
Satu bulan telah berlalu, kini kandungan Valera telah memasuki trimester ketiga. Remigio benar-benar telah membasmi para penghianat dan menempatkan mereka di suatu pulau terpencil yang tidak berpenghuni.
ORTAXS Kini hanya beberapa anggota inti saja, Remigio yang selaku pemimpin tidak memberikan toleransi maupun kesempatan lagi untuk para penjilat khususnya. Kematian Gracelina masih tak diketahui oleh pihak manapun maupun para tetua ORTAXS.
di kota Piana Hugo telah mengantongi identitas siapa dalang yang secara diam-diam mengintai aktifitasnya di dekat markas wine milik sang lady. Aldo dan juga Daniel telah kembali ke aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa baru begitupun dengan George dan Malvin.
selama satu bulan ini tidak ada yang nama nya kericuhan, keributan maupun lainnya. King benar-benar menekan wilayahnya lebih dalam lagi dengan orang-orang hebat yang terlibat di dalamnya.
begitupun dengan Dave yang berjuang untuk mendapatkan restu dari ayah Gloria, Dave benar-benar ingin membuktikan jika dirinya mampu agar tak dipandang sebelah mata oleh calon mertuanya.
Dave sudah membeli sebuah hunian yang megah dan cukup untuk Gloria dan juga dirinya, bahkan Dave sudah membeli sebuah mobil baru untuk panjangan digarasi mobilnya.
Valera tentu saja mendapat kabar itu dari anak buah Dave, dan Valera bisa menebak jika Dave melakukan semua itu karena sedang ingin membuktikan terlebih Valera tau sikap dan watak dari ayah Gloria yang menjadi pamannya itu.
hari itu markas utama kedatangan Brandon dan juga K serta A yang menemaninya, Ya selama satu bulan itu Brandon Kembali pergi untuk mencari temannya yang keberadaanya masih teka-teki, Alland.
Brandon yang masih memakai kaca mata hitamnya langsung membukanya kala melihat sosok wanita yang memakai gaun panjang yang mirip seperti dress menjuntai.
" Nona " ucap Brandon dengan sopan dan menunduk penuh hormat kepada Valera. Valera hanya bisa diam dan terpaku dari tempatnya ia benar-benar tak percaya jika seorang lelaki yang kini dihadapannya adalah salah satu orang dalam bagiannya terdahulu.
Brandon tak berani menatap wajah sang lady kala Valera tak memberikan sambutan maupun kata-kata yang terlontar dari bibirnya.
" Brandon '' ucap Valera dengan sedikit lirih dan Brandon hanya tersenyum tipis. " Apa ini mimpi ? " tanya valera lagi.
" Tidak Nona, ini nyata dan bukan mimpi. Aku kembali dan maaf jika kedatangan ku membuat nona syok " ucap Brandon merasa bersalah.
" masuk keruangan ku. " tegas Valera dan Brandon mengangguk lalu di antar oleh K menuju ruangan pribadi sang Lady.
kini Brandon sedang berada di sebuah ruangan yang luas dengan nuansa nude di dalamnya, berbagai jenis komuter berjejer rapi disana, Valera menatap wajah Brandon dengan intens dan lekat-lekat seakan meyakinkan jika seorang pria yang berada di hadapannya ini benar-benar Brandon.
" kemana saja kau selama ini ? hilang ? mati atau arwah mu bergentayangan ? atau bagaimana ? aku mencari mu sudah bertahun-tahun hingga pencarian itu aku hentikan karena tak membuahkan hasil. " jelas Valera tanpa berkedip dan Brandon serasa melongo karena mendengar penuturan sang nona yang terbilang lucu itu.
Brandon memberikan senyum tipisnya lalu ia berdehem semua itu tak luput dari pandangan Valera, dan pada akhirnya Brandon menceritakan kejadian yang sesungguhnya hingga ia diselamatkan oleh sepasang paruh baya hingga saat ini.
valera diam menyimak dan terlihat mendengar ucapan Brandon dengan seksama, hingga mata Valera terbelalak kala mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan, karena salah satu rivalnya yang sudah lama ia anggap tewas ternyata masih hidup.
jantung Valera berdetak tak karuan kala mengingat sosok wanita berkulit coklat itu. ingatan masa lalunya tiba-tiba muncul tanpa ia sadari. Brandon yang melihat itu dengan segara memanggil dan menyebut nama nonanya.
" Nona, kau baik-baik saja ? " tanya Brandon hati-hati dan Valera diam tanpa berkedip, Brandon tau jika nonanya pasti syok saat mendapatkan kabar ini, tapi apa boleh buat jika ini sebuah kenyataanya.
" Lalu Alland ? " tanya Valera.
