
satu Minggu berlalu semenjak Valera mengumumkan untuk mengadakan pertemuan semacam rapat formal,seluruh pasukan khusus atau bisa dibilang orang-orang yang tersembunyi menyambut antusias pesan dari sang lady
bahkan Zizi Elion dan Lotus tinggal di markas utama, keempat predator masih berada di markas walaupun mereka harus bulak balik antar kota karena usaha ilegal milik sang lady yang harus dipantau dengan baik tapi dengan begitu Valera mengijinkan menggunakan pesawat pribadi miliknya untuk digunakan oleh para jajaran nya yang membutuhkan, sedangkan bagi anggota B.woman masih dalam perjalanan
Daniel baru saja menginjak kan kakinya di markas utama setelah satu bulan ia menempuh pendidikan kilat atas saran Valera, Daniel yang berniat berkemas pakaian lainnya karena ia akan tinggal di Gold mansion mendadak terkejut karena ramainya markas
sesaat Daniel berkenalan dengan Zizi Elion dan Lotus begitupun dengan Matt Edgar Hugo dan zumba setelah lima belas menit berbincang salah satu pengawal yang ditugaskan Valera untuk menjemput Daniel sudah tiba mau tidak mau Daniel berpamitan dengan sopan
waktu menunjukan pukul lima sore Elion dan Lotus sedang berbincang kecil dengan Dave dan Thomas sedangkan keempat predator mereka memilih untuk berlatih mengasah kemampuan mereka agar lebih tangguh dan mumpuni walaupun kemampuan mereka tidak bisa diremehkan tapi nasihat yang Valera berikan selalu teringat baik di dalam diri mereka
Zizi memilih menuju ke dapur untuk memasak makan malam hari ini, almari pendingin itu penuh dengan bahan makan dan lainnya Zizi dibantu oleh satu orang maid yang berkerja sangat laman dengan Valera bahkan Valera membiayai kebutuhan keluarganya sampai benar-benar tercukupi
Zizi merasa senang bisa berkomunikasi dengan maid itu,
" jika boleh tau hmm.. bibi berasal dari mana ? " tanya Zizi sembari mengupas wortel dan memotongnya dengan ukuran sedang
" Indonesia " singkat maid itu dengan senyum lembutnya membuat Zizi tertegun seketika
" bagaimana bisa bibi bisa berada di sini ? " bingung Zizi lagi
" ceritanya panjang sekali nona " ucap maid itu tersenyum dan Zizi hanya mengangguk saja sembari melanjutkan memotong bahan makanan yang tersisa
" hmm bibi apakah bibi pernah memasak makanan Indonesia ? " tanya antusias Zizi dan maid itu menggeleng " bisakah bibi memasaknya untuk kami aku dengar makanan Indonesia sangat lezat rasanya " antusias Zizi dan bibi mengangguk ragu bukan kah ia tak mau memasak hanya saja ia akan memasak untuk makan malam otomatis yang lainnya pun akan ikut mencicipi nya, maid itu takut jika masakan Indonesia tak akan sesuai dengan lidah jajaran king, Zizi yang paham akan keraguan maid itu dengan cepat menyuruh nya untuk segera memasak
maid itu bernama Rita, Zizi melihat cara Rita memasak bahkan beberapa bumbu dan bahan makanan Indonesia tersedia rapi di satu lemari berukuran sedang,seketika ingatan Zizi mengarah pada sang nona
dua jam berlalu Rita dan Zizi baru saja menyelesaikan pekerjaan nya sayur sop dengan potongan daging ayam dan rempah pilihan membuat aroma itu kian memikat serta beberapa olahan lainnya yang terbilang sederhana seperti ayam goreng madu pedas, sampai olahan tumis dan sambal pedas pun telah tersedia dan tersusun rapi dimeja makan
Zizi tersenyum puas dengan hasil masakan itu tak lama para anggota lainnya mulai berkumpul di meja makan Thomas tertegun dengan hidangan aneh dihadapannya itu begitupula dengan yang lainnya Zizi hanya acuh saja dan mulai mengambil nasi yang sudah di masak oleh bibi Rita tadi
" apa ini ? " tanya Edgar mengerutkan dahinya
" makanlah ! jangan banyak bicara " ketus Zizi dan Edgar menatap tajam kepada Zizi, Thomas ikut mengambil nasi kedalaman piringnya lalu ia mulai mengambil menu makanan yang tersedia sedikit demi sedikit Dave pun tak banyak bicara ia tahu jika ini masakan Indonesia tapi Dave jarang memakannya, begitupun yang lain mereka ikut memakan hidangan yang sudah didepan mata itu
Zizi tersenyum puas karena rasanya sungguh enak dan lezat bahkan ia tak malu untuk mengambil lauk nya lagi tanpa memperhatikan orang sekitar para lelaki makan dengan tenang dan terlihat sangat menikmati nya bahkan Hugo sampai mengambil lagi lauk pauk yang tersedia disana ke dalam piringnya, dan Zizi tampak menikmati makan malam nya itu
****
Gold mansion
Valera kini sedang duduk bersantai di lantai satu bersama George Asnee dan Daniel dengan ditemani beberapa minuman dan cemilan disana
" bagaimana dengan sekolah mu Daniel ? " tanya Valera
__ADS_1
" semuanya baik kak, aku bisa menyelesaikan nya dengan baik " seru Daniel sopan dan Valera mengangguk mantap
" lanjutkan lah pendidikan formal mu kau bisa memilih universitas terbaik " ucap Valera lagi dan Daniel hanya tersenyum sopan sebenarnya ia sangat canggung serta malu akan penawaran Valera tapi menolak pun tak mungkin karena ia membutuhkan pendidikan itu
