
Markas utama. Di ruangan besar seperti ballroom.
Semua orang menundukkan kepalanya dengan raut wajah sedih dan sendu, bahkan Keempat anggota Black woman yang tersisa hanya bisa mengusap air matanya kasar. Brandon ia sibuk memangku sebuah laptop miliknya entah apa yang ia cari membuat orang-orang disekitarnya tak perduli dan merasa acuh.
Valera duduk di kursi kebesarannya, menatap dengan pandangan keatas, seolah objek itu adalah hal yang paling menarik daripada orang-orang sekitarnya, sedangkan Remigio ia telah kembali menuju perusahaan nya karena ada pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan dengan waktu yang lama.
Athena Valera titipkan di mansion utama bersama dengan nyonya sofhia dan tuan Ramius bahkan George pun berada di sana bersama dengan Daniel dan juga Aldo , tak lupa valera menempatkan pengawal tingkat satu di sekitar mansion utama dengan anggota black road disana.
" Ya aku mendapatkan nya " pekik Brandon dengan suara lantang hingga semua orang menatap heran pada tingkah Brandon.
" Ada apa ? " tanya K dingin dan datar tatapan Brandon mengalih pada K.
" sinyal milik Alland ! aku mendapatkannya ia sendiri yang meminta untuk dijemput. Lady ijinkan aku untuk menjemput Alland aku yakin ia tahu sesuatu tentang keberadaan wanita itu. " ucap Brandon meminta ijin akan tetapi Valera masih mencerna ucapan Brandon yang cukup mengejutkan itu.
" Alland ? " ucap B dan C bersamaan " Lalu dimana sinyal itu dapat kau temukan Brandon ? " tanya Bidan dengan penuh penekanan.
" India " singkat Brandon tegas hingga membuat mata Valera terbelalak lebar seperti seorang yang terkena serangan jantung.
semua orang menyimak pembicaraan yang terlihat sang Lady selalu mempunyai rahasia yang belum terkuak sampai dasarnya bahkan Dave merasa jika sang Lady mempunyai sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Brandon masih menatap sang lady yang seperti terkejut.
" Lady, apa kau tak apa-apa ? " tanya Brandon dengan raut wajah sedikit cemas karena Valera hanya melebarkan matanya dengan sorot mata yang sulit diartikan, semua mata kini menatap sang Lady heran.
" Vale, kau tak apa ? " ucap Zizi dan Valera hanya menyipitkan matanya sesaat.
" Brandon kau bilang ia berada di India ? apa analisa mu tak salah ? " Picing Valera dan Brandon merasa aneh dengan perkataan sang Lady.
" tidak lady, " ucap Brandon lalu ia beranjak dari kursinya dan mendekat kearah sang Lady dengan membawa sebuah laptop miliknya.
valera menatap layar itu dengan seksama dan serius, hingga tangan-tangan lentiknya ikut mengutak-atik laptop milik Brandon. Layar yang menunjukkan grafik sebuah lingkaran dengan titik merah di tengah dan sebuah nama serta negara lengkap dengan teluk dan laut hindia, di situ pun Valera bisa melihat sinyal milik Alland yang berkedip hebat dengan sebuah warna biru di tengahnya.
" Pergilah Brandon bawa ia Kembali, sudah cukup ia bersembunyi dari kita semua. Aku yakin ia tinggal di tempat mendiang ibunya tapi aku pun tak begitu yakin karena tempat itu sungguh tak layak ditinggali serta wilayahnya cukup dalam dan terpencil.
" laksanakan " tegas Brandon dengan senyum terkembang nya.
" Aku ikut ! " ucap K mengangkat tangannya.
" Terserah kau saja K, tetap hati-hati karena firasat ku mengatakan jika Utera pun mempunyai rumah atau kekuasaan disana, dan kemungkinan terbesarnya dia mengawasi kita semua. " ucap Valera memberi saran Brandon dan K mengangguk mantap.
siang itu suasana markas masih dalam keadaan berduka, kematian L hanya jajaran dan para petinggi king saja yang tahu, tidak dengan anggota mafia yang berada di bawah naungan king karena Valera tak mau hal ini dimanfaatkan oleh pihak asing.
Mansion utama keluarga Harson.
Bayi cantik itu sangat nyaman digendongan siapa pun, bahkan saat Athena diletakkan di box bayi ia justru tak menangis, George selalu tak mau jauh dengan Athena.
__ADS_1
" kau sungguh menggemaskan " ucap George seraya mengelus pipi lembut Athena lalu mengecup bayi itu, wangi yang lembut membuat George selalu ingin menciumnya,
" sayang " sapa nyonya sofhia dengan lembut dan mengelus pelan rambut George dengan pelan, manik biru itu menatap lembut pada sosok sofhia sebagian nenek nya.
" nenek " sapa George dengan senyum tipisnya.
