
Hugo dengan wajah bengis nya menembak pihak musuh tanpa ampun, bahkan Edgar yang melihat itu justru ikut membantu Hugo melakukan aksinya agar lebih cepat, sedangkan Danang dan Parto justru dibuat tertegun dengan dua orang berwajah bule itu,
DODODORDODODOR !!
AGHHH
suara teriakan itu membuat lamunan Danang dan Parto Buyar seketika, tak lama Andre dan Tama muncul dari anak tangga
" jangan melamun mereka tadi hampir saja membunuh kalian " kesal Tama lagi Danang dan Parto hanya mengerjap-ngerjapkan matanya secara kasar
" terimakasih " ucap Parto lagi
DODODODOR !!
BRAKKKKKK
suara itu membuat keempat pria itu terkejut bukan main, bahkan para anak buah king kini mereka menunggu di luar gedung untuk menghindari pihak lain datang.
Edgar menendang pintu itu dengan sangat kasar setelah ia membunuh dua orang penjaga yang bertugas di pintu berwarna coklat itu hingga matanya menangkap empat orang asing yang sedang duduk bersantai dengan sebuah wine ditangannya, Hugo memicingkan matanya seketika
" wah wah kita kedatangan tamu " celetuk pria berkemeja putih dengan wajah tengilnya membuat Edgar meradang seketika akan tetapi Hugo mencoba menahannya tak lama Andre Parto Danang dan Tama masuk keruangan itu
" hmm jadi ini wajah-wajah kotor menjijikan mereka " desis Andre dengan tajam membuat keempat pria itu mengerutkan dahinya seketika " siapa diantara kalian yang mencoba untuk membunuhku " tajam Andre seketika
" hahahaha kau masih hidup rupanya " ucap pria berkemeja biru dengan tawa sumbang nya
DORR
AGHHH
" apa yang kau lakukan " pekik pria berkemeja hitam dengan wajah garangnya saat Andre dengan sengaja menembak salah satu temannya di bagian kaki nya
" aku tentu saja menguji senjata milikku ini " gumam Andre seperti orang bodoh membuat Parto tertawa seketika karena kelakuan Andre ini
" AGHHH sialan kalian, " pekik pria yang ditembak oleh Andre
DODODORDODODOR !!
Andre menghujani tubuh pria itu dengan serentetan pelurunya hingga tubuh pria itu linglung dan ambruk seketika, ketiga teman yang melihatnya hanya melongo tak percaya dengan apa yang dilakukan Andre
" kau ! " tunjuk marah pria berkemeja hitam dan seketika moncong senjata milik Parto Tama dan Danang siap untuk diluncurkan, Hugo dan Edgar seakan menjadi penonton adegan ini
" katakan apa masalahnya hingga kalian ingin membunuhku pada waktu itu " ucap Andre tanpa basa-basi
" tidak ada ! " kilah pria berkemeja putih
" tidak ada ! " ucap Danang dengan nafas menderu " apa dengan menyusup ke dalam anggota kami kau sebut tidak ada " marah Danang lagi
" mengintip ? menjadi mata-mata ? atau kalian ingin mencuri senjata-senjata milik kami " celetuk Parto dengan sinis
" heii jaga mulutmu " ucap pria berkemeja merah yang sedari tadi hanya diam saja
" hahahaha " tawa Danang santer seketika " apa kalian penjahat kelas ulung ? hmm miskin kah ? " ucap Danang lagi membuat ketiga pria itu diliputi amarah
DORR
__ADS_1
AGHHH
Edgar menembak tangan pria berkemeja putih dengan tatapan mata mengejek, Danang terkejut dibuatnya Tama Parto dan Andre hanya saling lirik dibuatnya
" selesaikan, aku tak mau terlalu lama ditempat bau ini, menjijikan " ucap Edgar berlagak jijik
" dasar sialan " pekik pria berkemeja putih lagi
DODODORDODODOR !! DODODODOR
tanpa aba-aba Parto dan Danang menembak ketiga pria itu dengan sangat cepat, Andre dan Tama dibuat melongo seketika
" hmm selesai kan " ucap Hugo lalu berlalu pergi dari ruangan itu tak lama Edgar menyusulnya dan diikuti oleh lainnya, sebelum meninggalkan gedung itu Hugo dan Edgar melempar bom kearah bangunan itu untuk menghancurkannya, dan tak lama suara menggetarkan tanah terdengar memekikkan telinga hingga membuat Parto menutup telinganya seketika
DUARRRR
BLUMMMMN
" waw " gumam Tama yang melihat bangunan itu runtuh berkeping-keping dengan sempurna
*****
pesawat pribadi milik Valera sudah mendarat dengan sempurna di bandara internasional Prancis, Valera yang kala itu memakai pakaian formalnya terlihat sangat berbeda dan terkesan elegan serta aura kewanitaan karirnya mencuat seketika begitupun dengan Remigio yang memakai pakaian formalnya sedangkan George ia tampak lucu memakai sebuah kaos dengan tokoh animasi kartun dari brand ternama.
