Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
penyerangan Ben 1


__ADS_3

Tak Tak Tak


suara ketukan Hells yang beradu dengan lantai marmer terdengar di telinga orang orang yang berada di ruang rapat. Semuanya menunduk hormat kala sang lady tiba, aura yang begitu kental dengan hawa pembunuhnya begitu sangat terasa, mimik wajahnya sangat dingin dan datar, langkah nya begitu sangat tegas untuk seorang wanita.


" lady " sapa serempak semua orang, dan Valera pun duduk di kursi kebesarannya sambil menatap tajam orang orang yang berada di hadapannya ini. Mata nya mengeluarkan sorot yang menyeramkan , orang orang yang berada di ruangan itu Hanya menunduk dan terdiam tanpa ada kata apapun yang terucap , hingga suara seorang pria memecahkan keheningan


" maaf lady, ada apa lady mengumpulkan kami semua disini " ucap pria yang memakai jas merah, dandanan nya sungguh sangat mencolok dengan celana putih, kemeja hitam dan sebuah jas berwarna merah terang, Valera hanya tersenyum dengan sinisnya


" mau menangkap tikus tikus yang sedang berkeliaran disekitar ku " celetuk Valera dengan gaya khas nya membuat orang tak mengerti dengan ucapan lady nya itu.


" maaf lady, apa maksud anda " ucap seorang pria dengan berambut cepak


" apa ucapan ku kurang jelas, aku akan menangkap para tikus yang menjijikan itu " ucap Valera dengan gaya tengilnya, mereka semua semakin tidak mengerti akan sikap sang lady yang selalu berubah ubah


" Dave " suara sang lady membuyarkan lamunan mereka


" saya lady " ucap Dave sopan


" apa kau sudah menyiapkan seluruhnya "


" sudah lady " ucap Dave dengan tegas, disitu pun Thomas sudah terlihat berdiri dengan tegap sempurna Valera yang melihatnya hanya tersenyum tipis .


saat mereka tengah asyik dengan fikirannya masing masing tiba tiba alrm, dan senjata otomatis bergerak dengan sendirinya, semuanya menjadi sangat kaget dan terkejut


tapi tidak bagi Valera dia hanya tersenyum menyeringai, menikmati wajah wajah yang saat ini sedang ketakutan.


" bagaimana , apa kalian takut " ucap Valera dengan nada yang menggelikan


" lady apa maksudnya ini " ucao pria paruh baya yang bernama Troy


" kalian akan tau nanti " dengan nada tegasnya


Dave segera melaksanakan tugasnya ia menampilkan orang orang yang berkhianat dan penyusup di layar monitor yang besar. wajah wajah mereka sangat terkenal dan terpampang nyata dan jelas, orang orang yang berada di dalam sana sudah ketakutan dan tubuhnya bergetar dengan sendirinya, bahkan jantung nya bahkan berdetak kencang.


" inilah tikus tikus yang menjijikan, sungguh menjijikan," dengan terkekeh " jangan terlalu bermimpi untuk menjatuhkan aku apalagi membunuhku, sebelum itu terjadi akulah yang akan menjadi malaikat pencabut nyawa kalian, " ucap valera lantang " dan untuk para kalian " Valera menunduk satu satu kelompok " bodoh, kalian memasuki kawasan terlarang yang artinya kalian tak akan ku beri ampun menyusup dan menjadi bagian dari king itu tidak akan terjadi , akulah yang akan memusnahkan kalian terlebih dahulu, bagaimana jika kalian bermain main dengan binatang binatang kesayangan ku " pekik Valera dengan aura yang sangat mengintimidasi


orang orang yang terlibat terlihat sudah memucat mereka sangat ketakutan ditambah senjata senjata otomatis telah aktif tanpa sepengetahuan mereka , itu artinya keamanan diluar pun tak kalah ketat dan mematikan. para anak buah KING pun sudah mengepung dan memperketat disekitarnya jika ada yang berani melawan atau sebagainya


" tangkap mereka " teriak Valera dan para lelaki bertubuh tegap itupun menangkap para pelaku penghianat dan penyusup, mereka tentunya memberontak meminta untuk di lepaskan


DORRR


AHKKKKK


seorang pria muda berani menembakan senjatanya kepada salah satu anak buah KING membuat Valera murka.


