
gerak cepat itulah cara dari seorang Valera untuk mengatasi para musuh yang berkeliaran diluar sana, ia tidak akan mengulur waktunya terlalu panjang untuk bisa memberantas para tikus yang berkeliaran bebas diluar sana .
Valera telah menyiapkan senjata kesayangan nya yaitu revolver twins dengan jenis MV 40 dari hasil Valera industri yang sudah di modifikasi oleh Elang seseorang yang ahli pembuat senjata terbukti kini valera industri sudah mengeluarkan berbagai jenis revolver lainnya dengan harga yang sangat tinggi.
Valera menghubungi seseorang untuk segera menyiapkan tiga buah pesawat milik ayahnya untuk mengantar kepergian nya ke Piana beserta anak buah king yang lainnya. Mengingat jarak antara kota Valera saat ini dengan Piana cukup jauh karena harus menyebrangi lautan .
valera pun segera bergegas menuju markas utama, untuk melihat persiapan Dave dan lainnya sekaligus untuk menemui Ben
Valera sangat bersemangat untuk menunggu hari esok, ia sudah sangat lama tak menyerang terlebih dahulu, selama ia menginjakan kakinya kembali di Prancis selalu saja kejutan ia dapatkan. Tapi tidak untuk kali ini ia akan berhadapan dengan para mafia Hongkong yang berada dibawah naungan Ben Valera akan membuat mereka bertekuk lutut .
Valera pergi menggunakan motor sport kesayangan nya ia melaju kan motornya dengan kecepatan tinggi, sampai ia tak menyadari sudah melanggar lampu merah yang kebetulan dua orang polisi sedang berjaga disana, Alhasil dua orang polisi itu mengejar Valera
'' sial, mengapa aku tak menyadarinya, mungkin karena aku terlalu bersemangat, baiklah Valera tenangkan dirimu. batin Valera yang mencoba untuk menenangkan dirinya
dua orang berseragam polisi sudah menghadang jalan nya, Valera sengaja memperlambat laju motornya agar masalah nya tak semakin panjang, Valera menghembuskan nafasnya secara kasar dua orang pria bertubuh tegap itu sudah membuka helm nya, satu kata yang tidak disadari Valera tampan ya kedua polisi itu sangat lah tampan, sepertinya mereka bukan orang Prancis asli.
" excuse me, boleh saya minta waktu Anda sebentar " ucap salah satu polisi dengan ramah, mau tidak mau Valera segera membuka helm nya, kedua polisi itu terpana ternyata seorang wanita
" ya tuhan seorang wanita " batin salah satu pria yang berambut hitam
" tentu saja " ucap Valera dengan ramah dan memperlihatkan senyum manis nya
para polisi itu menjelaskan pelanggaran yang di lakukan Valera, mereka sangat detail menjelaskan nya sesekali salah satu polisi mencuri pandang ke arah Valera.
Valera hanya mengangguk tanpa bersuara ia pun mengakui kesalahannya karena ia tak menyadari bahwa ada lampu merah,
" maaf nona, bisakah anda tunjukan ID mu " ucap ramah pria itu, dan Valera pun segera meraih tas nya dan memberi ID nya
kedua polisi itu terkejut akan identitas Valera, bagaimana tidak mereka berurusan dengan putri konglomerat kelas atas, lalu mereka mengembalikan ID tersebut, seketika mereka jadi salah tingkah dengan situasi ini Valera yang menyadari nya segera membuat drama sebagus mungkin
" I'm sorry sir, karena saya terburu buru jadi tidak menyadari lampu merah disana " ucap Valera dengan lugu nya sembari memperlihatkan wajah bersalahnya, kedua pria itu hanya saling pandang satu sama lain
" maafkan kami nona, kami tidak mengetahui jika anda Valera Harson sekali lagi maafkan kami, lain kali berhati hatilah " ucap salah satu pria itu dengan ramah dan tersenyum hangat lalu Valera pun membalas dengan senyum manisnya
mereka tak mempersalahkan lagi lalu kedua pria itu membebaskan Valera dari pelanggaran karena mereka tak ingin berurusan dengan putri dari seseorang yang berpengaruh di negara ini.
