Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
bertatap muka


__ADS_3

Dave, Thomas berdiri dengan gagah dengan para anak buah king lainnya termasuk Vyan dan Leonel yang ikut serta mereka benar-benar seperti tamu tak diundang


helikopter itu berputar-putar layaknya sebuah pertunjukkan yang sedang memainkan aksinya, Deon dan Emil sontak terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba itu


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


lagi-lagi suara tembakan saling bersaut-sautan seakan tiada hentinya, benar dugaan Valera jika pihak asing itu mempersempit ruang gerak nya


Zizi dengan cepat melemparkan sebuah bom kepada iring-iringan mobil yang mengikuti mobil nonanya sedangkan Remigio mencoba melihat setiap pergerakan di area sekitar dari layar tablet di hadapannya


" ohh shitt !! mereka sekarang benar-benar memblokir jalan " umpat Remigio dan Valera melihat sekilas ke layar tablet dihadapannya


DODODODOR !!


PRANGGG


mobil Valera oleng ketika mendapat serangan lagi dan lagi akan tetapi ketiga orang di dalamnya terlihat santai dan tidak panik sedikitpun Zizi wanita ini justru asyik memainkan senjata di genggamannya itu


" Zizi sekarang ! " ucap Valera saat ia melihat mobil tank yang dijumpainya tadi dan Zizi segera bersiap untuk membidik nya, kini Zizi berdiri dengan tegas dan membuka kap mobil bagian atas


JLEBBB


DUARRRR


satu tembakan telah Zizi lontarkan dan tank itu meledak akan tetapi tidak menghancurkannya begitu saja


" Emil, bagaimana keadaan yang lainnya " tanya Zizi disela-sela kondisi dan keadaan yang tak memungkinkan


" mereka datang " ucap Emil membuat Zizi bingung mereka ? siapa yang dimaksud oleh Emil begitupun dengan Zizi dan Remigio yang mendengarnya mereka tak kalah bingung


" siapa mereka ? " kesal Valera yang tangannya masih mengendalikan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan tinggi


" Dave dan anak buah king lain nya nona, bahkan tuan Vyan pun ikut serta " ucap Emil santai dan sontak membuat Valera terkejut begitupun dengan Remigio akan tetapi tidak dengan Zizi


valera menghembuskan nafasnya secara kasar sungguh ini di luar prediksi nya akan tetapi Valera yakin jika ada seseorang yang memberi tahukan keberadaan nya kali ini lalu ia melirik Zizi sekilas


" sweatheart !! awas " pekik Remigio kala ia melihat mobil yang melaju berlawanan arah dan Valera membantingkan setir kemudinya ke samping kiri akan tetapi kini dirinya terkepung karena banyaknya mobil-mobil yang memblokir jalannya Valera menghembuskan nafasnya secara kasar begitupun dengan Zizi dan Remigio mau tidak mau mereka harus turun tangan dan melawan serta melumpuhkan mereka dan pada saat Valera menatap langit malam ia melihat satu buah helikopter yang sangat dikenalnya


orang-orang asing itu turun dan menodongkan senjatanya mobil Valera dan Valera terlihat santai,


" aku terkepung kau urus yang lainnya Emil " ucap Valera dengan malas dan Emil mengiyakan permintaan sang nona, Zizi dan Valera menyelipkan sebuah belati kesayangannya di balik pinggang ramping mereka sedangkan Remigio ia menyimpan beberapa senjata dan amunisi nya di balik jas yang ia gunakan


valera menajamkan matanya saat ia melihat sosok wajah yang ia cari selama ini orang itu duduk dengan santai di depan mobil dengan gaya tengilnya lampu-lampu dari kendaraan terkuat menyorot tempat itu


valera Zizi dan Remigio akhirnya turun dengan raut wajah tanpa ekspresi dan tanpa takut sedikit pun walaupun mereka kini sudah terkepung, para anak buah Frazzes willyam terus menodongkan senjatanya kepada Valera dan lainnya akan tetapi hawa santai masih meliputi diri Valera begitupun dengan Zizi dan Remigio walaupun raut wajahnya sama sekali tidak ada ekspresi

__ADS_1


" hehehe ternyata kalian yang merusuh di wilayahku " kekeh seorang pria memakai topi yang gayanya mirip seperti bossy


" Frazzes willyam ! akhirnya kau menampakan wajah mu setelah sekian lama kau bersembunyi dari incaran ku " ucap Valera enteng dengan gaya tengilnya membuat lelaki itu tertawa seketika, Zizi dan Remigio terkejut ketika mendengar pernyataan dari Valera


" wow kau tau akan namaku nona cantik " ucapnya lagi dan Valera tersenyum simpul " rupanya kau salah satu penggemarku " sinis Frazzes dan Valera hanya acuh saja


