
Valera memikirkan sesuatu hal yang membuat Thomas mengkerutkan dahinya lalu Valera melemparkan sebuah kayu ke arah cctv yang tidak berfungsi untuk mengetahui apakah ada jebakan atau ranjau dan sebagai nya, Valera melemparkan sebuah ranting pohon yang cukup tebal seketika alrm disekitarnya berbunyi nyaring membuat penghuni mansion berhamburan keluar dan menyiagakan senjatanya. Valera dan yang lainnya masih tetap bersembunyi di balik kokohnya pohon besar disekitar
" Greta bagaimana " ucap Valera yang panik ketika melihat banyaknya pengawal disana.
Dave masih bertahan dengan tempatnya begitupun dengan yang lain, detak jantung Valera sudah tak beraturan lagi melihat kondisi di depannya
" Vale, lebih baik kau bertindak cepat sebelum mereka mengirimkan pasukan bantuan karena alrm itu berbunyi " pekik Greta kepada Valera seketika Valera terpaku niat untuk mencari jebakan justru hal seperti ini yang terjadi, Valera menyiagakan senjata tanpa suaranya
" Dave Thomas Asnee bergeraklah, sebelum mereka meminta bantuan lainnya gunakan senjata tanpa suara kalian, Go " ucap Valera melalui earphone miliknya yang sudah terhubung kepada orang orang nya
terdengar suara langkah serempak dari arah kanan Thomas, ya kini Thomas bersembunyi di balik pohon beringin yang cukup rimbun, Thomas mengintip sedikit siapa yang mendekat dan ternyata tak jauh dari tempatnya lima orang anak buah Chaiden sedang mengintai dan menelisik keadaan
TRAPPP !
PUSSSSS
Thomas dan beberapa anak buah king yang mengikutinya menggunakan senjata tanpa suara kearah mereka, tembakan Thomas tepat mengenai sasaran untung saja suara rintihan mereka tidak begitu keras sehingga tidak menarik perhatian yang lainnya
kali ini Thomas bisa bernafas lega, dan segera anak buah king menarik tubuh mereka yang sudah tak sadarkan diri ke suatu tempat agar tak terlihat, mereka sangat cepat dalam melakukan gerakan
Valera masih mengintai keadaan sekitar dengan intruksi yang Greta berikan
" Vale, kilat cahaya di Menara suar sudah di aktifkan, berhati hati lah mungkin mereka sudah menyadari ada nya penyusup " ucap Greta dengan nada sedikit panik dan Valera pun hanya diam mendengarkan tanpa menjawab, Valera hanya di temani tiga buah anak king saja sisanya mereka berpencar mengelilingi mansion milik Aldebaran
saat Valera akan mengintai seseorang mencengkram bahunya dengan sangat erat membuat Valera terlonjak kaget dan melakukan gerakan bela dirinya sehingga pria itu merintih kesakitan
KRAKKKK
AGHHH
suara retakan terdengar mengerikan, Valera langsung membungkam mulut si pria dan salah satu anak buah king langsung menusuk pria itu tepat di jantung nya dan pria itu tewas seketika dengan suara yang terbungkam
" menyebalkan, kau mengagetkan ku ! " gerutu Valera dengan wajah bengis nya, lalu meletakan tubuh si pria di tumpukan semak belukar di sampingnya
" Vale, mereka tak banyak hanya beberapa saja, seharusnya kau bisa mengatasi hal ini, pasukan mu lebih banyak " ucap Greta memberi saran dan Valera hanya mendengus kesal
Valera dan anak buah king kini sudah melangkah maju dengan cara mengendap ngendap situasi di tempatnya terlihat sudah aman,kilatan cahaya dari menara suar terus saja berputar mengelilingi kawasan itu, Valera sangat berhati hati
" Dave, Asnee Thomas kalian mendengarkan ku " ucap Valera dengan suara pelannya
