Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
*Tanpa judul


__ADS_3

keesokan harinya, Valera dan lainnya melakukan panggilan video dengan para tetua king terdahulu di ruangan tertutup di kediaman nyonya Mecca.


terlihat tiga tampilan layar yang membelah petak menampakkan wajah-wajah yang dikenalnya, tampak keseriusan wajah-wajah para tetua itu terlihat.


Valera hanya diam dan menatap datar para ketiga tetua yang kini justru menatap balik, nyonya Mecca berdehem dan mencairkan suasana yang terlihat canggung ini.


" hmmm.. Ya jadi begini. Valera telah setuju untuk melakukan misi selanjutnya. " ucap nyonya Mecca dan Valera memicingkan matanya sebelah.


" bukan setuju, tapi aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Kemungkinan tidak semua karena itu akan membuat Boomerang untuk ku dan bahkan untuk kalian semua. '' ucap Valera dengan tegas dan semua orang hanya diam tanpa mau menyela perkataan sang Lady. " baiklah kita mulai rapat ini. Pertama-tama aku ingin bertanya tentang Queen, siapa saja orang yang kalian curigai sebagai pemimpinnya saat ini '' ucap Valera berwajah serius.


" Entahlah, tapi orang yang sangat terobsesi dengan Quenn adalah salah satu orang kepercayaan tingkat dua milik mendiang Marcell '' ucap nyonya Mecca mengutarakan pendapat nya.


" kepercayaan tingkat dua ? " ulang Elion menatap tak percaya sekaligus tergelitik dengan sebutan itu.


" Jangan salah Marcell memiliki beberapa orang kepercayaan, Dia begitu misterius bahkan kami para sahabatnya tak mengetahui keseluruhan dalam kehidupan beliau '' ucap nyonya Mecca lagi dan semua orang terdiam menyimak.


" Beberapa hari yang lalu aku menyuruh anak buah ku untuk menyelidiki kediaman Allarik salah satu mantan kepercayaan beliau pada tingkat dua. Tapi hasilnya cukup mengejutkan kediaman itu dijaga ketat oleh banyak orang bahkan terdapat beberapa jebakan disana, entah mengapa aku merasa curiga akan hal ini " ucap paman Loose


" Allarik ? oh tuhan.. Kita melupakan orang itu " pekik nyonya Mecca hingga Valera terkejut bukan main karena wanita lanjut usia itu sedikit meninggi.


Valera dan lainnya hanya bisa mengelus dadanya karena mereka merasa kaget bukan main, nyonya Mecca meringis dengan wajah tanpa dosanya.


" informasi yang ku dapat saat ini ia berada di Thailand " ucap paman Loose lagi hingga manik nyonya Mecca terbelalak kaget.


" ada apa dengan orang yang bernama Allarik ini? apa ia musuh ? penghianat ? atau bagaimana " ucap Dave menimpali.


" untuk saat ini ia seorang penghianat, walaupun dirinya belum terbukti bersalah dan terlibat dalam Quenn tapi setidaknya dulu ia pernah berencana untuk membunuh Marcell " ucap nyonya Mecca lagi.


" Baiklah. Kirim lokasi yang paman temui tentang orang ini, aku butuh informasinya dan aku ingin segera mempercepat misinya " ucap tegas Valera dan Loose mengangguk patuh.


hingga beberapa menit berlalu Valera sudah mengantongi identitas orang tersebut walaupun dirinya belum yakin seratus persen atas data dari orang tersebut.


Dave segera menandai beberapa bagian kota dibantu oleh nyonya Mecca tentunya, tak butuh waktu lama Valera sudah menandai tempat-tempat yang telah diberi tanda oleh paman Loose untuk diselidiki lebih lanjut.


Loose menawarkan diri untuk mengirim anak buahnya agar bisa membantu misi kali ini begitupun dengan Jiro dan Zorfan tapi Valera menolaknya dengan halus karena itu semua akan mengundang perhatian pihak lain.


Siang itu para anak buah nyonya Mecca bekerja sama dengan keempat predator milik Valera mereka telah diberikan peringatan maupun senjata yang mumpuni untuk berjaga-jaga.


Nyonya Mecca tetap berada di rumah sesuai saran dari Valera dan nyonya Mecca hanya mengangguk pasrah.


" Bagaimana Elion apa disana ada sebuah tempat yang menunjukkan untuk kita tempati ? '' tanya Valera dan Elion masih fokus pada layar tabletnya itu.


" kemungkinan ada Lady, hanya saja jaraknya cukup jauh dari titik yang telah kita tandai '' ucap Elion dan Valera terlihat seperti memikirkan sesuatu.


" Baiklah, aku rasa tak begitu buruk. Sepertinya kita perlu starategi yang matang untuk membuktikan semuanya '' ucap Valera dengan tenang dan semua orang menganggu siap.


******


Malam harinya Valera dan team sudah siap untuk menuju sebuah kota yang telah mereka sepakati. Nyonya Mecca akan memantau pergerakan semuanya dari sebuah layar monitor yang berada di kediamannya.


