
Dave dan keempat pasukan Phoenix sudah tiba di bandar udara internasional Tokyo menggunakan jet pribadi milik sang lady. Valera telah menyiapkan tempat tinggal untuk Dave dan lainnya selama mereka berada di Jepang
" tuan Dave " sapa segerombol pria yang berjumlah lima orang berbadan tegap memakai pakaian serba hitam nya Dave dan pasukan Phoenix saling melirik satu sama lain
" siapa kalian ?" tanya Dave datar
" kami utusan nona Valera untuk menjemput tuan dave beserta yang lainnya " sapa seorang pria jujur sontak membuat Dave memicingkan mata nya menyelidik, pria itu lalu mengeluarkan ponsel nya dan terlihat menghubungi seseorang
" yes, hello " sapa seorang wanita yang suaranya sudah tak asing lagi
" maaf nona, sepertinya tuan Dave tak mempercayai kami " ucap pria itu tanpa basa basi sontak membuat Dave terkejut
" Dave mereka orang orang ku, ikuti mereka " titah sang lady
" baiklah nona " ucap Dave lagi dan sambungan itu terputus
Dave beserta pasukan Phoenix akhirnya mengikuti kelima pria berbadan tegap, dalam benak Dave bertanya tanya apakah nonanya sedang menyembunyikan sesuatu darinya ya harus Dave akui Nona nya menyimpan banyak rahasia yang tidak di ketahui siapapun termasuk dirinya
mobil mewah itu membawa mereka ke sebuah mansion yang terbilang cukup mewah hanya berlantai tiga saja suasana asri dan nyaman sangat kental disini dengan bangunan ala Jepang modern
pintu gerbang itu terbuka otomatis setelah seorang pria meletakan sebuah kartu tepat ke sebuah benda persegi berukuran sedang disana
Dave dan lainnya benar benar dibuat terpukau akan mansion ini walupun tidak terlalu mewah tapi mansion ini sangat nyaman dengan letak yang sedikit tersembunyi karena bangunan ini berdiri dengan kokoh di hutan kecil yang cukup terpelosok.
Dave berjalan beriringan bersama keempat pasukan Phoenix seorang wanita muda sekitar berusia 27 tahun berpakaian rapi serta rambutnya yang dicepol muncul dari balik pintu lalu menunduk hormat dengan anggun
" selamat datang di mansion Shizuka " ucap wanita itu dengan sopan Dave hanya mengangguk lalu wanita itu mempersilahkannya masuk
" silahkan duduk tuan tuan " ucap salah satu seorang pria yang mengantar nya tadi.
" ini mansion siapa ?" tanya Dave tanpa basa
" perkenalkan namaku Meksi yang mengurus mansion nona Valera di Jepang dan ini wilola sama seperti diriku. kami mendapat kabar dari nona Valera bahwa tuan Dave akan berkunjung ke Jepang untuk sebuah misi dari itu selama kalian di Jepang disini lah kalian akan tinggal " ucap pria itu panjang lebar Dave masih menunjukan wajah datarnya sedangkan keempat pasukan Phoenix hanya diam sambil memperhatikan sekeliling masion
" jadi ini mansion ratu " celetuk salah satu pasukan Phoenix yang disebut P1 Meksi dan wilola hanya tersenyum simpul Dave menatap lekat lekat keduanya
" benar ini salah satu mansion nona Valera " ucap Meksi lagi
" sudah berapa lama kau tinggal disini " ucap Dave datar tapi meski hanya tersenyum simpul
" aku tidak bisa memberi tahumu berapa lama kami tinggal tapi yang jelas kami sudah sangat lama mengikuti nona Valera " kini wilola yang berbicara dan Dave hanya diam saja " kalian segera lah beristirahat, kamar kalian ada di lantai dua " lanjut wilola lagi dan kini mereka menuju tempat peristirahatan karena rasa lelah menghampiri mereka setelah perjalanan yang cukup melelahkan
Dave membuka kamar yang akan di tempati nya
__ADS_1
CEKLEK
