
dua Minggu telah berlalu selama itu juga Valera belum mengunjungi markas utamanya semua sudah di tangani oleh orang orang kepercayaan nya. bahkan Valera selama dua Minggu ini menghabiskan waktunya bersama dengan George dan sesekali Remigio berkunjung ke kediaman utama keluarga harson.
selama dua Minggu juga tidak ada pergerakan dari Aldebaran atau yang lainnya bahkan malam ini Dave akan tiba di Prancis bersama dengan pasukan Phoenix yang mengulang pesawat pribadi milik Valera
Ya Valera telah mengetahui siapa orang yang menjadi penguntit dirinya tepat di hari ia jatuh ke jurang, orang itu suruhan nya Aldebaran tapi yang menjadi janggal dari hasil penyelidikan seseorang Valera selalu mendapat informasi jika Aldebaran selalu saja keluar masuk negara Australia dengan pengawalan yang begitu ketat
" cihh.. apa dia meminta bantuan seseorang untuk mencoba melenyapkan ku, tidak semudah itu anak dan ayah sama saja " desis Valera geram dengan menatap ke arah balkon dari arah kamarnya,
tok tok tok
suara ketukan terdengar keras dan beruntut seperti suara ketukan yang tak biasa, Valera memandang ke arah pintu itu dan segera bergegas untuk membukanya
CEKLEK
muncul lah sosok mungil nan tampan bermata biru laut wajah itu sedang tersenyum manis membuat Valera gemas dan segera mensejajarkan dirinya dengan George
" mamih " ucap George Dnegan gemas
" ada apa hmm " ucap Valera yang membawa George masuk ke dalam kamarnya dan mendudukkannya di ranjang mewah milik Valera
" aku bosan dirumah, aku ingin berjalan jalan bolehkan ? " ucap George dengan mata memelas nya membuat Valera tersenyum senang
" memang nya kau ingin kemana, apa kau belum puas dengan perjalanan sekolah mu untuk mengunjungi museum dengan para teman mu ? " ucap lembut Valera membuat George menggelengkan kepalanya pelan
" tapi tidak dengan mamih, aku ingin menghabiskan waktuku bersama dengan mamih, bolehkan ? " ucap George memelas dan penuh harap
" ayo kita berangkat " ucap Valera yang menyodorkan tangannya untuk George genggam, pria kecil itu tersenyum manis dengan wajah bahagia nya
Valera menuruni anak tangga bersama dengan George di lantai bawah sudah ada nyonya sofhia dan Asnee di sana bahkan sang ibu tersenyum lembut kepada mereka
" nenek, " ucap George yang mengecup singkat pipi nyonya sofhia
" kau sangat tampan dan Sudah rapi, bahkan pakaian mu terlihat keren " puji nyonya sofhia membuat George tersenyum merekah
" aku akan pergi bersama dengan mamih nek " celoteh anak itu
" Asnee siapkan mobil untuk ku " titah Valera dan Asnee segera menjalankan perintah sang nona sekaligus majikannya
" ma, aku akan pergi bersama dengan George, " seloroh Valera
" hati hati nak, mamah masih trauma dengan kejadian tempo lalu yang menimpamu " ucap nyonya sofhia pelan membuat Valera terkekeh dan mengecup singkat pipi sang ibu
" mama tenang saja, tidak akan terjadi apa apa " ucap Valera lagi
dan akhirnya mereka segera pergi, Valera mengunakan mobil sport tipe terbaru yang sudah Valera modifikasi dengan sistem keamanan yang sangat tinggi serta terdapat fitur fitur canggih yang tentunya belum ada orang yang menggunakan seperti miliknya
Valera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan George terlihat sangat menikmati perjalanan nya dengan Valera
Valera memutar sebuah lagu untuk mengusir kebosanan karena George sangat suka mendengarkan lagu.
" George kita akan kemana " ucap Valera dengan lembut dan George langsung menatap Valera lalu tersenyum
" terserah mamih saja, yang penting aku menghabiskan waktu ku dengan mamih " celoteh George lagi membuat Valera terkekeh pelan
Valera memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran di dekat pantai sekaligus untuk makan siang bersama, dan Valera memutuskan untuk pergi ke restoran milik Diego yang banyak diminati pengunjung
__ADS_1
" kita makan terlebih dahulu oke " ucap Valera dengan gayanya membuat George tertawa
mobil mereka telah terparkir cantik di tempat yang tersedia disana, banyak mobil mobil mewah disana hanya untuk sekedar makan siang saja Valera tersenyum penuh arti ia langsung teringat akan perseteruannya dengan Diego yang kini sudah mulai membaik.
