
Esme mengganti gaunnya dengan pakaian yang sudah tersedia disana ia berjalan dengan sangat angkuh melewati para tamu undangan sedangkan Audy menatap tak percaya kepada suaminya itu bahkan acara seperti ini ia pun tak mengetahui nya dan Romeo yang ditatap horor istrinya hanya menunduk saja
sedangkan Asyur hanya menikmati adegan selanjutnya walaupun ia tak begitu perduli tapi mengingat wajah Valera membuat ia semakin gencar untuk mencoba meraih wanita itu
" are you ready ? '' ucap Esme dengan senyum sinisnya dan para pemenang sebelumnya hanya mengangguk samar, mereka hanya berenam dan mampu menumbangkan kesepuluh pria pilihan.
Esme merentangkan otot-otot nya terlebih dahulu ya walaupun Esme seorang wanita tapi itu tak bisa diremehkan bahkan kemampuan Esme paling diakui di ORTAXS
keenam pria itu sudah bersiap dengan memasang kuda kuda nya begitupun dengan Esme,
" aku ingin kalian semua menyerangku ! " ucap Esme dengan penuh penekanan dan kemudia keenam pria itu langsung mengangguk patuh
" ready " ucap seorang pria paruh baya dengan penuh kharisma nya serta pakaian formal yang sangat rapi melekat di tubuhnya
dengan gerakan lincah mereka terus menyerang satu sama lain, begitupun dengan Esme ia melakukan gerakan lincah yang tak terduga.
Menyerang, mengelak, serta menargetkan titik tertentu seakan menjadi tujuan mereka disana Esme terlihat seperti seorang yang tak bisa terkalahkan, Valera hanya melihat semua itu dengan sangat tenang begitupun dengan Remigio bahkan Goerge yang melihat nya pun hanya datar tanpa ekspresi
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
AGHHH !!!
keenam pria itu tumbang dengan satu gerakan memutar yang dilakukan Esme,
riuh tepuk tangan terdengar menggema disana dan Esme tersenyum bangga hingga pandangannya tertuju pada Remigio dan Valera lalu senyum tersungging nya terbit di wajahnya
" bagaimana jika kekasih dari tuan Remigio yang akan bertanding melawanku selanjutnya " ucap Esme dengan senyum sinis nya Valera yang mendengar itu hanya diam saja, ia sudah memprediksikan hal seperti itu dan Remigio yang mendengarnya menatap tajam Esme seketika " ohh come on nona ini hanya sebuah hiburan semata, bukankah begitu tuan Remigio " smirk Esme dan Valera tersenyum tipis tapi tidak dengan Remigio justru ia dibuat geram dengan tingkah Esme
semua orang kini memandang Valera yang masih diam dengan tenang di tempatnya begitupun dengan Asyur yang melihat Valera demikian rupa
" bagaimana nona ? " tanya seorang wanita yang seumuran tak beda jauh dengan Esme dan dirinya, Valera menatap intens wanita itu
" baiklah, " ucap singkat Valera lalu berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti gaun dengan pakaian khusus nya
Remigio sudah menatap tajam Esme dan petinggi lainnya termasuk seorang paruh baya yang berada tak jauh dari tempatnya sedangkan Asnee menatap cemas kearah nonanya yang sudah menghilang dari pandangannya, suasana seketika menjadi hening kala Remigio sudah menatap tajam Esme walaupun Remigio yakin akan kekasihnya itu
hingga valera sudah muncul dengan pakaian khusus berwarna hitam yang melekat pas dalam tubuhnya, bahkan kini aura nya menjadi kental dan wajah cantiknya hanya menunjukan kedataran dan sedingin es
" apa kau sudah siap nona " tanya angkuh Esme menatap remeh Valera
" seperti yang kau lihat " ucap dingin Valera dan para tamu undangan yang hadir mendadak merasakan atmosfer ruangan nya berbeda bahkan Audy dan Romeo pun ikut terdiam dan jenis tentu saja pria itu menatap cemas Valera
Valera dan Esme mendengarkan protokol yang disampaikan seorang lelaki paruh baya dengan seksama hingga suara ready terdengar disana
" ready " ucap lelaki paruh baya itu dengan lantang
Esme seperti wanita yang haus darah dan kekuasaan dan tak ingin terkalahkan sedangkan Valera memasang kuda kudanya dengan wajah yang tenang tidak ada raut ketakutan dalam dirinya sedikitpun
Esme melangkah dan menyerang Valera lebih dulu, Valera menangkis dan menghalau kepalan tangan Esme yang berusaha ingin melukai tubuhnya Valera tersenyum sinis ketika ia merasa hawa nafsu yang lahir dalam diri lawan nya
