
dua Minggu berlalu tidak ada pergerakan sama sekali dari musuh para king yang sudah ditandai bahkan pergerakan Aldebaran pun tidak terlihat dan mereka masih diam di tempat tapi Valera sudah menyiapkan sesuatu jika sampai terjadi sesuatu hal yang di luar prediksi nya
sebelum Valera pergi ia telah menyuruh seluruh orang kepercayaan nya untuk tetap waspada dan menjaga seluruhnya dengan ketat bahkan empat predator pun ikut turun tangan untuk mengawasi semuanya selama kepergian ladynya bahkan Valera telah menghubungi b.woman untuk mengirimkan pasukan shade dari para Phoenix untuk membantu mengawasi anak buah king dari jarak jauh.
Hari ini adalah keberangkatan Valera dan Remigio ke Amerika, tentu saja Valera sudah menyiapkan diri dari hari sebelumnya dan ia pun sudah meminta ijin kepada ibu, ayahnya maupun George.
James ditugaskan Remigio untuk menjemput Valera di rumahnya, Valera Sudah bersiap ia pun berpamitan kepada ibu dan ayahnya beserta George yang kebetulan tidak bersekolah hari ini
" George mami pergi dulu yah, ingat pesan mami. Tidak boleh menyusahkan kakek dan nenek maupun uncle Asnee, ketika mami pulang mami akan membawa hadiah untuk mu " ucap Valera lembut dan George pun mengangguk lalu mencium pipi Valera dan Valera pun membalas dengan mencium pucuk kepala George layaknya seorang ibu
Valera pun mengecup pipi kedua orangtuanya lalu ia segera pergi menuju bandara karena Remigio sudah menunggu kedatangan nya disana, James melayani Valera dengan sangat baik layaknya sang majikan
Valera sungguh menjadi wanita modis dan anggun semua barang yang melekat pada dirinya berharga fantastis dan keluaran dari brand ternama dengan edisi terbatas
Valera telah sampai di bandara, terlihat seorang pria gagah berpakaian kasual mahal nya dengan sebuah kaca mata hitam menambah penampilan nya menjadi lebih tampan sedang berdiri dengan dikelilingi banyak pengawal
Valera berjalan dengan anggun kaca mata hitamnya bertengger indah di hidung mancung nya
" are you ready sweatheart ?" bisik Remigio mesra membuat Valera merinding seketika
" yes I'm ready " ucap Valera tersenyum manis lalu Remigio menggenggam tangan Valera sepanjang perjalanan tentu saja banyak orang orang yang melihat ke arah mereka dengan pengawalan yang ketat bahkan melebihi seorang presiden sekalipun
jet pribadi milik Remigio siap mengudara Valera dan Remigio kini sedang duduk dengan nyaman, para awak sedang melakukan prosedur keselamatan nya
Remigio dengan gagah Duduk sambil mengangkat satu kakinya di kaki yang menjadi tumpuan nya sedang kan Valera duduk dengan ciri khas elegan nya para awak yang berkerja untuk Remigio menatap kagum pada pasangan yang serasi itu, dan akhirnya pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara Prancis.
interior didalam nya sangat elegan berdominasi warna putih dan hitam yang menjadi ciri khas seorang Remigio. Jet ini juga dilengkapi kamar pribadi untuk beristirahat, bar mini, dan toilet mewah
salah satu awak menuangkan wine atas perintah Remigio untuk menemaninya bersama sang kekasih, Valera hanya tersenyum karena Remigio memperlakukan nya sangat manis
" sweatheart " ucap remigio yang menandakan ingin bersulang dan Valera pun menyambutnya
" Remi aku mencintaimu " ucap Valera lalu Remigio mengecup pucuk kepala Valera dengan lembut
" akupun mencintaimu " ucap remigio tersenyum
sudah tiga jam perjalanan Valera hanya sibuk membaca majalah bisnis yang sampul covernya sang kakak vyan Harson membuat Valera tersenyum penuh arti.