" ya, nona " ucap mereka serempak dengan pelan tapi masih bisa di dengar
" berhati hatilah, kilatan cahaya sudah di aktifkan mereka sudah menyadarinya, habisi siapa saja yang menghalangi " ucap valera dengan suara tegasnya, mereka segera bergerak dan melangkah maju
Dave ditemani anak beberapa anak buah king yang mengikutinya Dave sudah bergerak menuju pintu samping mansion itu, disana tampak empat pria bertubuh tegap dengan senjata lengkap nya
DODODORDODOR
empat pria itu memberikan rentetan pelurunya ke arah Dave yang masih bersembunyi untung saja sebuah pohon bisa menghalangi tubuhnya dari tembakan sebuah peluru yang mengincarnya, nafas Dave tersengal dan sedikit panik bagaimana bisa mereka melihat persembunyian Dave dan yang lain nya, suara tembakan itu menarik perhatian anak buah lainnya
" kalian sudah di kepung, menyerah lah !" pekik seorang pria yang tak jauh dari persembunyian dave, Asnee dan Thomas yang mendengar suara ancaman itu seketika panik tapi tidak dengan Valera,
" bom " ucap Valera tegas dengan mata tajam nya, Dave yang mendengar perintah nona nya langsung mengambil sebuah bom berukuran bola pimpong di ransel kecil yang ia lilitkan di pinggang nya
BOMMMM
DUARRRR !!!!
AGHHH
suara ledakan terdengar sangat keras, lemparan Dave tepat mengenai sisi kanan mansion itu dan sekelompok orang yang sedang ingin mengincarnya, penghuni mansion berhamburan ke luar rumah, bahkan seorang pria yang bersetelan rapi dengan memakai jas putihnya langsung berlari karena merasakan guncangan yang kuat dari mansion nya, beberapa orang sedang merintih kesakitan bahkan mereka terkena ledakan itu dan tertimbun sebagian runtuhnya bangunan
" OUT " ucap Valera dengan lantang nya mereka segera menembakan pelurunya ke arah orang orang yang sedang berkerumun di luar mansion, dengan semangat yang membaranya para anak buah king memberikan rentetan aku pelurunya dengan sangat kuat
" Greta, blokir sinyal telekomunikasi mereka di sini " pekik Valera mengkondisikan earphone nya
" aku usahakan " ucap Greta lagi, karena memblokir sebuah telekomunikasi tidak lah mudah
DODODORR
AGHHH
beberapa anak buah king tersungkur serta merintih kesakitan karena peluru peluru itu bersarang di tubuhnya Valera yang melihat itu langsung melakukan aksi balas dendam. Asnee Sudah melumpuhkan orang orang yang mengepung nya begitupun dengan Thomas dan Dave, kini orang yang diyakini itu adalah Chaiden sudah lari dalam kegelapan hidden forest bersama beberapa anak buah yang mengikutinya, Valera sangat geram dan segera mengejar Chaiden dan ternyata musuh tidak sampai disitu sebuah helipad berlambang CC menembak ke arah Valera tapi dengan sigap Valera berlindung di balik pohon yang tak jauh dari dirinya
__ADS_1
" sial, ternyata mereka sudah mengirimkan pasukan bantuan, Greta apa tugas mu sudah selesai " ucap Valera geram " Dave kau dimana ?" ucap Valera dengan nafas tersengal nya, helipad itu semakin mendekat ke arah persembunyian Valera,
DORRR DORRRRR DORRRRR
Valera memberikan tembakan nya kearah helipad yang sedang mengincarnya, tapi helipad itu cukup mahir untuk menghindar
" Vale, aku mendeteksi akan ada tiga helipad yang akan datang ke arah mu, bagaimana ini " pekik Greta yang tak kalah panik, pemblokiran telekomunikasi baru saja selesai setelah Greta harus memecahkan kode yang sangat sulit dan harus memberitahukan beberapa menit untuk menyelesaikan nya
