
Di Amerika Remigio dibuat pusing karena salah satu perusaan cabang nya sedang mengalami penurunan sangat drastis mengingat selama ini semuanya baik baik saja tanpa ada kendala apapun.
" jelaskan padaku bagaimana semua ini bisa terjadi, " ucap remigio mengintimidasi dua orang yang berada di hadapannya, kedua orang itu gugup seketika melihat sang bos besarnya turun tangan " jawab " bentak Remigio lagi membuat kedua orang itu terkejut
" maaf tuan ini semua terjadi setelah salah satu rekan bisnis kita yaitu perusahaan Martil membatalkan kerja samanya, padahal dia sudah menandatangani kontrak yang sudah disepakati tapi justru kita yang mengalami kerugiannya " ucap seorang pria dewasa yang berkulit sawo matang
" mengapa mereka bisa membatalkan kerja sama nya " ucap Remigio dengan dahi berkerut
" karena mereka bekerja sama dengan perusahaan CC mereka menawarkan keuntungan yang lebih besar dari perusahan kita serta mereka bilang kita tidak kompeten " jelas pria itu lagi, seketika Remigio menatap tajam kedua pria yang berada di hadapannya
" CC siapa mereka, berani sekali bermain dengan ku.batin Remigio geram
lalu Remigio menyuruh kedua pria itu keluar dari ruangannya, dan Remigio menelfon james untuk mencari informasi tentang perusahaan CC dan James pun menyanggupinya. Remigio amatlah murka tapi ia harus bisa menahan emosinya
" kalian bermain main dengan orang yang salah " gumam Remigio sembari menyeringai penuh arti
Tak hanya masalah dalam cabang perusahaan nya, Ferdy salah satu orang kepercayaan nya yang selalu membantu bisnis dunia bawahnya ditembak oleh orang tak dikenal membuat Remigio semakin frustasi bahkan keadaan Ferdy saat ini sedang dalam kritis.
sudah dua hari Remigio di Amerika tapi masalah yang menimpanya belum menemukan titik terang bahkan James belum memberikan informasi detail tentang perusahaan CC dan sudah dua hari Remigio tak memberikan kabar kepada sang kekasihnya ia terlalu sibuk menyelesaikan masalah nya agar cepat kembali ke Prancis
saat ini Remigio sudah menerima rekaman CCTV di tempat kejadian saat Ferdy di tembak dan ternyata pelakunya sangat profesional bagaimana tidak ? pelaku nya memakai penutup kepala untuk menutupi bagian wajahnya agar tak tersorot oleh kamera CCTV
" siapa orang itu, ternyata ada yang berani bermain dengan ku " geram Remigio sembari menghisap rokok nya
Remigio terus mengulang ngulang rekaman itu seolah olah mencari sesuatu hal yang baru untuk menyelidikinya dan tepat sasaran ternyata pelaku memakai senjata dengan jenis V12 berlogo VI dan juga terdapat tato dengan tulisan CC di tangan nya membuat Remigio mengerutkan dahinya serta menghisap dalam dalam rokok nya .
" VI ? CC apa ini sebuah nama yang disingkat ? seperti sebuah teka teki " gumam Remigio dengan menyipitkan matanya dan tak lama ponsel Remigio bergetar
" Hallo " ucap Remi dengan suara beratnya
" (......)
" jadi begitu ?" ucap remigio tersenyum miring
"jadi mereka, apa mungkin karena wanita itu " ucap Remi menduga duga
" (.......)
" baiklah kumpulkan semua bukti nya James mereka harus ku beri hadiah yang menarik " smirk Remigio dengan senyum misterinya
dan panggilan itupun berakhir.
Jangan panggil Remigio jika tidak bisa membuat musuh diam tak berkutik, mereka sangat salah jika berurusan dengan seorang Remigio adomson. Dia seorang lelaki sangat kejam jika di hadap kan dengan para musuhnya tidak ada kata ampun dalam kamus seorang Remigio
Remigio pun tidak mau gegabah dalam menjalankan aksi nya karena musuhnya kali ini orang yang sangat berpengalaman bahkan orang yang sangat memahami
Hari ini Remigio akan mengunjungi Ferdy di ruang sakit dengan di jaga ketat oleh empat pengawal.
Di Amerika Remigio sangat terkenal karena menduduki pembisnis muda nomor satu dengan julukan " young king in the business world " dengan kemampuan serta kejeniusan nya membuat Remigio menjadi pengusaha sukses di usia muda.
