Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
plan


__ADS_3

BUGHHHHHH


AGHHH


valera tersungkur kala sebuah tendangan ia dapatkan mengenai penunggunya, Valera bangkit dan kini ia bisa melihat tiga orang lelaki sedang mengepung dirinya. Lucu bukan ?


" tiga lawan satu " seringai Valera kala melihat mereka yang menatapnya tajam kepada Valera


" sudah aku peringatkan pergi dan tarik anak buahmu untuk pergi dari markas ku ! " ucap seorang lelaki yang memakai kemeja hitam


" tarik ? hahahaha jangan bercanda dengan ku tuan-tuan " kekeh Valera kini ia menatap remeh kepada orang-orang yang mengelilinginya


" banyak bicara ! " ucap seorang pria memakai sebuah jas berwarna Saleem yang di tangannya membawa sebuah belati yang sangat tajam


orang itu menyerang Valera secara bersamaan membuat valera makin waspada dengan gerakan dan langkah yang ia ambil, ketiga pria itu gencar mencari titik kelemahan seorang wanita akan tetapi kelenturan serta kecepatan Valera tak ada yang mampu menandingi nya hingga ia terbebas dari serangan maut ketiga lawannya


" hahahaha sungguh lucu lelaki melawan wanita dengan cara pengeroyokan " sinis Valera sungguh mulutnya sangat tajam ! bahkan ketiga lelaki itu tak perduli jika ucapan valera sedang mengejeknya saat ini


valera berlari terlebih dahulu dan kini ia berada di tengah-tengah antara pria seringai iblis nya mulai terlihat kala ia menatap tajam para lawannya


" mari kita bermain dengan sangat cantik " angkuh Valera dan tersenyum meremehkan


valera menyerang salah satu dari mereka sedangkan kakinya ia gunakan sebaik mungkin untuk menghalau serangan lainnya, benar-benar seperti ular yang sedang membelit hebat mangsanya


BUGHHHHHH


satu dari mereka mendapatkan serangan diwajahnya hingga kini Valera sedang melawan yang lainnya sungguh seperti wanita mematikan Valera tak kenal takut walaupun dari mereka mulai menodongkan senjata tajam nya yang siap melukai kulit mulusnya itu


AGHHH


pekik lelaki itu saat Valera mencengkram erat pergelangan tangannya saat ia hendak melukai wajah Valera dengan sebuah belati hingga


KRAKKKK


valera dengan sengaja membuat tangan dari genggaman nya patah seketika hingga suara tulang retakan sangat terdengar jelas di gendang telinga setelah itu Valera memutarkan tubuhnya dan


BUGHHHHHH


valera menendang telak wajah pria itu hingga mengeluarkan darah dari lubang hidungnya, menyakitkan ? sungguh sangat menyakitkan Valera mengatur nafasnya agar lebih teratur


" jangan pernah meremehkan seorang wanita " kekeh Valera bergaya tengil saat matanya menatap tiga orang yang sedang merintih kesakitan


valera dengan santai menyaksikan tiga orang itu dengan wajah yang datar seolah sedang menikmati permainannya, salah satu dari mereka wajah nya mulai memucat karena patahan tulang yang dialaminya Valera berdecak sebal karena belum ada yang berani bangkit dan melawannya lagi


" apa kalian lelah ? ohh atau kalian sakit " polos Valera menatap ketiganya secara bergantian para lelaki menatap tajam kearah Valera yang terlihat santai seperti tak terjadi apa-apa


sedangkan diluar sana masih terjadi baku tembak dan baku hajar antara kubu Valera dan kubu Deddo, bahkan suara ledakan terdengar beberapa kali dilayangkan


banyak nya mayat yang bersimbah darah dan tewas dimana-mana pihak Valera tak memberi ampun kepada pihak lawan bahkan saat pihak lawan akan menyerang dengan cepat pihak Valera memberondongkan rentetan senjatanya tanpa ampun


saat para pasukan bayangan sedang beristirahat sesaat karena telah melakukannya aktifitas ekstra nya sedangkan pasukan Phoenix hendak menuju lantai dua sedetik kemudian suara gubrakan terdengar sangat jelas sehingga membuat perhatian mereka teralihkan


BRAKKKKKK


seseorang baru saja terjatuh dari lantai dua sehingga tubuhnya terkapar dengan tubuh yang kejang-kejang mereka melongo dan menatap tak percaya


ternyata ladynya benar-benar berjiwa iblis ia melempar tubuh seorang pria dengan enteng dan menampilkan wajah bengisnya


" apa itu menyenangkan ? " teriak Valera dengan wajah polosnya para jajaran Valera hanya bisa menatap dengan diam mereka tak bisa berbicara apapun

__ADS_1


GREPPP


" nona " sekita semua orang menjerit kala tengkuk Valera dicengkeram erat dengan seseorang dengan cepat Emil dan Deon berlari menuju lantai dimana nonanya berada


valera hanya bisa diam saja saat lengan seseorang melingkar erat di leher Valera,


