Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
terkuak


__ADS_3

tampak suasana kembali hening saat paman Jiro mengungkapkan sedikit hal di masa lalu, kematian Marcell Harson diketahui karena sebuah penyakit tidak ada yang tau jika sang pendiri tewas di bunuh.


para jajaran king hanya bisa diam enggan bersuara begitupun dengan para mafia yang hadir hari ini mereka cukup terkejut akan sebuah fakta baru tentang masa lalu.


Valera masih menatap black road dengan tatapan menelisik, jadi mereka selama ini mengawasi seorang Lady dan Valera lengah akan hal itu. Tapi mereka memilih tidak menunjukkan dirinya karena belum saatnya. Dan tepat hari ini semua itu menjadi sebuah kejujuran yang sudah lama terpendam.


" maaf atas kelancangan kami nona Valera, hanya saja kami menjalankan tugas dan yang diperintahkan oleh mendiang tuan Marcell selagi hidup. Dan kami tidak boleh menunjukkan diri dihadapan anda sebelum waktunya tiba dan inilah waktu yang dimaksud itu setelah para sahabat tuan Marcell ditemukan dan kamipun akhirnya memilih untuk menunjukkan diri. Black road berada di bawah kepemimpinan anda sekarang nona " ucap salah atau dari mereka dengan sopan lalu menunduk penuh hormat diikuti oleh beberapa orang lainnya dibelakang.


valera tampak tertegun akan perkataan seorang pria berkulit hitam, serta berbadan tegap otot-otot nya terbentuk sempurna bahkan urat-urat dileher dan ditangannya sangat jelas terlihat sudah dipastikan jika mereka melakukan latihan fisik yang teramat berat. Valera tampak seperti wanita polos dan lugu yang hanya mengerjap-ngerjapkan matanya saja lalu Remigio melihat sang istri yang masih saja bungkam.


" sweatheart, kau tak akan membiarkan mereka terus menunduk seperti itu bukan ? kasihan ? aku takut leher mereka bermasalah " ucap remigio pelan dengan senyum candanya membuat Valera sedikit terkejut lalu Valera dengan cepat mengalihkan ekspresinya semula.


" terimakasih, jika benar kalian berada di sekitar ku selama ini berarti kalian mengetahui apa yang terjadi pada kami ? seperti beberapa musuh yang baru saja aku lumpuhkan. " ucap Valera lagi dan semua orang tampak diam mendengarkan.


" panggil aku Gray. Kami sangat mengetahui semuanya nona mulai dari pembunuh tuan Marcell, sampai pada wanita yang mengaku-ngaku itu " saut Gray dengan sopan dan sontak Valera terkejut bukan main begitupun dengan yang lainnya, Sang pendiri king mati terbunuh dan bukan karena sebuah penyakit ? sungguh fakta yang sangat menarik untuk dikulik, terlihay wajah-wajah sendu dari lima sahabat tuan Marcell mereka hanya menunduk dalam diam.


" hmm baiklah aku mengerti ! lalu bagaimana kalian bisa menyetujui permintaan kakek ? '' Picing Valera penasaran.


" Sumpah setia ! kami melakukan sumpah setia kepada beliau hingga hembusan nafas terakhirnya jika kami akan menjadi bayang-bayang anda nona sampai pada keturunan selanjutnya. Tuan Marcell meminta kepada kami untuk melindungi mu serta keluarga mu dari jarak jauh dan memastikan jika keadaan mu baik-baik saja walaupun kami tidak melakukan apa-apa akan tetapi jangan ragukan skill dan kemampuan kami dalam bertarung ! " ucapnya sedikit tegas dan Valera mengangguk mengerti.


Semua orang tampak tegang dan menyimak pembicaraan yang menurut mereka sungguh sangat menyenangkan bahkan sebagian dari wajah-wajah mafia ada yang berwajah gugup serta datar.


valera memberi kode kepada Zizi dan anak buahnya untuk membawa Frazzes willyam kehadapan semua orang termasuk Ellara dan Zizi mengangguk patuh lalu ia bangkit dan diikuti oleh beberapa orang dibelakangnya semuanya tak luput dari pengamatan para mafia yang hadir.


semua orang tau jika Valera dan antek-anteknya nya mempunyai cara tersendiri untuk menghadapi masalah maupun musuh yang berada tepat dihadapannya itu mengapa jajaran Valera sungguh sulit ditaklukan. Para anggota Black road hanya tersenyum tipis saat mereka melihat bagaimana kepemimpinan seorang Valera yang tak jauh berbeda dengan tuan nya terdahulu.


tak lama Zizi datang membawa seorang laki yang ditutup kepalanya dan tangan terborgol lalu seorang wanita yang kondisinya tak jauh berbeda dengan yang lelaki. Mereka dijaga ketat oleh anak buah Zizi.

__ADS_1


salah satu anak buah king dengan cepat mengambil kursi untuk mereka letakkan ditengah-tengah agar semua orang bisa melihat dengan apa yang terjadi.


kedua orang itu dipaksa duduk tapi mereka menurut melawan pun tak ada gunanya karena semuanya akan sia-sia jika mereka sampai melawan.