" akhirnya sampai juga " ucap Valera yang mendudukkan bokongnya di mobil anak buahnya yang sudah menunggu kedatangan nya " hmm Remi kau ingin mampir atau bagaimana ? " tanya Valera lembut kepada Remigio yang berada di samping Valera
" aku ingin mampir berkunjung ke Gold mansion terlebih dahulu, setelah itu aku akan menyuruh James atau Leo yang menjemput ku " ucap Remigio dan Valera mengangguk saja sedangkan George duduk dengan tenang dengan sebuah tablet dalam genggamannya
perjalanan memakan dua jam dari bandara menuju Gold Mansion Valera memilih menyenderkan kepalanya di bahu kekar Remigio dan Remigio terlihat sangat menyukai sikap Valera yang selalu hangat terhadap dirinya tangan kekar itu bergerak mengelus lembut pucuk kepala Valera dengan sangat hati-hati seakan itu adalah barang yang mudah rentan, Remigio pun akhirnya ikut memejamkan matanya secara bersamaan
" sweatheart bangunlah kita sudah sampai " lembut Valera dan tak lama Valera bangun lalu menguap begitu saja, Remigio lagi-lagi dibuat takjub dengan keindahan Gold mansion ini ia bahkan berdecak kagum
wanitaku memang luar biasa . batin Remigio
kedatangan mereka rupanya sudah ditunggu-tunggu oleh Asnee ia membungkuk hormat kala Valera dan Remigio masuk kedalam mansion
" selamat datang kembali nona dan selamat datang tuan Remigio " ucap sopan Asnee membungkuk hormat kepada Valera dan Remigio
" paman Asnee " pekik George girang dan Asnee tersenyum senang lalu menuntun pria kecil itu masuk dan Valera menuntun lengan Remigio
" sweatheart, " ucap remigio pelan dan Valera menoleh sekilas " aku haus " cicit Remigio manja kepada Valera dan Valera hanya tersenyum lalu ia beranjak dan membawa minuman serta beberapa cemilan untuk menemaninya
" minumlah Remi " sodor Valera dengan sebuah minuman penyegar tubuh berperisa orange juice itu dan Remigio menerimanya dengan senang hati
" terimakasih " ucap remigio lagi dan Valera mengangguk biasa
" kau tau Remi aku merasa lelah, " ucap Valera menyadarkan kepalanya ke sandaran sofa dengan mata yang menatap ke langit mansion nya " aku akan mengambil cuti selama dua hari untuk merilekskan tubuhku aku ingin pergi ke salon untuk memanjakan diriku terlebih dahulu sebelum aku sibuk dengan segala urusanku " ucap Valera lagi
" mau aku temani ? tawar Remigio lagi dan Valera menggeleng pelan
" tidak ! kau harus kembali ke perusahaan, aku bisa sendiri dan terimakasih atas waktunya " ujar Valera tersenyum dengan manis, dan Remigio mengangguk patuh lalu ia mengambil dompet miliknya dan mengeluarkan sebuah kartu tanpa batas lalu ia menyodorkan nya kepada Valera " pakailah ini dan jangan pernah menolaknya biarkan aku yang mencukupi semua kebutuhan mu walaupun kau belum menjadi istriku tapi setidaknya biarkan aku membahagiakan dirimu sweatheart " ucap Remigio dengan nada yang bersungguh-sungguh
" tapi Remi itu semua tidak perlu " ucap Valera yang menatap lekat-lekat wajah Remigio
" jangan pernah menolaknya sweatheart, aku tau tanpa aku beri kartu ini pun kau masih bisa berbelanja sepuas mu bukan ? tapi aku mohon terimalah " ucal Remigio dengan nada memelas nya dan Valera akhirnya menganggu patuh
__ADS_1
" baiklah terimakasih, aku mencintaimu Remi " ucap Valera yang memberikan satu kecupan singkat di pipi Remigio itu membuat Remigio tersenyum senang
" aku lebih mencintaimu " ucap Remigio lagi dan Valera memeluk erat Remigio dari arah samping " Remi apa kau lapar? " tanya Valera dengan pelan
" tidak, apa kau lapar ? " Tama balik Remigio dan Valera menggeleng cepat
" aku hanya ingin seperti ini saja, " cicit Valera dengan mata yang terpejam membuat Remigio gemas dibuatnya
aku akan membahagiakan mu sweatheart, apapun untukmu ingat apapun hanya untukmu . batin Remigio
*****
Jepang, waktu setempat
kini para anggota B woman dan lima pasukan Phoenix tinggal di kediaman milik sang lady di tempat yang terpencil, kediaman itu cukup luas dan nyaman tentu saja mereka sangat betah tinggal di dalamnya, para pengawal pun tersebar dimana-mana para anggota B.woman dibuat bingung dengan sang lady akan tetapi mereka tak mau mempermasalahkan nya yang terpenting misinya berhasil membawa pulang para pemberontak yang berniat untuk menhancurkan king kehadapan sang lady