" hahaha ternyata kau sungguh hebat nona Valera , kau sangat cepat bisa tau banyak hal tentang kami " ucap pria muda itu dengan senyum mengejek, suasana amat menegangkan para mafioso lain nya hanya dia tak mau ikut campur dengan masalah ini


" cihh, sudah tidak bisa berkutik pun kau masih saja banyak bicara, jadi jangan salah kan aku " ucap Valera menyeringai dan langsung menembak mati tepat di kepalanya


DORRR


" sangat disayangkan, kau masih muda tapi sudah tewas terlebih dahulu " cibir Valera


semua orang hanya dia menatap sang lady mereka tidak mau bertanya apa apa...


" seret mereka ke hadapan ku " teriak lantang Valera, mereka diseret secara paksa bahkan senjata yang mereka bawapun di rampas oleh anak buah KING yang lainnya ..


" ckk.. aku tidak menyangka ada sekolompok penyusup dan penghianatan ke dalam lingkaran ini " ucap salah satu mafioso dari Argentina


seketika ruangan menjadi riuh saling membicarakan penghianat dan penyusup, bahkan para wajah penghianat sangat datar sekali tidak ada lagi rasa takut apa yang akan di hadapannya nanti


" kepada siapa kalian membelot dan menghianati ku " ucap Valera dingin dan datar


serasa tidak ada yang menjawab membuat valera tidak sabar


" Dave ambilkan aku alat penyetrum, aku ingin bermain main dengan mereka


Dave pun mengambil apa yang ladynya minta semua orang menjadi amat tegang dada mereka kian memburu tak menentu


" jawab atau kalian rasakan benda ini " ucap sinis Valera


" ma-maaf kan kami lady " ucap salah satu pria berjas biru


" maaf mu tidak berguna lagi " nada nya masih saja sinis " siapa orang itu " pekik Valera , mereka hanya menggeleng lemah membuat Valera semakin beringas dan dia pun menyetrum para kelompok penghianat dengan senyum tipis nya, teriakan teriakan menjerit saling bersautan sautan di ruangan itu, setelah puas menyetrum Valera beralih kepada para penyusup


" apa kalian anak buah Ben " ucap Valera lagi


dan mereka pun masih saja sama nanah Dian sambil menatap tajam Valera " baiklah jika itu mau kalian " Valera pun menyetrum mereka tanpa bekas kasih, Dave yang melihat itupun hanya diam menyeringai senang, beda dengan Thomas ia terlihat memalingkan wajahnya


" am-ampun lady ya kami anak buah Ben " ucap seorang pria berkulit hitam


" bagus, berani sekali kalian bermain denganku " sinis Valera " aku akan membuat kalian bermain dengan para binatang peliharaan ku " seringai Valera kian menakutkan


" ampun lady, maafkan kami, maafkan kami lady " ucap meraka memohon


Valera Kembali duduk di kursi kebesarannya sambil meneguk segelas wine, matanya masih saja menyorot tajam


" Apakah kalian membelot dan berpihak kepada mister p " ucap Valera tanpa basa basi , meraka semua pun terkejut bagaimana bisa lady nya tau, bahkan Valera sendiri pun masih mencari siapa mister p itu


karena tidak ada jawaban maka Valera anggap itu benar, dia semakin marah dan murka tanpa aba aba


PLAKKK PLAKKK PLAKKK


Valera menampar pipi seorang pria untuk meluapkan emosinya yang kian menambah


" dasar tidak tau berterimakasih, kalian aku bawa ke dalam jajaran ku bukan untuk berkhianat padaku, kau kau kau dan kau apa kalian lupa bahwa duku kalian itu bukan siapa siapa jika bukan aku yang membawa kalian ke tempat ini, " teriak Valera, dan mereka pun hanya diam tertunduk


