melihat dari jarak yang cukup dibuat berdebar karena lawan sang lady kali ini cukup tangguh dan dapat mengimbangi.


BUGHHHHHH


satu pukulan mendarat di bahu Valera, Utera tak ingin melepaskan kesempatan emas ini dimana ia mengunci gerakan kaki Valera yang ingin menerjangnya.


" tak semudah itu " ucap Utera berusaha untuk memutar kaki Valera berencana untuk mencelakainya tapi belum saja itu terjadi Valera telah menyerang perut Utera dengan satu kali pukulan telak.


BUGHHHHHH


Uhukkk


Utera memuntahkan sedikit cairan berwarna merah melalui mulutnya, pukulan Valera sangat kuat hingga Utera mengerang tertahan dan mengusap bibirnya secara kasar.


" lemah " desis Valera menatap Utera dengan tatapan yang sulit diartikan.


Utera kembali menyerang Valera kali ini lebih mendominasi dan terselip ***** didalamnya, kemarahannya telah mendarah daging tak karuan saat ini ia hanya fokus bagaimana untuk melumpuhkan Valera.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


AGHHH


BRAKKKKKK


Uhukk


" kau tak akan bisa melawan ku Utera !! karena kau bukan lawan yang sepadan denganku. Kau terlalu lemah dan penuh ambisi " ucap sengit Valera.


JLEBBB


" Lady !! " pekik Dave saat sebuah belati tertancap di perut Valera, Utera tersenyum sinis dan menatap Valera yang berwajah datar tanpa ekspresi.


valera melirik sekilas belati tersebut dan perlahan mulai mencabutnya tanpa ekspresi diwajahnya Dave panik seketika saat darah mengucur deras di tubuh pemimpinnya.


manik hazel itu seketika menggelap, ia menatap Utera dengan penuh emosional jantungnya berpacu dua kali lipat, jiwa iblisnya seketika muncul saat ini juga.


" Hahahaha " tawa Valera seketika menggelegar bagaikan bukan sosok dirinya seperti ada sosok lain yang sedang mengendalikan nya saat ini.


Utera yang masih tersungkur bangkit seketika, Valera masih tertawa dan menatap lukanya dengan remeh lalu ia menatap Utera dengan datar dan dingin.


" menjijikan !! " pekik Valera.


JLEBBB


AGHHH


valera melakukan serangan balik dengan melempar belati milik Utera yang sempat melukai nya hingga menancap di paha kiri sang lawan, lagi-lagi Utera mengerang kesakitan, darahnya semakin mengucur deras dari sela-sela lukanya.


" itulah akibatnya kau bermain curang " ucap Valera dan kini berjalan mendekat kearah wanita itu, Utera berjalan mundur saat Valera tak jauh di depan matanya. " kau tak bisa lari lagi sekarang. Kematian mu berada di depan saat ini " ucap valera tengil dan tersenyum menyeringai.

__ADS_1


DODODODOR !!


lagi-lagi Utera bermain curang tapi Valera dapat menghindar walaupun luka tusukan pada perutnya terus mengeluarkan darah, Valera risiko dan seketika menyobek bajunya sendiri laku ia ikat kepada pinggang yang membalut erat luka nya.


" baiklah jika kau ingin bermain seperti itu aku tak akan sungkan lagi " ucap Valera kini sebuah belati bergagang blue berada di genggaman nya.


saat Utera hendak melepaskan pelurunya dengan cepat Valera melempar kembali belati miliknya dan kini tepat menancap di dada kiri nya, nafas Utera seketika berhenti saat belati itu berada di atas dadanya.


valera tersenyum sinis dan kini ia berada tepat diwajahnya Utera, sorot matanya tajam melebihi belati Utera masih sempat menatap nyalang pada rivalnya itu sebelum pada akhirnya.


AGHHH


jerit Utera saat belati itu dicabut dengan kasar lalu ditusukkan kembali ke dada nya secara brutal hingga Utera tak bisa melawan hingga matanya terbelalak lebar.


