Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Kekacauan


__ADS_3

DORRRR


PRANGGGGG


sebuah tembakan menghancurkan lampu kristal dengan ukuran besar yang menggantung indah di tengah ballroom, Valera , Vyan dan Remigio segera menghindar dari sana agar tak terkena serpihan dari lampu kristal itu. Untung nya para tamu undangan sudah membubarkan dirinya, serta keluarga beserta para sahabat Remigio sudah memasuki ruangan rahasia dengan didampingi Thomas dan anak buah nya yang lain.


" sial, siapa yang berani bermain di sini ! " teriak vyan murka sembari melihat ke sekelilingnya, Valera segera menghubungi mengaktifkan MH nya yang terhubung dengan Greta, Leonel , Pram, dan Thomas


" Greta, kau mendengar kan ku " ucap Valera dengan dengan sedikit panik sembari melihat sekeliling nya, Remigio dan vyan segera bersiaga memegangi senjatanya


" ya penembak berada di lantai atas, tepat di sebelah kanan kalian, arahkan tembakan mu ke sana " pekik Greta yang peka dengan keadaan


Valera langsung membalikan badannya dan menatap keadaan sekitar lalu matanya menangkap sesuatu yang bersembunyi di balik kokoh nya pilar bangunan


DORRR


AGHHH


vyan dan Remigio terkejut dengan tembakan Asal dari Valera ternyata tepat pada seseorang yang bersembunyi di balik nya


" cari Peter sekarang juga " teriak Valera menggema di ruangan


saat mereka akan menari Peter datang lah sepuluh orang berbaju rapi dengan berpakaian serba hitam membuat Valera Remigio dan vyan bersiaga, Valera menajamkan matanya ke satu sosok yang paling dikenal nya


" kau tidak perlu mencari repot repot diriku Valera " ucap seorang pria dengan wajah angkuh nya membuat Valera terkekeh di buatnya, lalu dia menekan tombol sesuatu di balik pinggangnya.


" Greta, aktifkan senjata otomatis, dan dimana Dave yang lainnya " ucap Valera pelan ke arah MH nya, Peter menatap Valera dengan sangat tajam, tapi Valera tak perduli dengan tatapan itu


" sudah aktif, Dave dan yang lainnya sedang melawan para musuh dengan yang lainnya, tapi kau jangan khawatir anak buahmu sangat lincah , justru membuat pihak musuh kewalahan di buatnya , " ucap Greta santai membuat Valera tersenyum miring


" wow tak ku sangka ternyata dirimu Peter " ucap Valera dengan tenang dan malah melangkah maju ke arah Peter seketika Peter jadi salah tingkah di buatnya , anak buah Peter tentu saja menondongkan senjata nya ke arah Valera,


" sial bagaimana bisa mereka membawa senjata kesini, bagaimana cara alat itu berkerja. batin Valera kesal


vyan pun tak kala terkejut bagaimana bisa mereka membawa senjata ke ruangan yang sudah di pasang dengan alat alat yang canggih.


" cihh sangat lucu kalian mengeroyok seorang wanita " ejek Remigio membuka suara dengan senyum devil nya


" tuan Remigio , senang bertemu dengan mu tapi aku tidak mempunyai urusan dengan mu " ucap sinis Peter ke arah remigio


" tentu saja ini juga bagian dari masalahku karena kau mencoba berperang melawan kekasihku " ucap remigio dengan dingin nya membuat hawa di sekeliling nya seakan mencekam, Valera hanya tersenyum tipis menatap kekasihnya


" berikan aku alasan mengapa kau mencoba melawanku " ucap Valera dengan datar nya


" aku tidak sedang melawan mu Valera, aku hanya menginginkan mu itu saja " ucap Peter enteng, membuat Remigio mengepalkan tangan nya geram


" berani berani nya kau menginginkan wanita ku ! " teriak Remigio yang hendak menembak Peter tapi di tahan oleh vyan


" mengapa ? ini tentang perasaan tuan Remigio " ucap Peter sinis membuat Valera jengah di buatnya


" cihh.. bahkan aku tak Sudi dengan mu ! " pekik Valera dengan suara lantang nya membuat Peter menggeram seketika,


" kau ! tutup mulutmu itu " teriak Peter teramat marah dengan perkataan Valera yang seolah olah merasa jijik padanya. Peter seseorang yang sangat tempramental ia sangat mudah mengeluarkan otot suaranya


