
di dalam perjalanan Remi terus saja menelpon valera,tetapi hasilnya nihil ponsel nya malah tidak aktif,ia terus saja menggerutu tidak jelas di dalam mobil membuat sang supir heran melihat tingkah aneh tuannya ini
setelah sampai di kediamannya ia langsung turun dari mobil mewahnya dan membanting pintunya sangat keras membuat sang supir terkejut sambil memegangi dadanya
" ada apa dengan tuan " gumamnya pelan sambil menatap ke arah tuannya yang terus berjalan sampai tak terlihat lagi
Remigio membuka seluruh pakaian nya saat ini, yang ia tuju adalah kamar mandi,ia ingin berendam dengan air hangat untuk menyegarkan tubuhnya.
setelah selesai ia langsung beranjak dari bathup nya dan segera memakai pakaian santai nya lalu ia berjalan menuju ruang kerjanya
"Ahhhhkkk kemana perginya wanita itu " yang nmsaja masih kesal karena Valera tidak memberi kabar kepadanya
ia mencoba lagi untuk menghubungi Valera tapi usahanya tidak sia sia sambungan itu terhubung dan terdengar suara seorang wanita yang sangat ia rindukan, senyum mengembang terukir di wajahnya
" kau darimana saja,kenapa ponselmu mati" tanya Remigio yang tanpa basa basi langsung menanyakan perihal mati nya ponsel Valera.
" ahh iya maaf,tadi memang sengaja aku matikan Remi,karena aku sedang berada di pesawat " ujar Valera
" kau akan pergi kemana " tanya selidik Remigio
" sekarang aku berada di Prancis,aku rindu keluargaku " saut Valera
" benarkah kau ada di Prancis,jika begitu kita bisa bertemu " jawab Remi dengan sangat bahagia
" ya kita bisa bertemu, tapi tidak sekarang aku baru saja sampai " ucap nya lagi
" ya, baiklah as you wish bab " dengan nada lembutnya
" baiklah aku tutup dulu telfonnya , sampai berjumpa di akhir pekan Remi " kata Valera dan langsung menutup telfonnya
Remi pun tampak senang karena wanita pujaan nya sedang berada di Prancis,itu namanya ia akan sering bertemu dengan Valera, Remi sudah gak sabar menunggu akhir pekan tiba
akhirnya remigio pun menyelesaikan pekerjaan nya yang ia tinggalkan tadi,tidak ada lagi kekesalan melanda hatinya yang ada hanya perasaan senang
****
di sebuah ruangan terdengar pembicaraan yang hangat ya itu adalah keluarga harson
sudah lama Valera merindukan suasana seperti ini, Valera dan keluarga tengah bersantai dan berduduk ria,dengan minuman teh Jasmine kesukaanya dan beberapa kue pie menemani pembicaraan mereka
" sayang setelah ini apa yang ingin kau rencanakan, " tanya nyonya Sofia
" biarlah seperti ini dulu ma,aku baru saja tiba tentu saja aku ingin menikmati cuaca disini serta berjalan jalan ria,setelah aku puas,baru aku akan memikirkannya "
" cepat lah kau bantu aku di perusahaan " saut vyan
" ya,tapi nanti," jawab singkat Valera
saat mereka sedang asyik bersantai ketua pengawal datang dan menunduk hormat kepada mereka dan setelah itu ia membisikan sesuatu kepada vyan,sontak membuat membelalakkan matanya
" apa kau yakin " saut vyan dengan aura tegasnya
" benar tuan" saut Pram dengan mengangguk
" ada apa vyan " tanya ramius
" ada yang menyerang markas kita di bagian barat pah " ucap vyan dengan hati hati
" bagian barat ? bukankah itu gudang persenjataan ? " tanya ramius lagi dengan kening berkerut
" siapa yang menyerang ? " kini Valera yang bertanya
" aku pun tidak tau,sebaiknya aku segera kesana " ucap vyan yang langsung berdiri dan diikuti Pram yang mengekor di belakang nya
" tunggu kak, aku akan ikut bersama mu " tegas Valera,membuat ibu dan ayahnya melirik ke arah valera
" apa kau yakin " tanya vyan lagi dan Valera pun mengangguk mantap
__ADS_1
" nak,hati hatilah " ucap nyonya Sofia yang menyela pembicaraan,yang langsung di angguki keoala oleh keduanya
" pah,ma kami pergi dulu " ucap vyan
mereka pun pergi menggunakan mobil milik vyan,beberapa mobil mewah berwarna hitam mengiringi dan mengekor di bagian belakang
" sudah berapa lama,terjadi seperti ini " tanya Valera tiba tiba yang sontak membuat vyan menoleh kepadanya .