" hmm... kakak ku sangat tampan dan mengagumkan. batin Valera
" sweatheart beristirahat lah, perjalanan masih memakan waktu beberapa jam kedepan " ucap remigio dan Valera pun mengangguk lalu Remigio menuntun Valera menuju kamar pribadinya
" kamar mu sungguh unik Remi " celoteh Valera dan Remigio hanya tersenyum simpul bagaimana tidak kamar ini berdominasi warna gelap sang misterius, Valera lalu merebahkan dirinya sambil menatap Remigio penuh arti
" jangan menggodaku " desah Remigio
" aku tidak menggodamu Remi, aku hanya menatap mu " elak Valera tersenyum mengejek lalu memalingkan wajahnya ke tempat lain seketika Remigio menarik Valera dan jatuh dalam kungkungan nya tentu saja Valera terkejut
" Remi..hmmptt " ucap Valera yang bungkam akan ciuman lembut kekasihnya Valera tidak menolak justru ia membalas dan menyambutnya sepasang kekasih itu sedang asyik bergumul dan larut dalam ciuman panas nya
Valera mengalungkan tangan nya di leher Remigio dan memijat gemas rambut nya membuat si mpunya mengerang tertahan
Valera tersenyum dalam arti walaupun itu tak terlihat kini Remigio menikmati setiap remasan gemas yang Valera lakukan
Remigio memperdalam ciumannya menyapu seluruh rongga mulut Valera dengan lidah hangatnya, menyesapnya bahkan berbagi saliva dengan Valera
kini tangan Remigio sudah tidak bisa di kondisikan lagi gairahnya sudah sangat memuncak tat kala mendengar desahan erotis dari bibir kekasihnya
__ADS_1
Remigio menurunkan ciuman nya ke leher kekasih dan mengecup basah disana
" Remi jangan kau tinggalkan jejak, kita akan bertemu orang tua mu " serak Valera berat Remigio masih menyusupkan kepalanya disana memberikan sensasi yang lebih menggelora lagi
Remigio menaikan dress Valera sampai atas pemandangan indah kini berada dihadapannya Valera merona seketika Remigio menatap nya penuh nafsu
" sweatheart, aku sudah tidak tahan lagi " ucap remigio dengan suara serak beratnya kini tatapan nya penuh dengan kalut gairah Valera menelan ludah nya kasar lalu ia berusaha bangkit tapi Remigio langsung mencium nya lagi kali ini lebih liar dan bergairah Valera sampai tidak bisa mengimbangi nya
" bolehkan aku meminta nya sekarang " ucap remigio disela sela nafas memburunya ia pun seorang lelaki dewasa bohong jika ia tidak bergairah ketika melihat tubuh aduhai kekasihnya
" Remi, jangan sekarang tunggu sampai saat nya tiba " ucap lirih Valera ia takut Remigio kecewa, seketika Remigio menatapnya lalu kemudia tersenyum dan mengecup singkat pipi kekasihnya
" apapun untukmu, baiklah kita akan menunggu saat itu tiba, tapi jika itu sudah tiba aku akan membuatmu mendesah hebat di bawah kendaliku " ucap Remigio seketika Valera tertawa terbahak bahak sampai airmata nya keluar dengan sendirinya
" aku tunggu hari itu Remi " tantang Valera kepada Remigio.
Valera merapihkan lagi bajunya dan Remigio memilih untuk membersihkan dirinya dengan air dingin untuk menuntaskan hasrat yang , Valera memahami apa yang akan dilakukan oleh kekasih nya tapi ia lebih memilih memejamkan matanya dan kemudian terlelap.
