Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
waspada


__ADS_3

Elion dan Lotus telah mendapatkan babar jika terjadi sesuatu di markas yang di naungi dibawah Elion. Orang kepercayaan nya memberi tahu jika ada beberapa orang yang mencoba untuk memasuki kawasan milik Elion yang tertangkap sensor yang terpasang di seluruh tempat tersembunyi itu.


Mau tak mau Elion dan Lotus harus kembali ke Amerika menggunakan pesawat milik king. Valera tentu saja mengijinkan mereka berdua untuk pergi dengan syarat tetap waspada dan hati-hati.


Amerika bukan wilayah penuh kekuasaan nya maupun king, ORTAXS ya Amerika berada di bawah kekuasaan penuh Remigio Adomson suami sang Lady. Elion dan Lotus mengangguk paham dan mereka akan kembali secepatnya.


kepergian keduanya hanya diantar oleh Thomas dan beberapa anak buah king lainnya, sedangkan yang lain tetap di tempat untuk menyelesaikan tugasnya masing-masing.


Gold Mansion.


" Kak apa tidak apa-apa jika aku melanjutkan pendidikan di sini serta tinggal disini " tanya Aldo kepada Valera saat mereka sedang berbincang kecil dengan Daniel,George dan juga Riley.


" Ada apa Aldo ? jangan berfikir seperti itu. Sekarang kau hanya perlu memikirkan sekolah mu saja, jangan kecewakan ibu dan juga Kakak mu Aldo " ucap Valera dengan tersenyum dan Aldo mengangguk.


" Pasti kak, aku tidak akan mengecewakan mereka " ucap tegas Aldo dan Valera tersenyum lembut.


Beberapa maid datang dan membawakan cemilan serta minuman untuk majikannya, Daniel menatap lurus ke hamparan rerumputan yang membentang luas dengan segelas anggur merah di genggamannya.


sedangkan George lebih memilih diam dan membiarkan kakinya bertumpu pada tubuh Riley yang gempal dan gemuk itu.


" Kak " seru Daniel dan Valera menatap Daniel seketika.


" Ada apa ? " tanya Valera.


" Aku ingin bertanya tentang gadis itu, gadis muda yang pernah berusaha untuk mendekatiku dan menaruh sesuatu pada jam tangan ku. Apa ia bersama kakak ? '' tanya Daniel tiba-tiba dan Valera mengeryitkan dahinya seketika.


sesaat Valera terdiam, wanita muda itu hilang dalam pengawasan orang-orang king, benar-benar gadis yang licik dan licin. Valera benar-benar melupakan keberadaan gadis kecil yang dalam pengawasan nya, karena kemunculan Ellara kala itu.


'' jangan difikirkan, semuanya akan baik-baik saja " ucap Valera dan Daniel hanya mengangguk patuh. Sedangkan Aldo yang tidak mengetahui apapun hanya bisa diam saja dan lebih memilih menatap Riley dan juga George.


" kakak tenang saja, aku akan menjaga diri ku baik-baik kak, " ucap Daniel dan Valera hanya tersenyum.


sesaat Valera tertawa geli dirinya kini di kelilingi oleh anak-anak remaja, Valera merasa menjadi hot Mother untuk mereka. Ditambah Valera pun menantikan kelahiran sang buah hati nya bersama dengan Remigio.


tak lama seorang pengawal yang bertugas menjaga keamanan Gold mansion datang dengan membawa kotak seperti kado lengkap dengan pita dan bunga mawar merah disana. Valera menatap nya bingung.


" maaf nyonya ada sebuah kotak untuk anda " ucap pengawal dengan memberikanya pada Valera.


" Dari siapa ? " tanya Valera heran.


" Entahlah akupun tak tau nyonya, pengawal yang bertugas di jalan utama yang mengantarkan ini di pos penjaga " jelas pengawal itu dan Valera hanya mengangguk lalu lelaki itu pamit undur diri.


Valera menatap penuh selidik pada kado yang berukuran sedang dengan dibingkai sangat cantik berwarna merah muda, lalu Valera melirik ke arah buketan bunga mawar merah yang tertata sangat cantik.


George, Daniel dan Aldo tampak asyik duduk di sebuah karpet berbulu dengan memakan cemilan satu sama lain, terkadang Aldo dan Daniel menggoda si kecil George.


" Siapa yang mengirim ini ? " gumam Valera lalu ia dengan cepat membuka kado tersebut dan terselip sebuah surat diantara bingkaian pita yang tersimpul.


" Selamat atas kehamilan mu Valera, aku turut senang mendengarnya. Aku membawa sebuah hadiah untuk mu dan aku harap kau menyukainya. "


valera mengerutkan dahinya seketika, dan alangkah terkejutnya saat ia mendapatkan kado berupa beberapa potong pakaian bayi branded dengan edisi terbatas yang dipastikan dengan harga yang cukup tinggi, Sesaat Valera tersenyum kala mendapat kado itu.