Remigio kini sudah sampai di Garden hospital tempat Ferdy di rawat para perawat bahkan para dokter yang bertugas di rumah sakit seketika menjadi heboh karena kedatangan Remigio. Mempunyai wajah yang sangat rupawan menjadi kan Remigio sebagai idola nya para wanita
Remigio segera memasuki ruangan VIP milik Ferdy, dan saat pintu itu sudah terbuka sempurna betapa terkejutnya saat remigio memandang sosok lelaki yang usianya tak jauh dengan dirinya sudah tersadar bahkan Melawati masa kritisnya, lalu ia tersenyum kepada Remigio
" Ferdy kau sudah sadar " tanya Remigio dengan senang nya dan Ferdy mengangguk " syukurlah jika kau sudah sadar aku bahkan sangat takut jika terjadi sesuatu hal buruk terhadap mu, kau sudah ku anggap seperti keluarga ku tak akan ku biarkan orang orang di luar sana menyakitimu Ferdy " ucap remigio dengan serius membuat Ferdy terbaru
" terimakasih " ucap Ferdy dengan suara lemah nya, saat mereka sedang berbincang ringan ruang rawat milik Ferdy terbuka dan muncul lah seorang wanita berambut panjang memakai pakaian yang sangat modis lalu ia tersenyum kikuk, Remigio mengerutkan dahinya ia tidak pernah melihat wanita itu
" Ferdy kau sudah sadar " tanya wanita itu dengan senang nya dan segera menghampiri Ferdy
" hmm.. tidak apa apa berhentilah mencemaskan aku " ucap Ferdy lagi walaupun suaranya pelan tapi masih bisa di dengar " oh ya Clarisa kenalkan ini bos ku " ucap Ferdy lagi dan Clarisa pun segera memperkenal kan diri kepada Remigio.
" Clarisa " ucap wanita itu sambil menyodorkan tangan nya lalu tersenyum manis
" Remigio " ucap remigio dengan datar nya membuat Clarisa menatap Remigio dengan heran
__ADS_1
" dia sangat tampan tapi sayangnya dia datar dan dingin. batin Clarisa
Remigio tak terlalu perduli dengan wanita yang ada di hadapannya bahkan ia terkesan sangat acuh, mengingat tentang wanita Remigio jadi teringat akan kekasih nya ia baru tersadar belum memberikan kabar bahkan menghubungi valera. Dengan cepat ia merogoh ponselnya yang berada di balik jas mahal nya, lalu dengan cepat ia menghubungi Valera, pergerakan tergesa gesa Remigio tak luput dari pandangan Ferdy dan Clarisa
" Hallo sweatheart " ucap remigio dengan sangat lembut membuat Ferdy dan Clarisa menatap heran ke arah remigio yang sedang terduduk di sofa berwarna hitam di ruangan milik Ferdy
" Remi apa kau sangat sibuk, sehingga kau tidak memberi ku kabar mengenai dirimu " ucap Valera langsung mencecar Remigio sedemikian rupa
" maafkan aku sweatheart, aku sangat sibuk aku berjanji aku akan secepatnya kembali jangan marah sweatheart, aku merindukan mu sangat merindukan mu " ucap Remi lagi dengan raut wajah tenang nya tapi suara Remi ketika berbicara dengan Valera kan menjadi lembut selembut sutra
" aku pun merindukan mu, apa ada masalah yang serius Remi " tanya Valera lagi dengan nada tenang nya
" tidak ada yang perlu di khawatirkan semuanya akan baik baik saja, sweatheart bagaimana dengan mu apa urusan mu di Piana sudah selesai, apa kau terluka " ucap remigio memberikan pertanyaan dengan nada yang cemas
" sudah selesai Remi dan aku pun tak terluka, semuanya baik baik aja berjalan sesuai rencana " jawab Valera lagi
" syukurlah jika kau tak terluka, tapi jika aku pulang dan aku mendapati dirimu terluka kau akan aku hukum " ucap remigio dengan sedikit mengancam karena Remigio tidak suka mendapati kekasihnya terluka walaupun hanya tergores
" baiklah, Remi aku mencintaimu " ucap Valera dengan manja nya
" akupun mencintaimu sweatheart, baiklah aku tutup dulu jaga dirimu " ucap remigio lagi dengan perkataan yang sangat manis
" baiklah, kau juga " ucap Valera dengan menutup panggilannya dan Remigio tampak senyum senyum sembari menatap photo valera di layar ponselnya
Ferdy sangat heran bagaimana bisa seorang Remigio berbicara lembut dan manis seperti itu, bahkan kepada teman kencan wanita nya ia tak akan selembut dan semanis itu. Ferdy semakin ingin tahu siapa wanita yang sudah menguasai hati bos nya