" maksudmu ? " tanya vyan sungguh ia tidak mengerti dengan alur pembicaraan adiknya
" aku yakin kau tidak bodoh kak,kau mengerti apa maksud ku ! " jawab Valera dingin
" ya masalah ini baru beberapa terakhir , hanya itu saja tidak lebih," saut vyan santai
setelah vyan mengatakan itu,Valera tidak lagi bertanya,ia memilih mengisi peluru untuk senjata yang ia pakai,dan vyan pun melakukan hal yang sama .
" ya tuhan belum saja lama aku disini,masalah sudah kembali muncul," geram Valera
mobil yang valera dan vyan tumpangi derdecit sangat keras karena laju mobil yang terbilang cepat , mereka langsung turun,dan benar saja mereka langsung disambut pertunjukan yang menarik
" sial " geram vyan
Valera dan vyan langsung menembakan pistolnya ke arah lawan Dorr..Dorr.Dorr teriakan kesakitan terdengar dari mulut sang lawan,senyum menyeringai muncul di wajah Valera
" kak aku akan kesana,kau urus yang lainnya" saut Valera dan langsung berlari ke arah pintu bagian samping , terlihat ada dua orang yang sedang menyentuh senjata milik keluarga harson,mereka begitu menikmati dengan senjata yang ada di hadapannya itu,tapi itu hanya sesaat setelah suara seorang perempuan berada tepat di belakang mereka
" apakah sudah puas memandangi persenjataan milikku " suara tegas Valera menggema dengan aura mengintimidasinya
" siapa kau !" ucap pria itu
" ckk kau sangat bodoh , menyerang kesini tapi tidak tau siapa aku " masih dengan tenang Valera bertanya
" cihh,aku tidak perduli pergi kau dari sini " usir pria berambut gondrong
" mengusir ku ! akulah pemilik tempat ini,untuk apa kau mengusirku " ucap Valera dengan nada meremehkan
" kau,siapa kau " teriak pria itu
tanpa basa basi Valera langsung memutarkan badannya dan menendang ke arah wajah si pria dengan sangat kuat,darah keluar sangat deras dari sudut bibir nya yang robek, pria itu meringis menahan sakit
" kurang ajar kau,aku akan melenyapkan mu !" marah pria yang berambut gondrong,karena melihat temannya di tendang sampai terpental
pria itu berlari dan siap melayangkan tangannya ke wajah Valera,tapi sebelum itu terjadi Valera langsung memukul rahang pria gondrong itu dengan sangat kuat
" hanya mimpimu saja untuk melenyapkan kan ku " dengan nada sinis Valera menyeringai
suara tembakan dari luar masih saja terdengar saling bersautan sautan seakan peluru mereka tidak akan habis,Valera tidak mau membuang buang waktunya ia langsung menarik pelatuk dan menembakan ke arah pria yang berkepala plontos
Dorrrr
seketika pria itu langsung tersungkur dan kemudian jatuh kelantai , karena mendapat tembakan tepat mengenai dahinya , pria gondrong itu gemetar melihat temannya sudah tidak bernyawa,dengan tangan bergetar ia pun menarik pelatuk nya dan menembak ke arah Valera,tapi sayang tembakan itu melesat
" kau harus banyak belajar,bagaimana cara menembak dengan baik dan benar " ejek Valera , dan langsung menembak kan pelurunya ke tangan pria gondrong itu
Dorr
akhhh
pistol yang pria itu pegang kini terlepas dari genggaman nya,dia merintih sakit saat tangan di tembak
" untuk apa kau datang kemari " tanya Valera
" untuk apa kau tahu huhh " pria itu masih saja berani berbicara setelah apa yang ia rasakan
" siapa yang menyuruhmu ! " teriak Valera geram,ia sungguh tak suka dengan membuang buang waktu " katakan atau kau ku tembak tepat di kepalamu " dengan nada penuh penekanan
BRAKKKKKK
__ADS_1
suara pintu terdengar jelas,siapa lagi kalau bukan vyan pelakunya ia sudah menuntaskan para pengacau diluar sana , vyan tercengang saat melihat satu orang pria sudah teaser dengan tembakan di kepalanya, ia yakin ini ulah adiknya ..
