Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
story'


__ADS_3

Valera sedang duduk di sebuah gazebo dengan arsitektur kuno berwarna silver yang berada di taman belakang sembari termenung menemani George yang sedang bermain dengan Riley di taman belakang. Akhir akhir ini ia berkecamuk dengan fikirannya sendiri, masalah dengan para musuh mafianya belum terselesaikan, malah tidak akan pernah selesai musuh semakin bertambah orang orang yang iri semakin haus akan kekuasaan ditambah sekarang George. Entahlah apa yang harus ia lakukan sekarang.


" apa yang kau fikirkan Vale ? " tanya wanita yang disebut A sambil duduk disebelah Valera yang sedari tadi menatap lurus


" aku hanya sedang berfikir saja " jawab Valera yang kini pandangan nya beralih kepada George dan Riley


" ceritakan lah kepadaku jika kau ingin cerita Vale " ucap A lagi yang ikut menatap George A tahu pasti semua ini berhubungan dengan George


" Aku akan membawa George ke rumah utama keluarga Harson " ucap Valera yang tak lepas pandangan nya dari George dan Riley


" lalu " ucap A menggantung


" masalahnya aku belum berbicara kepada orang tuaku perihal George, sampai saat ini aku menutup rahasia keberadaan George " ucap Valera dengan menghembuskan nafasnya secara kasar


" jika begitu berbicara lah kepada mereka, aku yakin orang tua mu itu sangat lah bijak dan pengertian " ucap A memberi saran dan Valera langsung melirik ke arah wanita yang duduk disebelahnya


" aku akan membicarakan nya mungkin esok pagi aku akan pulang, " ucap Valera dengan keyakinan penuh sembari tersenyum tipis


" baiklah " ucap A lagi


ya Valera tidak bisa terus menerus mengurung Goerge di Lamora ia juga harus mengenal dunia luar ia juga harus bisa berteman dan bersosialisasi.


Tapi bagaimana dengan Riley mereka tidak bisa dipisahkan begitu saja, Riley sudah menjadi teman George semasih bayi mereka begitu sangat dekat dan akrab. Apa jadinya jika salah satu dari mereka terpisah ?


Valera terus memandang George yang sedang berlari kecil dengan serigala putih itu usia Riley memang tak lagi muda sewaktu ia ditemukan dengan George dulu, Riley sudah sangat besar untuk ukuran seekor serigala. Tapi Riley masih tetap setia di sisi Goerge, Valera sempat berfikir siapa George sebenarnya mengapa ia ditemukan hanya dengan seekor serigala di tengah hutan.


suara dering ponsel membuyarkan lamunan Valera, ternyata Remigio yang menghubunginya senyum mengembang terlukis dari wajahnya


" Hallo Remi "


" Hallo sweatheart , bagaimana kabarmu "


" aku baik, dan bagaimana kabarmu " tanya Valera lagi


" baik, tapi aku merindukanmu " ucap Remi dengan suara menggodanya


" aku pun merindukan mu Remi " ujar Valera lagi.


kedua insan yang sedang dimabuk cinta dan kerinduan itu saling mengucapkan kata kata manis satu sama lain, membuat dunia seolah olah hanya milik mereka berdua.


Remigio Memang pandai mencairkan suasana hati Valera yang sedang berkecamuk terbukti sekarang Valera sedang tertawa renyah akan candaan receh seorang remigio


*****


di markas utama kini Dave sedang berbincang membahas bisnis milik Valera yang lainnya bersama Matt, zumba, Edgar, dan Hugo mereka para ketua nya sang predator.


" bagaimana dengan bisnis yang kalian kerjakan " ucap Dave dengan datar nya keempat lelaki yang sedang duduk di hadapannya hanya diam sembari menatap wajah datar milik Dave


" ohh come on Dave mengapa wajah mu selalu saja datar seperti ini " ucap Hugo dengan mendengus kesal membuat Dave melirik tajam kearahnya


" aku memang seperti ini Hugo " ucap Dave lagi membuat Hugo mendelik kesal


" ya ya baiklah, bisnis yang ku kerjakan baik tidak ada kendala sedikitpun aku yakin lady bangga terhadap ku " ucap Hugo dengan percaya dirinya membuat ketiga pria lain nya menatap dengan ke dahi yang berkerut " come on apalagi pekerjaan ku memang selalu baik, tidak pernah mengecewakan " bela Hugo lagi sembari menyodorkan sebuah map kepada Dave,


