Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Mempersiapkan diri


__ADS_3

Peter di bawa oleh anak buah king ke dalam markas. Sebelumnya itu ia telah digeledah oleh Dave, dan ia hanya menemukan sebuah ponsel milik Peter yang terletak di dalam saku jas. Luka tembak yang terdapat di bahu nya sudah di obati oleh tim medis king terlebih dahulu, sekarang ia sudah menjadi tawanan King tak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya


saat Peter dibawa masuk kedalam ruang tahanan, para tawanan yang sudah berada di dalam sana mendadak melihat ke arah Peter bahkan Ben yang sudah lemah tak berdaya menyempatkan matanya untuk melihat siapa lagi yang menjadi tawanan seperti dirinya.


Valera yang sudah melihat rekaman CCTV saat acara berlangsung sangat marah ketika seorang pria mencoba untuk mencelakai ayahnya, musuhnya semakin banyak dan semakin menampakan wajahnya.


satu Minggu setelah acara tahunan dari perusahaan harson, kini para sahabat Remigio serta paman,bibi dan juga Gloria sudah pulang ke negara nya masing masing.


vyan dan Remigio bertepatan sedang menjalankan perjalanan bisnis nya untuk perkembangan hotel yang sedang di bangun.


Valera semakin menyibukkan dirinya untuk mencari para musuh yang tersembunyi.


Hari ini Lucas menghubungi Valera karena Diego ingin bertemu untuk membicarakan sesuatu hal yang amat penting, tentu saja Valera menyetujui pertemuannya dengan Diego, di salah satu restoran milik Diego yang saat ini sudah ia rintis.


" langsung To the point saja Diego, ada berita penting apa sehingga kau ingin bertemu dengan ku " ucap Valera datar senantiasa menatap ke arah Diego dan Lucas yang duduk dihadapannya, Diego terlihat sedang menikmati kopinya ia begitu sangat tenang membuat Valera menaikan satu alisnya


" baiklah, kau tahu aku selalu dalam pengawasan anak buah Ben, mungkin di luar restoran ini pun mereka ada. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa para anak buah Ben yang berada di Hongkong sudah mulai mencari keberadaan Ben di negara ini, Ingat satu hal Valera mereka sangat pintar memanipulasi, bahkan mereka sangat licik " ucap Diego dengan wajah yang serius, Valera sangat heran maksud dari Diego memberi tahu semua ini kepada nya


" apa alasan mu memberitahuku tentang hak ini " tanya Valera yang masih saja datar tanpa ekspresi


" Aku hanya memberitahumu saja " ucap Diego lagi sambil menyeruput kopinya


" apa kau sudah mengetahui bahwa Ben adalah musuh dalam selimut mu " ucap Valera mengerutkan dahinya sambil melipat tangannya kedepan. Diego sesaat terdiam lalu menatap Valera kembali senyum tipis tersungging dari bibirnya.


" kurang lebih seperti itulah, " ucap Diego dengan menatap lekat lekat wajah Valera


" lalu darimana kau tahu bahwa anak buah Ben sudah mulai bergerak " ucap Valera bertanya kembali, tapi Diego malah memutar bola matanya seakan akan ada yang salah dalam dirinya. Lucas yang berada di samping Diego pun hanya tersenyum tipis


" sudahlah, aku hanya memberi tahu mu sesuatu yang penting. Tidakkah kau berterimakasih padaku " ucap Diego dengan sinis nya membuat Valera mendengus kesal


" ya baiklah terimakasih " ucap Valera dengan malasnya


Diego sudah mengetahui bahwa dirinya hanya lah sebagai pion yang dipermainkan oleh Ben tanaphon, Hingga ayahnya tewas lalu Ben dengan baiknya mengangkat Diego sebagai anak nya.


