
semuanya masih larut dalam pikirannya bahkan nyonya Gracelina menatap Valera tak percaya dan Remigio hanya diam sambil memperhatikan satu persatu wajah keterkejutan itu.
Valera merogoh ponselnya dibalik gaunnya lalu ia mengetikan sesuatu dan mengirim pesan itu ke seseorang, tak lama suara wanita yang tertawa terdengar menggelegar dai ruang jamuan itu
hingga orang menatap heran kepada Esme untuk apa ia tertawa sampai sekeras ini
" apa buktinya ? bukankah itu semua perlu bukti ?" ucap Esme dengan penuh penekanan dan kini semua orang mengangguk setuju dengan perkataan Esme, sudah Valera duga bahwa wanita itu membutuhkan bukti
untung saja di ruangan ini terdapat layar monitor besar yang lengkap dengan seperangkat komputer komputer canggih disana
" bukti ? ya benar kita butuh bukti !" ucap nyonya Gracelina dengan wajah serius, seketika membuat Valera tertawa sarkas ia meruntuki kebodohan para jajaran kekasihnya ini
" Remi, boleh aku menggunakan alat itu, mereka menginginkan bukti nyata " ucap manja Valera kepada Remigio
" tentu saja sweatheart, lakukan lah " ucap mesra Remigio membuat Esme semakin memanas tak karuan
Valera berjalan menuju sebuah komputer semua orang menatap dirinya dengan seksama, bahkan Esme pun menatap Valera dengan tatapan yang tajam dan Remigio hanya bersikap tenang dengan meminum wine miliknya
Valera menyalakan komputer itu lalu ia membuka situs yang akan masuk ke dalam jaringan king keseluruhan markas melalui kode rahasia, jari jari nya sangat lincah semua orang menatap penuh menyelidik ke arah Valera dan tak lama menyala lah layar monitor itu dengan beberapa titik yang mulai menampilkan layar lain dan seketika semua mata terbelalak tak percaya dimana layar itu menampilkan banyak sekali sosok sosok asing dengan logo khas dari king bagaimana mungkin ? semua orang pasti sudah tau dengan para petinggi king sebagian dari anggota ORTAXS pun ada yang mengetahui wajah dari para petinggi itu seperti Dave dan keempat predator, tapi untuk sang lady mereka sangat sulit mengetahuinya
" lady " ucap mereka serempak dan menunduk hormat kepada Valera dan Valera hanya tersenyum tipis bahkan Remigio pun hanya tersenyum menyaksikan keterkejutan dari anggota nya yang sudah menganggap remeh kekasihnya
" bagaimana apa ini cukup membuktikan perkataan ku " ucap sinis Valera menatap orang orang yang di sekelilingnya dengan sangat tajam " sontak semua orang gugup seketika bahkan Esme terdiam tak berbicara siapa yang tak tahu mafia legendaris pada jaman nya dan mereka pun tahu pemimpin sebelum nya Marcell Harson mafia itu rajanya para mafia bahkan kekejaman nya pun sangat mengerikan dan kekuasaan nya pun tersebar luas di dataran Eropa
" ada apa lady, apakah ada sesuatu yang terjadi " ucap Zimba dengan sorot mata yang sangat tajam bahkan Remigio hanya tersenyum saja
" bukan hal besar Zimba, mereka hanya ingin mengenal kalian " ucap tenang Valera tapi Zimba tak percaya ia tahu akan arti dari perkataan lady nya
" baiklah lady katakan pada kami jika terjadi sesuatu kami akan menyelesaikan sampai tuntas tak tersisa " ucap Edgar tegas dan terkesan sedikit kejam dari nada bicaranya membuat orang orang menatap gugup
" baiklah, cukup sampai disini " ucap valera dan mereka pun menunduk sopan dan hormat lalu sambungan itu terputus, Valera membalikan badannya lalu tersenyum tipis dan menatap tajam wanita yang bernama Esme
" bagaimana nona, bukti apa lagi yang harus ku tunjukan tapi aku yakin kau akan terkejut ketika melihat bukti ku selanjutnya " sinis Valera lalu berjalan mendekat ke arah remigio
" jangan sombong ! " desis Esme yang masih saja terus membuat masalah
" sombong ? apa aku tidak salah dengar ? ckk ternyata kau wanita yang tidak mengingat akan sesuatu hal yang kau ucapkan, kau lah yang terlebih dahulu memancingku dan kau juga membanggakan dirimu sendiri nona, kau jangan lupa akan hal itu " tajam Valera menatap Esme
