Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
*312


__ADS_3

empat Hari berlalu Valera berada di India ia belum melakukan pergerakan apapun karena masih memantau titik lokasi Utera yang baru saja dikirimkan oleh orang-orang milik Remigio, Valera akui jika mereka cukup bisa diandalkan dan sedikit licik.


Garvish rupanya menawan Lokanne dan menjadikan ia wanita yang menemani ranjangnya, Lokanne awalnya berontak dan terus memaki tapi saat sebuah belati milik Garvish melukai dirinya akhirnya ia memilih menurut dan tak mau memberontak karena percuma ia seorang diri tak ada yang membantu.


Disebuah mansion, Utera memikirkan caranya bagaimana agar bisa bertemu dengan Lokanne, ia tak tau jika saat ini sang adik menjadi tawanan tuan iblis berwajah tampan.


mansion tersembunyi milik Utera itu kini dipenuhi oleh anak buah miliknya, saat kedatangan nya beberapa hari yang lalu mereka menaruh curiga pada sang pemimpin yang datang dengan wajah tak terduga bahkan tanpa pengawalan sedikit pun.


hilang sudah rencana yang ingin mengusik Valera dan yang lainnya, kini masalah lain datang, orang yang menyerang mansion sang adik belum diketahui dan kini Lokanne tidak ada kabar sedikitpun sejak kejadian di rumah pondok kala itu.


" sial !! siapa yang berani bermain-main denganku " pekik Utera geram dan marah karena beberapa hari ini disibukkan untuk mencari Lokanne dengan para anak buahnya yang lain.


seharusnya Lokanne sudah tiba di tempat ini beberapa hari yang lalu, tapi hingga sekarang ia belum kembali dan Utera sangat jelas mencemaskan nya.


" nona. Maaf aku hanya ingin memberi suatu informasi yang sangat penting. Bahwa seseorang sedang memantau keadaan bangunan ini, apa mereka musuh atau bagaimana ? " ucap salah satu lelaki berpakaian pakaian tempur yang cukup simpel.


Utera membelalakan matanya seketika, memantau ? mengintai ? manik coklatnya menajam dengan tegas lagi-lagi pihak lain ingin berurusan dengan seorang Utera.


" blokir mereka semua. Jika perlu bunuh saja " ucap Utera bengis dan lelaki itu mengangguk patuh, Utera mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga ia berteriak lantang dan memecahkan barang-barang yang bisa dijangkau oleh dirinya.


Utera menuju ruang kendali untuk memantau keadaan yang tersedia, bahkan ia sengaja menghidupkan sinyal satelit miliknya sendiri untuk mengetahui siapa orang yang sedang mengincarnya.


mata Utera menyipit kala melihat sinyal milik Alland, Ya Alland tentu saja ia mempunyai itu semua karena Alland pernah menjadi tawanan nya dahulu, sebelum ia kabur dari jeratan tangan Utera.


" Jadi mereka !! Dasar wanita sialan. Rupanya kau sedang mencari keberadaan ku," ucap Utera tersenyum sinis menampilkan seringai maut miliknya. " carilah sepuas kalian. Kali ini kita akan bermain-main " smirk nya lagi lalu menutup akses miliknya sendiri, dan Utera segera pergi meninggalkan ruangan itu dengan wajah datar dan dinginnya.


******


Disisi lain seorang wanita sedang terbaring lemas dihadapan seorang lelaki berwajah dingin, kepulan asap rokok menyeruak dari ruangan itu.


Garvish merebahkan tubuhnya dengan santai dan menatap Lokanne dengan tatapan biasa dengan tersenyum simpul menyeringai, Lokanne menatap tajam pada lelaki misterius itu.


" brengsek kau !! bajingan " teriak Lokanne akhirnya bersuara, tubuhnya sudah lelah karena Garvish secara terus menerus menyiksa tubuhnya hingga kelelahan.


Garvish terkekeh dan menikmati waktunya dengan santai, tubuhnya masih terlihat berkeringat karena sudah melakukan kegiatan panasnya bersama dengan wanita keturunan India itu.


Lokanne bangkit dan segera memungut pakaiannya yang berserakan di lantai begitu saja, sorot matanya tajam menatap Garvish yang duduk dengan tersenyum polos tanpa dosa.


Garvish mendapatkan kabar jika Remigio ingin bertemu dengannya sekaligus ingin bertemu dengan Lokanne yang telah berani lancang mengirim anak buah nya hanya untuk menculik putri kesayangannya.


" Bagaimana jika kita bermain lagi " sinis Garvish masuk tanpa permisi, hingga membuat Lokanne menjerit terkejut karena ia sedang melakukan ritual mandinya.


Garvish terkekeh akan sikap Lokanne saat ini, sejenak ia memandangi wajah Lokanne dari atas hingga bawah, wajah nya tak mirip dengan Utera tapi mereka kakak beradik.


rambut panjang nya yang sedikit bergelombang, dengan kulit berwarna coklat eksotis serta mata yang tajam dengan bibir yang sensual, sejenak Garvish menyunggingkan senyumannya.


