Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
pengantin baru


__ADS_3

Vyan tampak gagah memakai jas serta kemeja berwarna putih yang senada dengan sebuah sapu tangan merah yang terselip di saku jas nya. Nyonya sofhia dan tuan Ramius memancarkan aura kebahagian karena putra sulungnya akan menempuh hidup baru.


seluruh para tamu yang hadir duduk dengan tenang sembari menunggu pengantin wanita datang ke altar pernikahan, Valera duduk di kursi terdepan dengan keluarga, suami dan juga George disampingnya.


seluruh jajaran king pada hari itu kompak mengenakan pakaian berwarna putih untuk hari bahagia Zizi. Tak lama pintu megah terbuka dengan sempurna.


semua orang memandang kearah Zizi dan Dave yang berada di sampingnya itu, Zizi memandang Vyan tanpa berkedip, vyan hanya memberikan senyuman manisnya untuk sang calon istri yang sebentar lagi akan menyandang sebagian nyonya Vyan.


Dave berjalan dengan gagah, Gloria hanya tersenyum menatap sang kekasih, jauh dalam fikiran dirinya sedang membayangkan hari bahagianya dengan Dave.


jantung Zizi berdegup kencang saat langkahnya hampir berdekatan dengan calon mempelainya, vyan beserta keluarganya. Bahkan orang tua Gloria pun hadir di acara vyan itu.


Dave mendampingi Zizi dengan langkah tegas hingga disaat dirinya saling berhadap-hadapan dengan vyan sebagai seorang lelaki, Dave menunduk sedikit sopan kepada vyan lalu tersenyum.


tangan Dave meraih tangan Zizi yang melingkar Erat di lengannya, sembari melontarkan kata-kata yang penuh haru. Vyan tersenyum dan mengangguk mantap saat Dave mengatakan sesuatu yang cukup menampar hatinya itu.


" Berbahagialah. Kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri Zizi, selamat menempuh hidup baru " ucap Dave sembari melepaskan genggamannya pada tangan Zizi dan vyan meraih tangan wanitanya lalu mengecup lembut punggung tangan Zizi.


semua orang hanyut dalam acara sakral itu, terlihat Zizi meneteskan air matanya penuh haru saat ia mendengar ucapan janji suci vyan dihadapan Tuhan, vyan mengucapkan penuh rasa bersungguh-sungguh.


Tepat dimana Zizi ikut mengucapakan janji suci itu, bibirnya sedikit bergetar menahan sesuatu di dalam sana, matanya hampir mengeluarkan air mata jika ia tak bisa menahannya.


" selamat kalian telah sah menjadi suami istri. " ucap pendeta itu menatap Zizi dan vyan bersamaan, vyan mencium bibir Zizi lembut dihadapan semua orang hingga seluruh orang yang hadir disana dibuatnya malu dan merona.


Valera tersenyum saat acara sakral itu berjalan dengan lancar tanpa kendala, akhirnya salah satu jajarannya telah menikah dan akan menempuh hidup baru, Valera merasa lega bukan main karena Zizi akan ada yang menjaganya ya walaupun Zizi wanita yang tangguh dan tak mudah untuk di lumpuhkan, tapi setidaknya memiliki pendamping hidup akan menjadi lebih baik.


valera berdoa dalam hati untuk kebahagian Zizi dan juga kakaknya, tangan Remigio tak berhenti mengelus perut Valera dengan lembut, Ya ia sangat senang karena akan menantikan momen berharga saat bayinya lahir yang diprediksi tak akan lama lagi.


" sweatheart, apa kau haus atau lapar ? " ucap Remigio dengan penuh perhatian, dan Valera hanya menggeleng lembut.


" Tidak Remi. " ucap Valera singkat dan Remigio hanya mengangguk, Lalu George beranjak dari kursinya dan tak lama ia kembali membawa satu mangkuk berisi kue bolu dan sebagainya.


" Mamih makan lah, jangan biarkan perutmu kosong dan adikku kelaparan disana, " ucap George pelan hingga membuat kedua mata Valera terbelalak lebar.


" tapi .. " ucap Valera menggantung karena George sudah menyodorkan kue beraroma coklat mewah ke mulut Valera, mau tidak mau Valera harus memakannya.


Remigio tergelak menahan senyum nya, ia sangat senang jika George perhatian pada Valera dan calon adiknya, dan Remigio yakin jika anak perempuan nya kelak akan dijaga ketat oleh George yang terlihat menunjukkan sikap posesif nya sejak dini.

__ADS_1


Acara terus berlangsung hingga sore menjelang, Dave duduk di samping Gloria yang sedari tadi memilih untuk bungkam tak bersuara, membuat Dave merasa bingung bukan main.


" Ada apa hmm. ? " tanya lembut Dave mengelus pipi Gloria dengan lembut hingga manik cantik itu menatap manik abu milik Dave yang terlihat tegas dan dingin.


" Dave apakah ayahku akan seperti dirimu yang mengantar Zizi hingga sampai altar pernikahan ? " tanya Gloria sedikit sendu " Aku takut jika ia tak mau " lirih Gloria lagi.