" jangan berbasa-basi karena itu membuang waktuku yang sangat berharga ini, tidak perlu ku jelaskan maksud kedatanganku karena aku yakin kau bukan orang bodoh seperti para anak buahmu " ucap Valera sinis dan Frazzes willyam tentu saja ia menatap tajam akan tetapi ia mengetahui jika Valera sedang memancing dirinya


" hahaha " tawa Frazzes menggema seketika dan Valera pun ikut tertawa membuat kedua kubu saling berpandangan satu sama lain bahkan Remigio menggenggam erat tangannya dan Valera mengecup punggung tangan Remigio lalu tersenyum manis dan Remigio membalas senyuman itu tak kalah manis sungguh aksi mereka membuat orang terus menatapnya


" tuan Remigio Adomson senang bisa bertemu dengan mu disini " ucap Frazzes dan Remigio memicingkan matanya seketika karena ia tak menyangka jika lelaki asing itu mengetahui akan namanya begitupun dengan Valera tapi ia memilih diam


" ohh aku tersanjung karena tuan mengetahui akan nama asli ku, itu artinya kau pun penggemar beratku " ucap Remigio santai membuat Valera tertawa seketika bahkan sampai terbahak-bahak dibuatnya dan lelaki itu terus menatap tajam kearah Valera


" untuk apa kau mendatangi wilayah ku dan membuat onar disini ? apa kau wanita yang tak waras ? " ucap sinis Frazzes dan Valera menghentikan tawanya seketika


" aku bilang jangan pura-pura bodoh tuan, atau kau memang bodoh ! cihh.., tentu saja aku menginginkan kepala mu untuk ku pajang dan menjadi salah satu koleksi di markas milikku " ucap Valera bangga dan sontak membuat anak buah Frazzes terbelalak tak percaya bahwa pemimpin mereka di tantang oleh seorang wanita


" lancang kau ! " ucap seorang wanita yang pernah bertemu dengan Valera sebelumya dan Valera tersenyum sinis melihatnya bahkan ia masih mengingat kala wanita itu berkata jika darah yang mengalir dalam tubuh dirinya adalah darah yang sama dengan seorang Valera !


Valera tertawa seketika kala mengingat perkataan itu sungguh Zizi memijit pelipisnya nya pelan karena tingkah nonanya ini sungguh seperti sebuah lelucon saja


" hai kita bertemu lagi " ucap Valera santai dan wanita itu memicingkan matanya seketika " hmm.. mengangumkan ! " celetuk Valera dan wanita itu diam saja bahkan acuh mendengar perkataan Valera


kini Valera menatap tajam kepada wanita yang berada di samping Frazzes willyam bahkan Frazzes menyadari hal itu lalu ia tersenyum mengejek, Remigio yang menatap gerak-gerik dari sekitarnya merasa geram seketika dan Zizi ia hanya bisa diam dan menunggu saat-saat yang tepat untuk beraksi


DUARRRR


nafas Valera menderu seketika, ia menatap tajam kepada Frazzes dan wanita yang berada di sampingnya


" kau menguji kesabaran ku ! lelaki tak berguna " teriak lantang Valera marah " kau !! kau tak bisa lari dari kematian yang aku ciptakan dan kau telah membunuh kakek ku " pekiknya lagi dan sontak Remigio terkejut mendengar fakta terbaru dari kekasihnya dan Frazzes hanya tertawa dan tertawa ketika mendengar perkataan Valera


" valera Harson ? cucu perempuan dari Marcell Harson. Aku akui kau memang wanita cerdik dan pandai dalam segala hal, kau cantik, berbakat, bahkan berkuasa dan hmm kau sangat kaya " celetuk Frazzes dan Valera seketika marah akan tetapi sorot kebencian sangat terlihat dari mata wanita yang berada di samping Frazzes ia seperti menyimpan dendam kesumatnya itu


" tapi Marcell melupakan satu hal ! " ucap nya lagi " dia terlalu mudah aku perdayai, Ya aku sudah memprediksinya jika cepat atau lambat kematian Marcell yang sesungguhnya akan terbongkar, hmm aku jadi penasaran siapa orang yang telah membocorkan ini semua " gumamnya lagi dan Valera semakin marah dengan nafas menderu dan Remigio menggenggam erat tangan Valera " tapi dia melupakan wanita yang berada di sampingku ini " ucap Frazzes dengan membelai lembut rambut wanita itu dan Valera memicingkan matanya sesaat " dia anak dari kakek mu " ucap Frazzes lagi dan sontak Valera terkejut akan fakta baru ini tapi detik kemudian Valera tertawa mengejek dengan terbahak-bahak