" Asnee Thomas Dave dan seluruh nya tinggalkan tempat itu " pekik Valera melalui earphone nya, sebagian anak buah king sudah ada yang gugur dan kini mereka tersisa setengahnya dari jumlah pertama karena aksi dalam tembak menembak, para anak buah Chaiden sudah gugur seluruhnya dan mereka sempat memberikan sinyal untuk mengirimkan pasukan bantuan
" nona, sebuah helipad mencoba mengejar ku " ucap Asnee yang panik
" tembak baling baling nya menggunakan senjata P40, aku percayakan padaku Asnee " ucap Valera yang masih bersembunyi " Greta aku kehilangan Chaiden kemana dia, ini semua gara gara helipad sialan itu " gerutu Valera lagi
" sinyal memiliki Chaiden menuju kapal pesiar nya, Vale " ucap Greta lagi
" sial, jadi mereka ingin kabur tak akan ku biarkan " ucap Valera lagi yang memencet satu buah tombol untuk memberikan sinyal kepada matt agar mengirimkan helipad miliknya
Dave dan Thomas sudah berkumpul dan membereskan para tikus yang menghadang nya, tapi Asnee belum terlihat Dave mendengar suara helipad yang tak jauh dari arahnya
" Asnee kau mendengarkan aku " ucap Dave dengan berlari kecil bersama Thomas ia juga tak melihat nona nya hanya mayat mayat yang bergelimpangan dengan darah yang melumuri tubuh mereka di tanah yang sudah terbujur kaku dengan kondisi yang mengenaskan
" sial, helipad itu sangat licin, aku kesulitan untuk menembak baling baling nya, bantu aku ! " pekik Asnee dalam earphone miliknya ia kewalahan membidik kan pelurunya dan orang yang ada di atas helipad itu pun sama sama mengincar Asnee untuk merobohkan nya
DORRR DORRRR
orang itu menembak ke arah Asnee tapi untungnya Asnee menghindar dan berlari sekencang kencangnya, ia berfikir kemana anak buah king lainnya, kenapa tidak terlihat sama sekali bahkan anak buah yang mengikutinya kini sudah tak terlihat lagi
DORRRR
AGHHH
kaki kanan Asnee terkena peluru dari orang yang sedang berada di helipad itu, ia langsung tersenyum sinis, Asnee memekik kesakitan ia ingin berusaha berlari agar tak mati sia sia, Asnee berusaha menyeret kakinya untuk terus berjalan namun tiba tiba
BLUMMM
DUARRRR
" nona kau mendengarkan aku " ucap Dave melalui earphone nya tapi tidak ada balasan hanya bunyi nyaring dan suara senjata Laras panjang disana
" ada apa ?" tanya Asnee bingung yang melihat raut wajah Dave terlihat seperti khawatir
" kau tau nona Valera dimana ?" tanya Dave ke arah Asnee dan Asnee pun hanya menggeleng tidak tahu
" terakhir aku mendapatkan pesan bahwa kita harus menjauh dari mension itu, serta nona sendiri yang menyuruhku menggunankan senjata P40 untuk menghancurkan helipad itu" ucap Asnee jujur
" apa kemungkinan nona mengejar target, secara pria itu tadi berlari bersama beberapa pengikutnya ke arah sana " pekik Thomas
tak lama beberapa helipad dengan lambang VH mendekat ke arah mereka, Dave langsung mengembuskan nafasnya kasar setidaknya itu sangat membantu dalam membawa Asnee dan yang lainnya yang sedang terluka saat ini
helipad itu berputar dan terbang semakin rendah, Dave sangat terkejut saat melihat siapa yang berada di atas sana
" dimana Valera " teriak orang itu lantang dengan wajah khawatirnya, seketika Dave mendadak bisu tak bisa menjawab
Thomas dan Asnee bingung melihat pria itu bergelayut gagah sembari memegang senjata miliknya dan tak lama sebuah helipad lain turun mendarat dan menampilkan sosok yang paling dikenalnya