" terimakasih " ucap Daniel sopan dan Valera hanya tersenyum manis
George asik dengan tablet ditangannya sedangkan Daniel menatap pria kecil bermata biru itu, Daniel merasa nyaman bisa mengenal dan tinggal dengan Valera yang bagaikan malaikat penolongnya nya itu sekelebatan bayangan tentang pembunuhan keluarganya terngiang kembali Daniel bertekad untuk menjadi pria kuat dan tangguh seperti yang selalu Valera ucapkan hingga pada suatu saat nanti ia sendiri yang akan membalas dendam nya
satu jam kemudian George mengajak Daniel untuk melihat kuda ditaman belakang rumahnya tentu saja Daniel senang dan mengiyakan permintaan George dengan ditemani Asnee, sedangkan Valera ia memilih menuju ruang kerjanya
CEKLEK
satu ruangan yang berada di lantai tiga dengan sangat luas dan nyaman serta bernuansa putih netral, terdapat banyak komputer-komputer terbatas dan tercanggih serta banyaknya layar monitor, alat pengendali, rekaman CCTV di seluruh mansion bahkan hingga sekeliling mansion, banyak nya tombol-tombol berukuran besar dan berbagai warna dengan berbagai fungsi
Valera duduk dengan nyaman dikusi kebesarannya itu, ia mulai mengingat-ingat sesuatu tak lama ponsel Valera berdering memecah keheningan
" Hallo " ucap Valera datar
" sweatheart " seru seorang lelaki yang suaranya tak asing dan sangat Valera rindukan
" Remi ? " ucap Valera lagi pasalnya ia sudah lama tidak berkomunikasi dengan Remigio karena kesibukannya masing-masing dan kini Remigio menghubunginya " kau kah itu ? '' ucap Valera tak percaya
" ya ini aku, bagiamana kabarmu ? maaf jika aku baru bisa menghubungimu sweatheart " ucap remigio lagi lembut
" kabar ku baik, lalu bagaimana dengan kabarmu ? apa kah kau baik-baik saja " tanya Valera lagi yang tiba-tiba bingung harus berbicara apa
" hmm.. aku menunggu hari itu " ucap Valera lagi dengan senyum manisnya hingga dua puluh menit berlalu mereka berbicara untuk saling melepas rindu dan pembicaraan itu berakhir dengan kata yang manis dan terkesan romantis
baru saja Valera meletakkan ponselnya suara nyaring berdering kembali dengan sigap Valera mengangkatnya tanpa mau melihat siapa yang menghubunginya
" ya hallo " ucap Valera dengan mata terpejam
" Vale, bisakah kau keperusahaan ? ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan " tanya Vyan
" ya baiklah, tunggu lah aku " ucap Valera lalu mengakhiri panggilan itu
Valera bersiap-siap memakai pakaian yang lebih menawan dari sebelumnya karena ia akan menginjak kan kakinya diperusahaan Harson Crop's, Valera telah memberi ultimatum untuk Daniel dan George agar tidak keluar mansion tanpa seijinnya keduanya mengangguk begitupun dengan Asnee
Valera menggunakan mobil mewah berwarna merah, yang sesuai dengan gaunnya nya hari ini dengan tas branded yang tertenteng rapi ditangan kanan nya
satu jam berlalu Valera sudah sampai di perusahan Harson Crop's para satpam yang bertugas langsung menunduk hormat pada Valera begitupun dengan para karyawan yang berlaku lalang, Valera selalu mencuri perhatian orang sekitar, hingga ia menggunkan lift khusus dan menekan angka paling tertinggi di gedung itu
Ting
__ADS_1
pintu lift terbuka, Valera berjalan dengan anggun dan senyum nya yang menawan para sekretaris Vyan menyentuk hormat dengan tersenyum
CEKLEK
Valera membuka pintu, ia tersenyum manis kepada pria yang disebut kakaknya itu, hingga pandangannya beralih pada lelaki paruh baya yang ia temui waktu lalu dan Leonel pun tak jauh dari tempat duduk vyan, sesaat Valera mengkerutkan dahinya seketika lalu otak cerdas nya mulai befungsi ia berjalan dengan anggun dan duduk di kursi single mata Leonel tak pernah luput dari Valera, debaran jantungnya berdetak lebih kencang Vyan yang menyadari akan hal itu langsung memberi kode kepada Leonel untuk tenang dan Leonel mengerti
" ada apa kak ? sesuatu yang penting ? " ucap Valera dengan manja kepada vyan dan vyan hanya mengangguk saja
" sebenarnya ini bukan Masalah perkejaan atau tentang perusahaan, tapi dia " ucap vyan datar sambil menatap kearah lelaki paruh baya itu sedangkan yang ditatapnya hanya diam saja
" kembalikan putriku " ucap nya tiba-tiba dan Valera mengerutkan dahinya lalu menatap tajam kearah lelaki paruh baya itu, tatapan nya sungguh tidak biasa sampai-sampai Leonel mendadak bergetar tapi sedemikian mungkin ia tetap tenang
" putrimu ? " tanya Valera lagi dengan polos
" putriku menghilang beberapa hari yang lalu, aku tau ini adalah kaitannya dengan dirimu " ucap lelaki paruh baya itu lagi dan Valera tersenyum tipis vyan yang mengerti akan senyuman itu hanya menghela nafasnya pelan apa yang di perbuat oleh wanita itu hingga Valera menawan nya ?
