
" APA " pekik Deniz saat mendapat kabar jika Gracelina tewas, para sahabat Remigio diam membisu saat mendengar penuturan Remigio yang saat ini mereka sedang berada di sebuah Hotel milik Remigio di Amerika.
" Tapi kenapa ? " tanya Dion penasaran.
" Aku tidak begitu tau. Ketika rumah itu di serang entah siapa dalangnya. Aku beserta lainnya sibuk menghalangi mereka. Saat aku hendak melihat istriku saat itu juga Gracelina tewas dengan mata terbelalak. " ucap Remigio sedikit menjelaskan " Dan sudah dipastikan ia tewas di senjata milik istriku. " kekeh Remigio lagi.
" Aku ini berbicara dengan siapa ? Remigio atau prince " celetuk Dion dengan wajah tengilnya. Semua orang kini menatap ke arah Remigio.
" Kenapa kau bertanya seperti itu ? tentu saja aku prince ! Aku akan di sini hingga semuanya kondusif dan Kembali aman. Kenapa apa kalian tak suka ? " dingin Remigio dengan tatapan menajam.
" ohh begitu " saut Dion seperti tak terjadi apa-apa dan Remigio hanya menatap sekilas teman nya itu.
" Kau sungguh membuat ku terkejut prince ! kau datang tiba-tiba di waktu yang tak terduga " kekeh Kenov dan Remigio tersenyum tipis dengan menyeringai. " Apa Valera tau hal ini ? " tanya Kenov lagi dan Remigio menatap tajam Kenov Petra.
" Tidak " tegas Valera " tapi aku yakin jika ia merasakan hal lain dalam diriku. Wanita ku bukan orang yang bodoh.. ohh aku sangat suka jika berdekatan dengan dirinya " ucap remigio dengan pandangan menatap ke atas langit dan terbit senyum nakal di sudut bibirnya.
" Sejak kapan kau menyukai wanita ? setau ku kau sangat benci jika berdekatan dengan wanita " saut Akayama dengan nada santai nya.
" tapi dengan dia berbeda. Aku sudah menyayanginya sejak lama saat jiwa ku ini belum keluar. Aku sangat mencintainya. Remigio tidak salah memilih sosok wanita pendamping. " saut Remigio lagi.
" Kalian tetap lah sama " ucap Deniz dan Remigio hanya mengangguk pelan. " Lalu apa rencana selanjutnya ? " saut Deniz lagi.
" Aku ingin mengakhiri mereka semua yang memberontak dan berkhianat. Sudah cukup mereka menunjukkan taringnya, dan saat ini mereka harus bungkam " tajam Remigio dan semua orang hanya menatap datar kearah Remigio dimana sosok prince sangat bersemangat dan haus akan darah. " Aku jadi ingin melihat bagaimana tanggapan yang lainnya kala mengetahui jika Gracelina tewas ? lalu bagaimana dengan Arion ? cihh.. anak dan ibu sama saja. " cibir Remigio lagi.
" Apakah itu tidak berbahaya ? kematian Gracelina pasti akan menimbulkan perpecahan, contohnya Esme hanya dengan kematian nya saja beberapa dari anggota ORTAXS membelot dengan cara yang berbeda-beda. " ucap Kenov khawatir.
" Ya akupun sependapat dengan mu Kenov, terlebih ia tewas di tangan Valera, aku takut mereka merencakan sesuatu yang lain nya dengan lebih buruk apalagi Valera sedang mengandung. " saut Dion ikut bersuara.
" Tidak akan ku biarkan mereka menyentuh istri dan juga anak ku. Jika sampai itu terjadi maka aku sendiri yang akan mencabik tubuh mereka dengan sangat mengenaskan. " ucap Remigio dengan keliatan amarah yang begitu kentara.
" Hmm aku percaya padamu. Lalu bagaimana dengan kasus Walter ? '' saut Akayama lagi.
" Gracelina yang melakukan semuanya. " ucap Remigio kesal bukan main. '' Aku curiga dengan nya, sepertinya ia datang untuk hal lain " lanjut Remigio lagi.
Semua orang memikirkan hal yang sama, untuk apa Gracelina menemui Walter di kediaman nya? Anggota tetua itu bisa dibilang anggota paling lama yang tak pernah banyak bicara bahkan Walter selalu mendukung Remigio dalam melakukan segala hal.
" Bukankah tuan Walter ahli pembuat racun ? " Picing Deniz menatap para sahabatnya.
" Maksud mu ada kaitannya dengan Gracelina ? " tanya Kenov dan Deniz mengangguk mantap.
" bisa jadi ia datang untuk meminta sebuah racun kepada tuan Walter tapi ia tak mau menuruti keinginan Gracelina, alhasil ia menembak nya karena marah " saut asal Dion dan Remigio seketika menajam dengan mata yang memerah.
" sayang sekali dia telah tewas, andai saja istriku bisa menahan diri maka aku sendiri yang akan menghabisinya dengan cara ku yang lebih mengerikan '' geram Remigio dan semua nya hanya bisa terkekeh, para sahabatnya Sudah tau jika prince lebih suka menyiksa musuhnya dengan sangat mengerikan dan sangat tragis.