" buka penutup kepalanya ! " lantang Valera yang sontak membuat jantung semua orang berdegup kencang begitupun dengan kelima jajaran terdahulu.


anak buah Zizi dengan cepat membuka penutup kepalanya dan sontak dua orang itu sungguh terkejut mereka dikelilingi wajah-wajah sangar dan berkuasa mereka berdua yakin jika semua orang yang berada di sini adalah seorang mafia.


" Haii... Miss me ? " sinis Valera dan kedua orang itu menatap tajam kepada Valera " ohh lihatlah tatapannya aku sungguh takut " kekeh Valera dengan tertawa seperti melihat adegan lucu para mafia yang hadir merasa sesak di dadanya saat sang lady bertingkah aneh seperti ini. " Frazzes willyam ! seorang lelaki yang telah membuat kakek ku meregang nyawa nya, seorang mafia yang cukup bodoh jika aku menilai nya.. cihh mafia ? sungguh menggelikan untuk ukuran orang seperti mu ! ' sinis Valera dan Frazzes menatap tajam kepada Valera bahkan ia pun menatap tajam pada paman Jiro dan paman Yu yang berada tak jauh dari hadapannya " jangan kaget, aku yakin kau tak pikun Frazzes. karena kekuasaan dan harta membuat mata nya buta dan gelap sehingga ia merencanakan untuk menumbangkan kekuasaan Marcell harson dan terobsesi untuk memiliki king suatu saat nanti,bukan kah begitu ? hmm.. sungguh ironis nasib kakek ku. " kesal Valera dan semua orang masih diam melihat aksi sang lady.


Frazzes tersenyum sinis saat mendengar ocehan Valera itu, sehingga ia menampakkan senyum tengilnya dan membuat Valera diam menatap Frazzes.


" Hahaha aku suka gaya mu wanita muda. Kau cantik, cekatan, dan tangguh aku sungguh salah telah meremehkan mu. Tapi itu semua tak membuat ku menyesal telah melakukan hal itu kepada Marcell, bukan kah kita semua tahu jika dunia mafia sudah sangat dikenal akan kekejaman nya ? jangan berkilah nona kau adalah jelmaan iblis sesungguhnya menyesal aku tak membunuh mu waktu kau berumur lima belas tahun. " tajam Frazzes dan sontak membuat semua orang tercengang dengan perkataan nya yang ternyata frontal dan detik kemudian Valera tertawa dengan lucu membuat semua orang menatap heran kearahnya tapi tidak untuk jajaranya ini adalah awal iblis itu bangkit dan menampilkan taringnya " apakah lucu ? kau belum terima jika Marcell telah tewas ditangan ku ? tapi sayangnya itu adalah kenyataan kau tak Mungkin bisa membangkitkan kembali orang yang telah mati bukan ? tapi harusnya kau berterimakasih jika aku telah merawat darah dagingnya " ucap Frazzes yang sontak membuat semua orang terkejut. Valera menatap tajam kepada Frazzes dan juga Ellara yang sedang tersenyum sinis.


" ohh begitukah ? thank you. " ucap Valera malas " tapi sayang semua ucapan mu omong kosong belaka ! kau dasar manusia tak tau berterimakasih atas kebaikan orang yang telah menolong ibumu kala itu Frazzes. Kau manusia menjijkkan " pekik Valera lantang sehingga membuat suasana semakin tegang " Ya orang yang telah kau bunuh dengan cara murahan itu telah menolong nyawa ibumu yang hampir tewas di tangan musuh sesungguhnya, dan apakah kau tau jika kakek ku menyelamatkan ibumu dari lubang hitam para lelaki hidung belang " pekiknya lagi dan sontak Frazzes membulat seketika ? fakta apa lagi ini bahkan Frazzes tidak mengetahui hal itu sama sekali.


paman Jiro dan lainnya terkejut dengan fakta baru ini, Valera sangat pintar dalam menggali informasi. Remigio pun tak kalah terkejut akan perkataan sang istri.


" kau lah bajingan sesungguhnya ! dia. " tunjuk Valera kepada Ellara " dia putrimu bersama dengan salah satu jalang mu bukan ? dan kau dengan mudah mengatakan jika dia adalah bagian dari keluargaku ! jangan kira aku tak tau apa maksud dan tujuan mu " tekan Valera membuat Frazzes dan Ellara terkejut bukan main.


" tutup mulutmu wanita sialan ! aku adalah putri dari Marcell harson di dalam darahku mengalir darahnya ! " pekik Ellara marah dan Valera berjalan melangkah mendekat kearahnya semua orang menjadi gugup seketika kala sang lady telah beranjak dari kursinya.


" masih saja bermimpi ingin menjadi bagian dari keluarga ku. Menjijikkan sekali dirimu. lihatlah dia, itulah ayah biologis mu Ellara. apakah kau buta ! '' marah Valera dan Ellara seakan tak terima dengan semua ini.


