
Tiga bulan berlalu Valera dan seluruh jajarannya benar-benar merasakan kehidupan yang damai dan tentram walaupun mereka tak yakin jika hal ini akan berlangsung lama.
Banyak sekali kabar bahagia yang menimpa mereka dimulai Ornaf dan Ellara yang baru saja melangsungkan pernikahannya dua minggu yang lalu, Elena, Gloria yang sedang mengandung dan kini usia kehamilan sang Lady memasuki trimester kedua bahkan Thomas yang baru saja berganti status menjadi hot Daddy karena Aranna sudah melahirkan.
" Sayang " ucap Remigio dengan memeluk erat tubuh Valera seakan tak ingin dilepaskan '' aku merindukan mu '' ucap Remigio lagi.
" prince itukah kau ? '' Picing Valera membalas pelukan Remigio dengan mengelus lembut punggung kekar sang suami. Remigio hanya mengangguk samar dengan mengecup setiap leher jenjang sang istri. " prince.. Apa yang kau lakukan '' ucap Valera mencoba menghindari sentuhan-sentuhan prince yang akan bergerak liar jika tak dihentikan.
" sayang. Aku merindukan mu '' rengek Remigio tapi Valera menggeleng pelan lalu menuntun tangan kekar Remigio untuk menyentuh perlahan perutnya. Remigio terdiam sesaat merasakan sentuhan hangat pada telapak tangannya bibirnya tersenyum manis menatap Valera.
" Aku lelah prince. Entah mengapa kehamilan ku yang kedua ini sering kali membuatku lelah dan mengantuk '' adu Valera sembari mengerucutkan bibirnya.
" Apa kau lelah ? jika begitu berbaringlah aku akan memijat kaki mu '' tandas Remigio lagi dan Valera mengangguk lalu menurut.
Remigio membantu valera membaringkan tubuhnya secara perlahan, untung saja Athena sedang betah bersama dengan pengasuhnya. Remigio menatap wajah cantik Valera yang sedang memejamkan matanya secara perlahan bibir yang biasanya dipoles lipstik berwarna merah maupun warna lainnya kini terlihat lebih alami dan natural, meskipun begitu Valera masih saja tetap cantik.
Remigio dengan sabar memijat kaki sang istri dengan gerakan lembut agar Valera merasa nyaman dan benar saja Valera tertidur dibuatnya Remigio terkekeh lalu mengecup lembut pucuk kepala Valera.
" Tidurlah sayang. Aku sangat mencintaimu '' gumam pelan Remigio yang kini dimana sosok prince lebih sering muncul dan mendominasi.
Disisi lain Ed kewalahan karena Elena selalu mengerjainya dengan alasan bawaan bayi, seperti saat ini Elena memaksa Ed untuk tidur di ruangan yang lain karena Elena tak ingin berdekatan dengan lelaki yang menyandang sebagai suaminya kini.
" ohh tuhan.. Apalagi ini. Elena sayang come on aku tak mau tidur di ruangan lain. Aku ingin tidur memeluk mu Elena " ucap Ed seraya mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dengan wajah frustasi.
CEKLEK
Ed menatap binar cinta pada Elena tapi Elena justru memberikan sebuah selimut tebal kepada Ed hingga lelaki itu mengerutkan dahinya seketika.
" sayang apa ini ? " ucap Ed bingung tapi perasaanya mengatakan jika ini tak baik-baik saja.
" Ed aku mohon aku tak ingin berdekatan dengan mu. " lirih Elena lagi tapi Ed tak mau dan kekeh memaksa kehendak nya.
" Tidak sayang jangan seperti ini " tandas Ed tapi Elena menggeleng pelan. " sayang " tapi Elena menggeleng keras, hingga.
BRAKKKKKK
Ed mematung kala Elena menutup pintu dengan sangat keras, rasanya Ed ingin sekali berteriak dan menenggelamkan Elena dilautan tapi apa daya Ed hanya bisa membayangkan nya saja.
Lelaki itu meraih selimut tebal yang teronggok di lantai yang dingin, menyeret lemas kakinya yang enggan untuk pergi, sesaat Ed menoleh kearah belakang berharap Elena mau membuka kan pintu untuk nya tapi sepertinya Dewi Fortuna tak berpihak padanya.
