
setelah kepergian Valera yang tidak bisa di hentikan oleh Remigio, akhirnya ia berbalik ke dalam acara pesta bahkan Remigio ikut untuk menyelesaikan acara Romeo sampai usai walaupun pikirannya berlari lari tak tentu arah dan Remigio hanya memikirkan kekasihnya itu
sore pun tiba sebagian tamu undangan sudah mulai mengurang dan hanya tersisa anggota ORTAXS saja bahkan Esme masih diam di kursinya setalah apa yang terjadi beberapa jam lalu
" apa yang kau lakukan Esme ? kau berniat untuk mencelakakan kekasih ku ! " pekik Remigio menatap tajam Esme dan para anggota ORTAXS yang mendengar suara menggelegar Remigio hanya diam dan duduk pada tempatnya bahkan para tetua ORTAXS yang ikut menghadiri pernikahan Romeo pun memilih diam dan tak ikut campur mereka mengakui apa yang dilakukan Esme salah menyerang lawan ketika sang lawan akan meninggalkan arena dan memilih berhenti bermain
" aku tidak melakukan kesalahan Remigio, dia saja yang tidak waspada dengan lawan ! " ucap Esme merasa tidak bersalah
" kau berniat buruk terhadap kekasihku Esme aku bisa melihat tatapan itu dari matamu, kau tidak bisa membohongiku ! sudah ku peringatkan untuk tidak mengusik bahkan mencari masalah dengan dirinya, itu sama saja kau mencari masalah dengan ku, tapi seakan kau menuli kan telinga mu itu Esme " geram Remigio dengan nafas menderu
" hahaha memang siapa dia ! aku tak akan takut akan ancaman nya tadi Remigio ! ingat aku tak akan pernah takut ! " ucap Esme semakin tak tau malu membuat para sahabat Remigio geram dengan tingkah muak seorang Esme
" kehidupan kau selanjutnya harus lebih hati hati Esme ! Valera bukan wanita yang mudah melepaskan target, kau ingat itu ! dia seorang pemimpin bahkan seorang ratu yang kekuasaan nya sudah meluas di dataran Eropa bahkan Indonesia dan ORTAXS sekalipun masih jauh dari kekuasaan nya dia wanita handal dalam segala hal Esme, dan kau dengan berani menantang lady dari King ! sungguh tragis nasib mu " lantang Dion mencibir sontak perkataan Dion mengingatkan akan jati diri seorang Valera yang seorang lady king detik kemudian Esme mengingat semuanya wajahnya sudah mulai berubah pucat
Remigio segera menghampiri Romeo dan Audy yang sedang duduk dengan sekumpulan sahabatnya yang lain
" maaf jika pesta mu terkesan berantakan ini sungguh di luar dugaan " ucap remigio lagi menunduk dengan sopan dan penuh wibawa
" tidak apa, lalu bagaimana dengan Valera " ucap Audy dia mengerti situasi nya jauh di luar dugaan
" aku akan mengurusnya, dan maaf aku harus segera menyusul Valera " ucap remigio lagi dan diangguki oleh para sahabatnya
Remigio masih menatap tajam Esme serta Melawati beberapa orang disana tujuan nya sekarang adalah Valera ia harus segera menemui Valera
***
Valera memutuskan tidak kembali ke hotel justru ia kembali menempati rumah nya di Indonesia bahkan para penjaga dan pengurus yang merawat rumah itu terkejut akan kehadiran majikannya
George sudah tertidur dan beristirahat di kamar tamu begitu pun dengan Asnee sedangkan Valera ia memilih mengobati luka nya sendiri dengan alkohol
" sial ! untung saja tidak dalam jadi tak perlu di jahit " gerutu Valera yang menahan rasa perih di perut nya itu, hingga satu jam berlalu Valera memilih untuk mengistirahatkan dirinya
disisi lain Remigio tampak frustasi karena tidak mendapatkan Valera berada di kamar hotelnya ia segera menyuruh anak buahnya yang yang bertugas disini untuk mencari keberadaan calon istrinya itu
tiga jam berlalu tapi anak buah Remigio tidak bisa menemukan dimana calon nyonya Adomson itu dan Remigio yang mendengarnya menjadi bingung, tapi detik kemudian Remigio mengingat rumah yang pernah ditinggali Valera selama di Indonesia
dengan cepat Remigio mengemudikan mobilnya ke arah itu, tidak ada informasi yang Remigio lewatkan selama dirinya mengincar Valera waktu itu bahkan tempat tinggalnya sekalipun Remigio mengetahuinya
Remigio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan biasa mengingat dirinya sedang berada di Indonesia hingga satu jam berlalu kini dirinya sudah di rumah yang cukup mewah dengan gerbang yang menjulang tinggi