" Dave bawa mereka ke ruang penyekapan bawah tanah, aku muak melihat wajah wajah tidak tau malu seperti mereka " ucap Valera dengan nafasnya yang tersengal .


mereka memberontak dan memohon kepada sang lady untuk tidak disekap dan mereka akan tau apa uang terjadi di sana, Dave dan yang lainnya menyeret mereka dengan kasar, Valera hanya menatap nanar kepada mereka

__ADS_1


suasana ruangan Kembali hening, Valera hanya diam dan menatap satu satu para mafioso nya,


" aku sarankan jika kalian ingin seperti mereka , berfikir lah terlebih dahulu " ucap Valera tegas " crocodile, Tiger, lion, snake aku meminta laporan kalian dari dua Minggu terakhir semuanya harus sudah selesai esok lusa. " dengan nada yang tidak ingin dibantah, semuanya menjawab serempak dengan patuh " untuk kalian semua tetap jalankan sesuai peraturan , rapat selesai sampai disini " ucap Valera berdiri mengakhiri dan berjalan dengan langkah tegas ke luar ruangan


mereka semua menunduk hormat kala sang lady keluar dari ruangan besar itu, para pengawal pun hanya mengekor dibelakang sang lady dan diikuti Thomas


" Thomas kapan kau akan berlatih " tanya Valera


" kemungkinan besok nona " ucap Thomas lagi


" bagus lebih cepat lebih baik, ingatkah berlatih lah dengan sungguh sungguh. " ucap Valera lagi dengan nada memperingati


" saya akan bersungguh sungguh nona "


" baiklah aku akan masuk ke dalam ruangan ku, kalian kerjakan apa saja yang menurut kalian harus di kerjakan dan kau Thomas kau boleh beristirahat persiap kan dirimu untuk esok hari " ucap Valera lagi


" baik lady " ucap mereka serempak


Valera memasuki ruangannya dengan rasa lelah, sembari memijit mijit pelipis nya, lalu dia membuka laptop nya.


Dave dan para anak buahnya sudah memasukan orang orang failed ke dalam ruangan bawah tanah yang menurut mereka itu sangat seram.


para mafioso sudah membubarkan dirinya masing masing diantar oleh Dave dan para pengawal lainnya sampai gerbang utama.


malam hari sudah tiba Valera melakukan penyerangan terhadap Ben tepat setelah jam makan malam, ia tidak ingin menundanya lebih lama lagi, semuanya sudah dipersiapakan dengan sangat baik mulai dari senjata terkecil sampai terbesar dan sebuah laptop yang canggih untuk meretas bagian cctv hotel. Valera membawa orang orang nya lebih banyak, karena ada penambahan pasukan. mereka menggunakan mobil mobil khusus untuk beroperasi, sebagian para anak buahnya sudah berada di titik lokasi untuk memantau dan sebagian lagi akan mengikuti Valera dari arah belakang


iring iringan mobil membelah jalanan ibukota, untungnya terjadi hujan pada malam hari jadi orang orang lebih memilih berdiam diri dirumah dari pada harus berkeliaran di luar rumah


" nona apa kau yakin, akan menyerang di jam seperti ini " tanya Dave ragu


" awalnya aku kurang yakin, tapi setelah aku melihat banyak nya alat pengedap suara di beberapa titik membuat peluang untuk kita bergerak di jam jam seperti ini " ucap Valera tenang " dan aku pun sudah menandai ruang ruangan itu di laptop ku, kita harus memancing mereka ke ruangan itu dan habisi mereka setelahnya.


mobil sudah berada di dekat kawasan hotel, hujan deras menambah suasana kecamnya malam ini. ada empat orang yang berjaga di dalam pos tempat mereka berteduh dari guyuran hujan


