Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
rumit


__ADS_3

Valera sedang ditangani oleh dokter yang bertugas di dalam markas dan Ornaf sedang berada di Italia jadi dokter lainnya yang kemampuannya tidak diragukan lagi yang mengganti kan Ornaf untuk sementara waktu


Valera tidak menunjukan ekspresi apa pun selain menatap dan memandang lurus ke depan, bahkan anak buah yang bertugas maupun dokter yang menangani Valera menjadi gugup seketika


" nona sebaiknya anda jangan dulu banyak bergerak " saran dokter itu


" hmm " ucap singkat Valera membuat hawa dingin melingkupi ruangan itu


" aku sudah menuliskan resep nya di sini " ucap dokter itu gugup sembari memberi secarik kertas berwarna putih " ingat nona jangan terlalu banyak bergerak selagi luka anda belum mengering sempurna " ucap nya lagi dan Valera menatap dokter itu tanpa berkedip


" terimakasih " ucap Valera datar dan dokter itu menunduk hormat, lalu segera meninggalkan ruangan itu


Tok Tok Tok


" masuk " ucap Valera lagi dan muncul lah Dave dan Thomas disana,


" bagaimana keadaan nona saat ini ? " tanya Dave cemas dan Valera terkekeh dibuatnya


" ohh ayolah Dave hanya satu peluru tidak akan membuatku mati dengan mudah " ucap Valera acuh Dave dan Thomas hanya diam saja ketika mendengar lontaran dari sang lady


benar, hanya satu peluru saja tidak akan membuat sang lady nya mati, tapi bagaimanapun juga Dave maupun Thomas sangat mencemaskan kondisinya


Valera menyuruh Thomas untuk mengambil obat yang sudah tertulis, dan Thomas dengan sigap bersedia


Dave masih menunggu di ruangan itu bersama dengan nonanya


" nona, aku sudah mengantar wanita itu ke mansion Aldebaran tapi pada saat itu juga datang sebuah mobil yang membawa Bianca, aku mengikutinya tapi ketika mereka memasuki wilayah tertentu aku mengurungkan niatku untuk mengikutinya lebih lanjut " ucap Dave dan Valera mengerutkan dahinya seketika


" wilayah tertentu ? katakan Dave wilayah seperti apa yang kau maksud " Picing Valera


" mereka memasuki wilayah terisolasi nona, hidden forest " ucap Dave lagi sontak Valera terkejut, hidden forest !


Valera sedang memikirkan sesuatu hidden forest memang wilayah terlarang dan tempatnya mansion tersembunyi dari beberapa mafia asing, tapi Valera tak menyangkan jika orang yang berada di balik Bianca adalah mereka para mafia yang tidak pernah menampak kan wajahnya, seketika Valera mengingat-ngingat sesuatu


" apa kau yakin Dave ? " tanya Valera lagi karena ia merasa tak yakin


" saya yakin nona " ucap tegas dave


" baiklah jika begitu, kita akan menyelidikinya saat luka di paha ku ini pulih " ucap Valera lagi dan Dave mengangguk seketika " dan satu lagi nona Diandra dan Malvin mengajak anda bertemu dengan tuan muda George " ucap Dave


" baiklah atur saja waktunya " ucap Valera yang tak mau ambil pusing, kini dirinya merasa tertekan karena permasalahan yang selalu saja muncul tanpa diketahui,


***


los angeles- Amerika waktu setempat


kapal naungan dibawah kekuasaan king sudah berlabuh sempurna pada pagi dini hari tadi, Zizi dan lain nya segera membawa Robbin dan anak buahnya ke los angeles karena Robbin berasal dari sana tidak ada yang tidak Zizi ketahui tentang mansion yang Robbin tinggali semuanya sudah dalam rencananya


" kau harusnya berterimakasih karena kami memulangkan mu dengan keadaan utuh " sinis Zizi dan Robbin diam saja tetapi tangan nya masih terborgol rapi


sesampainya mereka di pelabuhan, orang-orang Elion dan Lotus sudah menunggu mereka dengan dua buah mobil SUV dan satu mobil yang persis seperti truk untuk mengangkut para anak buah ROLADEX


Elion tersenyum kala insting dan matanya yang tajam menangkap pergerakan asing di sisi kiri nya, ya kedatangan mereka pun tak luput dari pantauan pihak lain tapi Elion maupun Lotus bersikap tenang seperti air dan Zizi tentu saja wanita itu tidak memulai pertengkarannya dengan Robbin

__ADS_1


" cihh.. kalian seolah-olah sangat tau kediaman ku " ketus Robbin dan Zizi menoleh ke arah Robbin lalu tersenyum sinis


