Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
hukuman para penghianat


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu selama itu juga Valera hanya bekerja ringan di Gold mansion, tentunya Remigio sang suami menemani hari-hari nya bersama dengan si kecil George.


laporan yang telah dirangkum oleh para jajaran king telah diterima baik oleh sang Lady bahkan Zizi, Thomas dan juga Syina ikut membantu sedangkan Elena bersama dengan Gloria untuk menemaniny atas titah sang Lady.


Hari ini adalah hari pertemuan kedua acara besar yang sempat kacau beberapa hari yang lalu, masih dilakukan di tempat yang sama akan tetapi kini orang-orang semakin bertambah membuat beberapa diantara nya bingung karena tak mengenali wajah-wajah asing bahkan para kelima jajaran dibuat terkejut dengan kehadiran anak buah king terdahulu yang selalu mengawal sang pendiri kemana pun ia pergi dari bertugas, hari ini mereka hadir menampakkan kembali wajahnya dengan beberapa anak buah Valera yang menjemput ke markas tersembunyi itu.


" selamat siang lady and gentleman ! Seperti yang kalian lihat hari semakin siang tapi syukurlah kalian semua tidak kepanasan ataupun kehujanan karena aku telah menyediakan tempat senyaman mungkin untuk kalian semua " ucap Valera santai bahkan senyum tipisnya terbit disudut bibirnya yang diberi lipstik berwarna merah darah seakan menambah kesan seksi pada bibir sensual sang Lady. " aku minta maaf atas kekacauan yang telah terjadi beberapa hari lalu saat acara besar kita dimulai dan hari ini kita akan melanjutkan itu kembali " ucap Valera dengan berwajah serius bahkan semua orang terlihat mengangguk dengan samar.


semuanya menjadi sangat hening kala sang Lady menuangkan wine sejenak kedalam gelas kristalnya lalu menyesapnya dengan sangat elegan bahkan mata tajamnya tak luput menatap para tamu undangan yang hadir.


" ada yang ingin bertanya ? " ucap Dave tiba-tiba dengan membuka suaranya setelah mendapatkan sebuah kode dari sang Lady.


semua orang tampak saling berpandagan dan berbisik ringan seperti sedang berdiskusi, Valera dengan santai menghabiskan wine dalam gelas kristalnya. Seseorang mengangkat tangannya dengan elegan dan Dave mempersilahkan untuk berbicara.


" maaf lady jika pertanyaan ku terkesan lancang, mengenai lelaki bernama Frazzes willyam apakah benar ia yang telah membunuh tuan Marcell ? " tanya seorang mafia dengan rasa yang begitu sangat penasaran pasal nya seluruh mafia yang berada dibawah naungan king tidak mengetahui sang pendiri tewas karena dibunuh.


" Ya kau benar ! dia yang membunuh tuan Marcell kakek ku, akan tetapi ia tidak sendiri masih ada tikus berbahaya diluar sana yang bergabung untuk merencanakan itu semua, " tegas Valera dan semua orang kini tampak paham dengan apa yang terjadi pada beberapa hari yang lalu.


" Lalu dengan wanita itu ? " ucapnya lagi


" wanita itu tidak ada arti nya apa-apa dengan hal ini, dia hanya orang asing yang salah paham " tegas Valera dan semua nya kembali bungkam.


setelah menjawab sesi pertanyaan yang dilontarkan oleh para mafia nya Valera akhirnya mendengarkan beberapa poin yang keempat predator sampaikan mengenai bisnis ilegal nya.


mereka semua tampak puas dengan hasil dan keuntungan selama setahun terakhir ini begitupun dengan sang lady ia merasa puas dengan hasil kerja keras para jajarannya.


Bahkan Matt yang bertugas dalam seluruh senjata berlogo king dibuat kewalahan dengan pemesanan yang tiba-tiba membludak atas beberapa senjata keluaran terbaru seperti Roz dan tentu saja Valera mematok harga yang cukup tinggal untuk satu buah senjata yang bisa mengeluarkan seratus peluru dalam satu buah peluru besar.

__ADS_1


Tapi itu semua tak jadi permasalahan bagi para mafia yang berminat mereka tentu nya setuju dengan porsi harga yang sang Lady berikan karena senjata ini adalah senjata dengan modifikasi yang cukup tinggi dan unik.