Remigio yang sadar akan di tatap Ferdy hanya melirik sekilas lalu tersenyum samar,
" kenapa kau menatap ku seperti itu " ucap remigio dengan nada kesal nya
" ahh...Tidak, tidak ! hanya saja aku merasa aneh dengan dirimu tuan kau berbicara sangat manis, apa itu kekasih mu ?" tanya Ferdy dengan wajah polosnya membuat Remigio mengangguk lalu tersenyum
" lebih tepat nya calon istriku " ucap remigio lagi dengan penuh penekanan lalu tersenyum kemudian, Ferdy semakin ingin tahu siapa wanita itu Clarisa yang merasa diacuhkan memukul pelan lengan Ferdy
" ada apa ?" tanya bingung Ferdy sambil menatap wajah Clarisa
******
di Indonesia waktu setempat Maya vio dan rud sedang asyik menyantap makan siang nya, terlihat mereka bertiga sangat lah menikmati
" kenyang nya " ucap vio senantiasa mengelus perutnya
" aku pun sama seperti mu vio " ucap Maya dengan lagi membuat rud menatap kedua wanita itu
mereka pun sudah selesai dengan makan siangnya kini mereka sedang bersantai di ruang kerja milik maya, rud sedari tadi menatap kedua wanita itu seakan akan ada yang salah di wajah mereka
" aku ingin bertanya kepada kalian, aku harap kalian menjawab pertanyaan ku dengan sangat jujur " ucap Rud dengan wajah serius membuat Maya dan vio saling berpandangan
" kau ingin bertanya apa rud " ucap vio dengan wajah polosnya
" kalian selalu saja pergi ke tempat penyimpanan barang dan bahan makanan dan kalian juga selalu saja menghabiskan waktu disana, memangnya ada apa di tempat itu ?" tanya rud membuat vio dan Maya gugup seketika " aku tahu kalian menyembunyikan sesuatu dariku " ucap Rudi lagi dengan menyelidik
" tentu saja untuk mengecek bahan makanan yang sudah menipis " ucap Maya dengan cepat kilat dan vio pun mengangguk saja tapi rud tidak percaya begitu saja
" aku tidak percaya, katakan lah padaku " ucap Rud dengan penuh penekanan kedua wanita itu hanya diam membisu
" baiklah tapi kau janji tidak akan memberi tahu kan pada siapa pun " ucap vio dengan pasrah nya dan rud mengangguk pasti
" Disana ada sebuah ruangan rahasia terdapat juga berbagai macam senjata serta beberapa komputer dan yang sangat canggih aku yakin itu produksi luar " ucap vio menejelaskan dan rud hanya saja menyimak dan mendengarkan
" bisa kalian tunjukan tempat itu " ucap Rud lagi
" nanti saja jika para karyawan sudah pulang kita akan ketempat itu " ucap Maya memberi saran dan rud pun setuju
vio dan Maya selalu saja menyempatkan dirinya ke ruang rahasia itu untuk mencari sesuatu atau petunjuk lainnya dan maya pun belum membicarakan masalah ini kepada Valera selama ia bekerja disana
__ADS_1
waktu menunjukan pukul lima sore para karyawan sudah berusia untuk pulang dan membersihkan dirinya mereka akan kembali bekerja pada jam tujuh malam walupun bekerja hampir satu malam penuh, tentu saja Valera memberikan gaji yang sangat sesuai
caffe D'night sudah mulai sepi kini tinggal mereka bertiga, vio dan Maya sedang berada di ruang kerja milik Maya mereka sedang menikmati secangkir teh nya, vio berjalan ke arah balkon yang tersedia di sana ia melihat pemandangan sore hari sampai mata nya melihat seseorang yang beberapa hari ini selalu saja disitu entah lah mungkin hanya perasaan vio, ia bergegas masuk kedalam lagi dengan langkah tergesa gesa
" may, Maya " ucap vio lagi
" hemmm " ucap Maya singkat
" Maya beberapa hari aku selalu melihat orang itu disana " ucap vio sambil menunjuk ke arah balkon
" maksud mu siapa vio ?" ucap Maya yang bingung dengan perkataan vio
" seorang pria berpakaian hitam yang akhir akhir ini selau saja di situ " ucap vio mejelaskan dan Maya pun mengikuti langkah vio menuju balkon dan benar saja ada seorang pria yang sedang melihat ke arah caffe
" apa itu pencuri ?" tanya Maya menduga duga dan vio pun memikirkan hal yang sama
saat mereka sedang asyik mengawasi pria itu rud masuk dan mengejutkan mereka
