Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Lamora


__ADS_3

Valera dan b.woman segera bergegas menuju tempat awal dimana mereka meletakan mobil nya, dengan membawa serta pria yang menjadi tawanan nya sekarang, pria itu berjalan dengan gugup karena Valera mengacungkan senjata nya di belakang punggung Aries membuat pria itu mematuhi setiap perkataan valera


mereka berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan Medan yang cukup menguji adrenalin, jalan berbatu dilewati meraka itulah mengapa Valera dan b.woman memakai sepatu karena mereka sudah mengetahui situasi yang akan mereka lewati, rimbunnya hutan semakin membuat nyali siapa saja yang ke tempat ini menjadi menciut ,saat mereka sedang berjalan wanita yang disebut L mendengar deru mesin mobil dari arah kejauhan


" go " ucap wanita itu membuat yang lainnya terkejut seketika dan mempercepat jalan nya menjadi setengah berlari


" ada apa ?" tanya wanita dengan sebutan B dengan nafas terengah-engah sembari memegang kedua lutut nya


" mereka telah memasuki kawasan ini " ucap L berusaha tenang " kita belum tahu berapa banyak dari mereka, di tambah keadaan di rumah itu sudah kacau karena ulah kita " ucap L lanjut dengan terkekeh membuat para teman nya Hanya mengangguk ngangguk kan kepalanya


" kau benar " gumam Wanita yang disebut A mereka langsung terdiam seketika dan si pria hanya menatap para wanita itu dengan santai


Valera menatap tajam pria itu membuat Aries memalingkan wajahnya ke arah lain


" siapa namamu " tanya Valera dingin membuta nyali pria itu down seketika sang langsung menoleh ke arah Valera


" Aries " ucap pria itu cepat


" jangan macam macam, ikuti semua perintahku " ucap Valera dengan penuh penekanan dan pria itu hanya mengangguk pelan " kita semua harus cepat sampai ke mobil, dan melihat pergerakan mereka dari penyadap yang tadi kau letakan, " ucap Valera dengan nafas tersengal nya


dan mereka pun segera meneruskan perjalanan nya, setelah beberapa lama berjalan mereka akhirnya sampai di tempat pertama.


Valera segera membuka kunci mobil serta membawa laptop nya dan menonton siaran yang menyenangkan itu dengan anggota b.woman


keadaan di rumah itu sangat lah kacau, bahkan seorang pria paruh baya terlihat sedang murka dengan apa yang terjadi di tempat persinggahan nya.


" siapa lelaki ini " Tanya Valera sambil menatap lelaki itu dengan tajam


" tuan Aldebaran " ucap jujur lelaki yang bernama aries dan Valera pun hanya menyipitkan matanya


Aldebaran .batin Valera


" kah pasti tau banyak hal kan, tidak ada salahnya jika aku bertanya lebih lanjut " ucap Valera dengan menyunggingkan senyumnya


" aku tidak tahu " ucap aries dengan cepat sembari memalingkan wajahnya membuat Valera menyeringai penuh yg arti


CEKLEK


Valera menaruh moncong pistol itu tepat di kepala aries, membuat si mpunya berdegup kencang, dengan wajah yang memucat ia berusaha setenang mungkin


" mau apa kau " pekik aries ketakutan


" jika kau masih ingin hidup, cukup jawab pertanyaan ku, siapa mafioso di bawah naungan king yang pernah datang ke sini " ucap Valera penuh penekanan, Membuat aries terkejut sekaligus tertegun King sang mafia legendaris mustahil orang tidak mengetahuinya nya


" untuk apa kau bertanya hal itu " ucap aries tenang sungguh ia bertanya tanya siapa wanita yang berada di hadapannya ini


" jawab saja " bentak wanita yang disebut K membuat nyali aries menciut


" tu-tuan Peter, dan tuan Austin " ucap aries gugup membuat Valera melebarkan matanya bagaimana bisa mereka bekerja sama dengan Aldebaran, bahkan Valera merasa asing dengan nama serta wajah Aldebaran


" Vale, mereka bergerak " pekik wanita yang disebut C membuat Valera ikut melihat ke layar laptopnya


" cepat kita tinggalkan tempat ini " ucap Valera " pasti kita akan bertemu dengan mereka di persimpangan depan, siapkan senjata kalian ingat dan tetap terhubung melalui MH jangan sampai ada yang terluka bekerja sama lah " ucap Valera penuh penekanan dan meraka pun mengangguk