sedangkan para tamu undangan hanya diam dan melihat kedua wanita tangguh itu yang sedang bertarung satu sama lain identitas Valera tidak semua orang yang tau jadi wajar jika ada tatapan meremehkan kepada Valera
__ADS_1
sedangkan Asyur tersenyum melihat wanita yang disukainya sedang melakukan gerakan gerakan yang menurutnya sensual sedangkan Remigio menatap nya dengan serius
Valera terus menghalau berbagai serangan mematikan yang dilakukan Esme terhadap dirinya
" inilah trik mu sungguh murahan " batin Valera
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
Valera membalas serangan Esme dengan sangat telak hingga melukai perut dan punggung hanya dengan gerakan memutar yang ringan sampai Esme merintih kesakitan tapi ia segara bangkit seketika
Esme menyerang Valera dengan sangat bernafsu, Esme merasakan pukulan Valera seperti memperlakukan dirinya
gerakan Esme kini sudah berbeda ia menggunakan teknik lain dan lebih berbahaya sedangkan Valera masih saja tenang dalam menyerang
Esme melayangkan pukulan ke arah wajah Valera tapi dengan sigap Valera menahannya lalu memelintirkan ke belakang tapi dengan mudah Esme melepaskannya hingga ia ingin menghajar Valera dengan pukulan samping tapi lagi lagi valera bisa lolos dari pukulan maut Esme, dan
BUGHHHHHH
BRUKKKK
Valera memukul nya hingga Esme membentur meja dengan sangat keras, Valera hanya tersenyum miring melihat nafsu yang sudah menguasai diri seorang Esme
" beraninya kau ! " marah Esme kepada Valera tapi Valera hanya acuh saja " aku akan menumbangkan mu sekarang juga " teriak Esme marah seketika Valera tertawa pelan dan para tamu undangan merasa ini bukan hiburan semata melainkan pertarungan yang sesungguhnya sedangkan Remigio hanya melihat nya dalam diam begitupun dengan Asnee
Valera menyerang Esme terlebih dahulu karena ia bosan menunggu Esme yang kurang fokus akhirnya memberi celah kepada Valera melalui kaki kanannya hingga Esme terjatuh sekali lagi
BRUKKKK
AGHHH !
" kau jangan pernah meremehkan ku,karena kemampuan mu tidak akan pernah sebanding dengan diriku ! " ucap Valera dengan penuh penekanan sehingga membuat Esme semakin meradang. Benar ! Esme saat ini sedang dikuasai oleh nafsu jadi ia hanya berfikir bagaimana cara untuk menumbangkan seorang Valera
" sialan kau " pekik Esme hingga kata umpatannya terdengar oleh para tamu undangan bahkan Remigio sudah geram tat kala Esme menghina calon istrinya, bahkan Remigio menatap tajam Romeo tapi Romeo hanya menggeleng pelan
BUGHHHHHH
ughhh
Esme memukul Valera dari arah belakang ketika Valera hendak menuju Remigio dan memutuskan untuk berakhir tapi siapa disangka justru Esme menggunakan cara seperti itu, Remigio terkejut ketika melihat kekasihnya mendapat pukulan seperti itu
" Esme !! " pekik Remigio geram tapi Esme tak mempedulikannya ia terlihat beringas untuk menyerang Valera dengan segera.
" cihhh, cara mu sungguh murahan " desis Valera mencibir Esme
Esme menyerang lagi Valera tapi dengan sigap Valera berontak dan sekarang ia tak segan untuk membalasnya, Valera tersenyum sinis dan jiwa iblis nya seketika bangkit begitu saja, Kau salah Esme Valera tak selemah itu,
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
BRAKKKKKK
AGHHH !
__ADS_1
Valera kali ini memukul dengan sungguh sungguh hingga Esme jatuh tersentak ke sisi kiri dan mengeluarkan darah dari mulut nya
" uhukkk " Esme menatap nyalang kepada valera sepertinya ini tak cukup untuk seorang Esme
" hentikan ! '' pekik Remigio tajam dan seketika Valera menoleh ke arah remigio lalu berjalan mendekatinya
" Remi " ucap Valera
" kau tak apa ? apakah ini sakit ? " tanya Remigio panik dan Valera hanya menggeleng pelan lalu Remigio membawa Valera untuk menjauh, Esme yang melihat itu langsung kehilangan kontrol matanya sangat jelas menahan amarah lalu ia berjalan dengan cepat sembari memegang sebuah belati di tangannya George yang melihat pergerakan itu dengan spontan berteriak
" mami, di belakang mu " teriak bocah kecil itu hingga seluruh ruangan memekik kaget dan Valera segera mendorong tubuh Remigio untuk menjauh dan
SRETTTT
belati milih Esme menyayat bagian perut Valera dengan sempurna saat Valera berbalik untung saja tidak tertancap hanya tersayat.