Valera melajukan motornya dengan kecepatan sedang, sambil menyeringai penuh arti. dan pada akhirnya Valera sudah tiba di markas dan disambut oleh Dave dan yang lainnya
" lady " ucap mereka serempak, Valera langsung menatap ke arah mereka
" apa kalian sudah tahu mengapa kalian dikumpulkan disini ?'' ucap Valera dengan aura penguasanya yang sangat kuat
" Yes lady " ucap mereka dengan tegas dan serempak,
" besok kita akan terbang ke Piana, kita akan memburu para mafia Hongkong disana, ingat jangan pernah menyepelekan lawan, " ucap Valera dengan tegasnya dan mereka pun mengangguk paham
Valera menjelaskan rencana dan persiapan nya kali ini untuk menyerang ke wilayah musuh, Valera juga mengharuskan anak buah king yang ikut serta menggunakan MH atau earphone agar tetap saling terhubung. Lady dari king benar benar mematikan kini auranya sudah sangat berubah dominan menjadi lebih kuat
" aku akan menemui Ben, sudah lama aku tak melihat keadaan nya " ucap Valera dengan nada menggelikan, lalu Paar anak buah king menunduk hormat kepada sang lady
Valera melenggangkan kakinya menuju sebuah ruangan khusus untuk para tawanan yang disekap. Tempat itupun dijaga ketat oleh para pengawal king yang terpilih,
dengan langkah angkuhnya Valera memasuki kawasan yang minim penerangan hanya ada satu lampu besar di Sana tapi itu tak cukup untuk menerangi keseluruhan ruangan ini
CEKLEK
__ADS_1
Valera membuka ruangan yang ditempati Ben, terlihat lelaki paru baya itu sedang terbaring lemah di single bed yang tersedia Valera menajamkan mata nya melihat keadaan Ben yang tampak kurus
" Ben tanaphon bagaimana keadaan mu " tanya Valera basa basi sontak Ben langsung terbangun dari tempatnya
" kau ! cepat lepaskan aku dari tempat terkutuk ini !" teriak Ben, tapi Valera hanya tersenyum sinis menanggapi nya lalu detik kemudian Valera tertawa keras membuat Ben mengernyitkan dahinya
" dasar wanita gila !" pekik Ben dengan marahnya, ternyata lelaki paruh baya itu masih bertenaga untuk memberontak
" diam lah telinga ku sakit mendengar suara mu " bentak Valera lagi dengan sorot mata yang sangat tajam " cihh para anak buah mu sungguh berani ingin melawanku, lalu bagaimana dengan pemimpinnya yang aku sekap? " cibir Valera dengan tingkah aneh nya kini Valera persis seperti wanita yang setengah gila membuat Ben bergidik ngeri
" a-apa maksud mu " ucap Ben dengan terbata bata sungguh ia tak mengerti perkataan Valera
" ckk..anak buah mu jauh jauh datang kemari hanya untuk membebaskan diri mu, aku akui mereka sangat pemberani " ucap Valera lagi lalu detik kemudian Ben tertawa sinis seakan akan mendapatkan secercah harapan untuk ia bisa bebas
" wah wah anak buah yang teladan, sangat teladan mereka akan membebaskan aku, hahaha itu memungkinkan Asnee pun akan membebaskan aku dari sini, hahaha anak itu bisa di andalkan walaupun aku memanfaatkan mereka " ucap senang Ben membuat Valera tersenyum penuh arti, tanpa Ben sedari Valera sudah membawa alat perekam kecil di balik saku jaketnya, Valera yang mengetahui Ben orang yang berambisi tidak perduli akan keselamatan anak buahnya kecuali keluarganya
" begitukah ? jangan senang dulu Ben mari kita lihat nanti apa Asnee mu akan membebaskan mu atau membiarkan mu membusuk Disini, hmmm atau berakhir di kandang peliharaan ku " ucap sinis Valera dengan senyum tipis nya membuat Ben semakin tak mengerti
" aku sangat yakin Asnee akan membebaskan aku, dia orng yang paling kuat dan jenius dari yang lainnya dia orang yang paling aku andalkan stelah Jose kau lihat saja nanti Valera, " ucap Ben dengan penuh percaya diri membuat Valera jengah lalu Valera menghampiri Ben dan
PLAKKK
valera menampar pipi Ben dengan sangat kuat, ia muak mendengar ocehan Ben yang tidak penting, Ben tersungkur dengan pipi yang memerah matanya menatap benci ke arah Valera, Valera membalas menatap Ben dengan sangat tajam.