" Semoga kita menemukan titik terangnya '' saut nyonya Mecca dan Valera hanya mengangguk tipis.


" baiklah, aku harus pergi. '' ucap Valera lagi dan nyonya Mecca mempersilahkan Valera dan rombongan untuk berangkat.


valera membagi beberapa team untuk menuju suatu tempat, Hugo dengan Edgar dan beberapa orang milik nyonya Mecca sudah berada di sebuah lokasi sedari sore tadi, mereka memantau pergerakan yang ada disana dan memang terbukti adanya jika tempat itu pun dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata.

__ADS_1


Mereka akan menyelidiki lebih lanjut tentang tempat tersebut, Mobil berwarna hitam yang membawa sang Lady beserta Dave dan juga Elion didalamnya akan menuju kediaman Allarik untuk memantau tempat tersebut.


membutuhkan waktu sekitar dua jam menggunakan jalur darat, karena Elion telah menandai jalur yang aman untuk mereka lewati, bagaimanapun mereka semua harus bertindak hati-hati.


" apakah perjalanan masih jauh ? '' ucap Valera yang terlihat bidan selama perjalanan.


" tidak lady, sekitar sepuluh menit lagi '' ucap Dave menimpali dan Valera mengangguk kecil.


Akhirnya mereka telah tiba ditempat yang akan mereka gunakan untuk menjadi mata-mata. Elion sudah siap dengan sebuah Drone berukuran kecil berbentuk seperti sebuah cermin segiempat yang akan terpantau pada layar tablet mereka.


Dave mengkondisikan layar tersebut agar lebih jelas ketika digunakan, Valera menunggu dan melihat pada layar tablet miliknya.


" telusuri bagian belakang terlebih dahulu Elion, aku ingin lihat jebakan apa yang mereka punya '' ucap sang Lady dan Elion mengangguk lalu mulai menjalankan Drone tersebut kearah bagian belakang bangunan.


banyak sekali para penjaga bersenjata lengkap disana, hampir sekeliling bangunan terdapat cctv. Beberapa ranjau dan alat penyengat listrik pada tubuh terpantau dalam rekaman tersebut.


" wow.. bangunan ini cukup sulit untuk di lalui '' ucap Elion yang fokus pada kendali nya sendiri " Wait !! senjata mereka berasal dari king Lady " ucap Elion mengeryit dahinya pelan " Ya bukankah itu salah satu senjata milik kita ? " gumam Elion lagi tapi Valera belum beraksi sedikitpun.


PRANGGG


Elion begitu terkejut saat melihat Drone yang ia kendalikan jatuh dan sedikit retak bahkan Valera melihat jika ada sebuah sepatu pentopel berwarna hitam disana.


" Oh.. rupanya ada penyusup kecil di mansion milik ku ini " ucap seorang lelaki dengan seringai kecilnya melihat kearah kamera dengan mata yang tajam.


Elion terkejut begitupun dengan Valera, Dave segera mematikan sinyal keberadaan agar mereka tak bisa dilacak. Elion mematikan penghubung suara dengan cepat.


" siapa kalian ? untuk apa kalian menyusup ke wilayah ku !! " bengis lelaki itu menatap kearah kamera Drone dengan tegas.


" Lady bagaimana ini ? " ucap Elion dan Valera terlihat diam memikirkan sesuatu.


CRATTT


" ahhh sialan !! apa yang kalian lakukan huh !! " teriak lelaki itu kesakitan saat wajahnya terkena sayatan belati yang tersimpan rapi pada benda yang bernama Drone.


Dave dan Elion terkejut bukan main, mereka tak menyangka jika benda tersebut memiliki senjata untuk menyerang lawan. Valera mengendalikan Drone tersebut semakin dalam untuk menelusuri lebih lanjut, sehingga terjadi keributan di mansion Allarik tersebut.


Para penjaga disana sibuk mengejar Drone kemana pun benda itu melayang, Valera tersenyum geli melihatnya mereka persis seperti sekumpulan lelaki bodoh.


PRANGGG


Drone yang dikendalikan Valera menabrak sebuah pintu berdinding kaca, Valera terkejut bukan main karena melihat sesuatu yang menarik disana.


sebuah foto dua lelaki kembar yang sangat Valera kenali, dadanya berdebar tak menentu bahkan Valera mencoba memikirkan keseluruhan nya.


" Chaiden dan Chaiton !! Ya itu foto mereka. Apa hubungan nya dengan semua ini " batin Valera lagi.


******


Dikediaman nyonya Mecca dirinya melihat hal gila yang dilakukan oleh pemimpin king tersebut, bukannya pergi dan menghindari tempat itu Valera justru membuat semuanya menjadi hancur dan kacau dengan mengobrak-abrik tempat itu melalui Drone miliknya.


dua orang lelaki berkulit putih tertegun saat melihat Drone canggih keluaran masa terkini dimana banyak senjata mematikan didalamnya.


