
semua pandangan berubah menjadi kosong mereka menatap nanar pada bangunan yang sudah runtuh tanpa sisa, George yang masih menangis langsung memeluk tubuh K dengan erat.
jantung Remigio berdegup kencang kala ia baru mengingat jika tak ada sosok kekasih hatinya disana bahkan Emily dan Eliza hanya bisa menangis mereka merasakan jika ayahnya berada di dalam bangunan itu terlihat tak ada anak buah Jill disana Eliza sangat yakin jika pihak king memenangkan pertempuran itu.
" katakan apa Valera berada di dalam " sentak Remigio sembari menatap satu persatu jajaran calon istrinya Dave hanya diam menunduk tak bersuara dan Thomas ia hanya terduduk lemas sambil menatap bangunan yang ada di hadapannya " Agghh !! kenapa kalian diam saja disini " bentak Remigio dengan suara nya yang menggelar
helipad dengan berlogo king itu mulai bergerak dan menyusuri setiap bangunan yang runtuh itu semuanya menatap pada helipad yang mulai bergerak itu, pada saat Dave sedang menunduk sinyal yang dikirim Greta seketika berbunyi nyaring Dave yang lainnya seketika terlonjak kaget lalu dengan cepat Dave mengkondisikan MH ditelinganya
" active " ucap Dave lirih
" bodoh ! Valera masih hidup aku memantau pergerakan nya ia senang berjalan mungkin saja sedang mencari jalan keluarnya cepat lah bantu ia " pekik Greta dan seketika mata Dave melebar sempurna
" Go ! cari nona sekarang juga ia masih hidup " teriak lantang Dave dan ketika semuanya langsung bergerak bahkan Remigio pun ikut mencari calon istrinya itu
para helipad king yang berhenti itu langsung bergerak dan menyemprotkan cairan yang berasal dari kap bawah helipad itu bahkan keempat predator ikut membantu dengan menyusuri setiap bangunan puing-puing yang besar ikut disingkirkan dari dibantu oleh anak-anak buah king
Greta terus memantau pergerakan Valera yang terhenti begitu saja membuat Greta panik seketika, jari-jari cantiknya terus bergerak lincah
" Vale ! kau mendengarkan ku ! Valera " panggil Greta melalui sambungan MH nya tapi Valera tak menjawab membuat Greta kian panik
Greta terus memantau sinyal Dave Thomas dan keempat predator dengan seksama tapi detik kemudian Greta terbelalak karena sinyal Valera dengan yang lainnya cukup jauh
" AGHHH !! kenapa bisa seperti ini ! " erang Greta frustasi " ohh oke calm down Greta aku yakin Valera akan ditemukan " ucap Greta menghembuskan nafasnya perlahan lalu ia mulia fokus untuk membantu para kubu nya
California waktu setempat
sudah tiga jam para jajaran king serta Remigio mencari keberadaan Valera tak nihil Valera belum ditemukan mengingat puing-puing bangunan milik Jill sangat lah sulit.
Dave dan Thomas bahkan ia sudah berada di tengah-tengah bangunan yang sudah runtuh baik Thomas maupun Dave menggunakan insting dan feeling nya tak lama sinyal Greta aktif memulai Dave
" Valera tak jauh darimu Dave, sisi kanan ia berada di sana " ucap Greta senang karena ia sudah berhasil menemukan sinyal Valera yang sempat menghilang
Dave tapa basa-basi segera melakukan perintah Greta ia mulai menyusuri sisi kanannya dengan hati-hati bahkan terdapat banyak mayat yang tertimbun disana baik Dave maupun yang lainnya tak menghiraukan keadaan mayat-mayat itu, mereka tetap fokus mencari keberadaan sang lady
" lepaskan " ucap lirih Valera saat dirinya ditahan oleh tangan kekar Jill, baik valera dan Jill belum sempat melarikan diri mereka terperangkap diruangan yang sama
untung saja tubuh Valera terlindungi oleh meja panjang stainless berlapis baja untuk menjadi tameng dirinya sedangkan Jill kakinya terhimpit dan tubuhnya sudah melemah
" aku tak akan melepaskan mu ! jika aku mati kau pun harus mati " ucap hi terkekeh
BUGHHHHHH
Valera menerjang Jill dengan sangat kuat hingga tubuh Jill tersentak, Valera memanfaatkan keadaan ia mulai memberikan sinyal dengan lampu merah sebagai tanda pertolongan, Valera mendelik sinis kepada Jill yang cukup jauh dari dirinya
sinyal itu sudah di tangkap oleh jajaran king mereka berbondong-bondong menuju titik temu dan mulai menyingkirkan puing-puing dengan gotong royong tubuh terluka serta tenaga yang terkuras tak membuat mereka gentar baginya sang lady yang paling utama bahkan pihak Remigio pun ikut membantu serta