" pasti, ayahmu pasti akan melakukan hal itu. Jangan khawatir sayang itu semua tak akan terjadi dan kau akan menjadi pengantin yang berbahagia kelak. " ucap Dave bijak dengan lembut. Gloria hanya bisa menunduk sendu saat perkataan ayahnya yang terbilang menghina terus terngiang di kepala Gloria. Satu bulan Dave menunjukkan kemampuannya untuk ia buktikan kepada ayah Gloria jika dirinya mampu untuk membahagiakan Gloria, tapi semua itu tak bisa di ukur dengan harta semata.


" Berjanjilah jika kau tak akan meninggalkan aku. " ucap Gloria dengan mata berkaca-kaca menatap Dave.


" apa yang kau fikirkan sayang ? mana mungkin aku akan meninggalkan mu ? " kekeh Dave dan Gloria hanya bisa diam dan matanya menatap dimana sang ayah sedang menatapnya tajam di sebrang sana.


Gloria marah saat ayahnya bersikap seperti itu, ia pun menatap sang ayah dengan tatapan tajamnya hingga sang nyonya Lauren mengelus lembut tangan suaminya berusaha untuk menenangkan amarah suaminya.


Dave yang sudah mengetahui arah pandang Gloria hanya bisa diam dan terus menenangkan kekasihnya yang sedang dilanda keraguan dan sedikit ketakutan dalam hatinya.


" semuanya akan baik-baik saja sayang, aku berjanji padamu " ucap Dave lembut sedikit berbisik, Gloria hanya bisa mengangguk pelan saat mendengar perkataan dari Dave yang mampu menenangkan hatinya saat ini.


******


malam harinya, disalah satu kamar hotel yang sangat mewah dengan pemandangan langsung menuju ke arah laut lepas dua insan yang baru saja merubah statusnya dari lanjang kini telah memiliki hubungan yang kuat dan sah Dimata tuhan.


" Ohh.. ohhh pelan-pelan. Aku sungguh tak sanggup lagi " keluh Zizi disertai erangan yang begitu sangat sensual. Vyan meraup bibir Zizi dengan ganas dan buas, Zizi kewalahan melayani sang suami kali ini.


hanya desahan dan erangan kecil yang terdengar di mulut Zizi, vyan terus menghentakkan miliknya kuat di bawah sana hingga membuat Zizi lagi-lagi merasakan kenikmatan yang tak bisa di pungkiri, tubuhnya terkulai lemas karena Zizi baru saja mendapatkan puncak kenikmatan itu akan tetapi Vyan masih saja gagah seakan tak lelah untuk melakukan nya terus menerus.


" aghh.. kau sungguh nikmat sayang, aku tak bisa berhenti " racau vyan dengan menekan kuat miliknya dan melesak masuk menerobos lembah hangat itu, Zizi menggelengkan kepalanya ke kanan ke kiri karena ia tak sanggup untuk merasakan kenikmatan yang luar biasa di bawah sana.


" ohh I'm coming " erang vyan pajang dengan menekan kuat miliknya dan memegang pinggul Zizi dengan erat agar tak bergerak lebih banyak.


nafas keduanya terdengar naik turun, Zizi merasakan pusing di kepalanya dan ia memilih memejamkan matanya sesaat, sedangkan vyan ia masih belum mencabut miliknya di dalam sana.


vyan masih merasakan denyutan inti milik Zizi yang membuatnya tak ingin begitu melepaskan Zizi saat ini, tangan kekar itu bergerak mengelus dahi Zizi yang berkeringat lalu mengecupnya disana.


" maaf, aku tau kau pasti sangat lelah bukan ? " ucap Vyan dan Zizi hanya mengangguk pelan " beristirahatlah, aku akan ke ke kamar mandi terlebih dahulu " ucap vyan dan Zizi mengangguk saja.


Zizi memilih berbaring dan membiarkan tubuh polosnya terekspos begitu saja, kulit putih dan mulusnya ia biarkan tak tertutup selimut hembusan angin yang dikeluarkan pendingin ruangan sungguh membuat tubuhnya seketika relaks, tak lama suara ponsel terdengar disana Zizi terganggu.

__ADS_1


" siapa yang menghubungi suamiku malam-malam begini " gerutu Zizi lalu bangkit dan menuju meja nakas untuk mengambil ponsel milik suaminya, nomor tak dikenal tertera disana membuat Zizi penasaran seketika.


Zizi segera mengangkat panggilan itu karena ia takut ada hal penting, belum saja Zizi menyapa suara seorang wanita terdengar lirih disana.


" kau sudah menikah ? kau sudah melupakan aku ? hanya dua tahun kau mampu melupakan aku ? katakan padaku vyan jika kau masih mencintaiku. " ucap seorang wanita itu dengan sendu, dan Zizi yang mendengarnya hanya terdiam " Katakan sesuatu padaku vyan. Berapa lama kita menjalin hubungan apa kau tak ingat ? aku tau disini akulah yang bersalah karena lebih memilih mengikuti perkataan kedua orang tua ku untuk pergi meninggalkan mu, tapi dalam hatiku masih tersimpan nama mu dan aku masih mencintaimu berharap tuhan berbaik hati padaku untuk mengembalikan dirimu padaku vyan. hiks.. hikss rasanya sakit saat aku mendapatkan kabar jika kau sudah menikah, hikss..hikss.. kau tega berbuat seperti itu padaku vyan. " Isak wanita itu lagi dan Zizi masih saja diam.


