Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Secret


__ADS_3

Lamora menjadi salah satu tempat singgah yang tertutup bahkan tidak ada pergerakan atau aktivitas warga disana bahkan bisa dikatakan tempat yang terisolasi, dengan mansion yang terletak di atas bukit dengan keheningan yang terdengar syahdu menjadikan Lamora tempat terindah yang tersembunyi di balik gelap nya malam.


para penghuni Lamora tidak mengetahui kedatangan Valera yang mendadak, bahkan para b.woman pun tidak mengetahui akan kedatangan nya.


" welcome back to Lamora Vale " ucap wanita yang disebut C dengan tersenyum ramah, tentu Valera menyambut nya tak kalah ramah


" maaf, aku tidak memberi tahu kalian jika aku akan datang kemari " ucap Valera lagi


" kami sangat senang kau datang ke sini " ucap wanita yang disebut B


" informasi apa yang di dapatkan dari hasil interogasi kalian kepada pria itu " ucap Valera sembari menduduk kan dirinya di sofa yang berbalut bulu beruang, sofa yang sengaja ia pesan secara khusus dengan harga yang sangat mahal.


" Aldebaran ternyata mempunyai dua orang putra kembar identik lelaki dan seorang putri dari istri pertama nya, kedua putra itulah yang selalu membantu Aldebaran dalam menjalankan bisnisnya, kau pasti terkejut mendengar fakta ini, bahwa kejadian beberapa tahun silam ada kaitan nya dengan kedua putra Aldebaran " ucap wanita yang disebut A dengan nada yang serius. Valera mengerutkan dahinya, dua orang putra kembar indentik ?? apa hubungan nya dengan mereka, ntahlah


" semakin rumit saja, akhir akhir ini banyak sekali bermunculan Wajah wajah yang menjijikan, di tambah aku harus bersiap jika anak buah Ben tanaphon menemukan nya " ucap pelan Valera, membuat kelima wanita itu menatapnya bingung


" Ben tanaphon? " ucap wanita yang disebut K dengan satu tangan yang memainkan rambut nya,wajahnya jelas sekali sedang mengingat sesuatu


" pria tua Bangka itu, aku kira dia sudah mati ternyata dia masih bernafas. jadi dia menjadi tawanan mu " tanya K lagi dan Valera mengangguk membenarkan


" inilah, resiko yang harus ku lalui ketika kakek memberikan kerajaan mafianya kepadaku, dan aku juga yang harus memberantas para musuh yang tidak tahu malu itu " geram Valera lagi, membuat para wanita yang sedang menatapnya tersenyum penuh arti


saat mereka sedang asyik berbincang dengan sangat serius, seorang anak lelaki berkulit putih dan bermata biru laut masuk serta berlari ke arah Valera yang dikuti oleh pengasuhnya Prada


" mami " teriak anak itu yang langsung memeluk Valera dengan sangat erat , Valera tersenyum hangat dan membalas pelukan anak kecil itu.


" bagaimana kabarmu sayang " ucap Valera dengan senyum lembutnya


" kabarku sangat baik, mami kemana saja selama ini, mengapa tidak datang melihat ku kemari " celoteh anak itu dengan wajah yang ditekuk


" mami sibuk sayang, apa kau sudah makan " tanya Valera lagi dengan mencubit hidung bocah itu dengan gemas


" sudah, Nani yang menyuapiku " ucap bocah itu dengan senyum manis nya sambil menoleh ke arah Prada yang ia sebut sebagai Nani nya


interaksi keduanya membuat mereka yang melihat tersenyum, bocah itu bernama George, ia ditemukan semasih bayi di wilayah hutan Lamora saat Valera dan para b.woman melakukan pencarian terhadap kelompok venisi. disaat itulah George ditemukan entah siapa yang tega membuang seorang bayi mungil yang hanya beralas selimut tebal serta ditemani oleh seekor serigala putih disisinya.


akhirnya George di bawa oleh Valera dan di asuh oleh salah satu pelayan yang berada di mansion serta dalam pengawasan b.woman tentunya


tidak ada yang tahu tentang George sekalipun itu orang tuanya, sekarang anak itu hampir berumur lima tahun, ia tumbuh sangat cepat George tipe anak yang sangat aktif serta tanggap dan mudah mengerti akan sesuatu hal yang baru, ia juga sangat istimewa George mempunyai kemampuan berinteraksi dengan para hewan disekitarnya