" Tapi siapa yang mengirimkan nya " gumam Valera lagi lalu ia meletakkan kembali kado itu diatas meja sofa.


*****


DODODORDODODOR !!


" sial " umpat Remigio saat mobil nya keluar dari kawasan perusahaan Adomson karena ada pertemuan yang tak terduga, James yang berada di dalam bersama dengan tuannya, mendadak tegang seketika. " fokus, biar aku yang melakukan nya. " ucap Remigio geram lalu ia mulai membongkar sesuatu yang tersembunyi di dalam mobilnya.

__ADS_1


DODODORDODODOR !!


PRANGGG !!


AGHHH


James dan Remigio terpental karena menghindari peluru saat mobil mereka di tembak secara beruntun, Remigio mengumpat kesal sedangkan James ia merasa dadanya naik turun dengan keringat yang mulai mengucur kerena panik.


" Tuan, kita akan kemana ? tak mungkin aku membawa tuan ke Gold Mansion " ucap James dengan sedikit panik. Lalu Remigio menghubungi Leo ditengah kerusuhan yang terjadi untuk membawa anak buah nya


Leo yang mendengar kabar itu langsung dengan segera melakukan tugasnya, James tetap fokus pada kendali setirnya dan Remigio ia akan membidik target yang mulai mengecoh dan menganggu aktivitas dirinya.


DODODODOR !!


Remigio menarik pelatuknya dan menembak mobil di belakangnya, tapi ia menyadari sesuatu ternyata mobil itu anti peluru.


" Sialan !! berani sekali kalian mengusik ku. " teriak Remigio lantang dengan mengenggam senjata pada kedua tangannya.


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


" Tak akan ku biarkan ! " pekik Remigio saat mereka berhasil menghindari peluru dari Remigio, karena mereka terlihat lihai dalam mengemudi.


Remigio kesal ia menyuruh James untuk menancapkan gasnya dengan berjalan mundur kebelakang bermaksud untuk menghantam mobil yang berada di belakang nya.


" sekarang !! " titah Remigio tajam saat James terlihat enggan melakukannya karena menurutnya terlalu beresiko. " James " pekik Remigio lagi.


'' i..iiya tuan. " gugup James, lalu ia menarik nafasnya secara perlahan, dan melakukan apa yang Remigio katakan.


CKITTTT


BAMMMM


DODODODOR !!


" Go " teriak Remigio saat ia berhasil menembak asal mobil tersebut dan berketepatan mobilnya yang menghantam keras mobil musuh.


James merasa dirinya di ujung kematian, Remigio bisa melihat jika orang-orang yang berada di dalamnya berlari seperti menghindari hal yang tak di inginkan.


" berhenti di depan " perintah Remigio kepada James dan James mengangguk lalu tak lama mobil milik Leo datang bersama dengan anak buahnya.


Remigio turun dan mulai maju dengan menembakan peluru-peluru nya ke arah musuh tapi mereka masih bisa menghindar begitu saja membuat Remigio dan juga James kesal bukan main.


Leo dan para anak buahnya sama-sama melakukan hal yang sama, para musuh itu melindungi diri di balik mobil untuk menghindari gempuran dari Remigio.


DUARRRR


suara itu sungguh mengejutkan semuanya, mobil yang menjadi tameng akhirnya meledak dengan hebat dan membuat orang-orang yang berlindung di belakangnya ikut terkena dampak hingga tubuh mereka terpental jauh entah kemana.


Remigio menyeringai penuh kemenangan, James segera menghampiri tuannya untuk membawakan senjata lainnya karena milik sang tuan sudah kehabisan peluru.


DORR


" JAMES " teriak Leo lantang saat melihat temannya jatuh terkapar akibat tembakan yang bersarang di tubuhnya. Remigio yang mendengar itu terkejut bukan main.


Leo menembakan peluru nya kepada musuh-musuh yang terlihat olehnya, Remigio berlari dan menuju James yang sedang meringis kesakitan.


" James. Bertahanlah, ayo kita segera ke rumah sakit. " ucap Remigio yang memapah tubuh James menuju mobil.

__ADS_1


DODODORDODODOR !!


PRANGGG


ternyata cukup sulit untuk Remigio memapah tubuh James karena musuh tenyata sedang mengincar nya.


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


AGHHH


Leo datang bersama dengan anak buahnya dan langsung membereskan hal yang mengganggu langkah tuanya, Remigio mengangguk kecil saat Leo yang akan mengurus sisanya.