kamarnya memang tidak terlalu luas tapi bersih dan nyaman Dave membaringkan tubuhnya yang letih
" nona Valera menyimpan banyak rahasia. batin Dave bergumam
dave tidak mau ambil pusing dengan memikirkan hal itu, ia tak mau membuat sang nona merasa tidak nyaman karena keingintahuannya, yang terpenting sekarang ia harus menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kabar secepatnya kepada Valera
Dave segera membuka sebuah laptop canggih miliknya dengan kemampuan nya ia mulai mencari tahu tentang simbol samurai yang tertera di sebuah lencana waktu lalu
satu jam berkutit tidak banyak informasi yang ia dapat hanya sebuah fakta hanya salah satu mafia kelas atas di Jepang yang mempunyai simbol yang ia cari mafia itu bernama Deddo yang artinya kematian Dave megeryitkan dahinya seketika ia harus berhati hati karena informasi yang ia dapat bahwa kelompok Deddo ini sangat terkenal dan menyeramkan di kalangan nya banyak sekali mafia lain yang bertekuk lutut kepada mereka tapi tidak untuk king ini akan menjadi bencana untuknya karena berani mengusik sang lady
sudah cukup lama Dave berada di dalam kamarnya hanya untuk mencari dan menyelidiki mafia dari sebuah laptop miliknya
tok tok tok
suara ketukan pintu terdengar oleh Dave sehingga membuat dia berhenti dari kegiatannya
CEKLEK
ternyata wilola yang mengetuk pintu kamarnya
" maaf tuan, makan malam sudah siap, semuanya sudah menunggu anda di bawah " ucap wilola sopan dan Dave hanya mengangguk lalu dengan sopan wilola mengundurkan dirinya
Dave menarik sebuah kursi untuk ia duduk disana keempat pasukan Phoenix sudah menunggunya
" maaf jika kalian menunggu ku " ucap Dave datar tanpa ekspresinya
" tidak apa apa " ucap P3 tak kalah datarnya
menu yang disiapkan tidak terlalu banyak tapi cukup untuk mereka berlima makan Dave memakan makanan nya dengan santai tanpa suara berbeda dengan pasukan Phoenix yang lain mereka justru sedang asyik membicarakan masakan wilola yang menurut mereka sangat lah enak
setelah selesai pasukan Phoenix dan Dave berkumpul di sebuah ruangan yang hampir mirip ruang keluarga untuk membahas rencana misinya lebih lanjut
Dave telah membawa sebuah laptop miliknya
" kita harus berbagi tugas " ucap Dave yang tangannya masih lincah di keyboard laptopnya " kelompok ini disebut Deddo yang artinya kematian entahlah benar atau tidak tapi sebuah titik terangnya menuju pada mereka, markasnya terletak lumayan jauh dari sini. Dan mereka pun selalu suka berpindah pindah tempat setelah melakukan perampasan wilayah " ujar Dave mejelaskan
" lalu ?'' ucap P3
" kita akan kesana, terlebih dahulu ke kota x " ucap Dave menjelaskan dan keempat pasukan Phoenix itu hanya mengangguk " aku sudah menyiapkan earphone untuk kita masing masing, dan berbagai alat senjata jika diperlukan " ucap Dave lagi
" baiklah, " seru P1 " tapi dengan apa kita menuju kesana " lanjut nya lagi kini semua orang terlihat saling memandang satu sama lain. haruskah Dave menyewa sebuah mobil ? atau yang lainnya
__ADS_1
" maaf mengganggu kalian bisa memakai mobil yang berada di garasi samping rumah tuan " ucap Meksi sopan sontak membuat Dave dan yang lainnya terkejut akan kehadirannya
" kau menguping ?" selidik Dave
" tidak ! hanya kebetulan lewat lagi pula aku sudah tau kedatangan kalian ke mari, pakai lah mobil yang berada di garasi itu semua milik nona Valera dan jangan takut mobilnya selalu terawat " jelas Meksi lalu pergi meninggalkan mereka Dave dan yang lainnya benar benar dibuat melongo