" apa mami akan tidur disini " ucap polos George sambil mengalungkan tangannya di leher Valera


" tentu saja, mami akan disini dan menemani George " ucap Valera lagi sembari memeluk George dengan penuh kasih sayang


" aku ingin tidur bersama mami, apa boleh "


" tentu saja " ucap Valera dengan gemas." apa kau sudah tidur siang " tanya Valera lagi dan George hanya menggeleng pelan


" prada tolong buatkan susu untuk George, dan antar kedalam kamarnya " titah Valera


" baik,nona " ucap Prada sang pengasuh yang sudah mengasuh George sedari bayi sampai kini


" sekarang jagoan mami harus tidur siang, esok hari mami akan membawa George bermain " ucap Valera memberi tawaran menarik kepada George, tentu saja ia sangat senang, akhirnya Valera memasuki kamar milik George



kamar George tidak terlalu besar tapi sangat nyaman dan energik mengingat George masih kecil, Valera menyuruh seseorang untuk membuat kamar George senyaman mungkin dengan warna yang sangat ceria .


George telah meminum segelas susunya yang dibawa oleh Prada, setelah itu Valera menemani George untuk tidur siang, terlihat George menggenggam erat tangan Valera seakan ia takut jika Valera yang sudah ia anggap maminya akan pergi meninggalkan nya, valera menatap lembut anak lelaki itu entah apa yang Valera fikirkan


Akhirnya George terlelap dalam tidurnya setelah Valera mengelus lembut punggung George, lalu valera mengecup kening George dengan penuh kasih sayang.


Valera keluar dari ruangan itu, ia harus menemui b.woman untuk membahas pembicaraan nya lebih lanjut.


setelah beberapa saat mencarinya ternyata kelima wanita tangguh itu sedang duduk bersama di dekat kolam ikan di taman belakang dengan ditemani cemilan dibatas meja yang tersedia


" ternyata kalian disini " ucap Valera dengan mendengus kesal lalu menyambar cemilan itu dan memakan nya secara cepat


" ada apa " tanya wanita yang disebut A dengan heran


" Aku ingin menemui pria itu, aku ingin mengintrogasi nya sendiri " ucap Valera datar, dan mereka pun mengangguk lalu Valera berjalan seorang diri ke sebuah mansion yang terletak di bagian belakang. Mansion itu pun tak kalah luas dan megah para penjaga dan pengawal pun menunduk hormat kepada valera saat ia tiba.


bangunan ini sangat mirip dengan istana ala kerajaan Belanda ntah mengapa dahulunya Valera membangun keseluruhannya seperti istana yang mirip di negeri dongeng.


saat Valera memasuki lorong panjang yang hanya di terangi oleh lampu yang samar samar seakan akan kesan mencekam terselip didalamnya banyak sekali lukisan lukisan kuno yang terpampang besar di dinding bangunan itu, lukisan Monalisa pun ada disana. Apa mungkin Valera menyukai hal hal yang berbau seni dengan atau semacamnya

__ADS_1


KREKKKK


suara sepasang pintu terbuka sangat lebar, seorang penjaga menunduk hormat kepada Valera


" selamat datang ratuku " ucap seorang pengawal dengan membungkuk hormat yang usianya tak lagi muda


" terimakasih, Afor " ucap valera membalas membungkuk dengan penuh hormat, lalu ia berjalan dengan langkah seorang penguasa banyak sekali orang yang menjadi tawanan disini, mereka menatap penuh harap memohon dibebaskan kepada valera, sampai Valera terhenti disalah satu ruangan yang berisi seorang pria yang sedang terbaring di ranjang single nya


CEKLEK


pria itu terkejut akan suara pintu yang terbuka, mata nya terbelalak kala Valera yang memasuki ruangan itu, matanya penuh akan ketakutan tapi Valera tidak perduli sampai ia terduduk di kursi yang tersedia disana


" bagaimana kabar mu aries " ucap Valera dengan aura dingin yang mencekam membuat Aries gugup setengah mati


" ba--baik " ucap aries dengan bersusah payah menjawab pertanyaan Valera, membuat Valera tersenyum tipis