" sudahlah, kau suruh turunkan senjata anak buahmu ini, kau tidak liat sekeliling mu saat ini " ucap Valera santai nya , Peter dan para anak buahnya melihat sekeliling mereka, tapi tidak ada apa apa membuat Peter bingung dan merasa jadi orang bodoh seketika


" hahaha, lihat lah di atas kalian, hadiah apa yang akan aku berikan jika kalian mencoba untuk melawan ku " teriak Valera lagi membuat Peter melihat ke atas seketika, betapa terkejutnya ketika ia melihat banyak alat senjata yang akan berkerja secara otomatis, Peter menelan ludahnya secara kasar


" masih ingin bermain " lanjut Valera dengan menyeringai " jika iya lawan aku dengan tangan kosong tanpa senjata " tantang valera bersemangat membuat Peter merasa di remehkan oleh seorang wanita


" turunkan senjata kalian, dan lawan lah mereka, dengan tangan kosong " ucap Peter memerintah, Remigio dan vyan seketika saling berpandangan lalu menyeringai kemudian


" hahaha.. Peter ... Peter maksud mu kau akan diam saja melihat para anak buahmu untuk melawan ku " ucap sinis Valera dengan nada menggelikan sontak itu menjadi perkataan telak untuk Peter yang merasa di remehkan

__ADS_1


" aku akan melawan mu " ucap Peter yang berlari dan ingin menghajar Valera tapi dengan sigap Valera menendang wajah Peter dengan Hells nya membuat Peter terjengkang ke belakang dan meringis menahan sakit di wajahnya , untung nya Valera memakai celana dibalik gaunnya jadi ia tak akan khawatir jika tiba tiba gaunnya sobek dan terkoyak.


Remigio dan vyan saling menghajar habis habisan anak buah Peter 2:10 bukan kah itu sangat pengecut. Remigio dengan lincah menghajar mereka dengan tangan dan kakinya begitupun dengan vyan mereka sama sama melawan para musuh untuk melumpuhkan nya. Greta belum saja beraksi untuk menekan tombol senjata otomatis itu, ia begitu menikmati adegan yang sangat dramatis itu.


" oops.. maaf Peter aku tak sengaja " ucap Valera dengan tertawa terbahak bahak membuat Peter sangat marah


" kau dasar wanita sialan ! rasakan ini " ucap Peter dengan gerakan cepat meninju perut Valera dengan sangat keras


BUGHHHHHH


AGHHH


lagi lagi Valera mendapatkan pukulan di perutnya, setelah tadi malam ia pun mendapatkan pukulan di perutnya saat menyelamatkan Pram, Remigio yang ingin menolong sang kekasih dihadang langsung oleh anak buah Peter yang masih bertahan alhasil ia harus segera menyelesaikan nya terlebih dahulu


Greta yang melihat Valera tersungkur sangat panik, ia dengan cepat memindai para musuh beserta dengan Peter. jari tangan nya sangat lincah dan cepat untuk menyelesaikan tugasnya, lalu dengan cepat ia menghubungi Valera melalui MH nya


" mereka sudah ku tandai, dalam hitungan mundur ke tiga senjata itu akan beraksi " ucap Greta dengan nada tenang nya


Peter menyeringai senang melihat Valera tersungkur hanya dengan satu kaki pukulan di perutnya, ia semakin mendekat ke arah Valera dan ingin memukul nya lagi tapi tidak disangka seseorang menghajarnya dari belakang


BUGHHHHHH


AGHHH


Ternyata Gloria memukul Peter dari arah belakang, ia nekat keluar dari ruang rahasia dan ingin membantu sepupunya itu, orang tuanya pun tak bisa berbuat apa apa ketika Gloria sudah keras kepala, alhasil ia mengijinkan Gloria untuk membantu sepupunya. Gloria sangat marah ketika melihat Valera tersungkur mendapat pukulan keras dibagian perutnya. lalu ia berlari dan menghajar Peter dari arah belakang


terdengar suara yang sangat asing didalam ruangan itu,seketika tubuh para musuh sudah terdapat titik berwana merah begitupun dengan Peter, meraka sangat bingung dengan hal itu


DORRR DORRR DORRRR


AGHHH


rintihan dan rentetan senjata menggema diruangan itu,seketika para musuh tersungkur ke lantai dengan masing masing satu luka tembak, Peter yang mendapat luka tembak di bagian bahunya, masih bisa menahan dan mencoba untuk bangkit, Peter menatap tajam ke arah dua wanita yang tak jauh dari hadapannya, Gloria menatap Peter dengan tatapan yang menantang.