" Dave kita harus cepat memanfaatkan malam ini yang sedang diguyur derasnya hujan, kau masuk lah dengan beberapa orang berakting lah sebaik mungkin " ucap Valera lagi dan Dave pun mengangguk


Dave keluar dengan membawa payung bersama tiga orang lainnya mereka berjalan memasuki area hotel, mereka terlihat sedang berinteraksi satu sama lain


Valera hanya mengamati dari dalam mobil


dan tak lama kemudian anak buah king memukul telak mereka tepat di bagian lehernya membuat mereka pingsan seketika valera yang melihat itu hanya tersenyum senang, lalu Valera keluar dari dalam mobil dan berjalan layak nya seorang wanita anggun


" ikat mereka dengan sangat kencang dan tutup mulut serta matanya "


" kau cepat retas semua cctv disini, kita akan bergerak " ucap Valera sambil memberikan sebuah laptop yang sangat canggih untung nya Valera telah mendapat kode di ruang kendali hotel ini, jadi dia bisa meretas melalui laptop nya


langkah Valera semakin melaju masuk diikuti oleh beberapa pengawalnya, dan sebagian dari mereka telah berpencar untuk mempersingkat waktu dan keadaan


saat Valera akan memasuki bangunan itu dua orang bertubuh tegap menghadang nya


" maaf nona, kenapa anda membawa banyak pria ke hotel ini " ucap salah satunya pertanyaan itu membuat Valera tak percaya mungkin mereka berfikir akan melakukan sesuatu hal yang buruk


" Dave kau dan yang lainnya berpencar lah cari di tua Bangka itu, jika salah satu dari kalian mengetahuinya cepat hubungi aku " ucap Valera pelan dan mereka pun segera berbaur dengan yang lainnya


di hotel ini banyak sekali pelayan wanita, sedari tadi Valera berjalan tidak menemukan pelayan pria, Hanya para pengawal saja yang berada diluar


" apa aku salah prediksi? tapi aku rasa tidak mengapa semua pelayan menjadi wanita semua . batin Valera bingung


saat Valera berjalan ia melihat dua orang lawan jenis berciuman bebas di hotel ini, apa mereka tidak malu?? sesaat Valera mengerti dengan situasi ini


" cihh. jadi ini kedok Robert, mungkin dari luar terlihat seperti hotel sungguhan, tapi dari dalam hanyalah tempat yang sangat menjijikan. Bain Valera


ia terus saja berjalan dengan gaya khasnya, ia berjalan menuju tempat resepsionis


" maaf nona, bisakah nona memberi tahu ku, diruangan berapa tuan Ben menginap disini " ucap Valera ramah resepsionis itu mengerutkan dahinya


" maaf nona, itu adalah hak yang paling privasi di hotel ini " ucap si resepsionis, tapi Valera tak kehilangan akal


" saya rekan bisnis dari tuan Robert , dia memintaku untuk bertemu dengan tuan Ben di hotel sini, " ucap Valera lagi


" baiklah tunggu nona," ucap resepsionis lagi sambil melihat lihat data atas nama ben disini


setelah lama menunggu


" maaf nona, disini tidak ada nama atas tuan Ben " ucap resepsionis itu,


" sial, dia pasti menggunakan identitas lain " batin Valera


" ya sudah kalau begitu saya permisi "


Valera terus berjalan memperhatikan sekitarnya, namun tiba tiba


DORRR


suara tembakan dan jeritan Para wanita menggema di ruangan itu, membuat Valera pun ikut terkejut, dia segera menghubungi Dave lewat MH yang berada di telinganya


" Dave,Dave kau mendengarkan ku " ucap Valera dengan tidak sabaran


" ya nona, seseorang telah mengetahui keberadaan anak buah kita, mungkin mereka sedang mencari kita saat ini, tuan Ben berada di ruangan 704 bersama asisten dan tuan Remigio didalam nya, ruangan itu kedap suara" ucap Dave


" Remi untuk apa dia disini " batin Valera


" baiklah Dave selesaikan ini terlebih dahulu " ucap Valera lagi, entah bagaimana Dave bisa secepat itu menemukan nya, tapi ia tidak pernah meragukan kemampuan yang dimiliki Dave


DORRR DORRRRR


suara tembakan itu kembali terdengar, Valera tidak tau tembakan itu dari Para musuh atau para anak buahnya, Valera terus berjalan mencari ruangan yang Dave maksud.