" misterius, ia masih belum bisa ditemukan terakhir sinyal nya berada di India. Pada saat aku mencarinya tiba-tiba sinyal itu tak ada dan aku menelan kekecewaan. " ucap Brandon sedikit kesal. " Apa ia sedang merencakan sesuatu ? " Picing Brandon lagi dan Valera terlihat mengerutkan dahinya seketika.
alat sinyal milik Alland dan juga Brandon memerlukan Sidik jari pemiliknya, Valera yakin jika Alland memang melakukan hal itu tapi kenapa ia mematikan kembali sinyal miliknya saat Brandon hendak mencari dirinya. Bukankah itu hal yang aneh ? valera terlihat berfikir sesuatu.
__ADS_1
satu jam berlalu Valera dan Brandon mengakhiri pembicaraan mereka, tak lama Zizi datang keruangan pribadi milik Valera. Ia sempat berpapasan dengan Brandon sebelumya.
" ada apa ? " tanya Valera saat Zizi duduk berhadapan dengan Valera.
" aku.. hmmm " ucap Zizi yang ragu dan Valera memicingkan matanya seketika.
" Kau ingin mengatakan sesuatu ? " tanya Valera lagi dan Zizi mengangguk. " katakan ! " ucap Valera dengan tegas.
" Aku..hmm tuan Vyan mengajak ku untuk menikah Minggu ini " ucap Zizi dan Valera terlihat mengangguk-anggukan kepalanya saja.
" Lalu ? " tanya Valera lagi.
" Aku takut, " lirih Zizi dan Valera hanya tersenyum tipis.
" kenapa ? bukankah kakak ku itu tampan, kaya, dan jangan salah karena Kakak ku banyak sekali dikelilingi wanita. Tapi kenapa kau takut dan terlihat seperti ragu ? " tanya Valera penasaran.
" bukan seperti itu nona, Aku hanya merasa tak pantas saja menjadi istri tuan Vyan karena aku merasa kasta kita jauh berbeda. " ucap Zizi lagi.
" hanya karena itu. Jangan konyol Zizi " kekeh Valera lagi. " aku tau kau mencintai kakak ku. begitu pun dengan nya. Jangan pernah membahas masalah ini lagi karena jika sampai kakak ku mendengarnya ia pasti akan kecewa. " seru Valera tanpa ekspresi dan Zizi hanya diam sembari memijat pelipisnya.
Valera hanya tersenyum menyeringai kala melihat Zizi yang termenung dan sibuk dengan fikirannya. Entah apa yang membuat hal ini terjadi. Bukan kah mereka telah sepakat, lalu apa alasan Zizi berubah menjadi ragu.
" Ya kau benar. Aku akan menikah dengan tuan Vyan satu Minggu lagi. '' ucap Zizi mantap.
Gold Mansion.
valera tampak sedang menikmati ketika perutnya dielus perlahan oleh George, Ya anak lelaki bermata biru itu sungguh antusias menunggu kelahiran adiknya ke dunia ini, Valera pun merasa demikian.
" my princess, cepatlah lahir aku sudah tak sabar ingin mencium mu " ucap George yang terus mengelus perut buncitnya Valera dengan hati-hati. Tak lama gerakan seperti sebuah tendagan tiba-tiba terjadi, George tersenyum geli karena bayi yang berada di dalam kandungan Valera merespon ucapan George. " Lihatlah, kau merespon ucapan ku hmm... " ucap George lagi.
" Apa kau senang sayang ? " tanya Valera dengan mengusap rambut George perlahan.
" sangat. Ia akan menjadi kesayangan ku. " ucap George lagi dan Valera tersenyum lembut. Ya valera telah mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang ia kandung, prediksi George tak melesat sedikit pun bayinya adalah perempuan.
valera telah menyiapkan sebuah kamar bernuansa pink nude dan gold yang terlihat sangat mewah dan epik, bahkan beberapa koleksi baju branded anak tergantung indah di almari.
" hmm George, bagaimana liburan mu bersama dengan Daddy Hans ? " tanya Valera karena satu bulan yang lalu akhirnya George mau berlibur bersama ayah kandungnya menuju kediamannya di England.
" menyenangkan, mamih. " ucap George lagi yang terus mengusap perut Valera. " mansion Daddy pun tak kalah mewah dan megah dengan Gold mansion " ucap George berceloteh dan Valera tersenyum tipis " hmm seperti istana hanya saja beberapa arsitekturnya ada yang masih kuno. " ucap George lagi bercerita " dan ada sebuah danau buatan yang sangat indah yang ditumbuhi bunga-bunga berwarna ungu, aku merasa danau itu memiliki cerita mamih " ucap George lagi.
" Maksud ku bagaimana sayang ? " tanya Valera sedikit tak mengerti.
" entahlah aku pun merasa aneh, danau itu sepi sunyi dan hanya ada suara-suara burung yang melintas tapi aku suka tempatnya. Sunyi dan sepi " ucap George lagi dan Valera hanya mengangguk saja.
George terus berceloteh menceritakan liburannya bersama dengan ayah kandungnya di England, Valera merasa senang kini George tidak merasa canggung akan Hans Maxwell.