" tidak ! dia bukan putriku ! " pekik Frazzes dan Valera tertawa menggelegar. " omong kosong ! " teriak Frazzes lagi dan seketika.


SRAKKKK

__ADS_1


" AGHHH.. sialan apa yang telah kau lakukan " pekik Frazzes menahan rasa sakit pada bagian dadanya akibat sayatan Valera, gerakan nya sungguh cepat dan tak terbaca.


para mata yang melihat seakan tersentak dengan apa yang Valera lakukan begitupun dengan black road.


" terimalah kenyataanya dasar sampah ! " pekik Valera menatap nyalang Frazzes yang sedang kesakitan itu. " tapi sebelum aku melenyapkan mu, aku ingin kau bertemu dengan seseorang terlebih dahulu. " sinis Valera dan Frazzes hanya merintih tertahan.


valera memberi kode kepada anak buahnya untuk menyuruh seseorang melakukan tugasnya, semua orang menunggu aksi selanjutnya. Seorang wanita tua berbadan kurus kini tampak hadir ditengah-tengah acara ini Valera menatap iba pada wanita tua itu.


Ellara menatap bingung pada seorang wanita tua itu dan Frazzes matanya membulat sempurna saat melihat sosok wanita yang dikenalnya itu.


wanita tua itu berjalan dengan langkah gemetar, ia menatap penuh kebencian pada sosok Frazzes dan tatapannya bertemu dengan mata Ellara yang memancarkan kebingungan.


" bagaimana bisa kau ? " ucap Frazzes tak percaya dan seketika Valera menertawai kebodohan Frazzes saat ini. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Valera mempunyai harta, kekuasaan, orang-orang yang setia terhadapnya membuat apa yang diinginkan Valera selalu saja tercapai.


" kalian tau siapa wanita ini ? " ucap Valera dan orang-orang menggeleng pelan " dia adalah Victoria. Seorang wanita yang ditawan dan diperlakukan seperti hewan peliharaan oleh lelaki brengsek itu " tunjuk Valera menatap tajam Frazzes " aku tidak perlu menjelaskan secara detail mengenai identitas dari Victoria dan kau Ellara dia adalah ibumu ! " ucap Valera dan Ellara sontak terkejut " kau akan menemukan jawaban dari apa yang telah kau dengar dan kau klaim selama ini " ucap nya lagi lalu sang lady menjauh dan duduk di kursinya Kembali.


kini Victoria menatap tajam dengan derai air mata kepada Frazzes akan tetapi Frazzes memilih diam dan masih menampilkan wajah datarnya sehingga tidak terjadi apa-apa pada Victoria.


" aku mendapatkan kebebasan ku kembali " ucap sinis Victoria " setelah kau menawan ku saat aku hamil anakku hingga kini, tapi Tuhan masih berbaik hati padaku dia mengirimkan seseorang untuk membebaskan ku dari jeratan hitam yang kau buat. " ucapnya dan Frazzes menatap acuh " kau sungguh lelaki bajingan. Aku akui akupun seorang pendosa dimasa silam akan tetapi aku tidak sepicik dirimu yang tidak mengakui anak yang ku kandung selama ini " ucapnya lagi dan Frazzes menatap tajam pada Victoria sedangkan Ellara mendengar Victoria dengan begitu seksama seolah ia pun ingin memastikan sesuatu.


" omong kosong apa yang sedang kau bicarakan Victoria ? siapa yang membebaskan mu ? wanita sialan itu " ucap Frazzes menatap Valera dari arah kejauhan dan Victoria tersenyum sinis " apa kau ingin balas dendam terhadapku ? ohh.. rupanya kau sudah berani bermain dengan ku " smirk Frazzes dan Victoria tersenyum kecut lalu ia beralih menatap Ellara


" rupanya kau pun seorang iblis Frazzes. Ellara nama yang bagus, tapi sayang kau tumbuh bersama dengan lelaki jahanam ini hingga sifatnya pun menurun terhadapmu " kekeh Victoria dan Ellara menatap bingung kedua orang yang sedang berdebat ini " apa kau tau selama ini kau ditipu dan dibodohi oleh ayah mu sendiri dan ia dengan tega mengatakan jika kau anak orang lain, jelas-jelas dia ayahmu. Cihh memang bajingan " desis Victoria lagi.


" tidak ! dia bukan ayahku ! " pekik Ellara dan Victoria kini menatap Ellara dengan tatapan yang sulit diartikan.


" lalu siapa ayahmu ? " ucap Victoria lagi.

__ADS_1


" Marcell Harson ! Ya itulah nama ayahku " bangga Ellara dan Victoria tersenyum geli dengan tingkah putrinya yang ia lahirkan dulu.


valera mengeraskan rahangnya kembali saat Ellara terus menyabut kakeknya adalah ayahnya. Vyan yang duduk jauh diantar mafia-mafia lainnya hanya bisa menatap dengan datar tanpa ekspresi jauh dalam hatinya ia pun marah besar dengan seseorang yang mengaku-ngaku itu.


__ADS_2