Valera terus naik ke lantai tiga bagian hotel untuk mencarinya tapi tidak ketemu, bahkan di lantai tiga semuanya bertuliskan angka tiga dalam setiap pintu ruangnys


" ohh berarti hotel ini sesuai dengan tingkatan bangunan , berarti ruangan itu berada di lantai tujuh . batin Valera menyeringai

__ADS_1


DORRRR


seorang wanita pelayan tertembak di bagian perutnya membuat valera kaget, lalu ia melihat di sekitarnya siapa yang menembak dan ternyata ini hanya peluru yang salah sasaran, mungkin anak buah king mengecoh musuh


suara alrm terdengar semakin nyaring membuat Valera terus bergerak, dan dia menyiapkan senjatanya yang berada di balik mantelnya. Benar keberadaan mereka telah diketahui, mau tidak mau Valera harus menembak siapa saja yang menghalanginya


" Dave aku akan menaiki tangga darurat, karena tidak mungkin aku menggunakan lift, sedangkan alrm berbunyi dalam keadaan darurat , cepat habisi mereka kita bertemu di di ruangan itu " ucap Valera yang masih terhubung melalui microhear di telinganya .


saat Valera akan menuju tangga darurat, ada empat lelaki menghadang jalannya


" mau kemana kau nona, " ucap salah satu pria


DOR DOR DOR DOR


cepat dan senyap itulah cara menembak dari seorang Valera,


" kalian menghalangi jalanku saja " ucap sinis Valera sambil berlaku melewati mereka yang sudah tewas, suara alrm sudah tidak terdengar lagi,


"" mungkin Dave sudah menyelesaikan mereka semua. batin Valera


" Dave, mengapa alrm nya mati, apa terjadi sesuatu " tanya Valera panik


" tidak nona, anak buah ku yang lainnya mematikan alarm itu, karena akan mengundang pihak lainnya , dan aku sudah menyelesaikan orang orang ini, kita akan miskin ke lantai tujuh nona " ucap Dave


" baiklah "


baru saja Valera akan naik, seseorang mencengkram tangannya dengan erat


" mau kemana kau," teriak pria berkepala plontos itu


" bukan urusanmu " pekik Valera yang menendang organ vital pria itu,


BUGHHHHHH


AHKKKKK


DORRR


" hanya membuang waktuku saja " gerutu Valera dia langsung naik melalui tangga darurat walaupun alrm sudah tak berbunyi lagi, Valera dengan semangatnya menaiki anak tangga itu tanpa rasa lelah


akhirnya Valera sampai di lantai ketujuh, tapi disini masih banyak aktivitas orang orang, karena banyak nya kedap suara di lantai ini membuat Valera keluasa bergerak


Valera berjalan dengan bersikap seolah olah tidak terjadi apa,


" nona keributan di lantai bawah sudah di tanangani oleh anak buahku, dan para mayat mayat itu sudah di evakuasi oleh anak buah king di bagian belakang, "


" kerja bagus Dave, aku sudah sampai di lantai tujuh, Its show time " seringai Valera dengan langkah tegasnya menyusuri setiap ruangan pada akhirnya langkah kaki Valera berhenti di depan pintu bernomor 704


Valera mencoba menekan tombol di bagian pintunya, setelah beberapa lama pintu itu terbuka oleh seorang lelaki uang bernama Jose


" Hallo tuan " sambil menodongkan senjatanya ke arah jose, Jose hanya diam saja karena ini sungguh di luar dugaan, Valera menampakan wajahnya kehadapan empat lelaki yang sedang duduk dan berbincang, Dave benar Remigio pun ada diruangan milik Ben bersama kedua asisten nya. Mereka sangat terkejut akan kehadiran Valera.