****
jet pribadi Remigio sudah mendarat sempurna di bandar udara internasional John F. kennedy Valera masih saja terlelap Remigio segera menyerang Valera dengan ciuman bertubi tubi di seluruh wajah Valera membuat si mpunya terusik dan menggeliat
" Remi ada apa " ucap Valera Dnegan mata yang masih terpejam tapi Remigio semakin usil mengerjainya " hmmm Remi " ucap Valera lagi
" kita sudah sampai sweatheart " ucap lembut remigio, Valera berhenti menggeliat lalu segera mengumpulkan kesadaran nya
" apa ! kenapa kau tidak membangunkan ku tiga puluh menit sebelum sampai " gerutu Valera
" tidur mu nyenyak sekali, aku tidak tega harus membangunkan mu " ucap remigio lagi " Ayo segera bersiap, nanti akan ada orang orang ku yang menjemput kita " ucap remigio lagi dan Valera pun mengangguk patuh
Valera sadar bahwa Remigio menatapnya tapi ia memilih acuh dan mengambil air minum yang tersedia disana
Remigio dan Valera sudah turun dari jet pribadinya wajah datar dan dingin sudah nampak diwajahnya keduanya membuat para pengawal Remigio menelan ludahnya kasar
sekitar sepuluh orang pengawal yang mengawali kedatangannya kali ini, valera tampak biasa saja karena ia sudah terbiasa akan banyaknya permintaan pengawalan
sudah ada tiga buah mobil berwarna hitam dengan jenis dan merk yang sama, Remigio membukakan pintunya untuk Valera.
kini mereka menuju hotel milik remigio untuk bermalam disana
satu jam berlalu kini mereka telah sampai di hotel bintang lima milik remigio Valera menatap takjub akan bangunan milik kekasihnya
sudah banyak para karyawan hotel dari staf maupun manager yang menyambut kedatangan sang pemilik bahkan Remigio terus menggenggam tangan Valera sangat erat seolah menunjukan bahwa Valera adalah kekasihnya
" selamat datang tuan dan nona " ucap seorang pria paruh baya tapi masih kelihatan sangat muda dengan setelan rapi berwarna hitamnya dan tatanan rambutnya yang rapi tersisir kebelakang, Remigio hanya menunduk hormat dan Valera hanya tersenyum tipis
para karyawan hotel dibuat tercengang akan calon nyonya mereka, wajah cantik bentuk badan yang aduhai bahkan Remigio tak sungkan memamerkan kemesraan nya di tempat umum
Remigio sudah menyiapkan satu kamar khusus paling nyaman di hotel miliknya tentu itu hanya untuk sang kekasih
mereka naik menggunakan lift menuju lantai 50
" Remi, aku suka desain dari hotel milik mu " puji Valera dan Remigio hanya menunduk hormat sebagai tanda terimakasihnya membuat Valera terkekeh dan keduanya telah sampai di lantai teratas anehnya hanya satu room yang tersedia disana, membuat Valera mengerutkan dahinya heran
Remigio segera membuka room tersebut dan alangkah terkejut ruangan itu mirip seperti honeymoon tapi ini lebih mewah dan privat
" Remi apa kita tidak salah kamar " cicit Valera yang masih menatap ruangan itu tidak percaya
__ADS_1
" tidak ini adalah kamar kita berdua " ucap santai Remigio, dan Valera hanya menelan ludah nya kasar, Remigio terkekeh ketika melihat Valera melamun " tenanglah aku tidak akan berbuat apapun kepadaku, bukankah kita sudah sepakat akan melakukan nya jika saat itu tiba, jadi biarkan aku satu ruangan dengan mu " ucap lembut remigio dan Valera masih mematung tak percaya " masuklah " lanjut Remigio lagi dan Valera akhirnya mengangguk
" Remi siapa yang menyiapkan semua ini, aku yakin ini sudah dipersiapkan dan tidak mungkin kamar ini disewakan begitu saja " ucap Valera yang menduduk kan dirinya di sofa
"ruangan ini khusus untuk mu tak ada seorang pun yang bisa memakai ruangan ini aku hanya ingin membuatmu nyaman " ujar Remigio lalu mengecup singkat bibir Valera
" ini lebih dari nyaman, terimakasih " ucap tulus Valera lalu memeluk Remigio
" aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu, " ucap remigio lagi dan Valera pun mengangguk
Valera mengintip dibalik tirai yang menuju ke balkon untuk melihat bagaimana suasana disekitar hotel mewah milik kekasihnya
Valera membuka pintu kaca itu dengan sempurna lalu ia melangkah kan kakinya untuk bisa menikmati pemandangan kota new York di atas balkon
" menakjubkan " ucap Valera sembari menikmati semilir angin yang menerpa pelan dirinya, Valera masih menyapukan pemandangannya dan menelisik kawasan sekitar tanpa sadari tangan kekar seseorang membelit di pinggangnya
" Remi kau mengejutkan ku " gerutu Valera
" biarkan seperti ini dulu sweatheart, kau tahu aroma tubuh mu selalu membuat ku mabuk seakan kau menjadi candu ku " ucap serak remigio dan mengecup basah leher Valera membuat si mpunya meremang seketika
" aku ingin membersihkan diri " ucap Valera sarkas dan Remigio terkekeh lalu mempersilahkan Valera untuk membersihkan dirinya
****
disisi lain Aldebaran sedang berkumpul dengan para jajaran nya terlihat mereka terlibat pembicaraan yang sangat serius bahkan Chaiton pun terlihat berada disana
" apa kau sudah gila Aldebaran, kau sama saja menggali lubang kubur mu sendiri " ucap Ricky lelaki yang berusia hampir setengah abad
" apa maksud mu " ucap Aldebaran tajam
" ckk.. aku yakin kau mengerti akan maksud ku, " sinis Ricky " kau, aku atau pun kita semua tidak bisa menaklukan king dengan mudah, kau jangan lupa Aldebaran mereka benar benar monster mengerikan terutama putri ramius, di balik wajah cantiknya dia adalah ratu iblis sesungguhnya " ucap Ricky menohok terlihat Aldebaran santai menanggapinya sembari menghisap cerutu miliknya
" apa yang membuat putra mu sampai menjadi tawanan mereka " tanya Ricky lagi dan seketika Aldebaran menatap nya
" aku pun belum mengetahui pastinya, " ucap Aldebaran lagi, Ricky hanya mendengus kesal sedangkan Chaiton hanya menjadi pendengar setia antara kedua pria paruh baya itu
" kemarin aku mengikuti wanita itu bersama seorang anak lelaki sekitar berusia 5/6 taun " ucap Chaiton bersuara membuat Aldebaran menoleh ke arahnya
" lalu " tanya Aldebaran
" kita bisa menggunakan anak itu untuk menukarnya dengan Chaiden " ucap Chaiton memberi usul seketika Ricky tertawa renyah
" kau jangan bertindak gegabah Chaiton, mereka bukan tipe yang bisa di ancam bahkan cara mu terlihat murahan " ucap frontal Ricky seketika Chaiton menatap tajam ke arahnya " aku pernah berurusan dengan mereka semasih king di kendalikan oleh Marcell, " ucap santai Ricky
" benarkah " tanya Aldebaran dan Ricky pun mengangguk
" aku akui, akulah yang mencari masalah terlebih dahulu dengan membuat keributan di wilayahnya bahkan aku pernah menggagalkan penyeludupan senjata dan mengirim kan mata mata di dekat mereka, aku dulu Berencana menjatuhkan kekuasaan king di dunia bawah tanah, tapi apa ? semuanya gagal bahkan seseorang yang ku kirim menjadi mata mata mati mengenaskan di kandang peliharaan mereka " jelas Ricky santai Aldebaran hanya acuh dan biasa sedangkan Chaiton menatap tajam "
" lalu bagaimana caranya agar bisa membebaskan Chaiden dari mereka, paman " ucap Chaiton dengan suara tertahan
Ricky tidak menjawab bahkan keheningan melanda mereka. Melepaskan seseorang yang menjadi tawanan king bukan hal mudah pasti orang itu mempunyai masa lalu yang berhubungan dengan mereka, King bukan lah mafia receh yang memberantas seseorang tanpa sebab.
mereka kumpulan orang orang jenius dan ahli berbagai ilmu beladiri mereka kuasai, berbagai macam senjata mereka pun kuasai
taktik dan cara mereka pun sangat sulit untuk di tebak lawan seperti ahli strategi
sangat sulit jika ingin meruntuhkan mereka mengingat jajaran para mafiosonya hampir seluruh dataran Eropa
__ADS_1