Valera yang melihat itu langsung beringas jiwa iblis nya seakan aktif untuk membunuh matanya sangat tajam dan jelas memancarkan aura yang kelam, jiwa kepemimpinan nya yang hitam seakan memuncak untuk segera menghabisi siapa saja yang berulah
" sweatheart, " panik Remigio bahkan semua orang pun panik ketika melihat belati milik Esme menetes kan sebuah darah yang artinya Valera terluka, Asnee langsung panik dengan keadaan nona nya bahkan Asyur pun sampai tak bisa bernafas ketika melihat itu
" mamih " pekik George yang melihat Valera bagaikan bukan dirinya
" kau ! kau yang memulai maka mari kita bermain " smirk Valera mengerikan bahkan Esme bisa merasakan hal mengerikan dari dalam diri Valera sedangkan Remigio ia segera mendekat Valera dan mendekap tubuhnya
" sweatheart, " panik Remigio bahkan dirinya tidak tahu bahwa Valera Sudah berubah menjadi iblis mematikan hingga Remigio menatap mata Valera yang lain " jangan sweatheart, aku akan menangani dia nanti ! sekarang mari kita obati luka mu, kau berdarah " ucap remigio lembut sungguh Remigio pun takut jika Valera berbuat nekat
" lepaskan Remigio ! " ucap Valera dengan penuh penekanan dan Remigio menggeleng cepat " lepaskan sekarang juga " pekik Valera dengan penuh amarah " seketika Remigio tersentak
" tidak ! aku bilang tidak valera, jangan disini " ucap remigio sedikit menyentak tapi di pendengaran Valera Remigio membentak dirinya, valera hanya diam dan menatap tajam Remigio serta Esme yang berada di belakangnya
BUGHHHHHH
valera memukul Remigio dengan gerakan tiba tiba hingga Remigio tersungkur bahkan para tamu undangan di buat tak bisa berkata, Audy dan Romeo sampai terkejut dengan kejadian yang tak terduga seperti ini, kenov dan yang lainnya terperanjat kaget
valera semakin mendekat dan Esme tentu saja dia gemetar tak akan mengira dengan Valera yang auranya sudah berubah bagaikan iblis
Asnee panik saat valera sudah mulai mendekat targetnya bahkan para sahabat Remigio pun ikut bingung mereka ingin membantu tapi ini sudah seperti sebuah tradisi dari ORTAXS, tapi yang dilakukan Esme memang lah salah bahkan para tetua ORTAXS yang melihat kejadian itu hanya diam dalam tenang
BUGHHHHHH
BRUKKKK
valera menendang Esme dengan sangat kuat hingga ia punggung nya membentur meja, Valera menatap Esme tajam dengan nafas menderu lalu ia mengeluarkan sebuah belati kecil dibalik baju nya tanpa orang ketahui
Esme yang melihat itu langsung panik dan tak bisa berkata apa pun seluruh tubuhnya gemetar tiada henti bahkan untuk berbicara pun sangat susah,
" jika begitu aku akan melakukan hal yang sama dengan mu " seringai Valera saat ia akan menyayat Esme seperti yang dilakukan olehnya tiba tiba tangan Remigio menghadang nya
GREPPP
Valera tersentak karena tangannya dicekal begitu erat oleh Remigio kini valera menatap tajam pada Remigio, apa maksudnya ini ? Valera benar benar marah dengan siapa orang yang menghalanginya
" tidak valera, kau jangan gegabah ! ini tidak akan baik, aku akan menangani dia dengan segera dan sekarang ikut aku untuk mengobati luka mu " tekan Remigio dengan tatapan yang tak kalah tajam ia tidak akan membiarkan Valera dalam masalah dengan anggotanya kelak.
Valera yang sudah di kuasai oleh amarah hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan Remigio yang terkesan membela, Valera menghempaskan tangan Remigio kasar lalu
__ADS_1
" jangan pernah menghalangiku Remi ! dan kau ku pastikan kau menjadi target ku selanjutnya, kau bermain dengan orang yang salah Esme maka terima hadiah yang akan ku berikan nanti padamu " tekan Valera dengan dingin dan datar tapi auranya tak bisa mengubah nya bahkan Remigio yang mendengar ancaman kekasihnya pun dibuat merinding seorang Valera tidak akan pernah main main, Remigio menatap tajam Esme ada kilatan marah dalam tatapannya
Valera meninggalkan tempat itu dengan George dan Asnee tanpa perduli orang yang meneriaki namanya bahkan Valera tak perduli dengan Remigio yang berusaha untuk menahannya justru Valera semakin kesal dan akhirnya mendorong Remigio dengan kasar tapi Remigio tetap berusaha mencegah Valera untuk tak pergi, semua tamu undangan hanya diam tak mau ikut campur mengingat mereka pun tau siapa sosok Remigio