baru saja mereka akan memasuki restoran
sebuah jeritan seorang wanita terdengar nyaring dan mengganggu pendengaran Valera dan George
seorang wanita berambut panjang yang diseret seseorang pria yang terkesan seperti memaksa itu membuat Valera mengerti kan dahinya seketika
Valera seperti mengenali wanita itu, dan detik kemudian ia teringat akan seseorang
" George kau tunggu disini, jangan kemana mana jika terjadi sesuatu kau tau kan harus berbuat apa " ucap Valera dan George pun mengangguk paham.
valera sangat jijik dengan kelakuan pria yang kasar terhadap seorang wanita, Valera mempercepat langkahnya wanita itu hampir saja akan di bawa ke sebuah mobil
" lepaskan aku, siapa kalian " teriak wanita itu memberontak seperti ikan yang menggelepar
" DIAM !! " bentak seorang pria marah karena targetnya terus saja memberontak, wanita itu hanya menangis saat pria itu mendorong kasar tubuh nya ke dalam mobil dan seketika Valera menendang punggung pria itu sampai tersungkur
BRUKKKK
AGHHH
pria itu menjerit dan tersungkur menahan rasa sakit di bagian punggungnya sedangkan seorang pria yang berada di depan menatap tajam ke arah Valera
" dasar wanita sialan ! siapa kau ? berani sekali kau ikut campur urusan ku " teriak pria itu membuat Valera tersenyum sinis lalu dengan cepat Valera menarik tangan wanita itu sampai
pria yang satunya masih tersungkur karena tendangan hebat yang Valera berikan lalu dengan cepat Valera memukul kembali wajah orang itu dengan kepalan tangannya
BUGHHHHHH
darah segar mengalir dari lubang hidungnya membuat pria yang satunya menyerang Valera dengan cepat tapi sayang Valera sudah membaca pergerakan dari lawannya
BUGHHHHHH
KRAKKKK
AGHHH
Valera memukul wajah serta mematahkan tangan si pria itu dengan Mudah, membuat si pria itu menjerit seketika
" dasar sialan ! " geram lelaki itu, Valera hanya tersenyum sinis dan menatap rendah kedua pria yang sudah tersungkur tak berdaya itu
Valera segera berjalan ke arah wanita yang masih saja menangis tersedu, Valera menatap pipi wanita itu yang memar sejak kapan ia mendapat sebuah tamparan keras di pipinya
" Lavanya " ucap Valera dengan lembut membuat si mpunya menatap lekat lekat wajah Valera
" kau, " ucap lavanya yang masih menatap tak percaya wanita yang berada di hadapannya yang dulu hampir saja membunuh Diego
" kau tidak apa apa ? '' tanya Valera lagi dan lavanya menggeleng pelan
" terimakasih " ucap Lavanya dengan lirih membuat Valera tersenyum hangat
" siapa mereka ? lavanya " ucap Valera lagi
__ADS_1
" aku tidak tahu tiba tiba saja mereka datang dan langsung menyeretku untuk ikut bersama dengan mereka tentu saja aku memberontak " jelas Lavanya yang masih syok itu, akhirnya Valera membawa Lavanya untuk masuk ke dalam restoran dan menghampiri George terlebih dahulu
Lavanya segera membawa Valera dan George untuk segera ke ruangan milik Diego suaminya, ya karena lavanya berjanji jika siang ini dirinya akan berkunjunhvje restauran milik suaminya tapi tak disangkanya kejadian tak mengenak kan itu terjadi dan beruntunglah Valera menjadi penolong untuk Lavanya
CEKLEK
seorang pria dengan balutan jas berwarna abu abu dengan pesonanya tengah duduk dan menatap layar laptopnya, ia tak menyadari jika ada orang lain diruangan nya
" Diego " seru Lavanya lembut sontak membuat Diego menatap ke arah sumber suara yang berada dari wanita yang dicintainya, tapi saat pandangan mereka bertemu seketika Diego terkejut dengan sosok wanita yang dikenalnya dengan sosok mungil di sampingnya
" sayang dan.. hmm Valera " ucap Diego yang merasa suasananya menjadi kikuk tersendiri kau Lavanya menuntun Valera untuk duduk di sebuah sofa dan Valera diam saja menurut
" aku sudah menunggu mu sedari tadi, aku kira kau tidak akan datang " ucap lembut Diego dan mengelus lembut rambut Lavanya membuat si mpunya merona malu karena perlakuan manis itu di lihat oleh orang lain