" bagaimana perasaan mu menjadi tawanan ku " ucap Valera dengan nada sinisnya


" aku mohon lepaskan aku, aku berjanji akan mengabdi padamu atau menjadi bagian dari king. Aku tahu kau orang yang berhati baik " ucap aries dengan sendunya, ia sungguh menyesal membantu Aldebaran ataupun Peter dalam menjalankan rencana nya selama ini, tapi apa ?? kegagalan yang terjadi bahkan Peter pun menjadi tawanan seperti dirinya


" kau salah Aries, aku bukan orang yang bermurah hati kepada para musuh ku " ucap Valera dengan penuh penekanan membuat Aries tersentak, lalu Valera menyodorkan sebuah gambar yang terletak di dalam benda pipih berlayar sentuh itu.


" apa kah kau kenal dengan wanita ini " tanya Valera datar Aries memperhatikan dengan baik baik gambar itu


" putri Aldebaran " ucap aries lagi, Valera cukup terkejut saat tahu Bianca putri Aldebaran


" apa hubungan nya dengan Peter " ucap Valera lagi semakin ingin tahu, terlihat Aries sangat menatap ke arah Valera seolah olah bertanya untuk apa kau ingin tahu " jawab aku " ucap Valera dengan meninggikan suaranya


" tuan Aldebaran adalah paman dari Peter " ucap aries jujur, kali ini Valera sangat syok dengan ucapan aries,


" sudah berapa lama kau mengikuti mereka " ucap Valera lagi dengan sorot mata yang saat tajam


" tujuh tahun " ujar aries lagi, Valera hanya memperhatikan tingkah aries untuk mencari kebohongan, tapi ternyata aries jujur, Valera yakin bahwa Aries tahu akan kejadian beberapa tahun lalu yang tentang racun yang merenggut nyawa Macky


" aku yakin kau pasti tahu tentang kejadian beberapa tahun silam yang menewaskan orang orang ku dengan sebuah racun yang mematikan itu " ucap Valera geram. Ia akan sangat marah jika mengingat tentang kematian macky, Aries menjadi gugup seketika bola matanya menyimpan banyak sekali rahasia yang ia ketahui


" katakan kepadaku siapa dalang nya " bentak Valera,membuat aries terlonjak kaget, ia hanya menggeleng lemah dan ketakutan " katakan aries jangan membuat ku semakin marah " ucap valera dengan nada yang tertahan


" yang membuat racun itu adalah tuan Chaiden putra dari tuan Aldebaran " ucap aries dengan gemetaran,membuat Valera mengerutkan dahinya melihat sikap Aries


setelah dirasa cukup Valera meninggalkan tempat itu dengan sejuta pertanyaan yang mengisi kepalanya, Bianca ?? putri Aldebaran ? Chaiden adalah kakak dari Bianca ?? kenyataan apa ini semuanya semakin rumit dan tidak jelas tapi Valera mencoba menyelesaikan masalah demi masalah tapi kenyataan nya Masalah itu bertambah lagi.


*****


keesokan harinya sesuai dengan janji Valera ia akan mengajak George untuk bermain ke sebuah kota yang tak jauh dari tempat nya


ini pertama kali nya George keluar dari wilayah Lamora karena Valera tak mengijinkan jika Goerge berpergian tanpa dirinya ataupun seijin nya. Valera takut akan hal hal buruk menimpa putra angkatnya itu.


Valera membawa empat pengawal Phoenix untuk berjaga jaga terlebih menjaga George. Mereka menggunakan mobil yang berbeda dengan para pengawalnya


" Goerge apa kau senang " tanya Valera yang sedang mengemudi sembari melirik ke arah George yang sedang menatap ke luar kaca jendela dengan antusias


" tentu saja mami, ini pertama kalinya aku keluar bersama mu " ucap Goerge dengan antusiasnya membuat Valera sedikit merasa bersalah, Goerge tidak mempunyai teman seusianya ia pun tak diijinkan keluar dari mansion atas perintah Valera, bahkan Valera meningalkan George selama beberapa tahun terkahir


mobil mereka sudah sampai di kota terdekat, disana juga terdapat sebuah mall yang cukup besar Valera mengajak George untuk masuk kedalam nya


valera dan George seakan menghipnotis para pengunjung mall disana terutama akan ketampanan yang dimiliki George dengan mata birunya yang jernih seperti lautan, Valera pun mengakui bahwa George sangat lah tampan di usianya yang masih anak anak


para pengawal dengan sigap berjalan beriringan di belakang Valera dan George


membuat para pengunjung bertanya tanya siapa mereka ?