" baiklah aku sangat puas atas semua pencapaian ini dan terimakasih atas partisipasinya dan untuk keempat predator aku bangga pada kalian, kalian menunjukkan jika kalian mampu bukan hanya untuk kalian tapi untuk seluruh jajaran king yang terlibat semuanya aku ucapkan terimakasih tanpa kalian king tidak akan pernah bisa mencapai puncaknya " ucap Valera yang berdiri lalu menunduk dengan sopan dan ramah tentu saja itu semua membuat seluruh orang terkejut bukan main bagaimana seorang pemimpin yang kedudukannya lebih tinggi mau menundukkan kepalannya seperti itu.


riuh tepuk tangan terdengar menggelegar di acara itu bahkan mereka bangga atas kepemimpinan Valera yang menurutnya diam-diam menghanyutkan itu. Kelima jajaran terdahulu mengulas senyum bahagia nya mereka kini yakin jika Valera benar-benar mampu untuk membawa nama king terkenal diseluruh Antero dunia bawah.


" baiklah, sebelum itu aku merasa kecewa atas beberapa orang yang telah menghianati king dan berusaha untuk menghancurkan nya perlahan-lahan oleh karena itu aku akan menghukum mereka yang telah berani berkhianat pada ku ! " tandas Valera dan semua orang mendadak tegang seketika.


anak buah king dengan sigap membawa sepuluh orang masuk dengan tangan terborgol dan wajah yang menunduk kebawah mereka disuruh berlutut menghadap sang Lady.


valera menatap tajam kepada sepuluh orang itu rata-rata dari mereka berencana untuk menggulingkan kekuasaan king, sangat konyol ! apa mereka mampu ? valera tiba-tiba tersenyum tengil dan itu tak luput dari pandangan kelima jajaran terdahulu.


'' berikan aku alasan atas apa yang telah kalian lakukan ? " ucap Valera dengan tegas dan kesepuluh orang itu gugup seketika bahkan mereka bungkam tak berniat berbicara " jawab ! " lantang Valera sehingga membuat suasana semakin tegang.


" ma..maaf kan kami Lady, kami tau kami telah salah " gugup seorang pria tua dan Valera hanya tersenyum sinis.


" maaf ? cih.. setelah kalian berencana untuk menghancurkan king dari dalam ? lalu sebagian dari kalian memasoki senjata milik ku dan memberikannya pada anggota lain tanpa sepengetahuan ku maupun Edgar ! " ucap Valera menggelegar dengan suara yang lantang " kelompok Deddo dari Jepang bukan kah dari kalian ada yang bekerja sama dengan mereka ! " pekik nya lagi.


seseorang tiba-tiba bersujud walaupun dengan jarak yang cukup jauh dengan sang Lady, akan tetapi Valera hanya mencibir nya. Pria itu bersujud dan dan memohon pengampunan dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


seringai Valera muncul dan sangat mengerikan diatas meja nya ada sebuah katana yang berkilau dan gagangnya terbit dari emas berlambang king, mata Valera menuju pada benda tersebut, Valera mengelusnya dan membelai benda itu dengan sangat hati-hati.


" kau tau dengan diriku ! jika aku tak memberi ampun bagi seorang penghianat ! Kalian semua berada dibawah naungan ku apa yang telah aku berikan kepada kalian masih saja kurang ! " pekik Valera marah " sepertinya kalian memang serakah.. dari dulu hingga kini king selalu digerogoti oleh orang-orang tak tau malu mereka tentu saja parasit yang harus dimusnahkan ! " tajam Valera hingga menatap mereka tanpa berkedip. " Hugo, aku alihkan pekerjaan ini pada mu, karena aku tak mau mengotori gaun mahal milikku " tandas Valera dengan datar dan Hugo mengangguk patuh lalu senyum devil terbit di wajah tegas Hugo sang malaikat maut.


kesepuluh orang itu ketakutan bukan main mereka berontak dan tentu saja anak buah king menahan mereka dengan sangat kuat, mereka diseret ke tempat yang sedikit jauh dari acara yaitu lapangan terbuka yang sudah tersedia dimana ada beberapa hewan buas milik sang Lady yang menatap nyalang kepada para korban nya.


nyonya Mecca seketika memijat pelipisnya dengan pelan begitupun dengan Zorfan, mereka tak menyangka jika wanita yang berwajah cantik lebih kejam dari sang pendiri. kematian seakan menjadi santapan wajib bagi mereka.

__ADS_1


" AGHHH.... " jerit salah satu dari mereka saat ia dimasukkan ke kandang serigala yang berbadan gempal lalu detik kemudian mereka mengerubungi tubuh malang itu dan mengoyaknya dengan satu kali gigitan. Semua orang menatap ngilu kepada mereka.


sedangkan Valera ia hanya tersenyum sembari meminum wine mahalnya tak lupa senyum manisnya terbit begitu saja sedangkan Remigio hanya menampilkan wajah datar tanpa ekspresi.


KRASSSS


suara itu seolah mengalihkan pandangan semua orang dimana tepat tubuh seorang wanita lingling dengan kepala yang terpenggal bebas dan Hugo sang pelaku tersenyum puas dengan hasil karya nya.


jeritan dan teriakan begitu mengarungi acara besar ini, itulah akibat jika berani bermain licik dan curang maka kematian yang akan menantikan mereka.


down, selesai sudah Hugo melakukan tugas nya dan ia dengan cepat membersihkan sisa darah yang menempel di tangannya dengan bantuan anak buah king lalu ia mengambil satu buah sapu tangan untuk membersihkannya.