Walaupun Diego masih tidak terima dengan kematian ayahnya, serta kenyataan pahit bahwa ibunya yang tewas di tangan ayahnya sendiri


setelah pertemuan nya dengan Diego, Valera yang sadar bahwa ada seseorang yang mengintai restoran milik Diego hanya bersikap biasa saja, walaupun ia harus tetap waspada


Valera melajukan mobilnya ke markas, sepanjang perjalanan Valera memikirkan perkataan Diego, apa mungkin Diego berada di pihaknya ? Atau sebaliknya, dimana ia pun tahu bahwa Ben berada dalam genggaman nya


" para musuhku tak membiarkan ku beristirahat sejenak terbukti semenjak aku menginjakan kaki ku disini, banyak sekali kejadian kejadian yang tak terduga. " gumam Valera, mobil melaju semakin cepat, sampai Valera pun tiba, seperti biasa ia disambut hormat oleh para anak buah king


" apakah Dave ada di dalam " tanya Valera kepada salah satu anak buahnya.


" tuan Dave sedang berada di ruangan nya Lady " ucap seorang lelaki dengan sopan, tanpa menjawab Valera langsung menuju ruangan milik Dave,


Ternyata Dave sedang melamun sedang menatap ke arah kaca jendela, yang di luarnya terdapat taman bunga, ia tidak menyadari kedatangan sang nona nya yang sedang berdiri di ambang pintu sembari memperhatikan nya.


" Dave " panggil Valera yang melihat Dave sedang asyik dengan lamunan nya, serasa tidak ada jawaban lalu Valera berjalan dan menghampiri Dave


" Dave " ucap valera sembari memegang bahunya, sontak Dave sangat terkejut melihat nonanya berada dalam ruangannya .


" Nona " ucap Dave yang tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, membuat Valera menaikan satu alisnya


" apa yang kau lamun kan Dave " ucap Valera datar, Dave hanya hanya menatap Kembali ke arah luar jendela.


" aku hanya sedang merindukan Macky nona, aku merindukan kebersamaan ku dengan nya " ucap Dave dengan wajah sendu nya, bagaimana Dave bisa melupakan seorang sahabat, serta seseorang yang sudah di anggap saudara olehnya. Valera pun terdiam dalam perkataan Dave,


" Macky sudah tenang di alam sana Dave, " ucap Valera dengan suara pelannya, bohong jika Valera juga tidak merindukan kebersamaan nya dengan macky, Macky orang pertama yang mengikutinya.

__ADS_1


" kau benar nona, dia sudah tenang di alam sana, sekarang Thomas bersama kita itu sedikit mengobati kerinduan ku pada nya " ucap Dave lagi dengan pelan, ia masih berkelana dengan bayangan bayangan itu, lalu ia tersadar akan kedatangan nona nya " maaf nona ada yang bisa saya bantu ? sehingga nona datang ke ruangan ku " ucap Dave sopan


" ya aku mau bertanya apa yang kau dapatkan saat menggeledah Peter, apa kau menemukan sesuatu " tanya Valera lagi dengan wajah datar nya, Dave Buru buru melangkahkan kakinya ke sebuah meja yang tak jauh dari sisinya


" hanya ini nona " ucap Dave sembari menyodorkan sebuah benda pipih berlayar sentuh itu, Valera langsung menerima nya


" baiklah terimakasih Dave, oh satu hal lagi kita harus mempersiapkan diri jika suatu hari nanti kedatangan tamu yang tak diundang " ucap Valera dengan penuh penekanan seolah olah ia memberitahu kan sesuatu hal yang akan terjadi


" baik nona, aku akan siap menunggu hari itu " ucap Dave dengan mantap, Valera hanya tersenyum tipis lalu ia membalikan tubuhnya dan melenggang pergi dari ruangan milik Dave.


