
Keesokan paginya Remigio bangun lebih awal ia menatap wajah sang istri yang masih terlelap dan terbuai dalam mimpinya. Remigio mengirimkan pesan kepada James jika hari ini ia tidak akan masuk ke kantor dan akan menghabiskan waktu bersama dengan Valera.
Remigio mengelus pipi Valera dengan lembut lalu fikirannya tertuju pada kejadian malam tadi dimana istrinya marah dan sangat marah kepada Remigio bahkan Valera tak menyapanya saat akan tidur tadi malam.
" sweatheart, aku mencintaimu " lirih Remigio mengecup bibir Valera dimana membuat si mpunya menggeliat dengan mata yang masih terpejam. Lalu Remigio bangkit untuk membasuh muka nya setelah itu ia turun ke lantai bawah.
George sudah menunggu dan duduk manis di meja makan, bahkan beberapa pelayan menyiapkan dan menghidangkan beberapa menu sarapan untuk para majikan nya.
" good morning papih " sapa George.
" good morning sayang " ucap Remigio dengan lembut lalu mata hitamnya melirik kearah beberapa menu yang belum tersentuh " kau belum sarapan ? " tanya Remigio lagi.
" apa mamih belum bangun ? " tanya George dan Remigio menggeleng pelan " hmm.. mungkin mamih merasa lelah " ucap George lalu mengambil roti panggang yang dibaluri beberapa selai seperti coklat didalamnya.
pagi itu hanya George dan Remigio yang melakukan sarapan pagi bersama dengan di bubuhi perbincangan kecil yang sungguh menggelikan untuk Remigio.
George cukup tangkas diusia nya yang masih dini, bahkan George terlihat sudah mengerti dengan berbagai hal, acara sarapan itu sudah selesai dan George berjalan dengan pelan menghampiri Remigio lalu mengecup pipi Remigio dengan singkat sebagai tanda kasih sayang.
" aku pergi papih, Bye sampaikan pesan sayang ku pada mamih " ucap George dan diacungi jempol oleh Remigio. lelaki tegap itu mengantar George hingga anak lelaki itu memasuki mobil mewah berwarna hitam bersama dengan Asnee didalamnya, George melambaikan tangannya sebelum mobil itu melesat pergi.
Remigio hanya tersenyum memperhatikan tingkah tak biasa George yang kini lebih suka berbicara dari hari sebelumya. Remigio segera mengambil beberapa menu sarapan untuk sang istri dan segelas juice di dalam nampannya.
valera masih asyik terlelap dan bergelung didalam selimut tebalnya membuat Remigio terkekeh dibuatnya, Lalu Remigio mendekat ke arah Valera.
" sweatheart, " ucap remigio berbisik di telinga sang istri dengan lembut dan sedikit menghembuskan nafas hangatnya disana " sweatheart, bangunlah kau tidak ingin sarapan ? " ucap Remigio lagi dan pada akhirnya Valera terusik dan mulai membuka matanya secara perlahan. " good morning " ucap remigio lagi dan Valera masih diam menatap dalam manik hitam itu.
Valera bangkit dan menggeser selimut yang menutupi dirinya tanpa mau berbicara kepada Remigio.
" sweatheart, jangan begini. Maafkan aku " ucap remigio yang memegang erat pergelangan tangan Valera lalu mengecup nya disana " maaf.. jika aku membuat mu salah paham " ucap remigio lagi dan Valera masih tetap diam.
" Remi... lepaskan aku ingin ke kamar mandi " ketus Valera akan tetapi Remigio tidak perduli dan ia justru menarik tubuh Valera sehingga kini mereka saling berhadap-hadapan.
manik hazel itu menatap dalam manik hitam kelam milik remigio seakan sedang menelusuri sesuatu di dalam sana.
" aku mencintaimu kau tau itu. Dan seharusnya kau tau jika itu adalah salah satu trik dan cara ku untuk mengelabui lawan " ucap lembut Remigio " maaf jika kata-kata ku membuat mu tak nyaman nyonya " ucap sungguh-sungguh Remigio dan mengecup dahi Valera dengan penuh perasaan.
" tapi kau menyetujui perkataan nya untuk bermalam dengan wanita sialan itu " ketus Valera dan Remigio terkekeh dibuatnya ia merasa yakin jika sang istri sedang mengandung terbukti dari emosinya yang cukup mengejutkan pagi ini.
" Tidak akan pernah ! hanya kau dan hanya dirimu tidak dapat yang lain " tegas Remigio dengan senyum hangatnya dan Valera hanya diam saja sembari mengusap rahang tegas sang suami dengan gerakan sensual. " sweatheart " serak Remigio dengan menatap Valera dengan gairah di pagi harinya dan Valera hanya tersenyum tipis.
" kau tidak pergi ke perusahaan ? " tanya valera lagi.