James mulai kehilangan kesadarannya, karena peluru yang bersarang di tubuhnya. Remigio tampak panik saat ia mengemudikan mobilnya dengan tergesa Remigio terus memacu kecepatan laju mobilnya.


suara tembakan itu masih terdengar dan Remigio yakin itu semua belum berakhir, orang-orang asing itu tiba-tiba berdatangan begitu saja.


hingga Remigio dapat melihat satu buah mobil anak buah Leo yang mengikuti dirinya dari belakang, lalu Remigio melirik kearah James yang wajahnya sudah mulai memucat.


PLAKKK


tamparan Remigio pada James sukses membuat James terbelalak lalu menatap ke arah tuannya.


'' kau harus tetap sadar ! " ucap Remigio dengan tegas dan James diam saja. Hingga setengah jam berlalu akhirnya Remigio telah sampai dirumah sakit terdekat, dengan cepat ia berteriak memanggil salah satu petugas medis untuk menolong James.


James akhirnya dibawa dan ditangani secara intensif, Remigio mengumpat orang-orang itu dengan kasar ia tau jika Leo tak mungkin mengecewakan dirinya dengan membunuh mereka semua pasti Leo menyisakan satu orang untuk di sekap dan ia interogasi.


Tak lama ponsel Remigio berdering dengan cepat ia segera mengangkatnya karena Valera menghubunginya.


" ya sweatheart " ucap remigio lirih


" Remi, apa yang terjadi ? perasaan ku sungguh tidak tenang, apa terjadi sesuatu kepadamu ? " tanya beruntun Valera dengan nada cemas.


" Ya ada sedikit kendala tapi kau tak perlu khawatir, aku baik-baik saja. Hanya saja James terkena tembakan dan kini aku sedang berada di rumah sakit. " ucap Remigio jujur karena ia tak mau membuat sang istri cemas.


" apa ? baiklah, jika begitu share lokasimu sekarang Remi. Aku akan kesana " ucap Valera lagi.


" Tidak ! kau tetap di mansion. Aku akan pulang sebentar lagi. Kasihan bayiku, jika kau harus berada di rumah sakit. Tunggu aku sweatheart, dan jangan membantah " ucap remigio lembut akan tetapi terselip nada perintah yang tak ingin dibantah.


" sungguh ? baiklah. Aku menunggu " ucap Valera lalu memutuskan sambungan selulernya .


Remigio menghela nafasnya secara perlahan dan menghubungi salah satu anak buahnya untuk menjaga dan menemani James di rumah sakit, orang itu menyanggupinya dan Remigio hanya bisa menunggu beberapa saat sampai orang itu tiba.


sedangkan disisi lain, Leo dan anak buahnya telah berhasil melumpuhkan mereka yang berani mengusik tuannya, bahkan Leo tak segan untuk menghabisi orang-orang itu dengan senjata dikedua tangannya.


Leo memang terkenal brutal dalam menghadapi lawan dan para musuh tuannya, ia tak seperti James yang harus berfikir dua kali dalam melenyapkan musuh.


" tuan, " sapa seseorang lelaki dan Leo menatapnya sekilas lalu menatap orang yang meringis kesakitan tepat dihadapannya. " Dia berusaha untuk kabur, jadi aku menghadiahkan satu buah tembakan tepat di kakinya. Dia sangat menyusahkan tuan " ucap lelaki itu dengan nafas tersengal, dan orang itu hanya bisa meringis kesakitan tanpa memperdulikan tatapan tajam yang Leo layangkan.


" bawa dia ke mansion, milik tuan Remigio. Kita akan mengintrogasinya disana. Dan jangan lupa bereskan tempat ini. hilangkan semua jejak yang berhubungan dengan kita. Aku tak mau sampai pihak berwajib ikut campur " ucap Leo dengan tegas dan lelaki itu hanya mengangguk patuh.


Lalu Leo membawa lelaki yang akan di interogasi dengan kasar dan menyeretnya dengan langkah cepat tanpa memperdulikan rintihan dari lelaki itu karena peluru yang bersarang di kakinya.


Mobil Leo melaju pesat meninggalkan area itu sedangkan sisanya tetap berada di situ untuk menjalankan perintah dari Leo.


Tanpa mereka sadari jika ada sebuah mobil yang sedang mengintai mereka sedari tadi awal sejak pertempuran itu di mulai.


seorang lelaki bermata tajam dengan senyuman yang menawan sedang menatap tanpa berkedip dengan apa yang di lakukan oleh orang-orang Remigio.

__ADS_1


pembawaannya sangat tenang seperti air yang mengalir dengan damai, bahkan sesekali ia menghisap dalam rokoknya secara perlahan, senyum tipis terbit begitu saja di sudut bibirnya.


Lelaki itu terlihat sangat berkuasa, lalu beberapa menit kemudian lelaki itu pergi dan menjauh dari Lokasi tanpa diketahui oleh orang-orang Remigio.


__ADS_2