" K kita sudah hampir lama disini, kenapa kita belum juga bergerak " protes A dengan kesal membuat K diam saja tanpa menoleh kawannya itu
" diam lah, aku pun sudah merasa bosan dengan situasi ini tapi kita harus bergerak dengan hati-hati A " ketus K tak kalah kesal membuat A semakin jengkel
" oke aku sudah berhasil menandai orang-orang yang dicurigai Dave sebelumya akan tetapi pria itu.. huhh " ucap L mengembuskan nafasnya kasar " menjengkelkan " ucapnya lagi
" aku tak begitu paham dengan permasalahan Vale dengan pihak mafia Jepang ini ? sebenarnya ada apa ? aku semakin penasaran saja " ucap B ikut menimpali tak lama ada seorang pengawal yang datang tiba-tiba membuat kelima wanita itu mengkerutkan dahinya seketika
" ada apa ? " tanya C
" maaf nona di luar ada yang mengaku utusan dari nona Valera " ucap nya lagi membuat kelima wanita itu segera beranjak dengan cepat
benar saja ada satu orang lelaki dan satu orang perempuan dengan berwajah khas wanita Jepang, para B. woman mengeryitkan dahinya seketika
" siapa kalian ? " lantang B dengan suasana tegas membuat kedua orang itu terkejut seketika
" ahh.. maaf nona? perkenalkan nama saya Meksi dan ini Wilola kami berdua utusan nona Valera untuk membawa kalian semua ke mansion Shizuka " sopan Meksi lagi
" apa buktinya ? " tantang B lagi, kedua orang itu bingung seketika ternyata para jajaran ladynya itu sungguh sulit untuk mempercayai orang lain
" hubungi saja nona Valera " ucap Wilola sopan dan sedikit menunduk, pernyataan Wilola membuat B terdiam sejenak, kelima wanita itu seakan sedang menatap intens Meksi dan Wilola secara bergantian. Meksi yang kesal akhirnya berisiniatif untuk menghubungi Valera pergerakan Meksi tak luput dari kelima anggota B.woman
" ya.. Hallo ada apa ? kau menganggu waktu ku istirahat Meksi " ucap seorang wanita yang suaranya sudah sangat dikenal
" ahh maaf nona, hanya saja saya sudah di tempat yang anda maksud dan berusaha menjalankan perintah nona untuk membawa mereka semua ke mansion Shizuka hanya saja mereka tak mau dan tak percaya pada kami " keluh Meksi lagi dengan menatap kelima wanita itu secara bergantian sedangkan Wilola hanya bisa mengulum senyumnya dengan pandangan menunduk, B membelalakkan mata nya seketika saat suara Valera yang berada dalam sambungan itu
" ya tuhan .. " keluh Valera terdengar seperti seorang yang kesal, " heii kalian ! apa mendengarkan suara ku ini ? jika ya.. ikuti Meksi menuju mansion Shizuka tempat itu milikku dan tempat itu juga aman jadi kalian bisa meringkus para sialan itu lebih cepat lagi, ya tuhan.. aku lelah " keluh nya lagi langsung menutup panggilan itu secara sepihak untung saja Meksi menggunakan pengeras suara melalui ponselnya agar pembicaraan mereka terdengar kekeh lainnya,
Wilola tampak tersenyum penuh kesenangan akan tetapi tidak dengan Meksi ia terlihat begitu kesal bukan main, para kelima wanita tangguh itu hanya bisa melongo tanpa bersuara
" cepatlah berkemas " perintah Meksi lagi dengan nada kesal,
" kau memerintah kami ! lancang " kesal A bukan main membuat Meksi menatap tajam kearah A dengan tak takut A Menatap tajam balik kearah Meksi seolah ia menatang nya
" ahh sudahlah jangan berdebat, mari kita berkemas, dan kau A lebih baik kau beri pesan ini kepada katakan Phoenix untuk segera berkemas, bukankah kau bosan tinggal disini ? " ucap K lagi dan A berlalu begitu saja tanpa " tunggulah disini " ucap K datar dan dingin membuat Meksi dan Wilola hanya mengangguk pelan
hari itu para anggota B.woman dan pasukan Phoenix yang mendapat misi nya di Jepang, akan berpindah tempat menuju mansion Shizuka tempat yang sebelumya Dave kunjungi hanya saja waktu itu Dave belum selesai menjalan kan misi ini karena sesuatu yang mendesak alhasil sistem nya dirubah oleh sang lady
anggota Deddo masih menjadi misterius bagi mereka, entahlah mengapa? yang mereka dengar para mafia Jepang ini mulai bertingkah dan mengusik kehidupan sang lady dari king ini
__ADS_1