'' Ahh.. kenapa kehamilan Elena aneh sekali.. ia terlihat seperti membenciku. Apa kemungkinan anak yang sedang dikandungnya itu membenci ayahnya. '' gumam Ed dengan mata yang menetap lurus kearah balkon memikirkan tingkah Elena yang sungguh menyebalkan, akhirnya Ed memilih mengalah dan tidur di ruangan lain untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Sedangkan di sisi lain, Dave tampak bahagia dan senang dengan kehamilan pertama Gloria dirinya benar-benar antusias begitupun dengan Gloria.
Tapi di satu sisi Gloria merasa sedih karena ayahnya tak tau tentang kehamilan nya ini dan Gloria pun merasa takut jika tuan Gil tak menganggap janin yang sedang dikandung itu sebagai cucunya.
" Ada apa sayang ? '' tanya Dave mengelus lembut pipi Gloria.
__ADS_1
" Dave bagaimana kabar ayahku ? apa dia baik-baik saja '' ucap Gloria hati-hati dan Dave hanya tersenyum tipis sembari mengenggam lembut kedua tangan istrinya.
" percayalah Gloria dia baik-baik saja. Lady hanya menghukum nya agar ia merenungi kesalahannya itu bukan untuk menyiksa nya. '' jelas Dave lembut dan Gloria diam saja bagaimanapun juga tuan Gil tetap lah ayahnya. Gloria hanya mengangguk kecil walaupun manik nya memancarkan aura kesedihan " jangan seperti ini sayang, nikmatilah masa kehamilan mu ini, aku akan selalu ada untuk mu '' ucap Dave lagi memeluk erat tubuh Gloria yang hanya memakai piyama tipis dan pendek.
Gloria membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami, menghirup dalam aroma yang begitu familiar dengan memejamkan kedua matanya.
" Sayang apa ini ? '' ucap Dave lagi saat mendapati Gloria sedang mengelus perlahan dada bidangnya dengan sentuhan sensual yang lebih mirip sedang menggodanya. '' sayang jangan menggodaku '' ucap Dave lagi saat tangan Gloria bergerak nakal turun kebawah.
" Aku tidak menggoda mu Dave. Aku hanya ingin menyentuh nya saja '' saut Gloria dengan tersenyum polos. Dave menyeringai tipis detik kemudian Dave telah menyambar bibir Gloria bergerak dan menyesapnya dengan sedikit kasar membuat Gloria melenguh disela-sela kegiatannya itu, Dave memang pandai bermain kini benda hangat tak bertulang itu masuk menerobos dengan lihai dan saling bertautan.
Dave selalu mendominasi dalam setiap permainannya ia tak pernah membiarkan Gloria memimpin permainan, Gloria selalu terpana akan manik abu milik Dave serta kulitnya yang kecoklatan menambah kesan Maco dan jantan pada diri Dave.
SRETTTT
" ohh " pekik Gloria saat Dave menarik paksa piyamanya hingga sobek membuat Gloria kesal bukan main " kau.. bisakah pelan !! aku sedang mengandung " kesal Gloria tapi Dave justru menyeringai pelan
" maaf sayang, aku akan menggantinya '' ucap Dave lagi yang fokus pada aksinya bermain di aset kembar milik Gloria yang padat dan sintal.
Gloria terhanyut dan Dave begitu terlihat bergairah keduanya larut dalam kenikmatan, Gloria berkali-kali mendesah dan menjerit sedangkan Dave menggeramkan suaranya pelan dengan mata terpejam.
keduanya larut dalam penyatuan panas hingga akhirnya Dave melepaskan seluruh amunisinya di luar, Gloria terkapar dengan tubuh yang berkeringat begitupun dengan Dave.
Satu tahun berlalu, bulan kedua menyambut musim semi.
Satu tahun telah berlalu, bulan berganti bulan Minggu berganti Minggu serta hari berganti hari. terdapat banyak perubahan di satu tahun terakhir ini.
Tak jauh berbeda dengan Remigio yang bisnis nya kian hari kian melambung tinggi, bahkan kini penguasa ORTAXS itu telah meluncurkan peraturan terbaru untuk para jaringan mafianya.