" Tidak ! aku akan menghabiskan waktu ku dengan mu dan akupun ingin memastikan sesuatu " ucap remigio dan Valera baru ingat akan perkataan George tadi malam.
Remigio menyuruh Valera untuk segera sarapan dan Valera menurut bahkan gaun tidur berwarna putih, tipis dan terlihat transparan sangat begitu menggoda di mata Remigio.
valera membawa sarapan nya menuju balkon untuk menikmati waktu pagi harinya, Remigio tampak memperhatikan sang istri yang berjalan dengan begitu menggoda hingga membuat Remigio menggeram tertahan.
" shitt " umpat Remigio saat tubuhnya tak bisa ia kendalikan, Lalu Remigio berjalan mendekat kearah Valera dan langsung menggendong Valera dan mendudukkan tubuh sang istri diatas pangkuannya.
" Remi.. ada apa ? " ucap Valera sedikit terkejut.
" tidak ada, hanya ingin seperti ini " ucap remigio dengan memeluk erat tubuh Valera dengan mata terpejam akan tetapi hidung dan mulutnya bergerak tak karuan di sekitar punggung Valera yang terbuka. " kau harum sweatheart " ucap Remigio dan Valera memicingkan matanya seketika lalu ia mulai merasakan jika benda keramat sang suami sudah tegang sempurna.
__ADS_1
Valera menelan Saliva nya kasar karena merasakan tubuh bagian bawahnya ikut terasa sesak, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang. Valera meruntuk dan mengumpat dalam hati walaupun dirinya sudah pernah merasakan hal semacam ini, tapi apa daya dirinya pun selau berdebar saat Remigio mulai menunjukkan gelagat anehnya.
" apa kau menginginkan sesuatu ? " Picing Valera dan seketika manik hitam itu membuka dan menatap Valera dengan penuh damba. Remigio dengan gerakan cepat nya langsung membopong tubuh Valera menuju kamar mandi dan Valera diam saja.
Remigio menurunkan tubuh itu secara perlahan dan mulai menciumnya dengan sangat lembut hingga Valera menyambut ciuman panas itu tak kalah bergairah.
SRAKKKK
" heii.. kenapa merusak gaun tidur ku " ucap Valera terkejut dan Remigio seakan tak perduli. Ia terus gencar dengan mainan miliknya yaitu dua buah benda kenyal yang kini menantang dengan sangat menggoda. " Hmmpp.. Remi ahhh " desah lirih Valera saat remigio begitu dengan lihai memainkan puncak kenikmatan itu dengan gerakan sensualnya.
Tak lama air hangat jatuh dan membasahi tubuh mereka Valera dan Remigio begitu menikmati sensasi air hangat yang kini menerpa tubuh mereka satu sama lain.
Remigio terus menyusuri punggung mulus istrinya dengan kecupan-kecupan basah dan sedikit memberikan warna merah disana membuat Valera mendesah dan mengerang tertahan, bahkan tangan Valera sibuk meremas rambut Remigio untuk menyalurkan rasa nikmatnya.
" aku sudah tak tahan " serak Remigio dengan suara pelan nya.
" lakukan lah " ucap Valera lagi dan seketika benda pusaka itu telah siap dan tegak menantang. Remigio melakukan nya secara perlahan dan lembut karena tak ingin menyakiti istrinya ditambah kini ia yakin jika didalam rahim Valera sedang bersemayam satu nyawa disana.
" ahhh " desah Valera saat remigio menghentakkan nya dengan ritme pasti dan penuh dengan penekanan. Remigio tersenyum manis saat menatap wajah Valera dari pantulan cermin disekeliling kamar mandi yang begitu sangat sensual dan menggoda.
valera terlihat memejamkan kedua matanya dengan mengigit bibir bawahnya penuh perasaan, desahan yang dikeluarkan oleh Valera seakan membuat Remigio kian bersemangat.
kini mereka berganti posisi dimana wajah mereka saling berhadap-hadapan satu sama lain dengan nafas yang begitu sangat memburu.
" ohh.. Remi.. " desah lirih Valera saat benda keramat itu kian melesak masuk tanpa ampun.
" shitt. ini sungguh nikmat " erang Remigio saat terus menghentakkan miliknya dengan kuat dan penuh penekanan.
valera terpesona dengan manik hitam yang sedang diliputi oleh gairah bahkan Remigio memandang wajah Valera tanpa berkedip sedikit pun membuat Valera tersenyum tipis.
" ahhhhh " lenguhan panjang itu membuat Remigio memejamkan kedua matanya rapat dengan mendekap tubuh Valera kuat yang hampir lunglai karena gempurannya,
nafas keduanya tersengal serta mata mereka memandang dengan satu sama lain, Remigio mengangkat tubuh valera untuk berendam di bathtub dengan aroma terapi yang lebih menyejukkan.