" hentikan Esme kau sudah jelawat batas, dia kekasihku seharusnya kau menghargai nya " pekik Remigio membuka suara membuat Esme menatap Remigio dengan datar
" jaga sikapmu esme, sikapmu sungguh tak ada etika " ucap akayama dengan sinis hingga membuat Esme menatap tajam Valera karena merasa di permalukan
" aku menantang mu ! " pekik Esme lantang sontak membuat semua lemah terkejut akan perkataan bermain Esme
" menantang ku ? dengan cara seperti apa ?" tangan Valera tenang
__ADS_1
" bertarung dengan tangan kosong ! " lantang Esme membuat Valera tersenyum tipis, ya Esme Berani menantang Valera karena ilmu beladiri yang pun tak kalah tinggi
" tunggu ! untuk apa aku bertarung dengan mu ? apa ada masalah lain nona ? " ucap santai Valera dan melirik Esme dengan datar
" ya kau benar Vale ! untuk apa dia menantang mu ? apakah ia mempunyai masalah pribadi dengan mu ?" tanya kenov bersuara kini semua orang menatap heran ke arah Esme kini Esme menjadi tatapan penuh tanya akan sikapnya yang berani menantang Valera sang kekasih penguasa ORTAXS
" kau tidak usah berbelit dengan menantang ku bertarung, cukup kau katakan jika kau mencintai kekasihku, calon suami ku, calon seorang Valera Harson sang penguasa king bahkan ratunya para mafia " ucap Valera dengan penuh penekanan " aku tidak perduli jika saat ini aku sedang di markas ORTAXS itu tak membuatku takut jaga lah sikap dan perkataan mu nona aku bisa saja menghancurkan mu dengan tangan ku sendiri " ucap Valera santai dan kembali duduk di samping Remigio semua orang kini menatap Valera pantas saja aura kepemimpinan nya terpancar ternyata dia seorang lady
Esme yang mendengar perkataan Valera menatap tajam ke arahnya bahkan ia meremas kuat gaunnya sorot mata nya tak lepas dari Valera dan Remigio
" lanjutkan acaranya " ucapan Remigio mutlak dan kini mereka melanjutkan acaranya dan sejenak suasana menjadi hening dan damai walaupun Valera terus mengawasi Esme karena ia merasa bahwa dirinya akan menjadi rival
****
" sedang dimana lady tadi, mengapa banyak orang di sekitarnya bahkan seperti acara jamuan " gumam Hugo. Ya setelah Valera melakukan panggilan massal mereka berbondong-bondong mendatangi markas utama.
" Entahlah aku pun tak mengerti tapi aku yakin mungkin terjadi sesuatu hal disana, dan tadi aku melihat tuan Remigio " ucap Dave dan semua orang pun mengangguk semuanya masih larut dalam fikirannya tak biasanya sang lady seperti ini " oh ya Thomas bagaimana dengan kondisi Peter " tanya Dave lagi menatap Thomas
" sudah lebih baik dari sebelumnya Ornaf pun sudah menyuntikan sesuatu cairan ke dalam tubuhnya hingga beberapa kali " jelas Thomas dan Dave hanya mengangguk pelan hingga zumba bertanya seperti orang tak paham
" memang nya apa yang terjadi dengan nya ? " tanya zumba lagi
" dia pemakaian narkoba aktif, " ucap Dave singkat dan padat membuat Zumba dan lainnya ber oh ria hingga suara ponsel Dave berdering dengan keras dan tertera nama Asnee disangka membuat Dave mengeryit kan dahi
" Hallo ada apa Asnee " ucap Dave santai tapi wajahnya seketika berubah menjadi tegang kala mendengar bunyi suara senjata api yang menggema disana
" apa !! kau dimana sekarang ? aktifkan GPS dalam mobil mu aku akan kesana bersama yang lainnya " ucap Dave panik
" ya baiklah, aku sudah aktifkan GPS nya dan aku tak tahu akan kemana, sebisa mungkin aku harus lolos dari kejaran mereka ! dua buah mobil ! mereka dua buah mobil Dave cepat susul kami " pekik Asnee yang memutuskan sambungan telepon nya deagn Dave
Dave menjadi pasangan panik seketika, semua orang menatap Dave dengan bingung
" Thomas kau ikut aku, Asnee dan George dalam bahaya kau cepat perintahkan sepuluh anak buahmu untuk ikut serta " ucap Dave tegas dan Thomas dengan sigap segera melaksanakan