nafas Ben terdengar tak beraturan ia menahan segala amarahnya yang sudah terkumpul sedari dulu, ia sangat benci dengan keturunan Harson
Ben mencoba untuk berdiri sembari menahan rasa sakit di pipinya Valera memberikan senyum mengejek kepada Ben
" aku tau semua rahasia tentang mu Ben tanaphon ! kau jangan lupa aku mengetahui rahasia yang selama ini kau tutup rapat " o eh Valera dengan gaya santai nya Ben semakin dibuat kesal
" hmmm bagaimana tentang kekasih Asnee yang kau bunuh melalui orang orang mu " ucap Valera lantang sontak Ben terkejut bagaimana bisa ia mengetahui rahasia yang selama ini dijaga bahkan di tutupnya sangat rapat. Ben semakin frustasi " hanya karena kau tak ingin Asnee berhubungan dengan seorang wanita uang akan mempersulit rencana mu kau dengan tega membunuh wanita tak berdosa atas ambisi mu Ben, kau tak layak disebut sebagai pemimpin, bagiku kau hanya orang bodoh dan haus akan kekuasaan kau tak lebih dari sampah yang sudah dibuang " pekik Valera dengan lantang ia sengaja membuat Ben mengakui dosa dimasa lalu nya, seringai licik terbit di bibirnya.
" aghhh kau tak tau apa pun wanita sialan, untuk apa kau mencampuri urusanku " teriak Ben yang ingin menyerang Valera tapi dengan tangkas Valera menghindar dari memberikan pukulan tepat dibagian perutnya
BUGHHHHHH
AGHHH
Ben semakin meringis kesakitan pukulan yang Valera berikan sangat lah kuat hingga membuat Ben mengerang.
" Kau seorang pemimpin yang sangat kejam, kita lihat saja nanti apa Asnee mu akan menyelamatkan tuan nya yang sudah membunuh kekasih nya tanpa belas kasih " ucap Valera penuh penekanan dan terdengar seperti ancaman lalu Valera meninggalkan Ben yang terlihat sangat frustasi
Valera sangat senang bisa membuat Ben lemah tak berdaya seolah olah membuat ben mati secara perlahan, dengan wajah senang nya Valera menggenggam alat perekam yang sedari tadi sudah ia siapkan di balik saku celana panjang nya
Valera berpapasan dengan Thomas yang sedang membawa sebuah map ditangannya lalu valera menghentikan langkahnya
" Thomas map apa yang sedang kau bawa " ucap Valera
" oh nona, saya disuruh oleh Dave untuk mengantar beberapa map ini ke ruang kerja anda nona " ucap Thomas dengan wajah jujur dan Valera pun segera meminta map itu dari Thomas
" berikan padaku " ucap Valera lagi dan Thomas pun dengan senang hati memberikan nya, Valera sangat terkejut dengan sebuah tulisan yang tertera di depan map
" ya tuhan aku melupakan mereka, semua ini gara gara para tikus yang memaksa ku untuk memburu mereka jadi aku harus melupakan keempat predator itu " gerutu Valera lagi dengan mengerucutkan bibirnya membuat Thomas tersenyum geli " ya sudah aku aku harus kembali keruangan ku, kau persiapkan dirimu untuk esok hari Thomas good luck " lanjut Valera lagi dengan tersenyum tipis dan Thomas pun membungkuk hormat kepada Nona nya.
Dave sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik, semua pasukan sudah diberi instruksi apa saja yang harus dilakukan di saat mereka akan menyerang
__ADS_1
Thomas masih dengan rasa tidak percaya nya ia akan di ikut sertakan dalam misinya menuju piana bahkan Valera tak pernah memilih kasih dalam orang orang kepercayaan nya, mereka semua diperlakukan sama tidak ada yang berbeda
******
Disisi lain seorang wanita sedang memaksa kan dirinya untuk bertemu dengan Remigio bahkan para satpam yang berjaga sudah berusaha untuk menahan wanita itu masuk, tapi yang ada di wanita malah semakin berteriak tak karuan seakan mencari perhatian
James yang kebetulan berada disana sudah menampakan wajah kesal nya lalu ia berjalan menghampiri nya
" tolong jangan buat keributan Disini nona " ucap James dengan suara tegas nya bahkan kini James terlihat sama seperti Remigio tegas,dingin dan datar
" aku ingin bertemu dengan Remigio " ucap wanita itu tak tahu malu membuat James dan yang lainnya menatap heran