" Keluar kau bajingan !! " pekik Lokanne berusaha menutupi tubuhnya saat ini.


PLAKKK

__ADS_1


Garvish mendekat dengan cepat dan melabuhkan sebuah tamparan yang cukup keras hingga wanita itu memalingkan wajahnya dengan tegas.


Garvish menjambak rambut Lokanne dengan keras hingga wajah merah padam itu dengan mata yang tajam menyorot Garvish dengan tatapan benci.


" Kau terlalu banyak bicara. Kau sekarang berani bersuara lantang didepan ku " tekan Garvish dan Lokanne mencengkram tangan Garvish hingga kuku-kuku nya menancap sempurna di lengan kekar itu.


Garvish tersenyum saat melihat amarah terpendam dari wanita yang menjadi tawanan nya kini, Garvish tanpa aba-aba menyerang bibir Lokanne dengan buas hingga rahang wanita itu di cengkram erat oleh Garvish.


" emmpphh " erang Lokanne dengan menerjang Garvish hingga tubuh lelaki itu sedikit terjungkal kearah belakang.


BUGHHHHHH


" Kau !! '' geram Garvish lalu ia menarik Lokanne keluar dan membantingnya diatas kasur dengan kasar, tubuh wanita itu seketika terkungkung dengan kekar nya tubuh Garvish. Lokanne berotak dan terus berontak saat benda asing ingin menerobos masuk kedalam lubang hangat miliknya.


PLAKKK


'' sebaiknya kau diam. Dasar ****** !! " bentak Garvish dengan mencekik leher Lokanne hingga manik wanita itu membelalak lebar dengan nafas yang mulai tersengal.


Garvish melakukan kegiatan panasnya dengan kasar hingga tubuh nya terhentak begitu keras tanpa lembut sedikitpun. Lokanne menjerit dan merintih secara bersamaan tapi hal itu membuat Garvish merasa terbuai dan bersemangat.


" lepaskan bajingan !! '' pekik Lokanne hingga ia menerjang tubuh Garvish dengan mudah.


BUGHHHHHH


Garvish terjengkang menegang dadanya yang baru saja di tendang oleh Lokanne, Garvish menggeram dan ingin sekali menghajar wanita itu dengan puas.


GREPPP


lagi-lagi tubuh Lokanne terkunci dengan dekapan Garvish, tangan kekar itu memukul dua bongkahan sintal hingga Lokanne meringis tertahan. Tak mau kalah Lokanne menjambak rambut Garvish hingga wajah lelaki itu memerah menahan gairah dengan bersamaan benda pusaka itu masuk ke lembah nya.


Bibir Lokanne terbuka saat Garvish memasukan miliknya dengan keras dan kasar, tubuhnya terguncang hebat tak karuan dengan nafas yang tersengal dan memburu.


" Kau sungguh munafik Lokanne. Kau menikmatinya bukan ? " ucap Garvish berbisik tepat ditelinga Lokanne.


" dalam mimpimu !! " ucap Lokanne dengan mendorong kuat pinggulnya hingga Garvish mengerang tak karuan dengan mata terpejam.


jika kau bisa menyiksaku. Maka aku pun bisa menyiksa mu. Batin Lokanne


Lokanne terus melakukan hal itu hingga keringat membanjiri dahi dan tubuhnya, Garvish seketika pasrah saat Lokanne menegang kendali permainan menyenangkan ini.


" ahhhh " erang Lokanne dan Garvish secara bersamaan saat gelombang itu muncul dengan dahsyat dan deras.


BRAKKKKKK


pintu ruangan terbuka hingga membuat keduanya terkejut bukan main, sosok lelaki tegap sempurna dengan manik hitamnya menyorot tajam pada dua insan yang sedang mengatur nafasnya secara perlahan.


Lokanne segera bangkit dan menarik selimutnya dengan cepat, sedangkan Garvish bangkit dengan senyum penuh kepuasan.


" Aku sudah menunggumu sepuluh menit dan rupanya kau sedang bersenang-senang " datar lelaki itu lagi.

__ADS_1


" ayolah prince akupun butuh asupan nutrisi, sayang jika dibuang begitu saja " kekeh Garvish dan Remigio yang berubah menjadi sosok prince menatap tajam pada wanita yang sedang bergelung dengan selimut tebalnya.


sorot manik keduanya menatap dengan tajam secara bersama-sama, Lokanne memicingkan matanya sesaat saat menatap wajah yang tak asing itu.


" Aku menunggu diluar, jangan buat aku dan istriku menunggu lama " ucap Remigio dan Garvish mengangguk saja.


Lokanne memasang wajah bingung sekaligus penasarannya, lelaki tadi sepertinya tak asing tapi entah dimana ia melihatnya dirinya pun lupa.


Garvish menoleh dan menghidupkan sebatang rokok mahal miliknya, nafasnya terlihat teratur dan kini menatap tajam kembali pada Lokanne.