" apa yang terjadi " tanya Hugo bingung
" sepertinya ada yang ingin bermain main dengan kita, Hugo aku titip markas padamu dan yang lainnya aku takut ini sebuah jebakan " ucap Dave dan Hugo mengangguk mengerti lalu Dave berlari untuk bersiap siap dan Thomas sudah membawa sepuluh anak buah king terlatih dengan persenjataan lengkap
mereka menggunakan tiga buah mobil berbeda dan mengaktifkan sesuatu sangat terhubung dengan Asnee dan mereka bisa melihat titik merah keberadaan Asnee dari layar tablet mobilnya
Dave dan Thomas memakai mobil yang berbeda mereka mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh
**
disisi lain Asnee Mencoba menghindar dari peluru yang memberondongnya George tampak ketakutan dan meringkuk kan tubuh kecilnya di pojok dengan kepala yang menunduk
__ADS_1
DORRRR
suara tembakan itu terdengar lagi membuat Asnee sedikit kewalahan dan George semakin menangis karena ketakutan membuat fokus Asnee buyar seketika
" George jangan takut, kau seorang lelaki kau jangan takut ada paman disini, paman yang akan melindungi mu ! " ucap Asnee dengan lembut dan sedikit tegas membuat George menoleh seketika lalu Asnee melirik dan tersenyum
DORRRR
lagi lagi mereka di berondong peluru yang tak henti hentinya, untung aja Asnee cukup mahir dalam mengemudi, ia mencoba melihat layar tablet pada dashboard mobilnya untuk melihat Dave dan yang lainnya mereka masih jauh dari tempat Asnee saat ini. Lalu Asnee menghidupkan alat penghubung ke dalam mobil anak buah king yang mengikutinya
" kalian lama sekali mereka semakin memberondong mobil ku, aku takut meledak " ucap Asnee panik
" bertahan lah kami mencoba untuk melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi " ucap Thomas tergesa gesa
DORRRRR DORRRR
PRAKKKK
suar kaca mobil hampir saja pecah, membuat Asnee semakin berdegup kencang ia sangat ingin membalas mereka tapi ia tidak bisa karena dirinya sibuk mengemudi sedangkan George masih kecil dan tidak mengetahui akan senjata
" Goerge tetap merunduk jangan bergerak sedikitpun, kencangkan sabuk pengaman mu " ucap Asnee dan George menggangguk patuh
Asnee membelok kan mobilnya ke kiri, untuk mengecoh lawan dan kini dirinya semakin dekat dengan permukaan penduduk ia yakin merek tidak akan menembak asal di kawasan warga sipil
" kami sudah dekat Asnee, kau bersiap dan tetap fokus pada setir kemudi mu biar kami yang menembak mereka " ucap Dave lantang
Tut Tut Tut Tut
suara alrm dalam mobil sudah berbunyi pertanda bahwa mobil dalam keadaan buruk, jantung Asnee berdegup kencang seketika, lalu ia melirik George yang masih meringkuk bagaimana tidak berbunyi karena sedari tadi mereka di berondong peluru peluru musuh ''
" bagaimana ini, kalian cepatlah mobil ini sudah mengeluarkan suara peringatan hanya tiga puluh menit ingat tiga puluh menit " ucap Asnee mengulang dan penuh penekan, dan seketika
DODODORR
Thomas menembak mobil lawan dengan ganas dan lihai
DODODODOR
kini giliran angka buah king yang lainnya menembak kan peluru mereka, Asnee sedikit lega akan kedatangan para temannya lalu ia melihat ke layar tablet yang memberi peringatan dengan waktu yang tertera jelas
" George buka sabuk pengaman mu sekarang !" ucap Asnee dan George pun menurut " pindah ke sini di depan dengan paman " pemerintah Asnee dan George pun lagi lagi menurut ia melajukan mobilnya ke sebuah pinggiran yang terdapat rumput agar dirinya dan Goerge bisa keluar
tinggal beberapa menit lagi mungkin mobil ini akan meledak Asnee mengemudikan mobilnya dengan cepat, untung di depan ada sebuah gundukan tanah jadi kemungkinan Asnee akan membawa George melompat bersama nya
Thomas masih saja memberikan peluru peluru nya ke arah mobil lawan begitupun dengan yang lainnya mereka saling balas membalas hingga akhir nya
__ADS_1
BRUKKKK