" jangan panggil aku Zizi jika tidak tau semua tentang mu Robbin Hallerand " ucap Zizi tak kalah sinis sang sang supir yang mendengar perdebatan itu hanya diam saja tak mau ikut campur, tuannya sudah memberi peringatan pada mereka yang menjemput di pelabuhan untuk tidak mencari masalah dengan seorang wanita yang bernama Zizi


awas saja kau ! suatu saat nanti kau akan bertekuk lutut dibawah kaki ku, aku tidak akan pernah menerima apa yang sudah kau lakukan terhadapku. batin Robbin yang melirik Zizi tajam


hingga tiga jam berlalu kini mereka telah menduduki wilayah di pinggiran kota yang jauh dari hiruk pikuk bahkan Zizi sampai terkekeh karena hampir rata-rata para mafia memilih kediamannya yang jauh dari aktivitas warga sipil


iring-iringan mobil itu terhenti begitu saja begitu pun dengan mobil yang mengikutinya dari belakang, keluar lah Elion serta lotus Robbin yang melihat itu seketika bingung ini memang menuju kediamannya tapi mengapa mereka berhenti begitu saja di jalanan yang sisi kanan dan kirinya hutan


" ada apa ? " ucap Zizi bingung


" kita hanya bisa mengantarnya sampai sini " ucap datar Elion dan Lotus membenarkan ucapan Elion tapi tidak untuk Robbin ia geram karena rencana nya akan gagal total


" apa kau gila ! " pekik Robbin dan sontak Zizi menatap tajam


BUGHHHHHH


AGHHH


Zizi memukul wajah Robbin dengan keras hingga kepalanya terpentuk sisi mobil, semuanya terkejut dengan sikap bar-bar Zizi, Elion dan Lotus hanya geleng-geleng kepala saja


" jangan pernah berteriak di dekat ku ! " ucap geram Zizi dan Robbin sontak menatap tajam ke Zizi " apa hah ? kau kira aku takut dengan mata mu yang seperti itu " kekeh Zizi " justru aku tak takut dengan pria seperti mu " ketus Zizi


zizi langsung membuka pintu mobilnya dan langsung menendang Robbin hingga ia jatuh ke bahu jalan lagi-lagi semuanya terkejut


" jalang sialan !! " pekik Robbin marah sontak perkataan Robbin membuat api samaran Zizi memberontak Elion dan Lotus saling pandang seketika mereka merasa akan ada badai yang terjadi dan benar saja


DUAKKK


AGHHH


" kau bilang jalang !! apa kau pernah melihat ku menggoda pria termasuk kau " tunjuk Zizi kasar " seharusnya aku membuat isi kepala mu bersih " smirk Zizi


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


AGHHH


" hentikan " ucap Robbin lagi saat Zizi dengan brutal menghajar tubuhnya yang terasa sakit


" Zizi berhentilah, " tegas Lotus dan Zizi berhenti seketika " kalian turunkan mereka " perintah Lotus pada anak buahnya yang berada di mobil lain, seketika para anak buah ROLADEX diturunkan paksa mereka terlihat bingung dengan keadaan sekitar


Elion membisikan sesuatu kepada Zizi, dan sontak Zizi melebarkan matanya lalu mata tajamnya menelisik ke semua arah dan benar saja ada pihak lain yang mengetahui kedatangan mereka


" sayang sekali aku tidak mencabut nyawa mu kala itu karena permintaan dari nona ku, tapi andai saja nona ku tak berkata demikian akan kupastikan kau tinggal nama " sinis Zizi lalu masuk kedalam mobil sungguh mulut Zizi sangat pedas Elion dan Lotus pun ikut masuk kedalam mobilnya tak lama mereka meninggalkan Robbin dan anak buahnya dijalan begitu saja


Robbin teriak frustasi dan anak buahnya tak bisa berkutik apa-apa mereka sama kondisi nya dengan tangan terborgol


" akan ku balas kalian " teriak frustasi Robbin


CEKREK

__ADS_1


Robbin dan anak buahnya dibuat tertegun karena datang nya empat orang yang tak dikenalnya, Robbin menatap tajam kearah mereka


" siapa kalian ? " datar Robbin


" Robbin Hallerand " ucap salah satu dari mereka sontak Robbin terkejut mendengarnya " sepertinya mereka tak suka kepadamu ? apa kau membuat masalah ohh tapi kulihat wajah mereka sangat asing " kata seseorang itu


" siapa kau sebenarnya ? " tanya Robbin lagi tapi lelaki itu tertawa seketika " ohh ayolah Robbin apa kau tak mengenali wajah ku ini, aku Journey Karta " ucap nya lagi sopan sontak membuat Robbin terkejut pasalnya itu nama salah satu anggota ROLADEX ya pasalnya Robbin seorang mafia baru ia hanya menggantikan posisi Kakaknya Edrall Hallerand yang jelas-jelas ia sudah tau dengan semua anggotanya