Dave membuka dan membaca nya dengan sangat teliti, bisnis club malam elit milik Valera Memang tak ada kendala apa pun. Tempat itu dunia nya malam para pengusaha pengusaha muda yang akan bersenang senang,


" memuaskan " ucap singkat Dave yang langsung menutup Map yang berada di tangannya dan meletakan Kembali di sebuah meja dihadapan nya " lalu bagaimana dengan mu Edgar " tanya Dave lagi


" tentu saja baik Dave, aku tidak akan gegabah dalam menjalankan bisnis ini " ucap Edgar dengan mantap dan menyodorkan sebuah map kepada Dave


Edgar atau yang disebut Snake seseorang yang cukup dibilang physicopat kepada para musuhnya, dulu Edgar ditemukan terdampar disebuah pulau sebelum akhirnya mengikuti Valera sebagai majikan nya dan dilatih secara beruntun oleh orang orang yang ahli


" kerja bagus Edgar " ucap Dave tersenyum samar, Edgar pun hanya mengangguk senang


" lalu kau Matt " tanya Dave lagi dan Matt pun menyodorkan map nya untuk Dave meneliti secara detail, kening Dave berkerut setelah membaca laporan milik Matt


" apa kau sedang bermasalah Matt " tanya Dave penasaran ke arah Matt, dan Matt hanya diam tanpa menjawab


" Entahlah aku tak mengerti Dave semenjak salah satu pelanggan baru yang berasal dari new Zealand memesan persenjataan dengan syarat ingin bertemu dengan nona valera tapi nona menolaknya hal itu telah kusampaikan kepada asistennya, dan semenjak kejadian itu para pelanggan menurun drastis " ucap Matt dengan menghembus kan nafas kasarnya


" siapa dia Matt,?" tanya zumba yang ingin tahu


" namanya Damian " ucap Matt singkat


mereka hanya diam dan saling menatap satu sama lain, tapi tidak dengan Dave ia sudah tau masalah ini justru nonanya memberi kan tugas pada Dave untuk mencari tau siapa Damian, tapi sampai sekarang tugas itu belum selesai karena ada tugas lain nya yang harus ia kerjakan.


" apakah nona sudah pulang " tanya zumba memecah keheningan,


" memangnya nona kemana " tanya Edgar menatap zumba dan Dave

__ADS_1


" belum, nona sedang mengurusi pekerjaan nya yang lain " ucap Dave santai, ia sendiri pun tak tahu nonanya itu pergi ke tempat seperti apa .


Edgar dan yang lainnya hanya mengangguk samar lalu mereka membicarakan hal hal yang tak penting, diantara mereka Hugo lah tipe yang paling humoris padahal jika dilihat dari wajahnya Hugo memiliki sifat ganas seperti julukan nya crocodile .


Dave dan yang lainnya hanya menanggapi dengan senyum tipis saat Hugo bercerita tentang seorang wanita yang ia temui di club nya. mereka sudah sangat tau bahwa Hugo selalu membicarakan wanita wanita super seksi kecuali nona nya ia tidak berani membicarakan atau memuji nona nya.


*****


Hari ini Valera memutuskan untuk kembali,ia sudah membicarakan niatnya tentang George kepada para b.woman. Tentu saja keputusan itu tidak siapa pun yang berani membantah nya. Valera harus memikirkan lebih jauh tentang masa depan George dan George tidak bisa terus menerus tinggal di Lamora.


" mami akan pergi lagi " ucap George dengan wajah sendu nya yang datang bersama Riley


" mami akan pergi sebentar sayang, mami janji mami akan kembali lagi " ucap Valera dengan mengelus kepala George lembut, tapi raut wajah George seakan tak rela jika Valera pergi lagi


" bolehkah aku ikut ?" tanya George lagi dengan wajah yang penuh harap, inilah yang ditakutkan Valera bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan George.


" George, mami akan pergi bekerja sayang, jika George ikut, mami tidak akan bisa pergi bekerja dan mencari banyak uang, " ucap Valera yang memberi alasan yang terlintas difikirkannya " mami janji akan Kembali lagi secepatnya, " ucap Valera lagi sembari tersenyum hangat


" janji " ucap George dengan lirihnya mata nya sudah mulai berkaca kaca, membuat Valera menjadi serba salah tapi ia tidak boleh gegabah dan mengambil keputusan.


" janji " ucap Valera lagi dan George pun memeluk Valera dengan sangat erat, Valera pun membalas pelukan kecil itu. semabari mengecup singkat kepala George.