" dimana adikku " ucap vyan dengan wajah khawatirnya
" kami kehilangan jejak nya tuan muda " ucap Dave dengan ragu
" mengapa bisa ?" ucap vyan dengan suara lantang nya membuat para bawahan Valera gugup seketika mereka hanya menunduk karena merasa bersalah tak melindungi nona nya bahkan kini kehilangan jejaknya, seorang pria tampan muncul dibelakang vyan dengan wajah yang tak bisa dibaca nafasnya saat tersengal. Ya lelaki itu Remigio, vyan memberi kabar kepadanya
" dimana Valera " ucap remigio, vyan dan lainnya hanya menggeleng pelan membuat Remigio menatap bingung " katakan " ucap remigio Dengan nada penuh penekanan
" mereka kehilangan jejak adikku " ucap vyan pelan vyan
" lalu mengapa kalian tidak mencarinya " ucap remigio dengan berteriak
mereka saat ini hanya diam seperti patung, bahkan Asnee masih merintih kesakitan membuat Remigio mengalihkan pandangan nya lalu ia menyuruh yang lainnya membawa Asnee ke dalam helipad nya untuk segera di obati, sedangkan vyan hanya menatap tak percaya karena mansion asing itu sudah setengah runtuh akibat ledakan serta banyak nya mayat yang tewas dengan tubuhnya yang berlubang
saat Dave dan Thomas sedang memikirkan sesuatu seketika suara seorang wanita terdengar disana
" dimana kalian, mereka semakin banyak dan aku terdesak, kaliaan menginginkan aku mati sia sia " pekik Valera dengan nafas memburunya " aku berada di belakang kawasan hidden forest disana ada sebuah kapal pesiar Chaiden melarikan diri ke tempat itu, cepat " teriak Valera lagi sontak Dave dan Thomas terlonjak kaget dengan wajah paniknya
__ADS_1
" nona Valera menuju dermaga di belakang kawasan ini, cepat " ucap Dave lagi tentu saja mereka segara bergegas menaiki helipad agar lebih cepat menuju ke tempat itu, kilat cahaya sudah mengitari tempat mereka Dave segera menyiagakan senjatanya
DODODODOR
entah dari mana arahnya empat orang pria menembak kan pelurunya kearah helipad milik Valera untung aja helipad itu sudah di modifikasi anti peluru oleh Valera sehingga tidak mempengaruhi kinerja dari helipad tersebut
" sial, tembak mereka " ucap vyan lantang
DORRR DORRRR DORRRR
mereka tewas seketika karena peluru dari Dave dan Thomas sedangkan Remigio masih fokus mengitari sekitar untuk mencari keberadaan kekasihnya
*******
enam helipad turbo milik Valera mengudara dengan gagah nya, tersisa 10 orang anak buah king yang masih baik baik saja tanpa terkena peluru dari musuh dan sisanya sudah di tangani serta di bawa kembali ke markas untuk di obati, vyan dan Remigio masih mengelilingi area sekitar mencari keberadaan Valera, Greta mencoba untuk bisa terhubung kepada Dave setelah dapat persetujuan dari Valera
" Dave ini aku Greta, kalian dimana cepatlah Valera membutuhkan bantuan, aku mendekteksi ada dua buah helipad bantuan milik Chaiden yang akan menuju kesana tembak mereka dan hancurkan " ucap Greta dengan suara tegasnya seketika Dave menggunakan teropong khusus yang digunakan untuk melihat helipad di gunakan nya, vyan yang berada di sisi nya menatap bingung
" sial, itu mereka " ucap dave, lalu ia menggunakan peluru khusus dari helipad nya untuk menghancurkan tikus yang menghalangi pemandangan nya
SLUTTT
DUARRRR
SLUTTT
DUARRRR