Valera langsung menyeret aries untuk masuk ke dalam mobilnya serta membungkam mulutnya dengan lakban yang tersedia di dashboard mobil. Aries diam saja tidak bisa melawan, Valera langsung menyiapkan beberapa senjata nya yang sudah di iisi dengan amunisi penuh


lalu meraka langsung menancapkan gas nya dalam dalam, para wanita itu mengemudikan mobil layaknya seorang pembalap handal. begitupun dengan Valera ia langsung mengemudi dengan skill yang mumpuni


dengan satu tangannya Valera mengaktifkan ponselnya yang sempat ia matikan, untuk melihat arah GPS nya


dan benar saja setelah di persimpangan Valera bertemu dengan dua buah mobil berwarna hitam


" C tembak mereka " pekik Valera sambil mengemudikan mobilnya dengan fokus, Aries hanya menunduk kan kepalanya ia sangat takut dengan situasi ini apalagi terjadi baku senjata


DORRR DORRRR DORRRR

__ADS_1


wanita yang disebut C itu menembak kan senjata nya ke arah mobil pertama yang saling berlawanan arah tepat mengenai ban mobil nya untuk mempermudah melumpuhkan mereka seketika mobil itu menjadi oleng dan hilang kendali.


DORRR DORRRR


dua buah tembakan di luncurkan oleh anak buah Aldebaran, Valera yang sedang menyetir memanfaat kan satu tangan nya untuk mengambil kesempatan lalu ia menembak kan senjatanya kepada anak buah Aldebaran


DORRRR DORRRRR DORRRRR


Suara senjata Laras panjang itu saling bersaut sautan, membuat ketenangan di dalam hutan menjadi terganggu bahkan para burung burung yang bertengger manis di pepohonan berhamburan tak tentu arah ketika mendengar rentetan suara senjata Laras panjang itu.


mobil pertama sudah oleng karena ulah C otomatis mereka tak bisa mengemudikan mobil nya lagi dengan seimbang , dan meraka memilih berhenti daripada mengambil resiko


mobil kedua milik anak buah Aldebaran masih gencar dan semangat untuk mengejar Valera dan b.woman, tapi itu membuat para wanita semakin bersemangat di buatnya mereka semakin menyeringai menikmati permainan kejar kejaran ini


" A tembak bagian kaca depan mobilnya " ucap Valera memberi instruksi agar anak buah Aldebaran berhenti mengejar


" I'm ready ".ucap A dengan semangat nya .


DORRRR DORRRRR DORRRR


wanita yang disebut A itu langsung menembakan peluru nya secara cepat, tepat mengenai kaca bagian depan sang lawan walaupun tak berhasil di tembus. seakan tak puas dengan pemanasan pertama A menembak lagi dan lagi mobil para musuh yang mengejar nya


DORRR DORRRR DORRRRR


PRANGGG PRANGGG


tembakan A tak main main, kaca mobil yang sebelum nya hanya retak menjadi hancur oleh tembakan keduanya, bahkan wajah sang pengemudi terkena tembakan brutal itu membuat laju mobil pun hilang keseimbangan nya


Valera tertawa renyah melihat aksi para b.woman itu. akhirnya para penghalang sudah terselesaikan walupun masih menyisakan orang orang nya , tapi setidaknya mereka berhasil membuat anak buah Aldebaran tak mengejar, kini mereka bisa bernafas lega dan tetap menjalankan laju mobilnya dengan kecepatan maksimal, mereka harus segera keluar dari hutan ini takut hal hal tak terduga terjadi.


" kita ke Lamora " ucap Valera dengan MH yang masih terhubung


" baik " ucap salah satu b.woman


Lamora salah satu wilayah kekuasaan Valera Yang tidak diketahui oleh siapa pun, Lamora terletak di wilayah dataran tinggi yang di jaga ketat oleh oleh pasukan pasukan Phoenix


Lamora persis seperti di negeri dongeng bagaimana tidak tempat ini seperti istana di negeri awan, dengan bentuk arsitektur seperti kerajaan kerajaan Romawi tapi Valera mengubahnya menjadi lebih modern


Valera menghimpun pasukan khusus tingkat atas yang di sebut Phoenix untuk menjaga keamanan serta mendeteksi adanya yang masuk ke wilayah ini.