Akhirnya Valera pergi dari Lamora untuk menempuh perjalanan menuju mansion utama keluarga harson. George yang ditemani Riley dan Prada menatap kepergian Valera sampai mobil itu menghilang dari pandangannya, para b.woman yang melihat George seakan tak rela berpisah dengan Valera hanya menghembuskan nafasnya berat


" George, jangan bersedih bukankah mami berjanji akan secepatnya kembali " ucap wanita yang disebut C sembari mensejajarkan tinggi badannya dengan George


" iya Aunty, mami sudah berjanji padaku " ucap George yang masih menunduk kan kepalanya, C langsung membawa George masuk kedalam mansion


keempat wanita lain nya hanya menatap George dalam pangkuan C, entah apa yang difikirkan oleh mereka, ada rasa tak rela jika George pergi meninggalkan tempat ini, mereka sudah melihat pertumbuhan George semasih bayi dan kini George sudah tumbuh menjadi anak lelaki yang ceria. Tapi mau bagaimana lagi benar kata Valera George membutuhkan kehidupan masa depan yang cerah, ia membutuhkan keluarga dan kasih sayang yang utuh.


dalam perjalanan Valera pun masih termenung dan dengan fikirannya, ia harap harap cemas bagaimana jika kedua orang tuanya tak menerima George sebagai anggota keluarganya, dan bagaiman pendapat mereka ? lalu bagaimana dengan Remigio kekasihnya akankah dia mengerti dan memahami situasinya. Entahlah Valera berharap orang tuanya bisa lebih bijaksana lagi dalam menanggapi Masalah ini.


mobil Jeep milik Valera telah sampai di pelataran yang sangat luas, para pengawal menyambut kedatangan nona nya yang sudah beberapa hari tak terlihat,


" selamat datang nona " ucap para pengawal dengan serempak


" terimakasih " ucap Valera singkat dengan nada datarnya, Valera lalu berjalan memasuki bangunan megah itu, dirumah tampak sangat sepi entah kemana para penghuni mansion ini. biasanya kedua orang tuanya selalu menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga yang dilengkapi fasilitas televisi, tapi mereka tak terlihat disana


" bi, kemana papah dan mamah " ucap Valera kepada salah satu pelayan yang sedang membersihkan meja makan


" Tuan dan Nyonya sedang keluar menghadiri undangan makan siang bersama tuan Felix nona " ucap sang pelayan berkata sopan, Valera pun mengangguk lalu melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya, ia merebahkan dirinya di ranjang mewah miliknya fikiran nya masih berkelana jauh, tanpa sadar Valera terlelap dalam tidurnya


setelah selesai Valera langsung menuju meja makan untuk memakan sesuatu dan ternyata kedua orang tuanya sudah menunggu Valera sedari tadi ditemani vyan yang Baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya


" bagaimana perjalanan mu nak" sapa nyonya sofhia, membuat vyan mengerutkan dahinya perjalanan??


" menyenangkan " ucap Valera semabari tersenyum " mah aku lapar " manja Valera dan langsung menduduki kursi disamping vyan sang kakak


" makanlah nak " ucap nyonya sofhia dengan lembut dan Valera pun segera memakan masakan sang ibu dengan dengan sangat lahap seakan-akan ia tidak mengisi perutnya berhari hari


" pelan pelan Vale " ucap tuan ramius kepada putrinya dan Valera hanya tersenyum dengan wajah polosnya membuat vyan mendengus kesal


setelah selesai seperti biasa keluarga itu selalu menyempatkan waktu bersama di ruang keluarga, dua orang pelayan sudah membawa kopi serta teh Jasmine kesukaan majikannya serta berapa cemilan.


tuan ramius dan nyonya sofhia sedang asyik menonton acara televisi begitupun dengan vyan, tapi tidak dengan Valera walaupun mata nya tertuju ke layar yang ada dihadapannya itu tapi fikirannya sedang berkelana jauh memikirkan banyak hal


Tuan ramius yang peka terhadap putrinya hanya mengerutkan dahi sambil melirik ke arah Valera


" valera apa ada sesuatu hal yang terjadi nak " ucap lembut tuan ramius, kini pandangan ibu dan kakak nya beralih kepada Valera,


" apa kau ada masalah " kini vyan yang berbicara, tapi Valera diam saja


" ceritakan lah nak " ucap nyonya sofhia sembari menggenggam tangan putrinya


" baiklah, jika begitu dengarkan aku tapi aku mohon jangan menyela pembicaraan ku sebelum aku selesai " ucap Valera lagi dan keluarganya pun hanya mengangguk