" maaf, tadi terjadi sesuatu " ucap lavanya pelan membuat Diego mengerutkan dahinya seketika
" ada apa ? apa yang kau maksud terjadi sesuatu itu " desak Diego yang kini raut wajah nya terlihat sangat cemas dan Lavanya pun menceritakan kejadian sesungguhnya dengan detail serta pertolongan dari Valera saat itu, raut wajah Diego sudah berubah menjadi sangat murka bahkan kepalanya tangannya terlihat mengerat serta tatapan tajam nya sudah muncul membuat lavanya seketika tertegun, sadar akan Reaksi ketakutan dari Sang istri Diego merubah ekspresi wajahnya seperti semula dan melembut kemudian
" Valera terimakasih karena telah menolong ku dari mereka, " ucap Diego dengan bersungguh sungguh membuat Valera hanya diam dan menganggukan kepalanya pelan
" baiklah, jika begitu aku pergi dulu, lain kali kau harus menjaga istrimu lebih ketat jika diperlukan sediakan beberapa bodyguard untuk nya, ingat kau masih mempunyai banyak musuh yang tentunya tak terlihat bahkan tak kau kenali sedikitpun atau kemungkinan musuh dari ayah mu " jelas Valera dengan datar sungguh ekspresi dari seorang Valera mampu membuat orang orang disekitarnya bergidik ngeri begitupun dengan Lavanya ia sangat tertegun karena Valera hampir mirip dengan suaminya yang datar, dingin dan kejam
" tunggu, bisakah kita makan siang bersama " ucap lavanya yang ragu seketika langkah Valera terhenti lalu menatap wajah lavanya dan detik kemudian ia tersenyum
" baiklah, mengingat putra ku belum makan siang " ucap Valera santai lalu melirik George yang senang menggenggam tangannya dan itu tak luput dari pandangan Diego ia menjadi bingung karena setau dirinya Valera belum menikah lalu kenapa Valera menyebut dengan kata putraku ?
Diego memesan ruangan VIP yang sangat tertutup dan Valera pun tak mempermasalahkan nya, George tampak menatap sekelilingnya termasuk dengan Diego dan Lavanya.
Valera segera memesan beberapa menu olahan daging serta beberapa mangkuk sayuran dan beberapa makanan penutup begitupun dengan Diego dan lavanya
" mamih apa disini ada sayur lodeh ? " tanya George dengan polos sontak membuat Valera tertawa pelan seketika
" jika kau ingin memakan nya ! kau bisa meminta nenek yang membuatkannya itu hanya resep nenek yang punya " ucap lembut Valera dan George pun mengangguk paham
Diego yang melihat interaksi keduanya mencoba memberanikan diri untuk bertanya
" kau bilang dia putra mu ? " ucap Diego dan Valera melirik seketika lalu mengangguk Valera yang sadar akan arti tatapan itu hanya tersenyum tipis
" dia memang putraku sampai kapan pun " ucap Valera dengan tegas
" hai anak manis siapa namamu ? '' ucap lavanya tersenyum kepada George
" George " ucap bocah kecil itu dengan senyuman maut nya yang mampu membius siapa saja yang melihat
" kau sangat tampan " ucap lavanya lagi dan tak lama hidangan mereka pun sampai George tampak antusias untuk makan siang nya kali ini
Valera membantu memotongkan daging untuk George agar bocah kecil itu tidak kesulitan, sedangkan lavanya hanya tersenyum melihat Valera dan George seketika timbul dalam dirinya rasa ingin mengandung buah cinta nya dengan Diego kehadiran seorang anak akan menjadi pelengkap dalam biduk rumah tangga nya
satu jam berlalu mereka sudah menyelesaikan hidanganya dan George segara mengusap mulutnya dengan tisu yang tersedia disana gaya nya bak orang dewasa yang elegan membuat Diego terkekeh melihat
" aku sudah kenyang mih " ucap Diego lagi
" baiklah, terimakasih atas makan siang nya dan aku puas dengan rasa dan tekstur makanan dari restoran mu Diego semuanya pas " ucap Valera datar tapi kata katanya terselip pujian membuat Diego dan Lavanya tersenyum " barulah jika begitu aku pergi " ucap Valera yang beranjak begitupun dengan George tapi baru beberapa langkah saja lavanya memanggil dirinya lagi
" Valera, bisakah kita berteman ? " ucap lavanya dengan tatapan penuh harap sungguh ia ingin berteman dengan Valera
__ADS_1
" tentu saja '' ucap Valera tersenyum