******


hari sudah malam di mansion keluarga harson orang orang masih dengan raut wajah khawatir sampai saat ini Valera tidak bisa di hubungi bahkan di lacak sekalipun, bahkan para anak buah yang di utus untuk mencari keberadaan Valera tidak ada satu pun yang berhasil walaupun sedikit petunjuk ..


" maaf tuan ramius, seperti nya nona sengaja tidak memberikan sinyal apa pun kepada kita, sehingga kita tidak bisa melacaknya, dan buktinya sampai saat ini nona tidak menggunakan sinyal darurat nya, itu tanda nya nona Valera baik baik saja, kita hanya bisa menunggu kedatangan nona saja untuk saat ini " ucap Dave tenang senantiasa menjelaskan kepada mereka, tuan ramius pun berfikir demikian tapi tidak dengan istrinya dia masih saja terlihat cemas sedari tadi walaupun sudah di tenangkan, sama hak nya dengan Remigio ia pun masih saja khawatir kekasihnya itu tidak memberi kabar sedikit pun akan kepergiannya yang mendadak ini, bahkan Remigio dingin sempat mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Valera, tapi dia sadar bahwa kekasihnya itu terlalu pandai dalam hal seperti ini..


" aku pun berfikir demikian Dave, kita hanya bisa menunggu kedatangan nya saja, mungkin dia sedang melakukan sebuah misi " ucap taun ramius menimpali ucapan Dave " kalian beristirahat lah di sini masih tersedia banyak kamar yang kosong,kalian bisa menempati nya " lanjut tuan ramius


" terimakasih tuan ramius, sebaiknya kami kembali, ini sudah malam ada pekerjaan yang harus saya kerjakan " ucap remigio menolak secara sopan " tuan vyan hubungi saya jika Valera telah kembali " pesan Remigio kepada vyan dan


" aku akan memberi tahu mu secepatnya jika adikku telah kembali " ucap vyan dengan wibawanya


" jika begitu kami permisi permisi tuan,nyonya " ucap remigio sembari berdiri di ikuti oleh para sahabatnya dan berpamitan secara sopan


" Tante, kau jangan cemas Valera akan baik baik saja " ucap kenov sembari memeluk Tante sofhia , kenov sudah menganggap nyonya sofhia seperti ibunya begitupun sebaliknya, mereka akhirnya kembali ke mansion Remigio


sesampainya di mansion Remigio meraka menuju kamar nya masing masing untuk membersihkan diri serta beristirahat


" sweatheart dimana kau " batin Remigio yang masih memikirkan kekasih nya


Remigio seketika mengigat perkataan dave


hidden forest ya tempat itu masih saja terngiang di kepala Remigio. lalu dia menelpon seseorang untuk mencari tahu tentang tempat itu, Remigio pun mempunyai anak buah yang patut diperhitungkan keahliannya, Kekuasaan Remigio berada sepenuhnya di Amerika, setelah berbincang dengan seseorang melalui ponselnya


lalu Remigio bergegas untuk membersihkan dirinya,

__ADS_1


seperti biasa Remigio dan lainnya menikmati makan malam yang sudah tersedia di meja makan, mengingat mereka belum mengisi stamina nya. Setelah selesai mereka kembali ke dalam ruangan nya masing masing.


Remigio mendapat panggilan telepon dari anak buah yang ia suruh untuk menyelidiki hidden forest, orang itu menjelaskan hasil penyelidikannya raut wajah Remi berubah menjadi sangat serius ketika mendengar tentang tempat itu


" hidden forest ?? jika itu tempat yang terisolasi lalu mengapa sinyal terakhir Valera berada disana. batin Remigio


_ _ _ *** _ _ _


Keesokan harinya di Lamora Valera sudah bersiap siap untuk kembali ke rumah utama keluarga harson butuh waktu empat jam untuk menempuh perjalanan


Aries menjadi tawanan b.woman untuk di interogasi lebih lanjut Valera sudah mengetahui penyebab kejadian beberapa tahun lalu hingga merenggut nyawa Macky salah satu orang kepercayaan nya ternyata Aldebaran salah satu musuh Marcell yang sangat ambisius untuk menjatuhkan king serta melenyapkan keluarga harson, tapi untungnya kejadian itu tidak merenggut keluarga nya walaupun nyawa macky yang terenggut, tapi Valera tidak akan membiarkan para musuh bersenang senang terlalu lama.