Valera menghembuskan nafasnya terlebih dahulu seakan akan membuang semua beban yang mengganjal di benaknya


lalu ia menceritakan permasalahan nya terlebih dahulu dengan para musuh yang kini mulai menampakan wajah nya, Valera juga menceritakan Ben dan Peter yang telah menjadi tawanan nya di markas. sontak perkataan itu membuat nyonya sofhia terkejut tapi tidak dengan vyan dan ayahnya mereka menanggapi nya dengan santai, lalu Valera menceritakan tentang masalah akhir akhir ini yang seakan akan tak ada habisnya pada saat puncaknya Valera menceritakan perihal George kepada keluarganya benar saja mereka semua terkejut bahkan ayahnya tersedak oleh kopinya sendiri


" kapan kau menemukannya nak " ucap nyonya Sofia yang masih terkejut


" beberapa tahun yang lalu, saat aku sedang mencari kelompok venisi " ucap Valera lagi yang menjawab pertanyaan ibunya


" lalu kini anak itu dimana " ucap tuan ramius dengan datarnya


" dia berada di tempat yang sangat aman " ucap Valera lagi " sekarang usianya hampir lima tahun dia sudah seperti anak ku sendiri " ucap Valera tanpa jeda, sesaat keheningan melanda di keluarga itu tuan ramius sedang sibuk mencerna setiap perkataan putrinya


" dimana kau menemukan nya " ucap vyan yang menatap kearah adiknya, Valera tampak bingung untuk menjawab, ia sangat merahasiakan tentang keberadaan Lamora

__ADS_1


" di hutan Lamora " akhirnya Valera memilih jujur daripada berbohong toh suatu saat nanti mereka akan mengetahui nya, perkataan Lamora membuat vyan serta tuan ramius saling memandang satu sama lain tapi tidak dengan ibunya ia tidak tau perihal itu dan tidak mau mencampuri urusan anak anak nya


" Vale kau tidak salah ? tempat itu sangat mematikan " ucap vyan lagi " walaupun seseorang ada yang pernah ketempat itu, pasti meraka sudah mati " ucap vyan lagi yang heran, Valera hanya tersenyum tipis ayahnya yang mengetahui senyuman itu semakin tidak mengerti dengan putrinya


" kau benar kak tempat itu sangat mematikan " ujar Valera dengan terkekeh


" lalu bagaimana bisa ada seseorang yang membuang bayi di hutan itu, dan juga bagaimana dengan kau yang bisa memasuki kawasan disana " ucap vyan lagi yang semakin bingung


" apa yang kau sembunyikan dari kami nak " ucap tuan ramius sembari menatap Valera


" Lamora adalah wilayah kekuasaan ku " ucap santai Valera yang sontak membuat kedua orang tuanya serta vyan melebar kan mata


" bagaimana bisa " tanya vyan lagi semakin penasaran, Valera memutarkan bola matanya dengan malas


" sudahlah kak jangan banyak bertanya lagi, aku sedang berbincang mengenai George , aku akan membawanya kesini dan tinggal bersama kita " ucap Valera lagi dengan penuh penekanan.


semuanya tampak berfikir dengan pemikirannya masing masing. begitupun dengan Valera jika keluarganya menolak ia akan tetap membawa George dari Lamora dan tinggal bersama nya dirumah yang berbeda.


" bawalah ia nak, ia hanya seorang anak kecil yang tak tahu apa apa, " ucap nyonya sofhia membuka suaranya yang sontak membuat Valera gembira


" bagaimana dengan papah dan kakak apakah tidak ada masalah ?" tanya Valera sembari melirik kedua nya


" tentu saja tidak, mamah mu benar ia hanya seorang anak kecil yang tidak tahu menahu, " saut tuan ramius dengan santainya, benar seperti perkataan A kedua orangtuanya sangat lah bijak dalam segala masalah, terbukti mereka tidak keberatan dengan perihal George.


" baiklah aku akan membawa George secepatnya kerumah ini, aku yakin kalian akan langsung jatuh cinta dengan anak ku itu " ucap Valera dengan antusiasnya, vyan yang mendengar perkataan Valera langsung menepuk pelan bahu adiknya itu


" kakak, " kesal Valera sambil mengerucutkan bibirnya, tingkah keduanya membuat nyonya sofhia dan tuan ramius menggelengkan kepalanya pelan


" Vale, bagaimana jika suatu saat nanti orang tua kandung nya mengambil George dari tangan mu " ucap vyan tiba tiba membuat Valera melirik tajam ke arah kakak nya itu


" langkahi dulu mayat ku, " ucap Valera dengan penuh penekanan, ya jika suatu saat nanti orang tua kandung George datang dan memohon untuk meminta George. Maka orang pertama yang menentang nya adalah Valera sendiri.