Valera langsung bergegas menuju ruangan nya untuk menyelidiki ponsel milik Peter.


valera lalu memulai kegiatannya dari melihat nomor ponsel, pesan masuk, dan panggilan panggilan akhir akhir ini yang sering menghubungi atau dihubungi Peter, ada tiga buah nomor tanpa nama yang selalu menghubungi Peter, lalu ia segera menulis dan menyalinnya disebuah buku berukuran kecil, sampai Valera melihat isi album dalam ponsel milik Peter ia melihat beberapa fhoto Peter dengan seorang wanita terlihat sangat akrab, lalu Valera menyadari siapa wanita itu, ya dia adalah Bianca


" Bianca, apa hubungan nya Peter dengan Bianca ? apa kekasihnya ? " ucap Valera yang menebak nebak, ia masih sibuk melihat album dari ponsel milik Peter sampai sebuah photo menarik perhatiannya. Dimana ada sebuah fhoto lelaki paruh baya yang ia temui di hidden forest waktu lalu.


" Aldebaran " ucap Valera, ia menyipitkan matanya tajam, lalu meletakan segera menonaktifkan kembali ponsel milik Peter.


Valera memijit mijit kepalanya dengan mata terpejam, lalu ia mencoba merebahkan kepalanya kesadaran kursi. lama dengan mata terpejam akhirnya Valera tertidur dengan lelapnya


*****


" aku tidak tau harus berpihak pada siapa lucas " ucap Diego bimbang " di satu sisi Ben yang menyebabkan ayahku berkhianat tapi disisi lain Valera lah yang membunuh ayahku " lirih Diego lagi, hatinya masih belum menerima tentang kenyataan pahit yang menimpa dirinya


" maaf tuan Diego jika saya lancang kita tidak perlu berpihak pada siapa pun tapi sebaiknya tuan Diego tidak menutup mata pada kebenarannya. Aku yakin nona Valera mempunyai alasannya begitupun dengan tuan Ben, " ucap Lucas berbicara bijak, ia bersikap netral


" kau benar Lucas, Aku tidak akan menutup mata ku pada kebenaran, tapi kita harus tetap waspada terhadap anak buah Ben yang selalu mengintai gerak gerik ku " ucap diego tenang semabari memejamkan matanya, begitupun dengan Lucas ia menghembuskan nafasnya secara perlahan, sesaat keheningan itu melanda di antara mereka sampai suara ketukan terdengar mengejutkan.


Tok Tok tok


" masuk " ucap Diego yang membuka matanya secara perlahan, saat pintu itu terbuka muncul lah sesosok gadis yang sangat Diego cintai dalam hidup nya ia sedang tersenyum hangat kepada Diego membuta Diego membalas hangat senyuman itu


" jika begitu saya permisi tuan " ucap Lucas sopan, dan Diego pun mengangguk saat Lucas sudah keluar dari ruang kerja milik Diego barulah Lavanya lebih mendekat kan dirinya disamping Diego


" ada apa sayang " tanya Diego sembari menggenggam tangan lembut lavanya


" tidak ada, hanya saja tadi saat kau kembali dari restoran wajahmu terlihat seperti terjadi masalah. apa yang terjadi ?" tanya lavanya dengan tatapan lembut


" tidak ada sayang, tidak terjadi apa apa. " ucap Diego lagi sambil menaikan lengkungan bibirnya ke atas


" hemmm.. baiklah jika begitu. Mau ku buatkan kopi ?" tanya Lavanya lagi, tapi Diego menjawabnya dengan gelengan kepala


"Lavanya, aku mencintaimu sungguh mencintainya mu, maukah kau menikah dengan ku " tanya Diego dengan bersungguh sungguh sembari menatap mata coklat Lavanya, setekah sekian lama mereka mencintai dalam diam, Diego mencoba mengeluarkan perasaan yang sesungguhnya untuk Lavanya


" apa kau sedang bercanda ?" tanya lavanya lagi


" tidak sayang, aku bersungguh sungguh " ucap Diego dengan penuh keyakinan, lavanya masih terus menatap mata milik Diego semakin dalam mencoba mencari kebohongan, tapi Lavanya tidak menemukannya ia tidak menemukan kebohongan itu, air mata lavanya turun begitu saja