*****
" Dave " lirih Gloria saat Dave mulai bergerilya di tubuh mulusnya, tangan dan mulut Dave seakan aktif memberikan rangsangan. " eghhh " desah Gloria saat Dave mengigit gemas puncak aset kembar miliknya.
Saat ini Dave sedang berada di aparten milik Gloria, ya mereka saling melepas rindu kala beberapa hari tidak bertemu. Ruangan itu terasa panas dan sesak kala sepasang kekasih yang di mabuk asmara itu sedang di landa gairah.
ciuman Dave kini bertengger di leher Gloria untuk memberikan tanda kepemilikan disana, Gloria mengerang kecil dan mendesah berat kala Dave melakukan hal itu.
__ADS_1
" Apa kau suka ? " bisik Dave di telinga Gloria dengan nada penuh gairah nya.
Gloria hanya bisa mengulum bibirnya dan memejamkan matanya saat Dave bertanya demikian, sungguh rasanya ia sangat malu. Dave yang gemas akhirnya mencium dan menerobos bibir Gloria dengan penuh nafsu.
Gloria sedikit tersentak akan tetapi perlahan-lahan Gloria mulai menikmatinya, ciuman Dave berubah menjadi lembut dan tidak kasar membuat Gloria semakin terbuai dibakar nafsu.
" aku akan menemui keluarga mu besok, kau harus ikut. " tegas dave dan Gloria tersentak kaget.
" be-besok ? apa tidak terlalu cepat ? " cicit Gloria dan Dave hanya tersenyum simpul.
" memangnya kenapa ? " tanya Dave yang kini mendekap tubuh Gloria dengan sangat erat hingga nafas keduanya sama-sama menyapu wajah mereka.
Gloria menatap manik Dave dengan tatapan seriusnya seakan mencari kebohongan yang tersirat disana, Dave hanya menatap diam saat Gloria terus menatapnya dengan lekat.
tangan kekar Dave terukir merapikan anak rambut yang menutupi wajah Gloria beberapa helai itu, Gloria seketika meremang hanya dengan sentuhan lembut tangan Dave.
" Aku.. Ya besok kita akan ke Inggris " ucap Gloria dengan memejamkan matanya saat Dave menyentuh lembut punggung polos Gloria dan sedikit meremas nya disana.
" Baiklah. Aku sudah mempersiapkan semuanya. " ucap Dave lagi dan Gloria hanya bisa mengangguk pasrah. Dave tersenyum manis dan mengecup dahi Gloria dengan penuh kasih sayang.
" ingat, aku mencintaimu dan akan selalu seperti ini sampai maut memisahkan kita. Jangan pernah meragukan cinta ku pada mu Gloria dan jangan pernah pergi dariku apalagi dari sisiku. " ucap Dave berwajah serius dan Gloria hanya bisa diam " tempat ini milik mu, dan aku milikmu dan kau pun demikian " ucap Dave mengarahkan tangan Gloria ke dadanya dan berkata dengan penuh penekanan.
Gloria hanya tersenyum tipis saat mendengar penuturan Dave, Gloria hanya mengangguk pelan dan memberikan kecupan mesra di pipi Dave.
" Ya aku mencintaimu " ucap Gloria lagi
keesokan harinya Dave dan Gloria sudah siap untuk menemui orang tua Gloria, Dave merasa gugup bukan main tapi ia menyembunyikan nya dengan rapi.
untung saja Zizi sudah mengetahui jika Dave akan bertolak menuju Inggris untuk menemui orang tuan Gloria, bahkan para anak buah king dikerahkan untuk bertugas di berbagai tempat.
Lain halnya dengan Zizi ia saat ini tengah kesal setengah mati kepada Vyan, bagaimana tidak tuan muda itu memaksa Zizi untuk melepaskan pakaiannya.
Vyan hanya terkekeh sekaligus menahan hasratnya saat melihat tubuh Zizi yang hanya dibalut dalaman berwarna merah dengan rambut yang sedikit acak-acakan karena Zizi mendengus kesal.
" kau sungguh menggoda " serak vyan saat ia mendekap erat tubuh Zizi dan langsung mengecup basah tengkuk, serta punggung Zizi.
Zizi bergerak gelisah saat vyan melakukan dengan penuh perasaan, Vyan sedikit mengigit gemas leher Zizi hingga membuat si mpunya dengan refleks menerjang perut vyan dengan sikunya.
BUGHHHHHH
" eghh " erang Vyan dengan mata terpejam membuat Zizi membelalakan matanya lebar karena panik. Zizi segera mengakhiri vyan yang duduk di sisi ranjang dengan rintihan kecil di mulutnya.
" Maaf, aku sungguh refleks " ucap Zizi merasa cemas dan vyan hanya diam saja dalam hatinya ia ingin sekali mengerjai Zizi.
" kau harus memberikan ku servis yang bagus sayang " keluh Vyan dan Zizi langsung memukul lengan Vyan dengan keras hingga membuat Vyan membuka matanya lebar.