" hei kalian sedang apa " tanya rud yang heran melihat kedua wanita itu berdiri lantai balkon sambil memandang ke arah yang sama
" ahh rud kau mengejutkan kami, kami sedang melihat pria itu " ucap Maya yang menunjuk tapi pria itu sudah tidak ada di tempat nya membuat vio dan Maya mencari sosok pria itu
" mana " tanya rud yang ikut melihat tapi kenyataan nya tidak ada siapa siapa disana
" tadi pria itu disitu rud, tapi kemana perginya cepat sekali " gumam vio lagi
" sudahlah ayo kalian tunjukan tempat itu " lanjut rud lagi dan mereka pun segera pergi ke tempat itu
sesampainya mereka diruang tempat penyimpanan bahan makanan, vio segera menguncinya pintu itu dengan sangat rapat rud hanya melihat dan memperhatikan sekitar tidak ada yang mencurigakan seperti yang vio dan Maya katakan, ruangan rahasia ? tapi dimana
" dimana ?" tanya rud semakin tak sabaran dan vio segera menekan dan menarik sebuah rak penyimpanan wine dan muncul lah sebuah pintu berwana coklat tampak rud hanya diam dengan keterkejutan nya, lalu Maya menepuk bahu rud
" heii kau ini kenapa ? ayo kita masuk " ucap Maya dan akhirnya mereka pun masuk ke ruang rahasia itu dan tak lupa Maya menyalakan saklar lampunya rud tampak terpukau dengan benda benda yang berada di hadapannya itu ia melihat menyentuh bahkan memeriksa apakah benda benda itu masih berfungsi dan ternyata masih berfungsi dan begitupun dengan komputer hanya saja memerlukan sebuah sandi di dalamnya.
ruangan ini sangat besar dan luas tapi untuk apa ruangan ini rud bertanya tanya dan bingung dengan apa yang dilihatnya
" apa nona Valera mengetahui hal ini, apa jangan jangan dia tidak tahu? tapi bagaimana mungkin. batin rud
maya dan vio pun sibuk mengakses dan meneliti tempat ini, karena ruangan rahasia ini seperti bangunan berlantai dua begitupun dengan rud.
sudah satu jam mereka berada di ruang rahasia, akhirnya mereka segera kembali karena di takutkan salah satu karyawannya sudah ada yang tiba di caffe.
vio segera pergi dan memeriksa ruangan CCTV untuk memastikan kecurigaan nya dan benar saja pria itu terekam jelas dan tersorot oleh kamera.
vio semakin yakin kepada pria itu mempunyai niat buruk ia buru buru memberi tahukan perihal ini kepada Maya dan rud..
tentu saja Maya dan rud segera melihat rekaman CCTV mereka hanya melihat tanpa bersuara, terlihat rud sedang mengamati si pria dengan sangat teliti
" aku rasa dia bukan seorang pencuri " ucap Rud yang menopang dagu nya di sebuah meja
" lalu " timpal Maya menatap rud
" kau lihat saja mana mungkin pencuri berpakaian rapi seperti itu, kau lihat pakaian nya, sepatu nya aku rasa ia bukan pencuri " jelas rud kepada vio dan Maya kedua wanita itu hanya mengangguk samar sembari memperhatikan layar didepan nya
" lalu untuk apa pria itu disana, ia seperti sedang mengintai caffe ini " lanjut Maya dengan wajah serius vio dan rud langsung melirik ke arah Maya
" itulah yang aku fikirkan, " saut rud membenarkan perkataan Maya,
" kalian jangan menakut nakuti ku ! untuk apa dia mengintai caffe ini, apa jangan jangan kalian mempunyai musuh ?" ucap vio dengan wajah kesalnya sungguh ia seseorang yang sangat penakut. Mata dan rud menggeleng cepat
mereka sepakat untuk menambah dua satpam untuk berjaga di sekitar caffe kebetulan teman rud ada yang menganggur Maya dan vio setuju dengan usul rud,
Rud pun segera pergi keruangan yang berada di lantai atas ia lalu merebahkan dirinya di sebuah kursi fikirannya melayang dan berkelana jauh
" aku harus beritahu nona Valera " ucap Rud yang merogoh ponsel di saku celana nya, ia memilih menghubungi Valera via pesan karena takut menganggu nonanya serta perbedaan waktu tentunya
__ADS_1
setelah rud selesai mengirim sebuah pesan lalu ia memilih untuk membersihkan dirinya karena ruangan itu tersedia kamar tidur dan kamar mandi tentunya, Valera merancang caffe miliknya sebaik mungkin dan senyaman mungkin