Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Lima serangkai


__ADS_3

setelah suasana mulai aman terkendali acara pun terpaksa di selesaikan dan para tamu undangan akhir nya meninggalkan gedung itu dengan pengawasan anak buah Romeo.


Namun sebelum mereka keluar Romeo sudah mewanti-wanti untuk tutup mulut dengan apa yang sudah terjadi di acara besar miliknya, mereka diwajibkan untuk tutup mulut begitupun dengan para wartawan yang meliput.


Mereka akhirnya mengangguk paham dan tidak berani menyebarkan berita ini karena takut akan kekuasaan yang Romeo miliki.


Akhirnya para pembuat onar pun telah di aman kan oleh Leo dan yang lainnya. Haikal Salim sedang ditangani oleh dokter begitupun dengan lengan Valera yang tertembak, bahkan Remigio ikut menemani Valera begitupun dengan Maya. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut wanita bermanik Hazel itu.


wanitaku?


kata-kata itu membuat dirinya bertanya tanya apa maksud semua ini?


" apa kau baik baik saja valera " tanya Audy yang memasuki ruangan medis bersama dengan Romeo.


" tidak apa apa nona Audy, dan maaf saya telah mengacaukan pesta anda " ucap Valera dengan nada menyesal " tuan romeo maafkan atas sikap saya yang telah menghancurkan semuanya " dengan nada bersungguh sungguh Valera meminta maaf pada sang tuan acara.


" sudahkan Nona Valera tidak apa apa semuanya sudah terjadi tidak perlu disesali " jawab Romeo dengan santai begitupun dengan Audy namun tetap saja Valera merasa tak enak hati dengan apa yang telah terjadi.


Akhirnya dokter itupun selesai mengobati Valera kini ruangan itu bertambah dengan tiga Lelaki asing.


" apa kau baik baik saja nona " tanya Dion dan hanya di balas anggukan oleh Valera berbeda dengan Deniz kemal yang tengah berfikir keras.


Gerakan beladiri nya sangat cepat dan tenang seperti seseorang... namun siapa ?. batin Deniz.


Aku tau jika kau bukan wanita sembarangan nona. Gerakan bela dirimu hanya segelintir orang yang dapat memahaminya begutupun dengan diriku yang belum tentu bisa menyeimbangi gerakan dan setia serangan mu. Batin Akayama.


***********


Tiga hari telah berlalu setelah insiden itu Valera hanya berdiam diri di rumahnya seraya menulis sketsa dan rancangan miliknya. Hanya Maya seorang yang menemani nya dirumah setelah Maya pulang dari pekerjaan nya. Bahkan maya menginap dirumahnya.


Namun sekarang Valera telah beraktivitas kembali seperti biasa walaupun tidak terlalu banyak bergerak. Lain hal nya dengan Remigio saat ini dirinya sedang berkumpul dengan para rekan rekannya yaitu Romeo Mahavir, Dion arsen, Deniz Kemal, Akayama Botan, dan kenov Petra.


ya mereka adalah rekan bisnis sekaligus para sahabat jika salah satu dari mereka melakukan acara penting pasti keempat rekan nya akan datang dan turut memeriahkan pesta.


Tapi tidak dengan kenov Petra yang tidak menghadiri hari spesial Romeo karena dirinya sedang menangani sesuatu penting yang terjadi sehingga Kenov Petra tak datang.


" Remi. Apa kau tertarik dengan nona Valera? " tanya Dion dengan gaya tengilnya Remigio hanya diam sambil menghisap rokok nya dan memiliki Dion sekilas.


" jika ia memang nya kenapa Dion? " ucap Remigio balik bertanya dengan senyum simpul di bibirnya. Dion hanya diam tak menanggapi ucapan nya dia memilih sibuk dengan pikirannya yang sedang berkelana.


" wanita itu menghanyutkan " celetuk Akayama hingga semua orang hanya menatapnya sedemikian rupa.

__ADS_1


" Dari fitur wajahnya dia bukan berasal dari negara ini '' timbal balik Romeo


" aku pun merasa sama seperti mu. Sekilas wajahnya mirip seseorang " timbal balik Deniz semua orang hanya mencerna pembicaraannya. Tapi tidak dengan kenov Petra dirinya terlihat bingung dengan para rekannya itu ya karena dia tidak menghadiri acara penting Romeo.


" aku jadi menyesal tidak menghadiri pestamu itu Romeo " dengan melipat tangannya di dada " aku jadi penasaran dengan wanita yang kalian bicarakan itu! " ucap Kenov dengan pemasaran.


" dia terlihat seorang yang sangat ahli. Lima pria habis terkapar olehnya dan seni beladiri yang dirinya lakukan menurutku hanya segelintir orang yang mendalaminya '' ucap Deniz Kemal. Mereka pun hanya mengangguk tanda mengiyakan apa yang mereka lihat kemarin tapi tidak dengan kenov petra dirinya terlihat acuh dan lebih mementingkan ponselnya.