" dasar pria mesum " ketus Zizi dan vyan langsung membaringkan Zizi di ranjang ukuran besar itu. Mata vyan menatap Zizi dengan begitu sangat gairah. Zizi hanya menelan ludah nya kasar saat vyan membelai area sensitive nya.
" aku sangat suka bermain disini " ucap vyan lagi dengan memainkan CD milik Zizi dan membukanya secara perlahan.
Zizi terbuai saat vyan melakukan hal itu hingga dirinya benar-benar polos. Vyan tersenyum menyeringai kala melihat Zizi yang begitu menikmatinya.
__ADS_1
" eghhh " desahan Zizi lolos begitu saja saat jari-jari milik Vyan menerobos masuk ke lembah hangat miliknya, nafasnya seketika memburu dan matanya terpejam merasakan kenikmatan yang diberikan vyan.
" ohh,hmmptt '' desah dan erang Zizi saat vyan semakin cepat memainkan miliknya.
" bagaimana kau suka ? " ucap Vyan dan Zizi hanya diam dengan nafas yang tersengal. Vyan segera membuka seluruh pakaiannya hingga mereka berdua sama-sama polos, Zizi menatap tubuh kekar dan menggoda itu dengan tatapan nakal.
Zizi bangkit dan kini ia dengan berani mengelus benda pusaka milik Vyan membuat si mpunya mengerang tertahan karena perlakuan Zizi.
Zizi sedikit merematnya dan memainkan benda itu dengan gemas, hingga vyan melenguh dan mengerang serta desahannya terdengar menggeram disana.
'' ahhh sayang. jangan siksa aku '' ucap vyan dengan mata terpejam dan tanpa aba-aba Zizi memasukkan benda panjang itu kedalam miliknya dan seketika keduanya mengerang nikmat.
Zizi mengerakkan pinggulnya dengan perlahan-lahan begitupun dengan vyan yang ikut mendorong miliknya kuat, hingga wajah Zizi menengadah ke atas dengan sigap vyan memainkan benda kenyal milik Zizi dengan begitu liar.
" kau memang gila " racau Zizi dan vyan semakin gencar mendorong milik nya kuat hingga beberapa menit berlalu tubuh Zizi menegang dan sedikit meremas rambut vyan dengan cengkeramannya.
" ohh.. ohhh. " tubuh Zizi ambruk saat mencapai pelepas, nafasnya tersengal dan tubuhnya berkeringat. Vyan terkekeh melihat hal itu.
" Jangan curang sayang. " bisik vyan lirih di telinga Zizi sehingga membuat si mpunya melebarkan matanya seketika. " ternyata kau melupakan aku. " sinis vyan dan Zizi diam saja.
dengan sekali gerakan kini tubuh Zizi berada di bawah kungkungan tubuh vyan, Zizi pasrah saat benda pusaka vyan menerobos kembali miknya dengan hentakan kuat.
" sa..kit " rintih Zizi saat vyan memecahnya dengan cepat dan kasar, Vyan langsung membungkam bibir Zizi dengan bibirnya, permainannya kali ini benar-benar liar dan kasar.
Zizi cukup kewalahan untuk mengimbangi kekuatan vyan hingga Zizi mengerang kembali saat mencapai pelepasan nya yang kedua. Vyan semakin bergairah dan Zizi semakin merintih.
" ohh kau sungguh nikmat " racau vyan saat melepaskan benihnya begitu saja di dalam rahim Zizi hingga tubuhnya bergetar dan menegang.
keduanya sama-sama tersengal bahkan dada dan wajah vyan sedikit memerah, Zizi lebih memejamkan matanya Kembali karena ia merasa lelah dan sakit dibagikan intinya.
" maaf sayang. Aku kelepasan " kekeh vyan dan Zizi diam saja tak bersuara " maaf. Kau terlalu nikmat sayang " ucap vyan lagi dengan mengecup dahi Zizi lembut. " ayo aku bantu bersihkan tubuh mu " ucap vyan yang akhirnya membopong tubuh Zizi menuju kamar mandi untuk menyelesaikan ritualnya.
setelah satu jam berlalu, vyan sudah Kembali dengan pakaiannya yang semula, begitupun dengan Zizi.
" aku akan pergi menuju kota Piana " ucap Zizi tanpa basa-basi dan vyan langsung melirik ke arah wanitanya.
" berapa hari ? " tanya Vyan merasa tak rela.
" aku belum tau. " ucap Zizi lagi.
" apa aja perlu ikut untuk menemani ku ? '' tawar vyan dan Zizi hanya bisa melotot kan matanya tajam.
" berhenti berulah tuan muda. Aku akan melakukan misi jadi aku harap kau dapat mengerti aku. " ucap Zizi tegas dan vyan diam saja.
" ya baiklah. jika terjadi sesuatu segera hubungi aku " pasrah vyan dan Zizi hanya mengangguk kecil.
akhirnya mereka berdua meninggalkan apartemen pribadi milik Vyan dan segera menuju ke markas utama ingin melakukan hal lainnya.
*****
jadwal up gak tentu yah readers. huhuhuhuu
__ADS_1
tnQ atas dukungannya ❤️❤️