*****


Hari ini Valera akan ke perusahan milik kekasihnya Adomson Crop's setelah ia memberi kabar kepada Remigio semalam.


hari ini Valera memakai dress Maxi salur nya dengan rambut yang tergerai indah dan tak lupa sebuah tas brended melekat pada tangannya


penampilan Valera terkesan sederhana, Valera hanya suka memakai pakaian yang menurutnya nyaman untuk dikenakan


Valera menggunakan mobil mini Cooper nya yang berwarna merah terang, Valera juga termasuk pencinta mobil yang berharga fantastis, dan sang kakak pun mengoleksi mobil sport dengan harga yang tak kalah fantastis dengan edisi terbatas di dunia


Valera telah sampai di perusaan milik kekasihnya dengan membawa cake kesukaan Remigio yaitu cake dengan olahan kacang almond walaupun Valera sendiri alergi dengan segala macam kacang.


seluruh para karyawan telah mengetahui bahwa Valera kekasih sang presdirnya .


senyum hangat, senyum ramah, terus terlontar dari para karyawan Remigio kepada valera


Valera telah sampai di lift teratas, saat ingin memasuki ruangan Remigio suara seorang wanita menghentikannya


" maaf nona, anda tidak bisa sembarangan memasuki ruangan Presdir " ucap seorang wanita Valera langsung menatap ke arah wanita itu, Ternyata Remigio mengganti sekretarisnya wajar wanita itu tak tau siapa Valera


" maaf, aku ingin bertemu dengan kekasihku " ucap Valera dengan penuh penekanan, wanita itu tak percaya dengan perkataan Valera


" Presdir sedang tidak bisa diganggu, mohon sekarang anda pergi dari sini " ucap wanita itu dengan nada yang sedikit naik, Valera hanya tersenyum kecut dengan sikap sekretaris baru Remigio


" apa hak mu menyuruh ku pergi dari sini " ucap Valera dengan santai nya, wanita itu terlihat geram kepada Valera


" tolong pengertian nya nona, Presdir sedang tidak bisa di ganggu, karena sebentar lagi pun ia akan ada rapat " ucap wanita itu dengan sinisnya Valera langsung menghubungi Remigio setelah panggilan itu terhubung Valera langsung mengatakan ia tidak bisa masuk karena seseorang menahannya. Wanita itu pun hanya diam saja tidak ada rasa bersalah dan tidak ada rasa takut sedikitpun


CEKLEK


" sweatheart " ucap remigio yang melihat Valera dengan wajah kesalnya sedetik kemudian ia menatap sekertaris nya


" Remi apa benar aku tidak di ijinkan masuk " ucap Valera dengan manjanya


" siapa yang berbicara seperti itu sweatheart, " ucap remigio dengan geram nya, Valera langsung melirik kepada wanita itu,


" dia, dia pun mengatakan aku harus segera pergi dari kantor mu " ucap Valera dengan nada kesalnya Remigio langsung menatap tajam kearah sekretaris barunya wanita itu langsung menusukkan kepalanya


'' kau berani sekali kau melarang dan menahan wanitaku disini, siapa kau yang bisa berbuat sesuka hatimu " geram Remigio kepada wanita itu


" maaf pak, saya hanya berkerja secara profesional bukankah Anda sebentar lagi akan ada rapat dengan perusaan Harson Crop's " ucap wanita itu dengan sedikit gemetaran Valera hanya tersenyum sinis melihat nya


" persetan dengan rapat , asal kau tahu perusahan itu milik keluarga kekasihku " ucap remigio dengan penuh penekanan sontak membuat sekertaris itu melebarkan matanya


" sudahlah Remi. Aku sudah membawakan cake kesukaan mu " ucap valera dengan tersenyum manis dan Remigio pun melingkarkan tangan kekarnya di pinggang sang kekasih


Remigio tak suka jika ada para pekerja nya yang bersikap tak sopan kepada kekasih nya apalagi wanita itu hanya sekertaris baru nya Remigio sangat geram bukan main

__ADS_1


Valera hanya tersenyum manis melihat betapa marahnya sang kekasih jika ada seseorang yang bersikap buruk pada dirinya .


__ADS_2