Valera hanya menarik nafasnya dalam dalam karena banyak sekali pasang mata yang menatap ke arahnya, terlebih para mata hidung belang


Valera berbelanja kebutuhan George dengan sangat antusias mulai dari pakaian,mainan dan beberapa buku pelajaran yang menarik untuk seusianya, serta kebutuhan bahan pangan untuk di mansion, George sangat bahagia bisa seperti ini,


para pengawal dengan sigap membawa kan belanjaan milik nona nya itu..


setelah beberapa jam berkeliling dengan suka ria mulai dari bermain di wahana, makan bersama disalah satu restoran yang tersedia di mall tersebut akhirnya George kelelahan dan Valera pun menyudahi kegiatan nya itu.


" George, apa yang sedang kau lihat " ucap Valera ke arah George yang sedang menatap sesuatu, Valera pun mengikuti arah pandang George, tenyata ia menatap sebuah keluarga dimana seorang anak lelaki yang sedang tertawa ria di temani dengan kedua orang tua yang lengkap, Valera sangat tahu dengan perasaan George tapi itu membuat Valera bingung jika sewaktu waktu George bertanya hal yang sensitif


" mami, apa aku tidak mempunyai papi " ucap George dengan wajah sendunya, baru saja Valera berfikir hal itu, sekarang George bertanya langsung kepada dirinya


" Goerge jangan bersedih, kau masih punya mami, " ucap Valera yang mengusap kepala George dengan lembut dan George pun mengangguk patuh " sudah ayo kita pulang, mami akan memasak makanan kesukaan mu nanti malam bagaimana " tawar Valera yang mengalihkan perhatian nya

__ADS_1


" benarkah mami mau memasak untuk ku " tanya antusias Goerge dengan mata yang berbinar, tentu itu membuat Valera tersenyum lebar


" tentu saja " ucap Valera lembut, akhirnya George sudah kembali ceria seperti semula


Valera bernafas lega karena George tidak bertanya lebih lanjut, ia pun bingung harus menjawab bagaimana tidak mungkin Valera mengatakan hal yang sebenarnya kepada George


para pengawal menaruh belanjaan milik nona nya di bagasi mobil yang dikemudikan oleh Valera. setelah itu mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion.


sepanjang perjalanan George hanya menatap ke arah luar jendela sedangkan Valera terus memikirkan kehidupan George selanjutnya.


Goerge bukan anak yang bisa dibohongi ia terlalu pintar dalam anak seusianya


" apa aku harus membawanya ke mansion utama ? tapi aku belum memberi tahu kepada mamah dan papah bagaimana ini bahkan Remigio pun belum mengetahui nya pasti mereka akan sangat syok, tapi aku tidak boleh egois George butuh keluarga, dan dia pun akan memulai dengan pendidikan pertama nya, dia juga harus mempunyai teman mengingat temannya hanya Riley serigala putih itu. batin Valera berkecamuk


sampai ia tak sadar mereka sudah sampai dikawasan kekuasaan nya George sudah tertidur di kursinya Valera pun mengangkat Goerge dan membawa kedalam kamarnya.


******


waktu sudah menunjukan pukul enam sore para b.woman sedang berkutat di dapur dan memasak untuk makan malam. Walaupun ada berapa pelayan tapi mereka tidak mau terlalu menyusahkan para maid dan berlagak menjadi penguasa mansion ini, kelima wanita tangguh itu sangat mandiri dalam segala hal


" apa yang kalian masak " tanya Valera dengan wajah yang baru bangun tidur, rambutnya ia ikat asal


" Vale, kami sedang memasak untuk makan malam " ucap wanita yang disebut L yang sedang mengupas bersih wortel di tangan nya


" siapa diantara kalian yang selalu memasak makanan untuk George ?" tanya Valera lagi, membuat kelima wanita itu mengerutkan dahinya


" aku, aku yang selalu membuat makanan sehat untuk George ? ada apa Vale, apa ada yang salah ?" tanya wanita yang di sebut C menatap Valera dengan wajah bingungnya, Valera hanya tersenyum tipis


" tidak ada yang salah, sekarang aku yang akan memasak makanan kesukaan nya aku sudah berjanji tadi " ucap Valera dengan nada pelan nya membuat C tersenyum samar


" baiklah , silahkan " ucap C lagi. Valera pun dengan lihai memulai langkah demi langkah memasak makanan untuk George, Valera memang menerapkan makanan khusus untuk George entahlah mengapa ? mungkin Valera telah menganggap George seperti anak kandungnya. Valera akan memasak makaroni cheese


satu jam telah berkutat di dapur akhirnya mereka telah selesai dan segera untuk menata nya di meja makan.