" makanlah terlebih dahulu, sedari tadi kau belum makan karena menjaga adikmu terus menerus. Biar nenek yang menemaninya dan kau makan lah, di meja makan ada uncle Daniel dan uncle Aldo " jelas nyonya sofhia dan George mengangguk lalu mengecup kembali pipi Athena dan mencium aroma lembut dari bayi tersebut.
" tunggu lah aku, sebentar saja. Aku akan kembali '' ucap George berbisik lirih dan bayi itu hanya mengerjap-ngerjapkan matanya pelan.
nyonya sofhia tergelak dengan tingkah George yang tak ingin jauh dari Athena, setelah kepergian George nyonya sofhia lalu segera memberikan boto susu untuk Athena dan bayi itu menghisapnya dengan cepat, untung saja stok asi perah Valera banyak jadi nyonya sofhia tak perlu cemas dan khawatir saat Athena di titipkan di mansion utama keluarga Harson.
Tak lama tuan Ramius datang dan bergabung bersama istri dan cucunya, senyum merekah terbit di wajah tuan Ramius yang sudah berusia, tangan kekarnya mengusap lembut pipi Athena yang mulai menggembul.
'' Dia sangat cantik " ucap lirih tuan Ramius dan nyonya sofhia hanya tersenyum menanggapinya. " apa kau berencana ingin menambah lagi sayang " goda tuan Ramius hingga mata nyonya sofhia terbelalak lebar seketika.
'' apa maksud mu ? " Picing nyonya sofhia dan tuan Ramius langsung tertawa saat melihat reaksi sang istri yang nampak terkejut karena ulahnya.
" tidak kah kita membuat adik untuk Vyan dan Valera sayang, agar mansion ini lebih ramai lagi. " ucap tuan Ramius.
" Tidak ! " tolak nyonya sofhia dengan tajam " jangan main-main. Ingat usia mu, dan kita sudah mempunyai cucu apakah itu tak cukup untuk mu '' kesal nyonya sofhia dan tuan Ramius hanya terkekeh, ia sangat senang kala menggoda sang istri hingga kesal bukan main. tuan Ramius merasa jiwa mudanya kembali lagi saat bersenda gurau dengan sang istri.
" aku hanya bercanda sayang, cukup dua ya cukup dua saja, aku sudah bahagia bersama mu dan kita sudah memiliki cucu bukan ? hehehe aku merasa waktu sangat cepat berlalu sofhia " ucap tuan Ramius dengan tatapan menuju ke lantai dan nyonya sofhia hanya memandang wajah sang suami dengan dalam.
" hmm " hanya deheman yang tuan Ramius berikan " masa-masa muda kita sungguh indah dan manis " ucap tuan Ramius dengan senyum tipisnya. " bahkan kisah cinta kita terbilang seperti Romeo dan Juliet " kekeh tuan Ramius dan nyonya sofhia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
Nyonya sofhia dan tuan Ramius selalu saja mesra walaupun usianya tak lagi muda, mereka selalu saja mengerti satu sama lain dan berharap jika anak-anak nya selalu bahagia dengan pasangannya masing-masing hingga maut memisahkan.
tuan Ramius sangat bahagia karena telah melihat anak-anak nya telah menikah dan hidup bahagia bersama pasangannya. Sebagai seorang ayah tentu saja tuan Ramius menginginkan hal yang terbaik untuk putra-putri nya.
tak lama terdengar suara Valera disana hingga membuat kedua orangtuanya menoleh secara bersamaan, Valera segera menghampiri ayah dan ibunya dengan wajah sendu.
" bagaimana pemakamannya ? " ucap sang ayah.
" semuanya baik pah, aku kehilangan salah satu jajaran ku karena musuh masa lalu. " sendu Valera lagi dengan menatap bayinya yang sedang terlelap tidur.
" itulah kehidupan, ketika kau sudah memilih jalan hidupmu maka kau harus terima konsekuensinya. Hidup sebagai mafia tidak lah mudah, ada kala seseorang yang memegang kendali sebagai pemimpin selalu berjaya ataupun jatuh, itu semua tidak lah mulus nak. " ucap tuan Ramius dan Valera diam menyimak.
" Aku tak akan membiarkan hal ini terjadi lagi pah, aku akan memburu pelaku itu sampai ia berada di dalam genggaman ku " sorot mata Valera tajam seakan siap menghunus apapun, tuan Ramius bisa merasakan aura ke dendaman dalam diri putrinya tatapan matanya sama persis dengan mendiang sang ayah Marcell Harson.
" tetaplah berhati-hati nak, " ucap nyonya sofhia dan Valera mengangguk patuh.
" mamih '' seru George dan Valera segera mengalihkan tatapannya kepada George dengan tatapan lembut, George mengecup sekilas pipi Valera lalu beralih melihat Athena yang sedang tertidur.
__ADS_1
" apa kau sudah makan ? " tanya Valera dan George mengangguk cepat. " anak pintar " seru Valera dengan tersenyum lembut.
" mamih kapan pelatih ku akan tiba ? '' ucap George lagi.