" maaf, tapi tuan Remigio tidak bisa diganggu silahkan anda pergi dari sini nona Bianca " ucap James dengan nada mengusirnya tentu saja Bianca sangat marah karena James telah bermain mengusirnya lalu dengan keberanian penuh bianca mendorong tubuh James sampai James mundur beberapa langkah kebelakang, James segera menghubungi Remigio untuk memberitahu kan bahwa Bianca membuat keributan dan relasi Remigio tak kalah murka dari James
Bianca semakin ingin memasuki lift untuk menuju ruangan Remigio tapi James sudah menarik lengan Bianca dengan sangat erat
" berani sekali kau menyentuhku, dasar tidak tahu diri " maki bianca lagi tapi James tidak perduli dengan ucapan Bianca ia masih saja mencengkram lengan Bianca agar tidak melakukan hal yang lebih memalukan lagi
" lepaskan tangan kotor mu dari lenganku " ucap Bianca dengan berteriak dengan lantang para karyawan semakin melihat adegan itu
tak lama semua karyawan tertunduk seperti sedang ketakutan dan ternyata Remigio bersama Leo sudah berada disini untuk menghentikan aksi nekatnya bianca
" hentikan Bianca " ucap remigio lantang sembari berjalan menuju tempat Bianca saat ini dan James pun melepaskan cengkraman pada lengan nya
" Remi aku sangat merindukan mu " ucap bianca yang berlari kecil hendak memeluk Remigio tapi dengan sigap leo menghadang nya
" jangan menyentuh bos kami " ucap Leo dengan tegas nya
" minggir apa hak mu melarang ku " ucap Bianca dengan tenang nya, Remigio semakin jengah dengan sikap Bianca yang sudah kelewat batas dengan tidak tahu malunya ia datang dan membuat keributan di kantor milik nya
" kau mau apa kesini, pergilah jangan sampai aku memakai cara kekerasan untuk menyeret kaki mu dari sini " ucap remigio penuh penekanan dan terkesan sedikit membentak, bianca pun tersentak dengan perkataan Remigio
" kenapa kau membentak Ku, pasti wanita sialan itu yang sudah mempengaruhi mu iya kan " ucap Bianca lagi
" siapa yang kau sebut wanita sialan " bentak Remigio semakin marah, para karyawan yang melihat nya semakin gemetaran di kala sang bos besarnya sudah marah
" tentu saja putri dari keluarga harson " ucap Bianca dengan enteng nya " semenjak kehadirannya kau selalu membentak ku bahkan terkesan kejam padaku itu semua gara gara wanita sialan itu, wanita jalang itu " ucap Bianca berapi api, kemarahan Remigio sudah pada puncaknya di kala sang kekasih disebut wanita silam dan jalang. Ingin sekali ia mendapat pipinya tapi Remigio tidak mau mengotori tangganya Bianca sudah gila, ia benar benar terobsesi akan sosok Remigio
" leo tampar dia " ucap remigio lantang dan leo pun melakukan tugasnya dengan sangat baik
PLAKKK
Bianca tak percaya Leo mau menuruti perkataan Remigio, pipinya terasa panas dan perih,
" berani sekali kau menamparku " tunjuk Bianca tepat kepada wajah Leo
" kau harus jaga sikap nona, jangan mempermalukan dirimu sendiri justru kau seperti wanita murahan yang mengemis cinta kepada bos kami, dan satu lagi nona Valera jauh seribu kali lipat dari mu ia wanita beretika tinggi dan berkelas, ia tidak seperti mu, " ucap Leo dengan penuh penekanan ia pun tak terima jika kekasih dari bosnya di hina
" kau ! pergi dari sini sekarang juga " pekik Remigio menggema membuat orang orang terkejut
" Remi aku sangat mencintai mu, tidak kan kau tahu akan perasaan ku, tidak kah kau menyadari nya " Isak Bianca dengan pilu, Remigio semakin dibuat frustasi
" aku bilang pergi !" ucap remigio lagi, Bianca semakin terisak lalu ia mencoba melangkah perlahan ke arah remigio tapi leo segera menghalanginya kini jarak meraka cukup dekat hanya terhalang oleh leo saja, Bianca mengusap air mata nya kasar
" aku akan menghancurkan wanita sialan itu, ingat Remigio aku bisa melakukan hal apa saja termasuk membuat mu bertekuk lutut di kaki ku suatu saat nanti " ucap Bianca pelan dan terkesan mengancam lalu ia melangkahkan kakinya secara kasar dari perusahan Adomson Crop's, Remigio memijit mijit pelipisnya secara pelan perkataan Bianca seakan mengancam jiwa kekasihnya ia sangat tahu keluarga Bianca terutama kakak pertama nya Chaiden ia seperti psikopat akut. Remigio harus berhati hati terhadap Bianca muai detik ini. Remigio pun menyuruh anak buahnya untuk me mata matai bianca dan memantau setiap pergerakannya .
__ADS_1