tembakan Dave yang dibantu oleh Asnee disamping nya mengenai sasaran bahkan Remigio sampai terkejut dibuatnya, sebuah kapal pesiar sudah terlihat tapi belum ada tanda tanda Valera
Disisi lain Valera terus menembak melawan musuh yang menghalagi jalannya bahkan Chaiden terkena luka tembak di bahu kirinya karena berusaha kabur, tapi ia masih saja berlari menuju dermaga berharap ada sebuah helipad bantuan yang akan membantunya
" sial, " umpat Valera lagi, Valera belum mengetahui kedatangan para jajarannya disana kini anak buah Chaiden sudah tewas ditangan Valera hanya menyisakan Chaiden seorang, nafas Valera dan chaiden memburu seketika
" berhenti pecundang majulah dan lawan aku !" pekik valera dengan nafas tersengal nya begitupun dengan Chaiden
" ternyata kau rupanya dasar wanita sialan " ucap Chaiden dengan geramnya " untuk apa kau menyerang ku " ucap Chaiden lagi
" tentu saja untuk membalas kan kematian seseorang yang sudah kau bunuh " ucap valera dingin membuat Chaiden bingung
" apa maksud mu ! aku tak mengerti " ucap Chaiden lagi
" kejadian beberapa tahun silam aku sudah tahu semuanya, kau putra Aldebaran musuh dari kakek ku Marcell Harson kalian yang mengacaukan acara penobatan kakak ku vyan Harson dan kau yang sudah dengan sengaja menaruh racun dalam jamuan pesta keluarga ku, dan apa kau tahu karena ulahmu macky tewas oleh racun itu " teriak Valera dengan lantang membuat Chaiden tertawa seketika, bahkan ia tak tahu jika ayahnya musuh dari Marcell Harson. Chaiden pun mempunyai dendam tersendiri kepada macky, awalnya ia tak mengira jika macky bagian dari king musuh sang ayah, lalu ia menjadikan ini sebagai keuntungan nya
" itulah yang pantas untuknya, dan asal kau tahu karena pria itu Diandra meninggalkan ku dan lebih memilih pria brengsek itu " teriak Chaiden dengan wajah garang nya Valera semakin tidak mengerti dengan penjelasan nya, melihat Valera memasang wajah bingungnya tentu saja Chaiden tertawa sinis bahkan terkesan mengejek, ia menceritakan dengan detail mengapa ia melakukan hal itu karena seorang wanita, ya karena seorang wanita " kau tidak mengetahui yang sebenarnya " seringai Chaiden dan langsung menebak Valera mengenai bagian perutnya nya
DORRRR
AGHHH
Valera terkejut mendapatkan serangan dadakan dari Chaiden hanya meringis kecil darah sudah mengalir sangat deras dari perut nya tapi Valera tidak perduli lalu ia menembak kan pelurunya tepat mengenai tangan Chaiden yang memegang pistol miliknya
DORRRR
Chaiden mengerang kesakitan sorot mata nya menjadi sangat tajam
" dasar wanita sialan " pekik Chaiden ia mencoba mengambil sebuah pistol yang terlempar tak jauh dari dekat nya tapi lagi lagi Valera menembak kaki nya
DORRR
AGHHH
lagi lagi Chaiden mengerang sembari memegang satu kakinya yang terluka, Valera tersenyum sinis tanpa memperdulikan luka tembak di perutnya dengan darah yang semakin deras mengucur
" berani sekali kau mengacungkan senjata mu padaku, Chaiden ! " pekik Valera dengan wajah bengisnya ia mendatangi Chaiden yang masih tersungkur lalu menendang wajah Chaiden sangat keras
DUAKKK
lagi lagi Chaiden mengerang menahan sakit pada wajahnya saat Valera akan memeluk kembali suara bising helipad menghampiri dirinya membuat ia menutup wajahnya karena sapuan angin yang sangat kencang
Chaiden memanfaatkan keadaan ini lalu ia dengan cepat mengambil senjata yang tadi terlempar dan dengan cepat ia menarik pelatuk nya dan
DORRR
__ADS_1