" anak ? anak kakek ku maksud mu ! hahahaha " tawa Valera lagi ia persis seperti wanita gila " cih.. jangan lupa jika kakek ku dijebak pada kala itu dan aku yakin kau ada sangkut pautnya Frazzes " kekeh Valera " jika memang dia anak dari kakek ku lalu mengapa dulu ia tak berada dalam genggaman kakek ku dan jangan berfikir jika aku bodoh. Kau memperalat nya bukan ? " tebak Valera dengan lantang dan Frazzes diam saja


" AGHHH diam kau ! dasar wanita sialan ! sudah ku bilang darah ku dan darah mu mengalir dari keturunan yang sama, aku hidup menderita bersama dengan ibuku akan tetapi lelaki tua itu justru mengabaikan keberadaan kami dan kau justru hidup dengan bahagia sedari kecil sedangkan aku tidak ! " ucap lantang wanita itu dengan menggebu-gebu dan Valera diam saja " seharusnya harta kekayaan milik lelaki tua itu jatuh ke tangan ku karena aku anaknya ! " ucapnya lagi dan Valera tersenyum sinis


" anak ? anak apa yang kau maksud ! kau anak haram yang tak diketahui keberadaan nya ingat itu kau tidak masuk dalam daftar anggota keluarga ku, kau tidak ada ! dan akan tetap tidak ada ! aku tak perduli jika kau anak dari kakek ku tapi jangan berharap lebih dengan apa yang menjadi milikku ! itu semua tak akan pernah bisa kau miliki " ucap Valera dengan lantang dan sontak membuat wanita itu marah dan langsung berlari menyerang Valera dan Valera melawannya dengan senang hati, Frazzes yang melihat itu hanya bisa diam sembari menikmati rokok mahalnya dan Remigio tampak ingin membantu akan tetapi Zizi menahan nya dengan cepat


dengan segala emosi yang memuncak wanita itu menyerang Valera menggunakan teknik yang cukup sulit, dan Valera terlihat lebih bersemangat dengan lawannya kali ini


tangan mereka saling bertautan dan menyerang bahkan kaki mereka sama-sama ikut bergerak dan


GREPPP

__ADS_1


wanita itu mengunci pergerakan Valera akan tetapi Valera memutarnya dengan sangat mudah dan wanita itu tak kehilangan akalnya justru ia gunakan sikunya untuk menyerang perut Valera


BUGHHHHHH


AGHHH


Remigio dan Zizi tampak terkejut akan tetapi Valera bangkit dengan mudah kini aura hitam menguasai dirinya, sorot matanya tajam seketika bahkan nafasnya terlihat begitu menderu kali ini Valera menyerang lawannya lebih brutal dan ganas membuat wanita itu mengalami sedikit kesulitan


GREPPP


AGHHH


valera mencengkram erat lehernya, terlihat wanita itu kesulitan bernafas dan Valera menendang kuat perut wanita itu dengan emosi nya saat ini


BUGHHHHHH


BRAKKKKKK


valera mendatangi nya lagi dan kini wanita itu menghindar kala Valera mendatanginya dan justru ia mendekap erat tubuh Valera dan menekan luka di bagian perutnya membuat Valera merintih kesakitan,


" rasakan kau ! " desis wanita itu


BUGHHHHHH


valera membenturkan kepala bagian belakangnya kepada dahi wanita itu yang tepat berada dibelakangnya membuat wanita itu mengerang kesakitan dengan secepat kilat Valera menerjang wajah wanita itu hingga ia tersungkur kesamping dan mengeluarkan sedikit darahnya


Frazzes hanya bisa diam melihat pertarungan diantara kedua wanita yang menurutnya sangat memanjakan mata, saat Remigio dan Zizi hendak membantu sang lady lagi-lagi todongan senjata mengarah kepada mereka mau tak mau membuat Remigio dan Zizi mengalah untuk sesaat


" AGHHH aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku ini " geram wanita itu dan Valera terlihat tenang dalam bersikap justru ia terlihat tak perduli dengan amarah wanita yang tersungkur itu


BUGHHHHHH


wanita itu menendang kaki Valera saat Valera sedang merintih kesakitan karena luka yang dialami nya itu ditekan dengan sengaja


GREPPP


KRAKKKK


AGHHH


wanita itu berteriak frustasi saat tangannya dipatahkan oleh Valera erangan kuat sungguh terdengar memilukan dan justru membuat Valera menulikan telinganya


BUGHHHHHH


PLAKKK


valera menampar wajah menjijikan itu dengan sangat kuat hingga Valera menarik paksa tubuh yang mulai melemah itu dan nampak wajah nya terlihat pucat membuat Valera tertawa lucu

__ADS_1


DORR


__ADS_2