Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
stupid ?


__ADS_3

Dave menendang punggung Chaiton sangat keras sampai ia tersungkur ke lantai, ya Dave yang merasa marah langsung keluar dari ruang kendali meninggalkan Thomas disana


Dave menatap tajam Chaiton yang masih meringis kesakitan,


" berani sekali kau kemari dan membuat kekacauan ! " pekik Dave tajam dan kini Chaiton pun menatap Dave dengan sangat tajam


" cihh..beraninya main keroyokan " ucap sinis Chaiton


" lalu bagaimana dengan mu ? kau datang kemari bersama dengan anak buahmu dan mengacaukan tempat ini ! setelah anak buahmu gugur dan kau tertangkap. Kau masih bisa mengatakan main keroyokan ? apa otak mu sudah tak berfungsi ? apa kau mempunyai nyawa lain hingga kau datang dengan sukarela ke markas king " tajam Dave tapi Chaiton justru menatap tajam Dave beserta yang lainnya " ringkus dan bawa dia ke ruang bawah tanah ! kini ia menjadi tawanan baru disini " perintah Dave dan seketika dua orang anak buah king meringkus dan menyergapnya dengan erat tapi Chaiton memberontak dan melawan bahkan ia memukul salah satu anak buah king di wajahnya membuat Dave geram dan langsung berlari serta menerjang Chaiton secara asal


BUGHHHHHH


DUAKKK


Dave menyerang nya sampai Chaiton terlempar kasar ke dinding lalu Dave mendatangi Chaiton dengan tatapan membunuhnya dan


BUGHHHHHH BUGHHHHHH


Dave memukul Chaiton dengan bertubi tubi dan emosi yang meluap luap karena telah membuat kekacauan serta kerusakan bangunan luar markas dengan sebuah bom yang dibawa oleh nya,


BUGHHHHHH


AGHHH


Chaiton membalas dan memukul Dave di saat lelaki itu lengah, tapi Dave justru menyeringai tipis seolah olah pukulan itu tak berasa saat Chaiton akan memukul kembali dirinya sudah di todong beberapa senjata yang mengenai tubuhnya jika Chaiton masih memberontak maka peluru peluru itu akan bersarang di tubuhnya


" bawa dia biarkan dia merasakan bagaimana rasanya menjadi tawanan " pemerintah Dave dan mereka segera melaksanakan perintahnya


Dave mendengus kesal karena Chaiton memukul wajahnya ia paling tak suka jika wajah nya terluka bahkan tergores sedikit pun lalu ia masuk dan mengambil sesuatu untuk mengobati luka di wajahnya


" apa itu sakit " tanya tiba tiba Thomas dengan wajah polos membuat dave mendelik sebal karena Thomas mengejeknya


" sudahlah kau diam saja " ucap Dave lagi yang tangan nya sibuk menempelkan sesuatu di wajah tampan miliknya dan Thomas terkekeh akan hal itu


Thomas kembali ke ruang kendali untuk melihat rekaman sebelum kejadian, Thomas ingin tahu bagaimana cara mereka memasuki kawasan king


Thomas lalu menduduk kan diri nya di sebuah kursi yang menghadap langsung ke monitor tangannya dengan lincah mengutak ngatik komputer yang ada di hadapannya

__ADS_1


Thomas menonton rekaman itu dengan teliti dan sorot mata yang tajam, sesaat semuanya tampak normal dan aman tidak ada apapun di sana kecuali para anak buah king yang menjaga tapi matanya menangkap empat orang memakai baju yang sama dengan lambang burung Phoenix seketika Thomas mengerutkan dahinya orang itu tidak melakukan apa apa selain hanya mengawasi markas dari jarak jauh sampai matanya terbelalak mendapati sekelompok anak buah Chaiton yang langsung menyerbu markas bahkan terlibat perkelahian disana