Lamora tetap di rahasiakan tempat dan lokasi nya sampai waktu yang di tentukan,untuk saat ini Valera tidak mau orang lain mengetahui tentang hal ini dan membuat orang orang semakin gencar mencari Selak beluk sesungguhnya sang lady dari king itu


Tak terasa Valera sudah sampai di kediaman keluarga harson ia membunyikan klakson mobilnya dengan sangat kencang membuat para pengawal terlonjak kaget dan berlarian untuk membuka kan pintu gerbang


BLUMMM


Valera menutup pintu mobil dengan sangat keras, rasa lelah sangat terlihat dari raut wajah Valera dengan langkah gontai ia memasuki rumah


" nona " ucap para maid serempak yang melihat nona mudanya baru saja tiba,


" aku akan beristirahat, katakan kepada siapapun jangan mengganggu ku " ucap Valera dengan nada tegas nya dan langsung bergegas menuju ruangannya untuk membersihkan diri serta beristirahat, mengingat aktivitas kemarin sangat melelahkan..


salah satu pengawal memberi tahu kepada tuan ramius bahwa Valera sudah kembali membuat tuan ramius merasa lega,


" lalu dimana dia " tanya tuan ramius lagi


" nona muda sedang beristirahat, nona bilang jangan ada yang mengganggu nya " ucap pengawal lagi dan tuan ramius pun hanya mengangguk paham


sampai sore hari Valera belum saja keluar dari kamarnya, keluarga nya mengerti bahwa Valera sedang beristirahat jadi mereka membiarkan nya, vyan pun sudah menghubungi Remigio bahwa Valera sudah kembali dan sedang beristirahat, Remigio mengerti dan tidak mempermasalahkannya.


vyan sedang berada di ruang kerja nya bersama Leonel dan Dave


" Leonel, besok jam 10 pagi jemput lah paman dan bibiku di bandara, " ucap vyan dengan nada santai nya


" baik tuan muda " ucap Leonel sambil menunduk hormat


" dan kau dave, jemput lah Greta aku sudah menghubunginya " titah vyan lagi kepada Dave dan Dave pun mengangguk patuh


" baik tuan muda " ucap sopan Dave


" dengarkan aku masih tersisa satu hari, aku harap semuanya sudah di persiapkan " ucap vyan dengan tegas dan wibawa nya


" semuanya sudah di persiapkan secara baik tuan muda " ucap Leonel menjelaskan lagi


akhirnya pembicaraan mereka terselesaikan dave, Dave dan Leonel menyempatkan untuk makan malam dirumah keluarga harson karena nyonya sofhia dan tuan ramius yang memintanya


saat nyonya sofhia hendak menuju kamar putrinya, Valera sudah lebih dulu menuruni anak tangga yang mewah itu sembari masih. menguap.


Valera langsung menarik kursi untuk bersiap makan malam, semua orang hanya menatap ke arah Valera, sadar akan dirinya di tatao Valera langsung menatap ke arah orang orang yang melihatnya


" ada apa " tanya Valera dengan polosnya membuat ia terheran mengapa semua nya menatap dirinya


" apa yang salah dengan diriku . batin Valera


" sudah ayo kita makan, setelah itu kita bicara di ruang sebelah " ucap nyonya sofhia membuka suara dan mereka pun segera menyendok kan nasi serta lauk pauknya lalu memakan makanannya dengan sangat tenang


****


mereka sudah berkumpul di sebuah ruangan yang selalu keluarga harson tempati ketika mereka akan berbicara, vyan pun sudah duduk di dengan gaya cool nya


" kau dari mana saja " ucap vyan dengan nada kesalnya, Valera hanya mengerutkan dahinya dengan pertanyaan sang kakak


" ohh... aku menyelesaikan urusan ku " ucap Valera santai dengan mata terpejam nya sembari menyandarkan kepalanya

__ADS_1


" apa urusanmu sepenting itu sampai kau mematikan ponsel mu, serta sinyal mu pun tak bisa kami lacak " selidik vyan, tuan ramius dan nyonya sofhia hanya menjadi pendengar saja


" ya ada sesuatu yang penting yang harus ku selesaikan, dan aku pun tidak mungkin membicarakan nya, suatu saat nanti kalian akan tahu " ucap Valera menjelaskan dengan tenang walaupun tatapan sang kakak sangat lah tajam. kedua orang tua yang sedang mendengarkan nya hanya mengerutkan dahinya dengan ucapan sang putri .


__ADS_2