" jangan menangis sayang. Aku tidak suka melihat mu menangis, aku butuh jawaban mu Lavanya " ucap Diego sembari menghapus lembut air mata yang turun dari pipi lavanya


" aku mencintai mu Diego, aku sangat mencintaimu. Ya aku mau menikah dengan mu " ucap lavanya dengan penuh keyakinan. Lavanya seorang gadis yang memendam perasaan cintanya kepada sang tuan muda, kini semua itu terasa menjadi nyata seorang pria yang selalu ia harapkan akhirnya meminta ia untuk menjadi istrinya, Diego pun memeluk Lavanya menyalurkan perasaan senang nya kepada gadis yang selama ini telah mencuri hatinya. Di belai nya rambut panjang milik lavanya membuat si mpunya merasakan kehangatan, mata mereka beradu pandang dengan jarak yang sangat dekat,perlahan ibu jari milik Diego menyentuh bibir lembut lavanya detak jantung keduanya berdegup sangat kencang tanpa meminta persetujuan Diego mencumium bibir kenyal milik Lavanya dengan sangat lembut lavanya hanya diam tidak merespon tapi ia tidak menolak, serasa tidak ada balasan Diego melepaskan ciumannya


" ikuti naluri mu lavanya, nikmatilah " ucap diego kepada Lavanya seolah olah Lavanya terbius oleh perkataan serta tatapan Diego, lalu Diego mencium kembali bibir Lavanya kali ini Lavanya membalasnya, kelihaian Diego membuat lavanya semakin terbuai kali ini Diego semakin rakus dan menuntut membuat Lavanya kewalahan, Diego meraih lidah hangat lavanya lalu menghisapnya pelan, Diego semakin gencar mencium lavanya. setelah dirasa cukup Diego melepaskan ciumannya lalu tersenyum kemudian.


" ketika kita sudah menikah aku akan memberikan mu yang lebih nikmat lagi sayang " ucap Diego dengan ibu tangan yang mengusap bibir lavanya yang basah karena ulahnya, pipi lavanya seketika langsung merona..


" aku akan membicarakan pernikahan kita kepada ibumu, kita harus mendapat restu darinya " ucap Diego lagi dengan raut wajah yang senang


" baiklah, aku mencintaimu " ucap lavanya lagi dan langsung memeluk Diego dengan sangat erat, membuat Diego merasakan sedikit sesak akan pelukan sang kekasih.

__ADS_1


Lavanya sudah memberi tahukan kepada ibunya niat baik Diego untuk menikahinya.


Ibunya sangat senang akhirnya putrinya akan menikah dengan orang yang paling dicintainya, sebenarnya bisa Merra sudah tau bahwa antara Diego dan Lavanya saling mencintai,


sekarang mereka sedang berada diruang keluarga Diego dengan wibawanya duduk sembari memikirkan kata kata yang pantas untuk mengutarakan niat baiknya, sementara Lavanya sangat gugup akan situasi ini dan tentu saja bisa Merra pun tak kalah gugupnya kala sang majikan ingin melamar putri nya


" bi, aku ingin mengatakan niat baikku kepadamu, aku ingin menikahi Lavanya untuk menjadi istriku, menjadi ibu dari anak anak ku, dan akan menjadikan Lavanya satu satu nya wanita yang akan mengisi hariku " ucap Diego dengan nada sopan dan mantap, bi merra menitikkan air mata harunya, kala Diego berucap dan meminta putrinya dengan sangat baik, lavanya pun tak kalah terharu.