" apa mereka masih satu kelompok " gumam Thomas menduga duga matanya masih melihat rekaman yang terjadi beberapa menit yang lalu, bahkan ia melihat bagaimana Dave menendang Chaiton dengan sangat kuat sampai ekspresi Thomas berubah menjadi tertawa kala melihat Dave mendapat pukulan telak di wajahnya, pecah sudah tawa Thomas sampai airmata nya tak terasa keluar. Pasalnya dave paling tidak suka jika wajah bak porselen nya itu terluka sedikitpun wajah adalah tampang modal bagi Dave


****


" keras kepala ! benar benar keras kepala mengapa ia bertindak tanpa memberi tahuku " marah Aldebaran karena salah satu anak buah Chaiton yang berhasil melarikan diri sebelumnya walaupun ia sempat diburu oleh anak buah king, tapi ia berhasil lolos dan bersembunyi lalu ia segara memberi tahu kabar penting ini kepada Aldebaran dan ia pun mendapat luka luka di sekujur tubuhnya


" jadi dimana dia sekarang ? " tanya Aldebaran lagi dengan api amarah yang siap meluap luap


" maafkan saya tuan, kemungkinan besar tuan Chaiton sudah tertangkap " ucap ragu pria berkepala plontos


PRANGGGGG


Ahhhhhhh


Aldebaran melempar vas bunga berbahan kristal yang tepanjang indah di meja kerja nya, pria itu menjadi ketakutan seketika, raut wajah Aldebaran sudah memerah, matanya sudah mengkilat marah membuat nyali pria ini menciut seketika


" jadi kedua putra ku menjadi tawanan mereka ! aghhhh akan ku hancurkan mereka semua ! " teriak marah Aldebaran suaranya lantang menggema di ruangan itu, lalu ia menyuruh pria itu untuk keluar dari ruangannya


nafas Aldebaran sangat menderu tak karuan kini kedua putranya Sudah menjadi tawanan king akan sulit untuk dirinya menyelamatkan mereka mengingat kekuasaan serta fisik pihak Aldebaran tak sekuat dan tak setangguh king dan juga jajarannya


tok tok tok


suara pintu terdengar beraturan itu mengejutkan Aldebaran yang sedang dalam kondisi marah,


" masuk " ucap Aldebaran lantang, dan pintu pun terbuka muncul lah seorang pria seumuran dengan putranya " ada apa ?" tanya Aldebaran lagi


" maaf tuan, saya mau memberi tahu bahwa sinyal terakhir tuan Chaiton berada di kawasan milik king setelah itu sinyal nya lenyap dan tak bisa terdeteksi lagi " ucap pria yang bernama Urli, jantung Aldebaran semakin tak karuan ketika mendengar bahwa Chaiton benar benar dalam genggaman mereka


" aku harus cara untuk membebaskan kedua putra ku !" pekik Aldebaran marah dan Urli hanya diam tanpa berkomentar apapun


" kau tolong kumpulkan para jajaran ku besok hari, katakan bahwa aku ingin bertemu dan membicarakan sesuatu hal yang penting " ucap Aldebaran dan Urli pun mengangguk patuh


setelah kepergian Urli Aldebaran membanting semua barang yang ada di meja termasuk laptop kerjanya, ia seperti orang kerasukan dengan mengacak ngacak rambutnya sendiri


para anak buah yang mendengar suara barang pecah serta keributan itu tak berani memasuki ruangan milk tuannya karena mereka takut akan jadi pelampiasan sang tuan.

__ADS_1


******


Amerika waktu setempat. Hari ini Remigio akan mengadakan pertemuan dengan para teman temannya sekaligus teman mafianya


Valera pun akan ikut bersama dengan Remigio.