Remigio mengklakson mobilnya dengan kerasa hingga satpam yang berjaga terkejut dengan suara itu
satpam yang berwajah asli Indonesia itu justru terkejut melihat tamu nya kali ini membuat Remigio kesal dengan sengaja ia menancapkan pedal gas nya sehingga ia masuk dan terkesan menerobos
" aku yakin kau ada disini sweatheart " gumam Remigio hingga pengawal pun mengelilingi mobil Remigio
berbicara bahasa Inggris
" siapa anda tuan ? untuk apa kau kemari " ucap salah satu pengawal Valera yang tampak masih muda dan lihai dalam berbicara bahasa, ya karena Valera mengharuskan semua anak buahnya yang ada di Indonesia untuk bisa berbahasa Inggris setidaknya
__ADS_1
" aku ingin menemui calon istriku, nyonya kalian " ucap remigio datar sontak membuat pengawal itu terkejut dan bingung, apakah itu benar
" jangan berbohong ! " tegas pengawal itu lagi
" minggir atau jika nyonya kalian sampai tau calon suaminya ditahan seperti ini, ia akan sangat murka " ucap remigio datar dan itu membuat nyali para pengawal menciut dan akhirnya mereka mengijinkan Remigio masuk
Remigio segera mencari Valera di setiap sudut ruangan bahkan para pelayan yang bertugas disana di buat tercengang dengan kehadiran Remigio yang tiba tiba
CEKLEK
Remigio membuka pintu kamar pertama memalui instingnya dan benar ia melihat wanitanya sedang berbaring dan tertidur dengan damai,
" sweatheart " panggil lirih Remigio lalu pandangannya melihat peralatan kesehatan serta obat-obatan mulai dari perban kotor yang penuh darah dan beberapa kapas disana serta alkohol yang tergeletak begitu saja di sebuah meja nakas, hatinya berdenyut ketika melihat Valera terluka " Esme aku tak akan membiarkan mu kali ini " geram Remigio,
" Remi " ucap serak valera yang melihat sosok lelahnya ya tidurnya terusik karena ia merasakan sentuhan lembut membelai kepalanya
" sweatheart, beristirahatlah ini pasti sakit " lirih Remigio lembut tapi detik kemudian Valera menatap tajam Remigio
" untuk apa kau kemari " ucap datar Valera tanpa menatap Remigio
" sweatheart , jangan seperti ini maafkan atas sikapku tadi tapi aku hanya ingin melindungi mu biarkan Esme aku yang mengurusnya dan aku akan memberinya pelajaran " ucap remigio lembut
" pelajaran ? cihh kau terlihat begitu melindunginya Remi bahkan saat aku ingin berbuat hal yang sama dengan apa yang ia perbuat kau bahkan menghentikan ku dengan mencengkram tangan ku erat " sinis Valera tanpa menatap Remigio sedikitpun
" jangan gegabah sweatheart, aku tidak ingin kau terkena masalah biar aku yang mengurusnya dan maafkan aku" ucap remigio dengan menggenggam tangan Valera lembut tapi Valera menepis nya begitu saja
" gegabah ? aku atau dia yang gegabah ? aku pastikan akan membalas nya Remi dan aku tak perduli meski ia dilindungi oleh anggota mu maupun organisasi mu itu tak akan membuat ku takut meski harus menentang mu sekalipun aku siap menyatakan perang pada organisasi mu, " tekan Valera berapi api jika ia mengingat tatapan remeh dari jajaran sang ORTAXS " lihatlah bagaimana jajaran mu menatap ku remeh seolah aku tak mampu untuk melawan ! dan aku masih ingat wajah wajah mana yang menyatakan dengan raut ketidaksukaan nya padaku serta tatapan menjijikan nya padaku dan akan kupastikan mereka sudah ku tandai " jawab Valera dengan datar membuat Remigio terkejut akan perkataan kekasihnya itu
" baiklah sweatheart, terserah kau saja aku percayakan semuanya padamu, kau seorang pemimpin akupun begitu aku minta maaf atas nama Esme padamu, dan aku akan memberinya pelajaran segera, aku mohon jangan seperti ini padaku sikap mu sungguh menyakiti hatiku aku ingin Valera ku yang lembut hanya aku yang boleh merasakan kelembutan mu, jangan bersikap datar dan dingin padaku. Aku mencintaimu " ucap remigio mengecup punggung tangan Valera dengan lembut tapi Valera masih tak bergeming ia masih menatap dan memandang kearah arah lain " akupun sangat marah ketika Esme melukai mu dengan sengaja seperti ini, ketika kita kembali ke Prancis aku akan pergi ke Amerika untuk mengurusi Esme yang telah berbuat lancang dengan ratuku " ucap lembut remigio yang menangkup kedua pipi Valera hingga tatapan matanya bertemu satu sama lain.