" Selamat datang lady " ucap serempak para anak buah king seraya menunduk penuh hormat pada pimpinan tertinggi king itu.
Valera tersenyum tipis dan melangkah masuk kedalam bangunan yang sudah beberapa bulan ini tak ia kunjungi karena kesibukan pribadinya. Valera menatap penuh memory pada setiap sudut bangunan megah yang menjadi markas utama king.
Terlihat Thomas dan Dave berada di sana mereka menunduk dengan sopan saat bertemu dengan Valera.
" Lady '' ucap keduanya sopan dan Valera hanya mengangguk samar.
" sudah lama aku tak berkunjung kemari '' ucap Valera " Bangunan ini mempunyai banyak sejarah dalam hidupku '' lanjut Valera lagi.
" Ya tentu saja lady begitupun dengan diriku '' ucap Dave yang Hans berkunjung dua kali dalam satu bulan beberapa terakhir ini. '' untung saja ada Brayen dan Alland yang menjaga keamanan markas '' lanjut Dave dan Valera hanya mengangguk membenarkan
'' Dimana mereka ? '' Picing Valera bertanya.
'' Lamora. Mereka menuju kesana '' saut Thomas dan Valera terlihat diam saja lalu detik kemudian mengangguk kecil.
" Kalian tolong sebarkan kepada seluruh jajaran King jika aku akan mengadakan rapat satu Minggu lagi '' ucap Valera tegas.
" laksanakan " ucap Thomas dengan nada candaan nya membuat Valera terkekeh karena tingkah Thomas hampir mirip dengan mendiang Macky kakak nya.
__ADS_1
Dave dan Thomas segera melakukan titah sang Lady, sontak permintaan sang Lady membuat bertanya-tanya di hati mereka ada apa gerangan ? jika rapat terlaksana berarti ada sesuatu hal yang harus dibicarakan.
setelah melakukan tugas dari Valera Dave dan Thomas berpamitan untuk pulang karena istri dan anak mereka yang sedang menunggu dan Valera mempersilahkan nya.
Satu Minggu berlalu. Di ruang rapat tertutup di markas utama.
tepat itu dipadati oleh para jajaran king yang memiliki jabatan penting dalam bertugas. Valera duduk dengan angkuh di kursi single kebesarannya menatap orang-orang yang selama ini setia terhadap dirinya.
" Sepertinya Rapat kali ini cukup membuat kalian bertanya-tanya bukan ? " kekeh Valera memulai pembicaraan agar suasana tak tegang dan hening karena semua orang memilih diam dan bungkam. " Tujuan ku mengadakan rapat kali ini hanya untuk bertemu dengan kalian semua. " lanjut Valera lagi " karena kesibukan kita masing-masing membuat kita semua tidak bertemu dalam waktu beberapa bulan terakhir." ucap valera dengan nada santainya.
" maafkan kami lady jika kami lalai dalam tugas kami " ucap Zumba dengan sopan.
" hahaha ada apa zumba ? aku tidak merasa seperti itu kalian semua tak lalai dalam pekerjaan, buktinya semua masih berjalan baik-baik saja bahkan beberapa usaha kita bertambah pesat " ucap Valera dengan bijak. " Aku tak merasa demikian, karena aku pun merasa lalai dalam tugasku sebagai seorang pemimpin karena kesibukan ku mengurus anak-anak ku " lanjut Valera lagi.
" Kau tetap yang terbaik Lady " ucap Syina menimpali dan Valera hanya tersenyum tipis, semua orang mengangguk membenarkan perkataan Syina yang memang terbukti adanya.
" aku anggap ini sebagai pujian untuk ku " tandas Valera dan semua orang tertawa kecil mendengarnya. " hah.. baiklah, aku hanya ingin membicarakan tentang masa depan anak-anak kita para generasi selanjutnya yang akan berjuang dan mencari jati dirinya masing-masing sebenarnya aku sudah merencakan hal ini dari dulu, bahwa setiap para generasi selanjutnya akan dididik dan dilatih saat mereka berusia tujuh tahun. Aku menerapkan sistem ini bukan tanpa alasan. Kehidupan kita kejam justru aku takut jika anak- anak tak kuat menghadapinya nanti. Aku takut mereka tak sekuat kita para leluhurnya, itu sebabnya aku menanamkan hal ini dari usia mereka sejak dini. Apa kalian paham semua " ucap Valera menatap tajam pada jajarannya yang saling lirih namun detik kemudian mereka mengangguk mantap.