Entah mengapa Valera memilih sebuah dress berwarna hitam berbelahan rendah di bagian dadanya di padukan dengan Coat hitam pula serta memperlihatkan kaki jenjangnya yang mulus itu


Remigio merasa bahwa aura yang Valera keluarkan layaknya aura sang kepemimpinan sejati, Valera mengikat rambutnya dengan tinggi yang memperlihatkan leher jenjang dan tegasnya lalu Valera memberi sentuhan assesories kecil di telinganya


" aku sudah siap " ucap Valera dengan wajah datar nya membuat Remigio terkekeh seketika


" sweatheart, ada apa denganmu ? " ucap remigio menggoda kekasihnya membuat Valera tersenyum samar


" bukankah kau akan mengajak ku ikut pertemuan dengan para mafia mu tentu saja aku sangat memperhatikan penampilan ku ini mengingat kekasihku seorang Remigio Adomson, tidak menutup kemungkinan aku akan di pandang sebelah mata oleh para jajaran mu nanti, jika aku tak berpenampilan berkelas " ucap Valera santai membuat Remigio mengerutkan dahinya seketika


" tidak ada yang akan memandang mu seperti itu sweatheart, kau kekasihku ! " ucap tegas Remigio membuat Valera tersenyum miring


" Remi jangan terlalu naif, akupun seseorang mafia bahkan akulah pemimpin nya ! tidak semua jajaran dalam kepemimpinan seseorang akan berjalan dengan mulus dan searah pasti ada segelintir orang yang memakai topeng nya untuk menutupi kecacatan nya " ucap Valera datar dan Remigio hanya mencerna perkataan kekasihnya


" baiklah " ucap remigio pasrah


Akhirnya mereka pergi menuju markas utama yang mewah dan megah milik remigio, rencana awal hanya akan bertemu dengan para kawan nya tapi rencana itu diubah menjadi pertemuan besar dalam seluruh jajarannya di Amerika maupun luar yang berada di bawah kepemimpinan ORTAXS


Remigio mendapat pesanan bahwa ia sudah di tunggu bahkan akayama yang notebene nah selalu datang terlambat menjadi yang pertama berada disana


Valera sibuk dengan sebuah tablet ditangannya, ia mendapat banyak pesan email serta pesan dari Dave dan Thomas yang memberi tahukan bahwa Chaiton menyerang markas utama king serta ia pun mendapat email dari keempat predator lainnya yang melaporkan kinerja serta kejanggalan dalam bisnis legal maupun ilegal nya


Remigio menatap serius Valera yang sedari tadi fokus membaca sesuatu di layar tabletnya


" apakah ada sesuatu yang terjadi sweatheart, ?" tanya Remigio lembut dan Valera hanya tersenyum manis


" ohh tidak ada Remi aku hanya mendapat kabar bahwa Chaiton kembarannya Chaiden menyerang markas utama " ucap santai Valera


" lalu apakah ada yang terluka " tanya Remigio yang heran kenapa kekasihnya selalu bersikap tenang dan terkesan santai


" tidak, kau jangan meremehkan orang orang ku Remi mereka semua tidak mudah ditakluk kan, para musuh dan lawan lah yang bodoh jika ingin berurusan dengan king " ucap Valera dengan senyum miring nya " Chaiton terlalu mentah untuk disebut seorang penjahat dia secara terang terangan menyerang titik pusatnya, bukankan itu gegabah Remi ?" kini raut wajah Valera menjadi polos membuat Remigio gemas seketika

__ADS_1


hingga mereka telah sampai di sebuah gerbang yang menjulang tinggi dengan penjagaan yang sangat ketat disana, Valera hanya diam memperhatikan mereka yang sedang menunduk hormat kepada Remigio


dan waw pelataran bangunan ini sangat lah luas seperti landasan udara, terdapat puluhan mobil mewah yang terparkir rapi disana yang Valera yakini mereka adalah kelompok atau jajaran ORTAXS , saat Valera menoleh ke sebelah kanan bangunan ia menatap tak percaya karena disana ada empat pesawat pribadi dengan beberapa helipad yang tersusun rapi dengan lambang sebuah tombak


__ADS_2