__ADS_1
Remigio yang paling emosi serta khawatir berlebihan kepada Valera bahkan dirinya berbicara kasar kepada jajaran king tapi perkataan nya hanya di anggap angin lalu saja
hingga satu jam berlalu akhirnya Valera ditemukan semuanya bernafas lega Remigio langsung memeluk tubuh lemas Valera dan membopongnya ke tempat yang lebih leluasa
Emily dan Eliza hanya menatap nanar pada pandangan lurus kedepan mereka yakin jika ayahnya pun terlibat disana
Valera mencoba mengatur nafasnya, tetapi sorot matanya masih saja tajam membuat orang menjadi tertegun seketika
Remigio pun ikut terdiam dan terpaku ditempatnya
" Jill Edellyn ! cari tua bangka itu dan bawa ia ke hadapanku " ucap Valera tegas dan sontak semuanya mengangguk bahkan Emily dan Eliza yang mendengar itu langsung tertegun bahkan Remigio menatap datar kekasihnya walaupun Jill dalam keadaan hidup atau mati tapi ORTAXS lah yang pantas membawa Jill Edellyn
valera membalas menatap Remigio dengan datar semuanya menjadi saling pandang tak terasa aura disekitar seperti mengibarkan bendera perang, kelima anggota black woman hanya tersenyum tipis menanggapi
" kau tidak berhak membawa ayahku " desis Eliza memecah keheningan kini semuanya menatap perempuan berambut coklat itu
" bagitukah Eliza " ucap Valera menyeringai sontak perkataan Valera membuat orang susah menelan salivalinya terlebih Eliza ia terkejut bahwa Valera mengetahui namanya apa yang tidak diketahui oleh seorang wanita yang bergelar lady itu baik Emily dan Eliza keduanya hanya menunduk
" biarkan saja Eliza " ucap remigio menatap Eliza dengan datar
" apa maksudnya ini, dia ayahku dan aku putrinya ! aku lebih berhak, setelah kau membunuh adikku dan sekarang ayahku " ucap Eliza berapi-api Remigio menatap tajam Eliza bahkan Valera hanya diam saja mendengar keluh semua perkataan Eliza dengan baik
" biarkan kami yang membawa nya " kini Emily berbicara dengan lirih air mata nya sudah tumpah ruah tapi detik kemudian hanya ada keheningan yang terjadi disana hingga suara anak buah king terdengar nyaring disana
" AGHHH ! " teriak nya membuat semua orang menoleh kepadanya dan ternyata Jill menancapkan sebuah belati ke punggung anak buah king semua orang terkejut begitupun dengan Valera
" Jill kau sudah melewati batasan mu " geram Remigio menatap tajam Jill tapi ia hanya tertawa walaupun luka menghias tubuh nya itu. Emily dan Eliza menatap sendu sang ayah " turunkan senjata mu " pekik Remigio
" kenapa hah ! apa sekarang kau berpihak pada mereka, cihh lemah " sinis Jill dengan senyum mengejeknya
nafas Remigio menderu tak karuan sorot matanya sangat tajam fitur tenang dan penuh wibawa seketika hilang dalam diri Remigio Valera yang melihat itu hanya diam saja
Dave masih membeku ditempatnya tapi tidak dengan yang lainnya bahkan kelima anggota black woman menodongkan senjatanya ke arah Jill begitupun dengan anak buah king yang lainnya, Valera terlihat santai dan ia memilih diam
" turunkan senjata mu Jill Edellyn " teriak Remigio lantang kini aura hitam mulai melingkupi sang penguasa ORTAXS Jill yang melihat itu hanya terkekeh seolah tak takut
DORRR
AGHHH
Remigio melepaskan pelurunya dan tepat mengenai tubuh Jill hingga ia merintih dan mengerang bahkan senjatanya ikut terlepas dari genggaman nya itu
" menyusahkan ! " gerutu Valera dengan sinis dan Remigio langsung menatap lembut Valera
*****
__ADS_1
" apa ! " pekik vyan dengan mata melotot nya " California ! " lanjut Vyan lagi dan Leonel hanya mengangguk vyan terlihat bingung untuk apa adiknya pergi membawa pasukan nya menuju California siapa lagi yang akan menjadi targetnya kali ini
" benar, bahkan Dave dan Thomas serta keempat predator pun ikut serta, aku rasa kali ini nona sedang terlibat pertarungan dengan lawan yang seimbang " ucap Leonel lagi
" apa Greta ikut andil " tanya vyan
" soal Greta aku pun tak tau, jika iya dia terlibat sudah pasti ia menutup akses dirinya agar tak diketahui " ucap Leonel lagi
" kau benar ! " ucap vyan membenarkan ucapannya Greta terlalu pintar dalam menyembunyikan diri maupun akses lainnya itu sebabnya jajaran king selalu dikelilingi orang-orang tinggi
vyan memutuskan untuk kembali ke mansion keluarga harson sedangkan Leonel memilih untuk pulang ke apartemennya sendiri.