" lama tidak berjumpa tuan Ben " seringai valera . Ben menatap tak percaya


" ba-bagaimana kau bisa memasuki hotel ini " ucap Ben terkejut


" apa kau lupa, siapa aku " ucap Valera sinis Valera


" sweatheart " gumam Remigio pelan, Valera hanya mengedipkan satu matanya kepada Remigio , Bahkan James dan Leo pun saling berpandangan


" Jose, cepat panggil para pengawal " pekik Ben, tapi saat Jose akan menekan sebuah tombol di dinding dekat pintu ruangan mereka telah di masuki oleh Dave dan beberapa anak buah king lainnya, lalu menyergap Jose dengan sangat mudah


" terlambat, para anak buahku sudah selesai bermain dengan mereka " ucap velera dengan gas tengilnya laku ia duduk di samping Remigio


" Remi, mengapa kau ada disini " ucap Valera datar


" aku sedang berusaha membatalkan kerja sama dengan pria itu sweatheart, " dengan nada menggelikannya, Ben yang melihat tingkah Remigio dan valera seakan hanya menatap bingung


" licik, sungguh licik, kau tidak pernah berubah tuan Ben, " ucap Valera meledek


" diam kau dasar pengacau " pekik Ben lantang dan langsung menodongkan senjatanya ke arah Valera , semuanya kaget termasuk Remigio tapi Valera hanya malah bersantai ria di sofanya


" beraninya kau mengacungkan senjata kepada wanita ku " teriak lantang Remigio


" wanita mu?? " sesaat Ben bingung dan detik kemudiannya dia tertawa keras.membuat Valera mengerutkan dahinya


" waw kau hebat tuan Adomson, bisa mendapatkan wanita ini, aku acungkan dua jempol padamu " ucap Ben dengan tingkah gilanya


" dendam apa yang kau maksud untuk ayahku tuan Ben " ucap Valera tajam


" apa pria ******** itu tidak memberi tahumu " ucap Ben dengan nyinyirnya membuat Valera menggeram


" katakan, sedari dulu kau sangat berambisi untuk mendapatkan sesuatu, tapi itu tidak mendasar, apa tujuan mu sebenarnya " ucap Valera lagi aura nya sungguh sangat kuat biasa, para anak buah king yang berada di ruangan itu , sudah bergidik ngeri


" menghancurkan ayahmu itu adalah tujuan awalnya, dengan begitu aku bisa membawa sofhia wanita yang ku cintai selama ini ke genggaman ku, dan merebut King dari tangan mu " ucap Ben lantang semuanya menjadi terkejut kala Ben menyebut king


" jadi dugaan ku selama ini benar, kau bagian dari king " batin Remigio


" ckk .. aku baru tau kisah muda kalian ini, ternyata cinta segitiga atau cinta bertepuk sebelah tangan " ucap Valera dengan terkekeh


" ayahmu yang telah merebut wanita ku " pekik Ben


" begitukah ?? tapi sayang nya aku tidak mudah di provokasi dan mudah percaya ayah serta ibuku saking mencintai " ucap Valera dengan penuh penekanan


" jika tidak ada pria ******** itu, ibumu pasti sudah menjadi milikku dan tidak akan menolak cintaku, tapi ia lebih memilih pria ******** itu " ucap Ben dengan lantang nya


valera menatap tajam ke arah ben, matanya sudah memerah menahan amarahnya


Valera tidak terima ayahnya di sebut pria ******** ..


Remigio pun akhirnya mengerti akan situasi ini, ia mencoba untuk mendekati valera untuk menggenggam tangannya tapi ia tidak bisa, justru Valera menepisnya .

__ADS_1


__ADS_2