" terserah kau saja " ucap Valera pelan lalu Remigio mengecup kening Valera lembut
" tak akan ku biarkan orang-orang melukai mu termasuk jajaran ku. Aku yang akan bertindak jika jajaran ku berusaha untuk melukai mu sweatheart " lembut remigio dan Valera diam saja
****
disisi lain Maya tidak bisa menghadiri acara besar Audy karena ibunya sakit secara tiba tiba bahkan untuk berkerja pun Maya tidak masuk karena harus menjaga ibunya
" ibu apa kau yakin kau tidak apa apa wajah mu sangat pucat " ucap Maya yang khawatir melihat kondisi ibunya Anyang tiba tiba drop begitu saja
" tidak Maya, ibu cukup istirahat saja dan besok ibu akan membaik '' ujar nyonya ana menenangkan putrinya tapi Maya tetap saja khawatir kepada ibunya itu
" ayo ibu kita ke dokter " ucap Maya lagi tapi nyonya ana menggeleng tanda tidak mau " tapi Bu ,'' ucapan Maya terpotong karena nyonya ana kekeh tidak mau dan akhirnya Maya pun pasrah
" baiklah, ibu istirahat saja, " ucap Maya lagi dan nyonya ana mengangguk pelan
Maya menghembuskan nafasnya kasar karena penolakan ibunya yang tidak mau, membuat maya kesal seketika.
lalu Maya mencoba untuk memasak untuk makan malam nanti, di tambah Aldo belum saja pulang dari sekolahnya disaat dirinya sedang sibuk memotong sayuran ponsel Maya berdering nyaring tanpa menoleh siapa yang menghubunginya Maya langsung menjawab
__ADS_1
" ya Hallo " ucap maya ketus, tapi tidak ada jawaban apapun membuat Maya menggerutu
" Hallo ? kalau tidak ingin berbicara untuk apa kau menghubungi ku " kesal maya
" jadi begini ketika aku menghubungi mu kau kesal kepada ku ? " tanya seorang wanita yang tak lain Valera,
" Valera " pekik Maya karena tak percaya jika sahabatnya itu menghubunginya " kau, Its you " ucap Maya lagi
" ya ini aku, bagiamana kabarmu ? kau tidak datang ke acara pernikahan Audy ? " tanya Valera
" tadinya aku akan datang tapi ibuku sakit Valera, jadi aku membatalkan untuk pergi ' ucap Maya
" sakit ? apa ibumu baik baik saja, besok aku akan ke tempat mu " ucap Valera
" apa kau berada di Indonesia ? " tanya Maya
" iya " jawab singkat Valera membuat Maya mendengus kesal, Akhirnya mereka mengobrol panjang lebar dan simpang siur bahkan sesekali Maya tertawa lebar begitupun dengan Valera hingga satu jam sambungan itu akhirnya meraka mengakhiri panggilan tersebut.
setelah menghubungi Maya, Valera segara turun ke bawah karena ini sudah waktunya makan malam dan Remigio lelaki itu memilih tinggal di mansion Valera karena tak ingin jauh dari calon istrinya
Remigio yang sedang tidur seketika terbangun karena mendengar suara pintu dan ia melihat jika Valera sudah tak ada di ranjang nya akhirnya remigio memilih untuk menyusul Valera
" papih " ucap George bingung karena melihat keberadaan Remigio disana begitu pun dengan Asnee
" oh George ! ternyata kalian sedang makan malam " ucap remigio tersenyum dan George mengangguk
" duduklah aku tau kau belum makan " ucap Valera biasa membuat Remigio menghembuskan nafasnya kasar Remigio berfikir jika Valera masih dalam suasana marah
melihat Remigio yang diam saja akhirnya Valera mengambil nasi serta lauk pauknya membuat Remigio tersenyum seketika
" terimakasih sweatheart, kau memang terbaik " ucap remigio tersenyum tapi Valera diam saja
Remigio dengan semangat nya ia menyantap menu makanan Indonesia dan wow benar benar lezat, opor ayam, tumis kangkung, tempe dan tahu goreng serta ada sambel yang super pedas dan juga terdapat beberapa olahan udang dan cumi disana
" wow ini sangat lezat " gumam Remigio dan Valera hanya diam dan melanjutkan makannya
dengan tenang sedangkan George anak itu sibuk memakan opor ayam sampai menambah ke dalam piring nya beberapa kali begitupun dengan Asnee mereka sangat menikmati makan malam nya
***
**Hallo para readers setia ku 😊 terimakasih atas dukungan dan like nya untuk mendukung terus novel owee ini
aku up satu bab lagi untuk para readers ku semua yang penasaran 😁
jangan lupa tinggalkan jejak untuk owee makin semangat yahh
untuk episode kedepannya owe akan coba bikin konflik yang dag dig duh serr😂
karena bakal ada pemain tambahan 😊
__ADS_1
pantengin terus dan kepoin terus yahh
loveyoureaders❤️**