" berani nya kau menghajarku " ucap Peter di sela sela rintihannya tanpa basa basi valera segera bangkit lalu berlari dan melakukan gerakan memutar untuk menendang Peter , tapi Peter dengan sigap memegang kaki Valera dengan erat, Gloria tak tinggal diam ia segera menghajar wajah Peter dengan sangat keras sampai mengeluarkan darah dari hidungnya


BUGHHHHHH


kali ini Peter bisa menjaga keseimbangan nya , Peter menyeringai penuh arti melihat dua wanita yang akan melawannya, Valera dan Gloria Sama sama menatap tajam ke arah Peter


" ckk aku merasa menjadi seorang pengecut melawan dua orang wanita sekaligus, bagaimana jika kalian berdua menghangat kan ku di atas ranjang saja " ucap Peter dengan menyeringai , Valera teramat sangat murka dengan perkataan frontal Peter, dan terjadilah aksi saling menyerang antara ketiganya.


vyan dan Remigio baru saja menyelesaikan kesepuluh orang itu, dengan wajah yang penuh akan keringat nafas mereka pun tersengal dan terdengar kasar, Dave Leonel serta Pram baru saja tiba di ballroom dengan keadaan yang sudah acak acakan baju yang sudah tidak rapi lagi. Saat remigio ingin menolong kedua wanita itu seketika tangan vyan mencegahnya


" biarkan itu menjadi bagian mereka " ucap vyan dengan nafas yang masih tersengal


" tapi bagaimana jika terjadi apa apa " ucap remigio yang kekeh ingin membantu kedua wanita yang sedang berkelahi hebat dengan Peter


" percayalah " ucap vyan tenang dan mencoba mengatur nafasnya agar lebih baik, Greta yang melihat keadaan mulai membaik bisa bernafas secara lega.


Peter masih saja bertahan setelah mendapat pukulan bertubi-tubi dari Valera serta Gloria. Valera tampak menyeringai mengerikan begitupun dengan Gloria wajahnya berubah sangat bengis hilang sudah sosok wanita anggun dalam diri keduanya.


Remigio tak menyangka jika Gloria juga pintar dalam seni bela diri. vyan sangat menikmati adegan yang ada di hadapan nya sembari terduduk dengan asal di lantai. Dave dan juga lainnya tampak tegang melihat perkelahian Peter dengan dua orang wanita sekaligus


BUGHHHHHH


AGHHH


Valera menendang kaki kanan Peter dengan gerakan sliding yang sangat keras, Peter sampai terpejam menahan rasa sakit yang luar biasa di kakinya belum juga rasa sakit itu hilang kini giliran Gloria yang melakukan gerakan melayang dengan memukul wajah Peter dengan sangat brutal


BUGHHHHHH


AGHHH

__ADS_1


seketika Peter terjengkang ke belakang dan tak lama ia pun mulai kehilangan kesadaran nya, wajah Peter sudah babak belur di hajar habis habisan, hidung serta bibirnya sudah mengeluarkan begitu banyak darah di tambah bahu nya sudah terkena luka tembak. Valera menatap Peter dengan sangat sinis Gloria tampak mengatur nafasnya, seketika Valera teringat bagaimana bisa anak buah Peter masuk design membawa senjata


" Dave !! kumpulkan semua pengawal yang bertugas disini sekarang juga ! " teriak Valera lantang, mata nya sudah sangat memerah, Dave yang tau bahwa nona mudanya sudah berubah menjadi bengis segera berlari dan mengumpulkan para Anak buahnya


Remigio menatap bingung kepada Valera, mengapa dia marah ??


" ada apa dengan Valera " tanya Remigio dengan pelan di dekat vyan


" dia akan mengamuk " ucap vyan tanpa sadar membuat Remigio melebarkan matanya


Dave sudah kembali dengan seratus anak buah king di ballroom tampak wajah tegang terlukis di antara meraka. Valera menatap satu satu anak buahnya dengan intens dan sorot mata yang tajam


" jelaskan kepadaku bagaimana mereka bisa masuk ke sini ! Dengan pengawasan yang begitu ketat " pekik Valera, sontak membuat para anak buah king menelan ludah nya sangat kasar


semua orang yang berada hadapannya diam membisu tidak ada yang berani menjawab pertanyaan lady nya, aura dinginnya terasa sangat pekat membuat orang orang sulit mengeluarkan suaranya, kemarahan Valera sudah sampai di ubun Ubun tat kala tak ada yang menjawab pertanyaan. saat Valera akan berjalan tiba tiba Greta bersuara melalui MH nya