" sayang ? " ucap Vyan dari arah belakang dan Zizi segera menoleh dan menatap wajah tampan suaminya, dengan aroma yang begitu maskulin tercium disana " apa yang sedang kau lakukan hmm ? apakah ada yang menghubungiku ? " tanya Vyan dengan lembut.


wanita itu mendengar setiap perkataan vyan, lalu detik kemudian jantungnya berdegup kencang saat ia menyadari jika yang mengangkat panggilan teleponnya bukan Vyan melainkan istri nya.


Zizi memberikan ponsel itu kepada vyan dan vyan menerimanya lalu ia melihat nomor tanpa nama di layar ponselnya, dahinya tiba-tiba mengkerut dan Zizi memilih duduk disisi ranjang.


" Hallo " ucap vyan menempelkan ponselnya di telinga, jantung vyan seakan berhenti begitu saja saat mendengar suara wanita yang sangat ia kenal, tubuh vyan menegang hanya beberapa menit saja kesadaran vyan Kembali dan langsung mematikan ponselnya.


Zizi menatap datar kepada vyan dan vyan segera menghampiri sang istri yang sedang menatapnya tajam.


" siapa dia ? " ucap Zizi tegas tanpa ekspresi. Vyan menelan ludahnya kasar sungguh diluar dugaan kenapa wanita itu kembali. " jawab aku ? siapa dia ! " tanya Zizi lagi sedikit meninggi.


" sayang jangan seperti ini, aku akan menjelaskan semuanya tapi kau jangan marah padaku " ucap vyan yang menggenggam tangan Zizi erat, " Dia Yolanda. Mantan pacarku " ucap Vyan jujur dan Zizi menyipitkan matanya


" Kau masih berhubungan dengan nya ? " tanya Zizi dan vyan dengan cepat menggeleng.


" Tidak sayang percaya padaku. Aku pun tak tau dari mana ia bisa mendapatkan nomor ponsel ku. Aku berani bersumpah demi cinta kita Zizi " ucap vyan lagi tapi Zizi diam bergeming.


" Yolanda ? " gumam Zizi lirih. Tapi tiba-tiba senyum seringainya muncul disudut bibirnya, " mantan pacarmu ? " Vyan mengangguk mantap. " Baiklah aku percaya padamu. Tapi jika dia berniat untuk merebut mu dan merusak rumah tangga kita, jangan salah kan aku jika aku membunuhnya dengan tangan ku sendiri. " sinis Zizi dan vyan menelan ludahnya kasar lalu detik kemudian vyan mengangguk patuh.


" Ya lakukan lah apa yang kau mau sayang. Aku hanya mencintaimu dan ia hanya masa laluku. Sekarang aku memiliki dirimu. " ucap Vyan lalu mengecup lembut bibir Zizi dengan penuh perasaan.


Zizi membalas ciuman vyan tak kalah bergairah seakan sedang melampiaskan rasa kesal dan marahnya, tangan Zizi tak tinggal diam ia menarik handuk yang melilit erat di pinggang suaminya itu.


Vyan mengerang dan lagi-lagi kejantanan nya tegang dan siap untuk bertempur, seringai licik terbit di sudut bibir Zizi, ciuman Zizi turun ke leher, jakun dan memberikan kecupan yang meninggalkan jejak kemarahan disana, vyan menggeram tertahan.


tangan Zizi tak lupa untuk mengelus dada vyan yang begitu kekar, lalu memainkan bulatan kecil didada sang suami, Hingga wajah Zizi sudah berada di depan benda keramat miliknya.


" nikmati lah suamiku '' ucap Zizi tersenyum nakal dan vyan menatap tak percaya. Zizi memulai jadinya dengan memegang,meremat benda keramat milik sang suami secara perlahan lalu memasukkan nya ke dalam mulut.


" ahhh sayang... " erang vyan dengan wajah memerah nya, Zizi mengulum daging panjang itu dengan sangat lincah dan liar. Hingga desahan vyan terus terdengar dan terlihat seperti frustasi. Zizi melakukan hal itu hingga sepuluh menit. " sayang.. aku.. " ucap vyan menggeram dan Zizi tak perduli akan hal itu. ia terus mengulum dan sesekali menghisapnya dengan lembut hingga menimbulkan getaran aneh, pertahanan vyan runtuh saat cairan kenikmatan miliknya menyembur begitu saja kedalam mulut Zizi, vyan ingin menariknya akan tetapi Zizi menahannya dengan erat hingga ia bisa merasakan cairan milik sang suami dan menelan nya dengan cepat.

__ADS_1


" ini adalah hukuman untuk mu " ucap Zizi dingin lalu ia berlalu pergi menuju kamar mandi dan meninggalkan vyan yang terdiam sembari menatapnya lekat-lekat di atas ranjang.


__ADS_2