The they king terus berlanjut hingga malam menjelang dimana Valera merubah beberapa sistem agar tak ada lagi yang berani bermain curang atau semacamnya, Valera lebih suka jika mereka mengatakan nya secara terang-terangan dan lepas dari nama besar king secara baik-baik tapi Valera sadar dunia mafia tidak ada yang namanya bernegoisasi yang ada saling tikung dan saling sikut dengan cara apapun.


hingga penutup acara dimulai, kini Valera mengenalkan beberapa jajaran nya yang tersembunyi dan tak pernah diketahui semua orang tampak memicingkan matanya seketika.


sang Lady sangat pintar menyembunyikan sesuatu, bahkan orang-orang hebat pun mampu Valera sembunyikan dengan baik.


" Aku tau apa yang ada didalam fikiran kalian, apa kalian ingat saat kepergian ku beberapa tahun lalu dan aku menyerahkan kursi ku kepada Vyan Kakak ku. Aku tinggal disuatu tempat dan aku merekrut beberapa orang untuk menjadi pasukan atau hmm.. semacam pasukan bayangan, Ya bisa dibilang begitu. akan tetapi orang-orang itu bukan orang biasa atau tidak terlatih mereka dibawah pengawasan ku dengan pelatihan yang sangat luar biasa. Aku berfikir jika king harus mempunyai orang-orang yang bernyali besar dan kuat bahkan kemampuan yang sangat mumpuni. itu sebabnya aku menjadikan king organisasi yang lebih kuat bahkan pihak berwajib pun enggan berkomentar. " tandas Valera dengan tegas dan semua orang menyimak pembicaraan sang Lady dengan seksama. " aku harap tidak ada pertanyaan lebih mengenai ini, " ucap Valera dengan menatap wajah-wajah mafia berkuasa itu secara intens.


" Ya aku setuju bagaimana pun kau lah pemimpinnya jadi kau ingin membuat pasukan lebih atau semacamnya kami tak bisa melarang karena ini milikmu, kau lah pemegang kekuasaan tertinggi dan aku salut padamu walaupun kau seorang wanita tapi kau mampu dan sangat mampu menjadi seorang pemimpin. " ucap salah satu wanita berambut coklat berwajah seperti oriental dan tentu saja mempunyai tubuh yang sangat menggoda dan tentu saja wanita itu tiba-tiba bergabung dan duduk di antara para tamu undangan, semua orang menatap wanita itu dengan lekat.


" aku anggap itu sebagai pujian nona Ivanita " senyum Valera dan wanita itu membalas senyuman Valera. Ivanita Carly seorang wanita model papan atas yang sukses bergelut di dunia permodelan tapi siapa sangka jika dirinya pun ikut dan bergabung menjadi seorang mafia. Ivanita dan Valera adalah teman seperguruan saat mereka berusia dua puluh tahun,dan saat Valera pergi meninggalkan Paris Ivanita sibuk dan memilih fokus pada karir nya hingga kini mereka bertemu kembali. " welcome " ucap Valera dan Ivanita mengangguk dengan elegan. Mata para lelaki mafia yang berada di sana menatap penuh damba pada sosok Ivanita.


mereka tidak tau jika Ivanita Carly bagian dari king juga, semua orang mulai menuangkan wine racikan terbaru yang belum pernah dijual sebelumya, Ya hanya dalam waktu tiga bulan Valera mencoba inovasi terbaru dalam bisnis wine miliknya.


semua orang mulai berbisik saat mereka mencicipi sedikit demi sedikit wine yang tersedia itu, rasanya pekat, hangat dan memiliki cita rasa yang sulit diartikan bagi percintaan wine.

__ADS_1


malam itu para mafia king asyik berbincang dan tentunya menikmati berbagai hidangan yang terdiam bahkan mereka terang-terangan ingin memesan wine produksi terbaru, tapi sayang wine itu tidak diperjual belikan Valera menyediakan nya hanya untuk acara besar seperti ini dan itu sukses membuat para tamu kecewa. Hingga mereka kembali tenang saat mendengar kisah dari kelima jajaran terdahulu.


semuanya larut dalam fikirannya masing-masing dimana sang pendiri mati-matian mempertahankan king dari tangan nakal yang mencoba ingin merebutnya, bahkan nyonya Mecca mengatakan jika ada sebuah organisasi lainnya yang masih menjadi milik king akan tetapi nyonya Mecca tidak memberitahukan namanya secara detail, karena atas perintah dari Valera.


__ADS_2