" Aku setuju. Terlebih diluar sana aku pun mempunyai musuh begitupun dengan suamiku tak menutup kemungkinan mereka pasti mengincar anak ku. Ya aku akan menerapkan nya sejak dini " sambung Zizi begitu semangat dan Valera hanya tersenyum. Lalu tak lama kemudian semua orang menganggu setuju.
" terimakasih atas artisipasi nya " ucap Valera lagi dan semua orang hanya mengangguk sopan. " Aku berencana ingin mengunjungi makam Macky. Apa kalian akan ikut ? " ucap Valera dan semua orang mengganguk pasti.
sore ini seluruh jajaran yang hadir berbondong-bondong menuju tempat peristirahatan terakhir Macky seseorang yang dulu pernah menjadi bagian dari mereka tapi harus gugur dalam usia yang masih sangat muda kala itu bahkan kematiannya tak bisa diduga.
Tempat pemakaman Khusus milik King.
terlihat sebuah gundukan tanah yang terawat dengan rerumputan dan bunga-bunga khusus disekitar sisi nya bahkan sebuah nama yang mereka kenali menghiasi batu nisan.
Valera menatap sendu pada pusara milik mendiang Macky hatinya seketika sendu saat mengingat kebersamaan mereka dulu.
" Apa kabar Macky. Maaf jika aku baru datang kesini sekarang. Apa kabar mu disana " lirih Valera dengan mata yang berkaca-kaca semua orang menundukkan kepalanya kebawah masing-masing dari mereka mengingat sosok ramah dan jarang marah itu, bahkan Dave manik abu-abu nya tampak berkaca-kaca. " Andai saja kau masih hidup dan bersama kami disini mungkin aku akan senang, dan kau pun akan mempunyai kehidupan yang hangat bersama anak dan istrimu. Tuhan adil bukan ? ia mengambil mu dan menitipkan seorang anak kecil hasil benih yang kau semai pada seorang wanita. Kini putramu tumbuh semakin besar Macky, dia mirip dengan mu. '' lanjut Valera lagi seraya mengusap pelan air matanya yang turun begitu saja tanpa permisi. '' selamat jalan Macky kau selalu ada dalam hati kami para sahabat mu. Aku dan lainnya akan menjaga putramu hingga ia tumbuh dewasa dan menjadi lelaki tangguh sama seperti dirimu '' lirih Valera lagi tersenyum tipis.
Makam Macky salah satu petinggi king itu dipenuhi taburan bunga segar oleh orang-orang king yang hadir, banyak dari mereka yang menempatkan doa kecil untuk sang sahabat yang telah berpulang. Valera menatap para jajaran nya yang lain lalu menatap kearah langit yang cerah.
'' Kami pulang Macky " ucap Dave dengan suara bergetar menahan rasa kerinduan pada salah satu sahabatnya itu.
Akhirnya Valera dan lainnya memilih untuk pulang, setelah berkunjung pada tempat peristirahatan terakhir Macky, Valera berjalan seraya tersenyum menatap yang lainnya.
Sore itu iring-iringan mobil mewah membelah jalanan kota Perancis, setelah melewati berbagai masalah yang terjadi dan memakan waktu yang cukup banyak akhirnya sang lady dan seluruh jajarannya bisa bernafas dengan lega walaupun mereka tak menjamin kedamaian tapi dengan begini mereka tau rasanya hidup tenang dan damai dalam waktu yang cukup panjang, sebelum masa yang akan datang menyapa kembali.
END
****
Akhirnya KSRM season satu tamat yah readers, Terimakasih untuk para pembaca yang setia pada novel pertama owe ini, jangan lupa tekan jempolnya yah..
Seperti yang owe katakan KSRM season 2 sudah launching dan sudah beberapa episode. Semoga novel kedua owee tak kalah tegang dengan seakan pertama yah ๐๐ walaupun alur cerita nya akan berbeda dengan season satu.
__ADS_1