Dave yang melihat itu tentu saja tertegun dan terdiam di tempatnya, sesaat ia melihat jika sang lady bukan dirinya melainkan orang lain. Dave lebih terkejut saat Valera seperti sedang mengoyak dada Utera.


terlihat jelas jika wanita keturunan India itu seperti sedang diambang batas kematiannya, Valera melakukan nya dengan perlahan agar Utera merasakan sakit yang luar biasa.


AGHHH


rintih Utera lagi salah satu matanya dilukai oleh belati cantik milik Valera.


" bunuh aku dengan cepat sialan !! " ucap nya lirih tapi masih bisa mengumpat dan berkata kasar pada rivalnya itu.


" ohh tidak semudah itu, tapi aku pasti akan mengakhiri hidupmu, nikmati saja '' ucap Valera dengan santai bahkan tangan nya telah berlumur darah milik Utera, Valera menatap dan menghirup sedikit aroma darah milik musuhnya " bau nya busuk sama seperti orangnya '' cibir Valera


DUAKKK


AGHHH


rintih Valera saat Utera menyerangnya lagi dengan dahi miliknya sehingga dahi milik Valera terbentur begitu saja.


wanita yang bergelar lady itu cukup linglung karena serangan tak terduga, Utera masih bisa melawannya disisa tenaganya yang hanya sejengkal.


" serangan mu masih lumayan " kekeh Valera tersenyum polos tapi tersirat sebuah arti dalam seringai lembutnya.


Utera hendak melepaskan pelurunya kembali tapi sial ia kahabisan peluru sehingga Valera hanya menatap heran pada nya, sungguh keberuntungan tidak berpihak padanya.


sedangkan disisi lain Remigio sedang duduk santai bersama dengan Garvish dan juga Cello mereka melihat Valera melakukan aksi brutal nya, bahkan Cello dan Garvish sedikit tak percaya jika istri teman nya itu lebih kejam dari yang mereka bayangkan.


" istrimu sungguh mengerikan " ucap Garvish bergidik ngeri. Remigio hanya terkekeh dan tersenyum tipis menanggapi celotehan kawan nja saat ini. " aku tak dapat membayangkan bagaimana jika kau melakukan kesalahan padanya. Aku yakin kau akan berakhir lebih dari itu " ucap Garvish lagi.


Remigio hanya berdehem dan saat ini dia sedang melihat sang istri yang sedang mengeksekusi musuhnya, Remigio yang berubah menjadi sosok prince menatap Valera lebih gairah istrinya itu terlihat sangat seksi.


tanpa Remigio sadari jika Valera pun mendapatkan luka di beberapa bagian tubuhnya, jika tau entahlah apa yang akan dilakukan oleh price saat ini, mungkin sosok itu akan terlebih dahulu merenggut nyawa Utera.


jeritan Utera lagi-lagi terdengar memilukan saat Valera asyik menyayat tubuh Utera bagaikan sebuah daging hidangan yang siap disantap, air mata Utera mengalir tanpa permisi, dirinya lemah dan akan berakhir ditangan sang penguasa itu.


maniknya sesaat berubah sayu dan sendu Valera bisa menangkap sorot keputusasaan dalam diri rivalnya itu, sosok Utera yang berani dan lancang seketika lenyap hari ini.


" Lihatlah pada akhirnya kau bernasib tragis bukan ? aku sudah pernah mengingatkan mu berkali-kali untuk tidak mengusik ku beserta orang-orang ku terlebih kau ingin menyentuh putriku. Aku bukan wanita yang baik hati Utera, aku bisa saja bertindak kejam lebih dari ini. Mari kita akhiri saja sekarang " ucap Valera datar dan Utera hanya diam tanpa menjawab ucapan Valera.


DORR !!


done, semuanya sudah berakhir Utera meregang nyawa ditangan wanita yang bergelar lady itu, Valera menatap jasad Utera dengan tatapan datar tidak ada penyesalan sedikitpun saat ini.


pada akhirnya kau yang tewas Utera. Batin Valera.

__ADS_1


__ADS_2