" hahahaha " tiba-tiba Valera tertawa mengejutkan lelaki paruh baya itu dan juga Leonel " wow instingmu sangat kuat paman, " ucap jenaka Valera " tapi apa kau tau, apa yang sudah dilakukan oleh putri kesayangan mu ? " tanya Valera datar dan dingin hingga auranya berubah dalam sekejap mata membuat lelaki paruh baya itu menelan ludahnya kasar
" aku tau pasti putriku melakukan hal-hal yang gegabah, tolong lepaskan dia " ucap nya lagi dan Valera hanya acuh saja " jika tidak aku akan melapor pada pihak berwajib " ucap nya tegas seketika Valera tertawa menakutkan sebenarnya vyan marah karena mendengar perkataan itu keluar dari mulut tamunya tapi ia diam saja dan menyerahkan semuanya pada sang adik
" lalu bagaimana jika aku melapor kan putrimu atas kasus percobaan pembunuhan pada anak berusia lima tahun " pekik Valera marah membuat lelaki paruh baya itu tersentak kaget sungguh ia terkejut begitupun dengan Vyan dan Leonel " bagaimana ? apakah para polisi akan percaya padamu ? aku mempunyai bukti dan rekamannya karena aku menempatkan para pengawal disekitar putraku " tegas Valera sambil menatap tajam kearah pria paruh baya itu
" tapi itu tidak terjadi ! buktinya putramu masih hidup dan hidup enak, kembalikan putriku sekarang juga " ucap pria paruh baya itu dengan kekeh dan Valera tersenyum sinis menanggapinya
" bagitukah ? baik akan dikabulkan permintaan mu " ucap Valera yang menghubungi seseorang, bahkan ia menyuruh orang itu membersihkan nya agar lebih layak pria paruh baya yang mendengar itu seketika bingung, lebih layak ? apa maksud nya ini, lalu Valera memutuskan panggilan tersebut
" apa yang kau lakukan terhadap putriku ! " marah nya dan Valera diam saja sungguh lelaki paruh baya itu tak sopan berteriak di tempat yang tidak seharusnya
" jaga bicara mu tuan Gerry ! " pekik vyan seketika ia menatap tajam pada vyan
" apa yang ia lakukan terhadap putriku ! wanita itu " tunjuk tuan Gerry marah dan seketika Valera membanting gelas dihadapannya
PRANGGG
lalu ia mendekat ke arah tuan Gerry
GREPPP
" AGHHH le...pas le..paskan aggh " teriaknya kesakitan saat Valera mencekik lehernya dengan kuat vyan diam saja sedangkan Leonel ia terkejut
" Berani sekali kau berteriak didepan ku ! apa kau tidak tau siapa aku ? apa kau ingin mengetahuinya ? " ucap Valera berapi-api tapi cengkramannya tak lepas dari leher tuan Gerry
sebelum itu Valera sudah memberi infomasi tentang tuan Gerry ternyata ia pun mempunyai bisnis ilegal dibawah naungan Valera melalui orang-orang kepercayaannya yaitu salah satu keempat predator !
__ADS_1
" le..pas " ucapnya dengan tercekat-cekat dan Valera menghempaskan begitu saja , tuan Gerry mengambil nafas dengan rakus karena hampir kehabisan oksigen
" kau mempunyai bisnis ilegal dengan salah satu orang ku ! lalu bagaimana caranya kau ingin melapor kepada pihak berwajib ? jangan mimpi tuan Gerry , bisnis mu dibawah naungan ku " ucap Valera lantang seketika membuat tuan Gerry terkejut tak percaya ia menatap Valera dengan tatapan bingung, ya ia memang mempunyai bisnis ilegal dibawah naungan king salah satu mafia terelit, rapi rasanya tidak mungkin wanita yang dihadapannya ini seorang yang bergelar lady " ingin bukti ? aku bisa membuktikannya tapi sebelum itu aku pastikan bisnis mu hilang dan lenyap tanpa jejak " ancam Valera lagi membuat nyali tuan Gerry menciut seketika, lalu Valera kembali duduk dengan tenang dan mengatur nafasnya agar lebih rileks lalu ia menyambar air mineral yang tersedia disana tapi sorot matanya yang tajam tak lepas dari tuan Gerry saat ini.