" bibi merestui mu tuan muda, bibi mengijinkan lavanya untuk menjadi istri tuan muda " ucap bi merra di sela sela tangisan harunya membuat Diego teramat bahagia bahkan lavanya langsung memeluk ibundanya dengan tangis bahagia nya


" terimakasih Bu, terimakasih atas restu mu " ucap Lavanya lagi dengan mengusap air matanya nya mereka saling berpelukan satu sama lain


" terimakasih bi " ucap Diego dengan sungguh sungguh


Akhirnya Diego sudah mendapat restu dari ni merra, orang yang telah merawat dan menemani Diego saat usia Diego beranjak remaja. Tentu saja bisa Merra sudah sangat paham akan sikap dan perilaku Diego


walaupun Diego sedikit tempramental setelah kematian ayahnya, tapi sifat itu berangsur angsur hilang dalam dirinya .


Bi merra dan Lavanya pun memasak dan menyiapkan hidangan untuk makan malam rona bahagia terpancar dari wajah lavanya, begitupun dengan bi Merra.


bahkan bi Merra tak menyangka jika jodoh sang putri majikan nya sendiri, Diego sudah di anggap seperti anak nya sendiri oleh BI merra


ia sangat tahu kehidupan sang tuan mudanya.


******


Valera merencanakan kepergiannya ke Lamora selama beberapa hari tanpa Dave atau pengawalan yang lainnya , ia pun sudah meminta ijin kepada ayah dan ibunya untung saja mereka mengijinkan nya.


Valera pun sudah memberi tugas kepada orang orang kepercayaan nya untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat dengan Peter .


Dave sebenarnya ingin ikut bersama nona nya, tapi di urungkan niatnya mengingat ia juga harus mencari antek antek siapa saja yang membantu atau bekerja sama Peter maupun Aldebaran.


Valera akan menggunakan mobil jenis jepp v100 dengan modifikasi tingkat tinggi yang berukuran cukup besar. Mengingat jarak yang akan ia tempuh lumayan jauh dengan memakan waktu kurang lebih empat jam.


tak lupa ia juga sudah menyiapkan beberapa senjata untuk mewanti wanti dalam perjalanan nya kali ini


" maaf tuan Dave, ada ketua Lion yang ingin bertemu " ucap salah satu pengawalnya dengan sopan, ya karena para Anggota yang yang dijuluki predator mempunyai markasnya sendiri di yang terbilang lumayan jauh dari markas utama.


" suruh masuk " ucap Dave datar tanpa menoleh


banyaknya kesibukan yang melanda membuat sang lady tidak menyempatkan diri untuk mengurus bisnis bisnis nya yang lain atau berkunjung ke Orleans.


untungnya orang orang yang mengurusi semua bisnis gelap milik Valera tangani oleh orang orang yang tepat


" Hallo Dave " ucap seorang pria dengan setelan santainya serta sepatu boots nya ya itu Zimba sang ketua dari kelompok Lion milik Valera


" bakmi Zimba, sudah lama tak berjumpa " ucap Dave dengan nada bersahabat nya membuat Zimba tertawa renyah


" kabarku baik, bagaimana dengan mu " ucap Zimba sebaiknya .


" seperti yang kau lihat " ucap Dave dengan terkekeh nya, Zimba menyodorkan sebuah map yang berukuran tebal, lalu Dave menerima serta membacanya


" itu catatan penghasilan sudah ku rangkum dengan sebaik mungkin, " ucap Zimba santai " apa nona berada di sini " tanya nya lagi


" tidak nona sedang mengurus sesuatu hal " ucap Diego dengan datarnya membuat Zimba mengangguk nganggukan kepalanya


" oh ya Dave aku mendengar kabar bahwa terjadi beberapa penyerangan akhir akhir ini " ucap Zimba dengan penasaran, Dave hanya mengangguk kan kepalanya mungkin Zimba tau hal ini dari anak buah king yang lainnya


" benar, para musuh mulai menampakan dirinya, nona Valera hanya berpesan untuk kita menyiapkan diri jika terjadi sesuatu hal atau semacam tamu tak diundang " ucap Dave, yang masih melihat map yang berada di tangan nya

__ADS_1


Zimba cukup terkejut akan ucapan Dave, menyiapkan diri ? apa kali ini akan ada bencana besar ? entahlah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.


__ADS_2