" bersihkan tubuhmu, dan ikut aku. Seseorang ingin bertemu dengan mu " tegas Garvish dan Lokanne diam saja mengacuhkan perkataan Garvish. " jangan main-main denganku, walaupun kita melakukan hubungan itu bukan berarti kau bisa mengendalikan ku, aku bisa membaca pikiranmu itu dan satu lagi jangan berfikir untuk kabur dari mansion ini karena itu semua tak akan membuat dirimu selamat, sekelilingnya terpasang banyak jebakan termasuk ular berbisa '' bengis Garvish dan Lokanne menatap tajam pada punggung pria kejar tersebut, nafasnya naik turun menahan emosi.


" persetan dengan semuanya !! " teriak Lokanne lalu berlalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya kembali setelah ia melakukan kegiatan panas tersebut.


Di sebuah ruangan.


Valera mengembuskan nafasnya karena ia sudah menunggu sekitar dua puluh menit, Dave memilih memainkan ponselnya sembari memantau pekerjaan nya yang ia tinggalkan memalui ponsel canggih miliknya itu.


Tak lama pintu ruangan itu terbuka, Garvish menyeret tangan wanita itu dengan kasar dan Valera memperhatikan dengan teliti wajah wanita yang bernama Lokanne itu, Dave pun melakukan hal yang sama.


" rupanya lelaki ini adalah orang-orang mu " sinis Lokanne menatap tajam kearah Valera.


" Kau mengenalku ? " Picing Valera dan Lokanne tersenyum tipis sembari terkekeh.


" Tentu saja " sakitnya dengan tegas dan Valera hanya mengangguk saja. " siapa yang tak kenal dengan dirimu itu, wanita yang telah merebut apa yang seharusnya menjadi milik orang lain " ucapnya dengan tersenyum menyeringai dan Valera diam saja bersikap acuh.


" Hmmm begitukah " ucap Valera terkekeh kembali dan Lokanne maupun semua orang hanya diam memperhatikan. " merebut ? apa yang aku rebut nona ? " polos Valera mengerjap-ngerjapkan matanya dengan pelan.


" jangan berpura-pura tidak tau. Lamora !! harusnya itu menjadi milik Utera dan juga diriku karena kami adiknya dan kau hanya orang luar " tajam Lokanne dan Valera tertawa renyah seperti sedang mencemooh kebodohan wanita yang sedang berbicara padanya itu.


" kalian hanya adik tirinya, mengenai itu kau tak perlu bertanya dan berasumsi jika aku yang merebutnya. Pemimpin terdahulu cukup tau apa yang telah dilakukannya karena itu semua ia tak ingin melihat Lamora hancur ditangan orang yang salah " desis Valera tak kalah tajam hingga Lokanne menyipitkan matanya dengan pandangan yang terkunci hanya pada Valera seorang.


valera acuh dan menampilkan senyum penuh misterinya hingga membuat tangan wanita itu terkepal sempurna.


BRAKKKKKK


" Kau.. " geram Lokanne dan Valera semakin menatap tajam pada sosok itu, Remigio hanya melihat wanita itu sekilas lalu berusaha menenangkan istrinya saat ini " Seharusnya Utera berhasil membunuhmu " pekiknya lagi hingga.


PLAKKK


" Dia yang akan mati ditangan ku. Jangan terlalu percaya diri dengan kata-kata mu Lokanne. Kau pun sama gilanya dengan Utera mengirim anak buah mu untuk menculik putriku demi tujuan kalian. Benar-benar sakit jiwa " desis Valera tajam hingga sorot matanya penuh dengan kemarahan. " Kau '' tunjuk Valera pada Garvish dan lelaki itu menelan ludahnya kasar saat Valera menunjuknya. '' jangan biarkan ia kabur, Tawan dia bukan kah itu akan menyenangkan untuk mu ? dan aku lihat kau pun menikmatinya Lokanne " Smirk Valera dengan tipis Garvish mengangguk saja dan Remigio hanya tersenyum sedangkan Dave hanya diam menyimak keadaan yang terjadi.


" Kau akan menyesal jika Utera sudah menemukan aku ditempat terkutuk ini, kau Dan kalian semua akan mati ditangannya " pekiknya lagi marah hingga, rambut panjang Lokanne dijambak dari arah belakang oleh Garvish, Valera memicingkan matanya sesaat begitupun dengan Remigio.


" sudah ku bilang jaga batasan mu nona, sepertinya ancaman ku tak mempan untuk mu. Aku akan menghukum mu malam ini '' bisik Garvish ditelinga Lokanne hingga nafas nya terlihat memburu dan menatap semua orang dengan tajam.


Remigio menatap datar wanita yang bernama Lokanne itu, rasanya ia ingin sekali mengeksekusi orang yang telah mengirim mata-mata untuk menculik putrinya, tapi tidak. Sebaiknya dia bermain-main terlebih dahulu sebelum bertemu dengan sosok Utera.


Sial. Aku terjebak diantara orang-orang tak waras ini, ahhhh ini semua gara-gara Utera. Batin Lokanne.

__ADS_1


__ADS_2