" cepat katakan ! " geram Valera,tapi dia itu masih bungkam dengan terpaksa Valera melepaskan tembakan ke dua tepat mengenai kaki kirinya .
Dorrrr
Akkkhhhh
" ba--ik tuan Lucas,tuan Lucas yang menyuruh kami " ucap pria itu dengan terbata
" Lucas,nama ini lagi sepertinya aku harus bertindak cepat " batin Valera
" Lucas,siapa dia " gumam vyan ia pun asing mendengar nama itu
" apa yang di inginkan oleh nya " tanya Valera lagi
" dia hanya menyuruh kami untuk mengambil paksa,persenjataan yang ada disini " ujar pria itu yang masih meringis menahan sakit
" mengapa dia bisa tau,ini gudang penyimpanan senjata " sela vyan
" saya tidak tau,kami hanya disuruh " katanya lagi.
" pramm " teriak Valera
" ia nona " sambil membungkuk hormat
" bawa pria ini ke markas " ucapnya mutlak
" untuk apa kau membawaku " teriak pria itu tidak terima.
" tentu untuk memberi mu hadiah " senyum menyeringai bagaikan iblis sudah terukir di wajah cantiknya
" jangan,jangan bawa aku " pintanya dengan memohon
" seret dia ! " dengan berteriak lantang
pram hanya menelan ludahnya kasar,ia sangat tahu apa yang akan terjadi disana,jika nona nya sudah marah,apalagi membawa musuh ke markas,tanpa bertanya lagi Pram langsung menarik paksa pria itu
kakaknya pun tak dapat berbuat apa apa,ia hanya membiarkan pria itu diseret paksa oleh Pram
" bereskan semua sampah yang ada disini " titah vyan kepada salah satu pengawalnya
sampah yang vyan maksud adalah para mayat yang tergeletak tak bernyawa.
Valera pun dan yang lainnya pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh sebagian para pengawalnya,dan sebagian dari pengawalnya sibuk membersihkan tempat perkara tadi,keduanya pun langsung masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam
" Lucas,nama itu lagi,aku harus segera menyelesaikan semuanya," gumam Valera pelan tapi suara itu masih terdengar jelas oleh vyan
" kau tau,dengan pria yang bernama Lucas " tanya vyan
" tidak,bahkan aku tidak mengenalnya " ucap Valera cepat,ia baru teringat bahwa menyuruh Dave untuk menyelidiki orang itu tanpa buang waktu lagi dia menelfon Dave
tutt tuttt tuttt
" Hallo dave,apa kau sudah menyelidiki orang yang ku suruh "
" sudah nona"
' temui aku dirumah utama " ucap Valera singkat
"maksud nona," jawab Dave bingung
" apa aku harus mengulangi kata kata ku "
" tidak nona,apa kau sudah kembali " tanya Dave lagi
" temui aku nanti setelah makan malam "
__ADS_1
" baik nona " panggilan itupun terputus
" sebenarnya apa masalahmu denganku,kau tiba tiba datang dan menyerang ku waktu aku berada di Indonesia, dan sekarang kau menyuruh orang orangmu untuk mengacaukan markas persenjataan ku,ahh siapa kau sebenarnya? mengapa dia tau letak markas ini?? aku harus cepat bertindak !"