" Journey Karta " ulang Robbin dan Journey mengangguk pasti " mengapa kau berada disini ? " bingung Robbin lagi


" sudahlah ceritanya panjang ! siapa mereka ? kau terlihat lemah.. aku dengar-dengar kau datang ke Prancis untuk menghancurkan Remigio tapi sayang kau gagal " ketus Journey lagi dan Robbin semakin kesal kala mengingat kejadian saat dua kapal yang dibawanya sengaja dihancurkan serta senjata-senjata milik nya pun tak luput dari sebuah kehancuran dan membuat dirinya terperangkap dengan wanita gila itu, lalu Journey menyuruh anak buahnya untuk menurunkan senjatanya dan Robbin menghela nafas seketika lalu Robbin mengajak mereka untuk pergi ke kediamannya karena Journey ingin bertemu dengan Edrall sang kakak


****


CEKLEK


tuan ramius membuka kasar pintu kamar milik Valera, dimana didalamnya terdapat sang istri nyonya sofhia yang sedang duduk di tepi ranjang


" apa yang terjadi ? " cemas tuan ramius karena ia mendapat kabar jika Valera terkena tembakan tepat di paha kakinya


" tidak ada pah " seru Valera lagi dan tuan ramius langsung duduk didekat sang istri


" tidak apa-apa bagaimana kau tertembak " ucap nyonya sofhia sedih


" siapa yang melakukannya ? " tanya tuan ramius lagi membuat Valera tersenyum kemudian


" sudahlah ? ini tidak apa-apa lagipula dave sudah membereskan nya " lembut Valera lagi tapi tuan ramius seakan tidak puas dengan jawaban putrinya itu


" tidak bisa kah kau meninggalkan semuanya dan hanya fokus pada perusahaan saja seperti kakak mu ? " tanya nyonya sofhia yang sontak membuat tuan ramius dan Valera terkejut


meninggalkan semuanya ? bagaimana bisa kehidupan mafia seakan mendarah daging dalam diri Valera para senjata seksama menjadi makanan nya sehari-hari


apa yang harus ditinggal kan ? semua orang dalam king masih butuh sosok Valera sosok pemimpin yang tegas dan tanggap


king adalah separuh hidupnya tidak mungkin Valera meninggalkan semuanya dan menghilang lagi seperti beberapa tahun silam


" tidak mah, itu tidak akan pernah terjadi ! king adalah tanggung jawabku " ucap Valera dengan tegas dan nyonya sofhia hanya diam begitupun dengan tuan ramius


" tapi itu membuat mu selalu terluka " ucap nyonya sofhia lirih


" itulah konsekuensinya tapi aku menerima semua resiko itu, sudahlah aku tidak apa-apa percayalah padaku " ucap lembut Valera dan nyonya sofhia mengangguk pelan


" beristirahat lah " seru tuan ramius dan Valera mengangguk saja lalu ia mengajak sang istri untuk pergi dari kamar putrinya itu


setelah orangtuanya tak lagi berada di dalam kamarnya Valera segera menghubungi Zizi untuk menanyakan bagaimana kondisi disana


" Hallo, bagaimana apa ada suatu masalah ? " tanya Valera datar dan dingin


" tidak ada nona, tapi kedatangan kami diketahui oleh pihak lain tapi jangan khawatir kami baik-baik saja dan sekarang aku sedang berada di rumah singgah milik Elion " terang Zizi


" baiklah ! sekali lagi hati-hati dan ingat itu bukan wilayah penuh dari king ditambah para mafia Amerika kini sedang memanas begitupun dengan Remigio aku tidak ingin dia tahu bahwa kalian adalah orang-orang ku " jelas Valera


" seperti yang anda inginkan nona " ucap Zizi sopan dan Valera segera menutup panggilan tersebut

__ADS_1


Valera merebahkan tubuhnya diranjang bahkan ia memikirkan bagaimana bisa Bianca berubah dalam waktu beberapa bulan saja lalu siapa orang yang berada di belakang nya itu dan Valera yakin jika orang itupun mengenal dirinya


" aku tidak akan pernah melepaskan siapa saja orang yang berani mengusik ku dan jajaran ku, termasuk kau Bianca kau terlalu terobsesi akan Remigio ! tentang ayah dan kedua kakak mu itu adalah urusanku, kau tidak akan pernah mengerti dengan apa yang semua nya terjadi tapi jika kau bersikeras untuk mengusik ku jangan salahkan aku jika kau mati ditanganku . batin Valera


__ADS_2