" jadi ini semua milik ratu ?" ucap P4 bergumam " waw ratu benar benar seorang jutawan, aku mengaguminya " lanjut nya lagi
" mengapa kau memanggil nona Valera dengan sebutan ratu ?" tanya Dave datar
" dia memang ratu kami, seluruh Lamora memanggil nona dengan sebutan ratu " ucap P3 menjelaskan " suatu saat kau akan berkunjung ke Lamora tempat itu sangat lah indah " jelas nya lagi dan Dave hanya mengangguk pasti
kini mereka berbicara ke topik awal dan mereka sepakat untuk pergi pada pukul sembilan pagi karena mereka akan menempuh jarak sekitar dua jam saja dari mansion
****
di rumah utama keluarga harson Valera sedang asyik menghabiskan waktunya dengan George dan Riley di taman belakang sesekali melihat laptopnya untuk meninjau laporan email dari Dave atau yang lainnya
" mami, kapan kita akan menemui papi ?" tanya polos George membuat Valera tersenyum
" akhir pekan saja yah, bagaimana ? " tawar Valera dan George pun mengangguk setuju, Goerge seorang anak yang diusianya baru lima tahun tidak bisa dibohongi begitu saja George sangat paham jika ada seseorang yang mencoba berbohong padanya, kemampuan ? entahlah untuk anak diusianya itu George sangat istimewa dia sangat berbeda dengan anak seusianya yang lain.
Valera melirik Riley yang tengah duduk di samping George, akhir akhir ini Valera selalu memikirkan jati diri George, bagaimana bisa seorang bayi terlantar begitu saja di hutan belantara Lamora yang sangat sulit untuk orang lain jangkau.
" mami, kata ibu guru aku terlalu pintar di usia ku saat ini " celoteh anak itu lagi membuat valera mengerutkan dahinya ya Valera selalu mendapat kabar dari Prada tentang penilaian para guru kepada George
" ohh ya ? mengapa gurumu berbicara seperti itu " tanya Valera lagi
" Karena aku sudah sangat pandai dalam segala hal, bahkan aku mampu menyelesaikan rubik dalam waktu dua menit saja " bangga George dengan senyum manis nya membuat Valera tersenyum lalu mengecup pipi George
" anak mami sangat pintar, mami sangat bangga padamu " ucap Valera lagi, George hanya tersenyum lalu mengecup kilas pipi Valera
" I love you mami " seru George lagi
" I love you to my prince " ucap Valera lalu memeluk George dengan kasih sayang
****
di satu sisi sepasang pengantin yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri itu sedang berbahagia ya itu adalah Diego dan lavanya bahkan Valera pun diundang ke acara pernikahan nya tapi valera tidak bisa hadir karena ia sedang sibuk dengan urusannya dan Diego pun memakluminya bahkan Valera sudah menyiapkan sebuah kado pernikahan untuk mereka
" sayang, bersihkan dirimu terlebih dahulu setelah itu tolong buatkan aku kopi yah " seru Diego lembut kepada Lavanya
" baiklah, tunggu sebentar setelah itu aku akan membuatkan mu secangkir kopi penuh cinta dariku " ucap Lavanya lembut membuat Diego terkekeh dibuatnya lalu lavanya beranjak dari sofa dan bergegas untuk membersihkan diri
Diego menatap kepergian Lavanya, seorang wanita yang ia cintai selama ini, seorang anaknya yang selalu sabar menghadapi semua perlakuan Diego, seorang wanita yang penuh dengan kelembutan
__ADS_1
" aku mencintaimu istriku, sangat mencintaimu ! terimakasih selama ini kau selalu sabar menghadapi semua perilaku ku padamu aku sangat bahagia dan aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia dan selalu tersenyum tak akan ku biarkan kau bersedih Lavanya . batin Diego
.