" ahh kawan bagaimana malam ini kita ke mampir kesebuah cafe aku dengar seseorang bercerita jika cafe itu sangat lah bagus, mengingat hanya beberapa hari aku disini " tawar Dion kepada teman teman nya itu


" baiklah aku pun sama seperti mu Dion aku tidak akan lama disini " kini Remigio yang berbicara dan akhirnya mereka pun setuju menghabiskan malam nya di sebuah cafe yang sangat terkenal akhir-akhir ini.


***********


Waktu menunjukan pukul sembilan malam Valera yang tengah bersiap untuk menuju ke cafe miliknya karena sudah beberapa hari ini dirinya tidak kesana.


Valera lebih menghabiskan waktunya di butik karena pekerjaan nya semakin banyak namun malam ini Valera akan berkunjung ke salah satu usaha nya itu.


Valera memakai dress selutut berwarna coklat dengan dipadukan Coat panjangnya berwana hitam dan tak lupa sepatu boot ya untuk mempermanis penampilan nya rambut nya di biarkan tergerai begitu saja dirasa sudah cukup Valera segera bergegas.


Terlihat banyak sekali mobil mobil mewah yang terparkir di area itu pengunjung semakin ramai berdatangan akhirnya Valera masuk ke dalam bangunan itu dengan langkah tegas nya seperti biasa dirinya selalu menjadi pusat perhatian untuk orang disekelilingnya.


tidak hanya cantik dengan bentuk badan profesional tapi dirinya juga pintar dalam memilih busana.


" selamat malam juga Edo " dengan ramahnya Valera menjawab sapaan Edo.


" selamat malam nona Valera " sapa ramah Vero


" ya selamat malam juga " sambil berjalan dan vero pun mengekor langkah sang majikan nya itu " dimana rud Vero ? " tanya nya lagi.


" rud sedang melayani tamu VIP kita nona mereka orang orang besar dan tentunya tampan tampan " Vero berucap dengan malu-malu dan valera pun hanya mengerutkan dahinya tanda bingung tamu VIP?


Valera pun duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan laptop untuk melihat pekerjaan yang sudah lama dirinya tinggalkan beberapa hari ini.


Ruangan yang bernuansa coklat muda itu sangat nyaman untuk menenangkan pikiran karena tepat menghadap sebuah pemandangan yang asri dan ramah lingkungan dengan gunung menjulang tinggi.


tok tok tok


" masuk "


" selamat malam nona,apa kabar mu?" sopan rud

__ADS_1


" malam rud,seperti yang kau lihat aku baik " menanggapi pertanyaan rud dengan senyum yang tak pernah luntur


" nona cafe kita malam ini kedatangan tamu VIP atas nama Tuan Mahavir nona " jawabnya dengan santai


Mahavir bukannya itu tunangan nya Audy ahh apa mungkin Audy dan tunangannya? tapi tadi Vero mengatakan tampan tampan. batin Valera bingung


" baiklah layani mereka dengan baik rud. Apakah mereka sudah memesan sesuatu? " Tanyanya sambil merapikan kertas yang ada di meja sesekali melirik ke arah Rud.


" ya mereka memesan cheval blach " ucap Rud.


" baiklah biar aku saja yang mengantar pesanan mereka, di ruangan nomor berapa mereka berada? " tanya Valera memastikan.


" private room 122 " jawabnya rud mantap


Valera mengangguk dam langsung mengambil beberapa pesanan mereka dan mendorong troli besi berukuran mini berisi wine mahal untuk mengantar ke ruangan yang mereka tempati.


Sepanjang Valera berjalan semua karyawan nya tak percaya bahwa Valera sendiri yang mengantar dan mau melakukan pekerjaan seorang pelayan.


setelah sampai didepan pintu yang bertulis


VIP 122 dirinya mengetuk pintu terlebih dahulu tanda pesanan sudah datang tak lama kemudian pelayan dari dalam membuka pintu.


memang setiap ruangan VIP tersedia masing masing satu pelayan di dalam nya untuk menginformasikan ke bagian luar jika tamu membutuhkan sesuatu. Pelayan itu sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya ini.


" nona " ucap pelayan itu sedikit membungkuk tanda memberi hormat kepada sang majikan. Valera hanya tersenyum dan segera melangkah kan kakinya masuk untuk mengantar wine. Dalam pikirannya pasti ada Audy karena room ini atas nama Tuan Mahavir tapi seketika langkah Valera terhenti dirinya terpaku sesaat layaknya sebuah patung.


Ya Tuhan lelaki ini lagi. Batin Valera.


Wanita itu lagi. Batin Deniz Kemal.


Kita memang berjodoh nona. Batin Remigio.


Tapi tidak dengan kenov Petra dirinya tak menduga akan bertemu dengan adik dari temannya dulu saat kenov bersekolah dulu di Perancis.


Ya kenov Petra adalah teman sekolah Vyan Harson bahkan keduanya berteman sangat baik begitupun dengan Valera sampai ketika Valera memutuskan untuk meninggalkan Perancis dirinya tidak sempat untuk berpamitan kepada teman kakak nya itu.


......................


Tahap revisi yahh


Dan selamat datang untuk para pembaca baru di novel pertama owe ini yah. Dan jangan lupa Like, Komen, Vote, Hadiah serta fav yah.

__ADS_1


TnQ ❤️❤️


__ADS_2