Valera menyuruh Prada untuk memanggil George yang sedang membaca buku cerita.


" Vale, apa yang sedang kau fikirkan? aku perhatikan sejak tadi kau pulang bersama George kau seperti sedang memikirkan sesuatu " tanya wanita yang disebut B yang sudah duduk di kursinya, lalu diikuti oleh yang lainnya dan juga Valera


" Aku akan menjawabnya setelah usai makan malam " ucap Valera dengan datar nya dan B pun mengangguk, tak lama kemudian George datang dengan sedikit berlari


" mami, kau sudah memasak makanan kesukaan ku " tanya George sembari duduk di kursi yang telah tersedia


" tentu saja, ini " ucap Valera sembari menyodorkan semangkuk makaroni cheese ke hadapan George.


" terimakasih mami " ucap George dengan gemas


mereka pun memakan hidangan makan malam tanpa ada uang bersuara sedikitpun, begitupun dengan Valera ia menikmati makan malam nya dan begitupun dengan George .


setelah makan malam usai seperti biasa para b.woman akan ke sebuah ruangan untuk mengecek dan memantau pekerjanya nya masing masing


Valera terlebih dahulu untuk menemani George tidur, setelah dirasa George terlelap Valera menyusul ke sebuah ruangan yang terdapat kelima wasiat tangguh


banyak alat elektronik di ruangan ini, sebuah komputer dengan level canggih dan bermacam alat lainnya


" K seperti nya berapa terakhir ini ada yang mencoba untuk memasuki wilayah ini " ucap A yang masih melihat satelit di layarnya. Valera yang mendengar itu mengerutkan dahinya dan melangkah ke arah A


" apakah sudah ada yang mengetahui tempat ini " tanya Valera yang masih melihat layar didekatnya yang terdapat titik berwarna hijau


" kurasa tidak ada Vale " ucap A dengan penuh keyakinan, tidak ada yang tahu dengan wilayah ini kecuali para penghuni di dalamnya


" jika itu memang ada biarkan saja, berarti mereka memilih untuk kematian " ucap valera dengan sorot mata yang sangat tajam


Benar jika ada orang asing yang berani mencoba untuk memasuki wilayah Lamora mereka akan mati terlebih dahulu ditangan para pasukan Phoenix yang berjaga jaga dengan jarak 1 km per kelompok. Wilayah ini tidak dapat disentuh oleh orang yang tak berpengalaman wilayah ini sangat mematikan


pasukan Phoenix bukan pasukan sembarangan atau pasukan receh pada umumnya, mereka dilatih melebihi para petinggi king


semua ilmu bela diri dikuasai oleh kelompok ini, berbagai alat senjata mereka mampu menguasai nya bahkan para pasukan Phoenix pun harus bisa mengemudi kan pesawat terbang per orang nya. Ya di Lamora valera mempunyai dua pesawat pribadi serta dua puluh helipad dengan berbagai jenis serta ukuran yang berbeda untuk kepentingan mendesak


burung besi dengan lambang VH.L itu berjejer dengan rapi dan terawat di landasan Lamora.


salah jika orang mengatakan Lamora tempat terseram nyatanya Lamora yang menjadi tempat kekuasaan Valera adalah tempat terindah yang tersembunyi


hanya penduduk desa yang dekat dengan sekitar yang mengetahui Lamora, tapi mereka tak berani mengusiknya atau lainnya mereka akan menutup mulut jika ada yang bertanya tentang Lamora bahkan para aparat polisi pun tak berani mengusiknya justru merek sangat berterimakasih


ya karena pasukan Lamora sering membantu warga sekitar bahkan membantu para aparat polisi untuk menangkap para penjahat yang berkeliaran sekalipun itu ******* .

__ADS_1


__ADS_2