" vale, salah satu dari mereka anak buah Peter yang menyamar, aku menemukan rekaman cctv di bagian luar bahwa satu pengawal telah tewas dengan beberapa luka tusuk di bagian perutnya, kemungkinan dia lah yang melakukan semua ini, agar para anak buah Peter bisa melenggang masuk " ucap Greta menjalankan sontak membuat Valera teramat murka Dave,Pram,Leonel dan Thomas yang juga mendengarkan langsung terkejut


Valera lalu berjalan secara perlahan menyusuri setiap wajah sang anak buah sorot mata nya sangat tajam tat kala memperhatikan para pria yang berada di hadapannya


Remigio dan vyan saling berpandangan entah apa yang terjadi, melihat raut wajah valera yang sudah berubah. tiba tiba


PLAKKK


semua orang tertegun saat Valera menampar seorang pria dengan sangat keras, tak sampai disitu lalu ia menyeret pria itu lalu mendorong nya kedepan secara kasar, Gloria justru menatap intens pria itu lalu ia teringat bahwa pria itu sempat menabrak nya secara tak sengaja. Valera bukan orang bodoh yang tidak akan mengingat wajah para anak buah nya


" kau.. kau pria yang menabrak ku tadi," ucap Gloria yang terus menatap wajah lelaki itu, tidak salah lagi dia memang itu, semuanya kini menatap pria itu dengan sangat tajam


" lihatlah tuan mu sudah tidak berdaya apa kau ingin ku buat seperti itu ? atau lebih dari itu ! " teriak Valera lantang " kau telah membunuh salah satu orang ku " teriak Valera lagi semakin murka, pria itu sangat jelas ketakutan


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


Valera menghajar pria itu secara membabi buta, bahkan Gloria sampai memekik karena terkejut, Remigio yang melihat itu segera menghampiri kekasihnya dan memeluknya agar Valera tenang, bukan nya mereda Valera semakin meradang lalu dengan kaki lihai nya Valera menendang dada pria itu sampai mulutnya mengeluarkan darah segar.


BUGHHHHHH


Uhukk Uhukk


Valera menyeringai penuh arti seakan puas dengan permainan nya ia hanya terkekeh menikmati orang itu sudah lemah lemah tak berdaya


" aa-ampuni a-aku " ucap pria itu terbata, sakit yang teramat luar biasa masih ia rasakan, terutama dibagian dadanya


" kalian berani bermain dengan ku ! maka bersiap lah untuk mati ! " seringai Valera penuh penekanan membuat pria itu merasakan debaran yang sangat kencang, bahkan pria itu mundur secara perlahan di sela sela kesakitan nya saat Valera melangkah maju ke arahnya


" sweatheart " ucap remigio yang menghentikan langkah Valera, lalu Valera berbalik menatap Remigio dengan tatapan yang sulit di artikan " sudahlah biarkan orang orang kepercayaan mu saja yang mengurusnya " ucap remigio menentu saran dengan nada yang sangat lembut


" maaf Remi. Tapi dia sudah membunuh salah satu orang ku, lalu apakah aku harus diam saja setelah apa yang dia lakukan " tanya Valera dengan sorot mata yang sangat tajam saat remigio ingin bertanya, lagi lagi vyan menahannya dan sebuah gelengan kepala dilakukan oleh vyan tanda ia harus diam. Akhirnya remigio pasrah dan diam saja, bahkan Dave dan yang lainnya hanya menatap dengan datar seolah olah sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, Valera melangkahkan kaki nya semakin mendekat, sebuah senyuman maut tersungging di bibirnya dan


GREPPP


KRAKKKK


Valera mematahkan leher pria itu dengan sangat mudah, hingga pria itu mati dengan mata yang terbelalak. Semua orang sampai terdiam membisu dengan apa yang dilakukan lady nya bahkan Thomas menjadi sangat gugup di situasi ini. Dave Leonel dan Pram hanya saling pandang dengan wajah datar nya.


" Pram, Thomas kalian bereskan kekacauan disini dan kau dave serta Leonel bawa Peter ke markas, sebelum itu geledah semua barang yang berada di tubuhnya, " ucap Valera dengan dingin tanpa ekspresi apapun. Lalu ia kembali ke arah remigio dan vyan serta Gloria mengekor di belakang nya


" sweatheart sudahlah ayo kita pergi menemui orang tuamu " ucap remigio dengan lembut walaupun ia sangat syok dengan kejadian barusan, tapi ia pun tak munafik bahkan ia lebih keji untuk mengeksekusi para musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2