" mati kau " tekannya berwajah bengis dan Valera mencoba untuk melepaskan cengkraman itu hingga


BUGHHHHHH


valera menendang alat vital pria itu hingga merintih dan mengerang kesakitan, wajah nya seketika pucat karena aset berharganya ditendang sekuat mungkin


" berani sekali kau menyentuh ku ! '' pekik Valera dengan sorot mata yang tajam dan memerah Deon dan Emil baru saja tiba dan melihat nonanya yang mengamuk tak karuan


valera mencengkram erat pria itu hingga terangkat


BUGHHHHHH


valera melayangkan pukulannya kepada perut lelaki itu dengan kuat,


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


uhukkk


darah segar mengalir keluar dari mulut dan hidungnya tatapan mata lelaki itu mulai sayu Valera yang melihat darah keluar seketika menjadi bersemangat


PLAKKK


PLAKKK


" AGHHH sial " pekik pria itu disela rintihannya


berakhir Valera melupakan pelurunya tepat di jantung lelaki itu, Deon dan Emil hanya bisa menatap nanar mayat yang sudah menjadi korban kekejaman sang lady


" bereskan semuanya dan jangan lupa ledakkan tempat ini, kita pulang dan aku lelah " ucap Valera santai Emil dan Deon mengangguk patuh Valera melenggang pergi dan turun ke lantai bawah sedangkan sisanya diselesaikan oleh para jajaran nya


*****


kondisi A kini sudah lebih membaik dari sebelumya berkat pertolongan Wilola yang menaburkan sesuatu pada luka-luka yang A alami


" kau butuh sesuatu ? " tanya Meksi kepada A


" ya aku haus " cicit A lagi ia menatap sekililingnya dimana para kawan nya yang lain, Meksi dengan sigap segera membawa segera air putih untuk A dan A menerimanya dan mengucapkan terimakasih


" dimana yang lainnya ? " ucap A lagi


" mereka sedang rapat " ucap Meksi dengan datar dan A mengangguk paham lalu ia membaringkan dirinya dekat sandaran ranjang dan Meksi menatap A dengan intens


" jangan menatap ku seperti itu, " desis A dan Meksi diam saja


CEKLEK


Wilola datang dan membawa nampan berisi makanan untuk A, Meksi segera menggeser agar Wilola lebih leluasa dan A tersenyum kikuk karena ia merasa seperti orang tak berdaya


" bagaimana perasaan mu ? " ucap Wilola sopan


" Sudah lebih baik " ucap A dengan kikuk dan Wilola mengangguk mengerti, A lalu melirik kearah Meksi yang masih berdiri di sana yang menatapnya terus menerus membuat A kesal seketika

__ADS_1


" apa yang kau lihat ? " pekik A kesal dan Wilola terkejut dengan teriakan A yang tiba-tiba Meksi semakin menatap tajam kearah A


" dasar tidak tau berterimakasih " gerutu Meksi kepada A dan wanita itu semakin melotot kan matanya seketika dan Wilola yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis


" sudah Ada makanlah, nanti makanan mu dingin " ucap Wilola membuka suara


" bisakah lelaki itu keluar dari ruangan ini " kesal A dan Wilola segera menyuruh Meksi untuk keluar dan lelaki itu hanya diam saja lalu tersenyum mengejek kepada A dan tak lama ia keluar tanpa berbicara


A mendesah lega saat Meksi keluar dari ruangan kamarnya dan Wilola hanya diam saja melirik A yang tampak kesal, A mulai mendudukkan dirinya dengan benar dan Wilola segera membantu A yang tampak kesulitan


" terimakasih Wilola, aku seperti wanita yang lemah " lirih A dan Wilola diam saja


" jangan seperti itu A kau terluka dan siapa pun yang mendapatkan luka seperti mu akan mengalami beberapa kesulitan " ucap Wilola santai dan A hanya mengangguk samar


" aku dengar sedang diadakan rapat ? " ucap A dan Wilola mengangguk benar


" nona sedang mengadakan rapat dengan Zizi dan kawan mu yang lain " ucap Wilola dan A mengerutkan dahinya seketika. Zizi jadi wanita itu sudah tiba ? apa Valera yang menyuruhnya " jangan terlalu banyak berfikir A cepat makan setelah itu minum obatmu dan aku akan menaburkan kembali ramuan ku untuk luka mu agar cepat kering dan membaik


" terimakasih " ucap A lagi dan Wilola tersenyum


" jangan sungkan kita adalah keluarga " ucap Wilola membuat A semakin merasa kehangatan dalam jajaran sang lady semua orang begitu peduli satu sama lain


Wilola pamit untuk keluar sebentar dan meninggalkan A yang sedang menikmati makan nya


disisi lain Valera sedang berbincang dengan serius dengan Zizi dan lainnya sorot mata Valera hanya menatap lurus seakan sedang memikul beban yang begitu berat, Zizi dan lainnya begitu heran kepada sang lady