" besok kau sudah bisa berlatih sehabis pulang sekolah sayang " ucap Valera lagi dan George mengangguk kecil dengan senyum terkembang.
tuan Ramius dan nyonya sofhia sudah mengetahui perihal keinginan George yang ingin berlatih ilmu beladiri dan berlatih senjata, tentu saja kedua orang tua Valera tak bisa melarang karena ini adalah bagian terpenting dalam kehidupan mafia, George harus mempunyai ilmu dasar agar bisa melindungi dirinya suatu saat nanti.
Apartemen Vyan.
Ya setelah menikah Vyan dan Zizi tinggal sementara waktu di sebuah apartemen mewah sebelum mereka menemukan Mension yang cocok untuk keduanya, Vyan akan seminggu sekali mengunjugi orang tuanya bersama dengan Zizi sang istri.
saat ini Zizi sedang mengecek sesuatu hal yang menjanggal dalam benaknya akhir-akhir ini, dengan cepat Zizi masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan sesuatu.
sedangkan Vyan ia baru saja pulang dari kantornya dan sedang meminum teh hangat buatan Zizi untuk menyegarkan tubuhnya karena seharian ini ia berkerja, dan vyan pun telah mengetahui perihal kematian salah satu petinggi king tentu saja ia syok bukan main.
lima belas menit berlalu Zizi menghampiri Vyan dengan senyum terkembang sembari membawa sebuah benda pipih kecil di tangan kanan nya. Vyan menyambut Zizi agar ia duduk di pangkuannya dan Zizi mengecup lembut pipi vyan.
" kau nakal " desis vyan dan Zizi terkekeh " ada apa hmm ? sepertinya kau sangat bahagia " tanya vyan dengan mengusap lembut punggung Zizi.
Zizi menyodorkan alat kecil itu kepada vyan dan vyan menerimanya dengan dahi berkerut, vyan memperhatikan seksama Alat itu lekat-lekat dan Zizi hanya bisa diam saat melihat reaksi suaminya kini.
" kau hamil ? " tanya Vyan dan Zizi mengangguk dengan tersenyum, vyan senang bukan main akhirnya bibit-bibit unggul miliknya tak terbuang begitu saja dan akan segera membuahkan pewaris keluarga Harson selanjutnya.
Vyan mencium Zizi bertubi-tubi hingga Zizi kewalahan bukan main dengan aksi Vyan, mata vyan menuju ke perut Zizi yang masih datar lalu mengusap nya perlahan. Vyan tak menyangka jika sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah begitupun dengan Zizi.
" terimakasih tuhan kau telah memberikan ku titipan yang sangat berharga dalam hidupku. terimakasih sayang " ucap vyan lagi dan Zizi hanya mengangguk dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang vyan sembari menghirup aroma tubuh suaminya yang bercampur parfum mewah itu.
" Selama kau hamil, kau tak boleh melakukan kegiatan yang membahayakan calon bayi kita, aku akan membicarakan hal ini pada Valera agar ia memberikan cuti selama kau hamil sampai kau melahirkan nanti " ucap vyan dengan nada tegas dan Zizi hanya mengangguk patuh. Vyan terus mengusap lembut kepala Zizi hingga membuat nya nyaman saat berada dalam dekapan nya " besok aku akan mengantar mu ke dokter untuk memeriksa kehamilan mu, aku tak mau terjadi sesuatu hal yang buruk dengan dirinya dan juga dirimu. " ucap lembut vyan dan Zizi lagi-lagi mengangguk.
" apa kau bahagia ? " tanya Zizi balik.
" sangat, aku sangat bahagia mempunyai seorang bayi yang lahir dari rahim mu, kenapa ? " ucap Vyan dengan penasaran.
" aku hanya bertanya saja, anak mu lahir dari rahim wanita biasa seperti ku " sendu Zizi dan membuat Vyan membelalakkan matanya seketika.
" jangan bicara lagi aku tak perduli akan hal itu Zizi, jangan berkata seolah-olah kau menyesal mengandung anak ku. " dingin Vyan dan Zizi hanya bisa menatap manik suaminya dengan tatapan mendalam.
Zizi masih merasa tak pantas bersuamikan seorang Vyan Harson yang jelas-jelas seorang keturunan bangsawan terhormat, lelaki yang dijuluki billiurner muda yang kepemimpinan nya diakui dunia karena membawa Harson Crop's terbang begitu tinggi ke angkasa.
Zizi pun takut akan menjadi gunjingan orang lain, akan statusnya yang bukan siapa-siapa. Vyan yang mengerti akan apa yang Zizi fikirkan segera mendekap tubuh istrinya dengan sayang.
" jangan banyak berfikir, kasihan bayi kita sebaiknya kita segera tidur. " ucap vyan yang menggendong Zizi dengan mesra, vyan melepaskan kemeja serta jasnya dan hanya memakai celana katun saja lalu ia berbaring dan mendekap tubuh sang istri tak lama kedua insan itu terlelap dalam tidurnya dan siap untuk mengarungi mimpi yang indah.
__ADS_1