Tuan ramius sedang menunggu kedatangan vyan di mansion, sedangkan nyonya sofhia sedang beristirahat di kamar pribadinya, saat vyan akan menaiki anak tangga menuju kamar nya suara tuan ramius menghentikan langkahnya
" vyan " ucap tuan ramius dan seketika vyan menoleh kearah sumber suara itu, dan langsung berjalan menuju ayahnya
" ada apa pah ? " tanya vyan
" apa kau sudah tau jika Valera sedang berada di California ? " selidik ayahnya dan vyan hanya mengangguk " bahkan seluruh orang-orang nya ikut serta " tanya tuan ramius lagi dan vyan hanya mengangguk lagi
" aku tidak tau apa yang ia lakukan disana, tapi aku akan mencari tau tentang itu " ucap vyan tegas dan tuan ramius hanya tersenyum tipis, walupun vyan tak yakin akan kepergiannya ke California vyan sangat tau jika wilayah itu Remigio lah penguasannya
" pasti sesuatu hal sedang terjadi " cemas tuan ramius tapi detik kemudian ia teringat akan George " dimana George dan Asnee ? mereka belum saja kembali " ucap tuan ramius lagi dan detik kemudian vyan dan ayahnya saling pandang
vyan mencoba menenangkan sang ayah ia pun berfikir jika Valera sedang terlibat suatu masalah besar dan vyan sudah mengerahkan anak buahnya untuk melacak sinyal Valera maupun Dave dan Thomas
****
dirumah sakit Asnee belum juga sadar karena pengaruh obat bius sehingga Diandra dan Malvin masih setia menunggu Asnee hingga sadar bahkan anak buah king sudah menyiapkan segala keperluan Diandra dan Malvin
Malvin begitu tampak tenang walaupun kini mereka dikelilingi orang-orang bertubuh tegap tapi tidak dengan Diandra ia terlihat sangat risih
" mom apa kau lelah ? " tanya Malvin penuh perhatian dan Diandra hanya tersenyum kikuk saat putranya bertanya seperti itu
" kalian bisa naik kelas lantai atas, kalian bisa beristirahat disana " ucap salah satu anak buah king dengan menyodorkan kunci bertulis angka 204 dimana lantai atas hanya tersedia beberapa room yang tak kalah mewah nya dengan hotel sedetik kemudian Diandra tertegun mendengarnya tapi mau bagaimana lagi dirinya pun merasa lelah dan butuh istirahat begitupun dengan Malvin
" baiklah " seru Diandra dan ia beranjak dari kursinya sambil menuntun Malvin
" besok pagi kalian bisa pulang dan akan ada yang mengantar kalian besok " ucap lelaki itu datar dan Diandra hanya mengangguk pasrah lalu ia berlalu pergi dari ruangan rawat milik Asnee dan mulai menaiki lift untuk sampai lantai teratas
setibanya di room yang cukup mewah Diandra segera mengajak Malvin untuk berbaring di ranjang dan Malvin menurut tapi tak lama ponsel Diandra berdering dan tertera nama Joni disana, Diandra sedikit menjauh dan duduk di atas sofa
" iya kak " ucap Diandra pelan
" kau sedang berada dimana ? " tanya Joni penuh selidik
__ADS_1
" maaf aku sedang berada di ruang sakit " ucap Diandra jujur dan sontak Joni panik seketika ia memberikan rentetan pertanyaan dan Diandra hanya terkekeh mendengar Joni yang begitu khawatir lalu Diandra menceritakan kejadian yang sebenarnya secara terperinci dan Joni hanya mendengarnya tanpa memotong sebenarnya ia sudah tau dari anak buah nya yang di tempatkan disekitar Diandra dan Malvin, sekitar dua puluh menit akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri nya
" huhhh.. lelah nya " ucap Diandra lalu detik kemudian pandangannya beralih kepada Malvin yang sudah terpulas tidur Diandra hanya tersenyum tipis " semoga kita bisa menemukan Daddy mu secepatnya " lirih Diandra lalu ia beranjak dan menyusul Malvin ke alam mimpinya