" Dia benar-benar gila " celetuk nyonya Mecca saat melihat tampilan disebuah layar monitor. " ohh Dia jelmaan iblis tak takut dengan apapun '' ucap nyonya Mecca dengan memijat pelipisnya pelan.


dua lelaki berkulit putih itu hanya terdiam dengan mata yang masih terkunci pada layar lebar tersebut, mereka cukup kagum dengan apa yang dilihatnya itu.

__ADS_1


" nyonya apa kau mencurigai Allarik ? '' ucap salah satu dari mereka.


'' entahlah, tapi hatiku merasa iya '' ucap nyonya Mecca lagi sedikit ragu, Allarik nama itu hampir saja terlupakan dengan mudah. " Dia orang yang cukup berambisi, tidak menutup kemungkinan selama Marcell memberikan kepercayaan penuh.. ia bisa saja berbelot '' ucap nyonya Mecca lagi.


namun tiba-tiba.


DUARRRR


tayangan yang sedang berputar mengejutkan semuanya, dimana kubu Valera diketahui keberadaanya oleh pihak lawan.


nyonya Mecca memekik kaget saat melihat jika Valera dan lainnya diberondong senjata api tanpa jeda.


" ohh tuhan apa yang terjadi ? '' ucap nyonya Mecca panik dengan mulut yang terbuka lebar, nyonya Mecca melihat jelas apa yang terlihat dilayar monitor miliknya. " Ohh shitt apa yang harus kita lakukan ? " panik nyonya Mecca lagi.


sedangkan disisi lain Valera, Dave dan Elion berlindung untuk menghindari peluru-peluru yang hendak melukai tubuh mereka, ternyata tempat ini tak sesederhana yang Valera fikirkan.


DODODORDODODOR !!!


" Heii siapa disana !! " ucap seseorang lantang.


Valera masih enggan keluar dari persembunyiannya begitupun dengan yang lainnya, mereka memilih diam dan akan bergerak jika keadaan memungkinkan.


Elion menatap layar tablet yang berada dalam genggamannya, Elion melihat jika tempat keberadaanya mulai terkepung oleh orang-orang milik Allarik.


DODODORDODODOR !!!!


AGHHH


Valera melakukan aksi balas setelah ia diam beberapa saat, ini bukan pilihan yang baik jika terlalu lama bersembunyi maka pergerakannya akan semakin di persempit.


Aksi yang Valera lakukan ternyata menarik pusat perhatian para orang-orang yang berjaga disana, Dave mengintip dari persembunyiannya ia hendak melemparkan sesuatu kearah kerumunan tapi ia urungkan karena sang Lady berada tak jauh dari sana.


DODODORDODODOR !!


" Ahhh siapa kau !! " ucap seseorang setelah mendapatkan luka tembak ditangan dan kakinya akibat ulah Valera.


Valera tak menjawab dan menampilkan wajah datar nya, berjalan anggun dengan senjata berjenis revolver di genggaman nya.


" Siapa kau ? '' dingin seorang lelaki berpakaian rapi dengan sepatu pentopel berwarna hitam menatap Valera dari ujung hingga bawah, dahinya mengeryit saat ia seperti mengenali wajah seseorang.


" Aku.. perkenalkan aku Valera.. maaf jika kedatangan ku membuat Anda tak nyaman tuan-tuan '' ucap Valera dengan polos dengan senyum tipis.


Dave dan lainnya melihat bau-bau permainan sang Lady di sini, terlihat lelaki itu menatap penuh selidik kepada pemimpin king tersebut.


" Lalu.. untuk apa kau disini ? ini wilayah ku, dan kau memasuki wilayah ku tanpa ijin hingga membuat keributan disini. Drone itu apa milik mu ? '' tanya lelaki itu dengan datar dan dingin.


" Ya itu milik ku, aku seorang turis yang suka akan tempat-tempat indah, dan ini menjadi salah satu tempat itu. '' ucap Valera mulai memainkan dramanya " Maaf jika aku harus melawan orang-orang mu itu semua karena aku terkejut dan ketakutan bukan main '' ucap Valera lagi dengan gugup dan sedikit takut membuat lelaki itu sedikit menurunkan senjatanya.


Valera memberikan kode kepada anak buah nya untuk segera keluar, dan tak lama Dave dan lainnya segera keluar dari tempat persembunyian mereka, Valera memasukkan senjata milik nya kembali dan tersenyum manis pada lelaki yang kini menatapnya penuh selidik.


" Dari mana kau tau tempat ini ? '' ucap lelaki itu dengan tegas.


" Aku.. Hmmm sebenarnya aku tak mengetahui tempat ini, kami berjalan sesuai keinginan kami hingga tiba ditempat seperti ini '' ucap Valera dengan dramanya dan Dave hanya diam saja saat melihat aksi tersebut.


Tapi pada saat lelaki itu hendak bertanya lagi terdengar suara ledakan yang begitu dahsyat dari arah samping kiri nya, Lelaki itu memekik kaget saat melihat sebuah bangunan kecil hancur berkeping-keping karena ledakan yang entak siapa pelakunya.

__ADS_1


__ADS_2