" nona apa kau baik-baik saja " tanya B dan Valera hanya mengangguk kecil


" aku sudah menyelesaikan beberapa dari kelompok Deddo bahkan aku membunuh kedua pemimpinnya hanya tersisa satu ia kabur dan melarikan diri lewat jalur air dan aku membiarkan nya begitu saja karena tubuhku sudah hampir lelah " ucap Valera memejamkan matanya sesaat lalu semua orang menyimak perkataan sang lady dengan baik sesaat hening tak ada yang bersuara termasuk Valera


Zizi kalut dalam pemikirannya sendiri begitupun dengan anggota B.woman mereka asyik berpetualang dengan pemikirannya masing-masing hingga suara hembusan kasar Valera terdengar jelas


" ia pasti akan kembali membawa petaka buruk, tapi untuk sementara kita akan bernafas lega " lanjut Valera lagi " Zizi aku menyuruhmu kesini karena aku memutuskan kau akan ikut dalam misi ku "


" baik nona " ucap Zizi mantap


" untuk kalian, setelah keadaan A membaik pergilah dan hancurkan markas-markas milik Deddo buat pergerakan nya semakin menyempit biarkan para bangunan mereka hancur tak tersisa dan akhirnya ia jadi gelandangan " sadis Valera dan anggota B.woman mengangguk mantap dan setuju dengan perkataan sang lady " setelah semuanya selesai kembali lah dan selamat berlibur " ucap Valera lagi


" terimakasih nona " ucap serempak anggota B.woman dan Valera mengangguk mantap


" Zizi tolong kau hubungi Dave agar ia membawa Kemila menuju markas utama kita akan melakukan panggilan dari jarak jauh " ucap Valera lagi dan Zizi mengangguk patuh lalu ia segera melakukan tugasnya dan Valera memilih memejamkan matanya kembali sembari menunggu semuanya siap


dalam pemikiran Valera banyak sekali tanda tanya besar dalam benaknya satu per satu rahasia milik kakeknya mulai terbongkar Valera harus siap menerima itu semua dan menuntaskan apa yang belum terselesaikan oleh mendiang kakeknya


terkuaknya kematian Marcell Harson sang pendiri king masih belum terungkap bahkan kini muncul seorang wanita yang berbicara omong kosong dan salah atau organisasi kepemilikan milik Marcell Harson yang lainnya Queen ! Queen akan menjadi urusan terakhir dalam misi Valera saat ini ia fokus untuk mencari siapa dalang dibalik kematian Kakeknya itu, hingga satu jam berlalu semuanya sudah siap dan Zizi membangunkan nona nya segera Valera membuka kan matanya dan segera mengaktifkan beberapa tombol dalam layar monitornya


" hormat kami lady " ucap mereka serempak kala melihat ketegasan dari wajah sang lady


" Kemila ! aku ingin bertanya kepadamu dan aku harap kau tidak berbohong kepadaku " ucap Valera tanpa basa-basi dan Kemila mengangguk paham


" apa kau mengingat wajah dalam pembunuhan ayahmu " ucap Valera dan seketika Kemila terkejut lalu pandangannya menurun


" entahlah aku masih ragu karena semuanya terjadi begitu saja " lirih Kemila dan Valera mengangguk paham lalu ia mulai mengcopy potret Frazzes willyam dan semua orang menatap photo asing tersebut " orang itu " ucap Kemila dengan melebarkan matanya seketika


" katakan sesuatu Kemila " ucap Valera dengan penuh penekanan entah mengapa Kemila mendadak menjadi gugup dan seketika sorot matanya berubah menjadi tajam kala menatap intens photo Frazzes willyam


" kenapa orang itu sama persis dengan orang yang membunuh ayahku " ucap Kemila lagi dan sontak perkataannya membuat orang terkejut bukan main tapi tidak dengan Valera ia sudah memprediksinya " tapi masih ada perbedaan dalam photo ini, " ucap Kemila lagi dan semua orang terlihat serius mendengar pembicaraan Kemila


" aku sudah tau perbedaanya ! jadi menurutmu apa kau yakin orang ini yang telah membunuh ayahmu sagar ? " ujar Valera lagi

__ADS_1


" aku masih ragu hanya saja wajahnya terlihat mirip " ucap Kemila lagi dan Valera tersenyum penuh arti


" Rusia ! orang ini berada di Rusia dan ia pun tidak bisa di anggap remeh Kemila kejahatannya sungguh luar biasa bahkan ia rela mengubah penampilannya hanya untuk mengelabui seseorang dan aku yakin jika Frazzes willyam orang yang sama yang telah membunuh kakek ku dan ayahmu " tajam Valera dan sontak perkataan Valera membuat semua orang terkejut dan tersentak, membunuh ? para jajaran Valera tidak mengetahui perihal kematian mendiang Marcell harson, Dave sesaat mematung ditempatnya bahkan fikirannya melayang jauh entah kemana, kejutan ? ini sebagai sebuah kejutan yang begitu luar biasa


__ADS_2