__ADS_1
George beranjak dari kursinya dan menuju ke dapur mewah untuk membawakan cemilan berupa buah-buahan untuk Valera dan juga calon adiknya yang masih berada di kandungan.
valera tersenyum dan berterimakasih pada George, George hanya mengangguk dan mengecup kilas pipi Valera dengan penuh kasih sayang.
" mamih aku akan berlatih berkuda bersama dengan paman Asnee terlebih dahulu " ucap George dan Valera mengangguk menginjinkan. " jangan kelelahan, segeralah tidur jika mamih mengantuk " ucap George lagi penuh perhatian dan Valera hanya terkekeh akan hal itu.
Markas utama.
Thomas dan Syina sibuk merekrut anggota baru untuk king, Ya Valera memutuskan untuk menambah anak buahnya untuk dilatih terlebih dahulu.
itu semua atas kesepakatan bersama, black road tetap menjadi pasukan bayangan yang tak terlihat di sekitar Valera, sedangkan Elion dan Lotus kini harus kembali ke Amerika karena ada sesuatu yang harus diselesaikan.
" huftt aku lelah, sudah berapa orang yang berhasil kita kumpulkan Thomas ? " tanya Syina dan kepada Thomas.
" sekitar 3000 orang Syina " ucap Thomas dan Syina hanya diam saja. 3000 orang bukan hal yang sedikit ini terlalu banyak.
" Apa kau berencana untuk menambah lagi ? " keluh Syina dan Thomas hanya menggeleng pelan.
" Tidak untuk saat ini, kita harus melatih mereka baik fisik maupun mental. Aku dengar pelatih profesional yang dikirim oleh nona akan tiba esok malam " jelas Thomas dan Syina mengangguk saja.
" Baiklah. Aku lelah dan ingin beristirahat, bangunkan aku jika terjadi sesuatu " ucap Syina lagi dan Thomas hanya mengangguk tanpa menoleh.
setelah kepergian Syina, Thomas Kembali berkutat dengan perkejaan nya dimana data-data baru dari mereka yang baru saja bergabung akan dikirim ke kota lainnya untuk dilatih. Thomas menyalin semua data tersebut agar tak hilang dan sebagainya.
para jajaran king,memutuskan menyuruh sang lady untuk berdiam diri di rumah saja dan fokus pada kandungannya. Valera hanya mengangguk dan berterimakasih pada semua jajaran king yang sangat perduli dengan dirinya.
hari terus berlalu tak terasa satu Minggu pun berlalu, kini semua orang sibuk untuk hadir pada acara sakral dimana Zizi dan vyan akan melangsungkan pernikahannya.
Zizi gugup bukan main, hatinya tiba-tiba tercubit saat tak ada seorang pun keluarga yang menemaninya pada hari yang sangat penting ini.
vyan benar-benar mempersiapkan acara penting dirinya dengan seepik mungkin, Zizi meminta jika pernikahannya tak dihadiri banyak orang walaupun pada akhirnya vyan mengangguk pasrah, pasalnya ia telah memimpikan pernikahan yang megah dan meriah untuk Zizi di hari pernikahannya.
seluruh jajaran king hadir di hari bahagianya Zizi begitupun dengan para kolega bisnis penting Vyan yang mendapatkan kartu undangan secara terpilih.
" Zizi ? " tanya Valera saat menatap Zizi sedang termenung di sebuah cermin yang besar dengan wajah sendunya.
" ahh nona " ucap Zizi sedikit terkejut.
" Apa yang kau fikirkan ? jangan begini, tersenyumlah sebentar lagi kau akan menjadi kakak ipar ku dan aku akan menjadi adik ipar mu " ucap Valera dengan terkekeh dan Zizi ikut terkekeh diiringi tawa kecil.
" Kau benar nona " ucap Zizi sembari merapikan gaunnya itu. " Aku hanya sedih karena keluarga ku tidak ada di sampingku, aku merasa sendiri dan asing ketika seorang lelaki mengulurkan tangannya untuk mempersunting ku menjadi istrinya " keluh Zizi dan Valera hanya diam menyimak lalu mengusap punggung Zizi lembut.
" Anggap semua jajaran king adakah keluarga mu Zizi, ingat kau tak sendiri ada aku dan kami semuanya disini " tegas Valera dan Zizi diam saja " ada akan dengan mu ? semenjak kau berhubungan dengan kakak ku kau berubah menjadi wanita melankolis Zizi " ledek Valera dan Zizi mengerutkan dahinya bingung. Ada benar nya juga perkataan Valera akan hal ini. " sudah. Ayo kau persiapkan dirimu, Dave akan mengantarmu ke altar pernikahan " ucap Valera lagi dan Zizi hanya mengangguk ia sangat berterimakasih atas semuanya begitupun kepada Dave karena ia mau berperan hal yang sangat penting ini.
Zizi segera bersiap dan Valera keluar dari ruangan itu untuk memastikan jika semua nya berjalan dengan lancar. Valera pun telah menempatkan anak buahnya di sekitar gedung lokasi dengan anggota black road disekitarnya.
__ADS_1