" Aku mencintaimu " kecupan Remigio singkat di dahi Valera dengan penuh perasaan. Valera memilih tersenyum dan mulai memejamkan matanya untuk menikmati sensasi dari air hangat, dan Remigio ia mengguyur tubuhnya dibawah buruan shower.
*****
keesokan harinya sepasang suami istri itu bangun dan menyambut pagi dengan wajah bersinarnya, bagaimana tidak pada saat kemarin sore mereka berdua mengunjungi dokter kandungan untuk memastikan sesuatu yang mengganjal dalam hati mereka, kabar baik menerpa pasangan suami istri itu.
Dan alangkah terkejutnya saat mereka mengetahui jika ada janin yang tumbuh di rahim Valera. Remigio senang bukan main bahkan ia tak segan memamerkan kemesraan nya di depan dokter itu.
" Remi.. hari ini aku akan pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi dari orang-orang ku " ucap Valera dan Remigio terdiam sejenak.
" Sendiri ? " Picing Remigio dan Valera mengangguk kecil " besok aku akan kirimkan dua orang pengawal terlatih untuk menjaga mu dan calon anak kita " ucap Remigio lagi dan Valera hanya bisa mengangguk dengan patuh.
" hmm apakah Patricia masih terus mengganggumu ? " tanya Valera tiba-tiba dan Remigio menatap manik istrinya dengan lembut.
" Tak perlu kau pikirkan dia, karena aku tak begitu memperhatikannya sweatheart, Leo dan James yang akan mengurus wanita itu " ucap remigio dan Valera mengangguk mengerti.
Rumah sakit internasional Paris.
Zizi dan Dave sudah pulih lebih cepat hanya tinggal menghilangkan bekas luka pada beberapa di bagian tubuhnya begitupun dengan Hugo dan Zumba.
__ADS_1
Valera datang seorang diri dengan membawa buah tangan untuk para jajarannya. Vyan dan Leonel berada di rumah sakit siang itu.
" bagaimana kabar kalian ? " ucap Valera menatap zumba dan Hugo secara bergantian.
" baik lady. Terimakasih karena telah memberikan dokter terbaik untuk menangani kami Lady " ucap Hugo sopan dan Valera mengangguk lalu duduk di kursi single.
" Ya dokter itu sudah menunggu kedatangan kalian di Italia. kemungkinan besar esok lusa kalian akan berangkat " ucap Valera dan kedua pria bertubuh tegap itu saling pandang dan lirik satu sama lain. " Luka itu harus hilang, " tegas Valera dan kedua nya hanya bisa mengangguk pasrah.
setelah Valera berbincang sedikit dengan zumba dan Hugo kini Valera beralih ke ruangan dimana Dave dirawat. Dan tenyata ada Zizi serta vyan dan Leonel berada di sana.
valera terlihat bingung karena ia merasa seperti ada sebuah pembicaraan disana, Dave dan Zizi menunduk sopan begitupun dengan Leonel.
" bagaimana keadaan mu Dave ? " tanya valera lagi.
" baik lady, " sopan Dave.
" dan kau Zizi ? " tanya Valera kini beralih menatap wanita yang berada di samping kakak nya.
" saya sangat baik nona " ucap Zizi dengan senyum tipisnya dan Valera mengangguk kecil.
mereka asyik berbincang ringan serta berbicara perihal yang serius, hingga Valera menjadi pendengar setia nya.
kringgg
ponsel valera berdering dan menandakan jika ada seseorang yang menghunginya dahi Valera mengkerut seketika saat nama Ivanita tertera dilayar ponselnya.
" Ya ada apa ? " datar Valera
" (......)
" Dimana ia sekarang ? " tanya tegas Valera dan seketika Ivanita menjelaskan sesuatu dan Valera terlihat menyimak dan mendengarkan nya tak lama Valera memutuskan panggilan tersebut. " Kak apa kau menyuruh Gloria untuk bekerja di luar perusahan ? " Picing Valera dan seketika Vyan bingung lalu menggeleng kan kepalanya.
" ada apa ? " tanya Vyan yang ikut cemas.
" dia sedang berada di suatu tempat, baru saja Ivanita menghubungi ku untuk menempatkan beberapa anak buah king disekitar Gloria karena Ivanita mengatakan jika Gloria sedang dikejar seseorang " terang Valera dan lagi-lagi membuat Vyan dan lainnya terkejut terlebih Dave
'' nona apa semuanya baik-baik saja ? dimana nona Gloria ? apa dia terluka ? " serentetan pertanyaan begitu Dave lontarkan kepada sang Lady membuat Vyan menatap penuh tanda tanya pada kaki kanan adiknya itu.
" Aku.. " ucap Valera terputus karena ponselnya berdering dan tertera nama Gloria disana dengan cepat Valera mengangkatnya dan menekan pengeras suara agar semua orang mendengarnya dengan baik.
" hiks.. hiks.. kakak tolong aku, ada beberapa orang pria yang mengejar ku. Aku takut kak.. hiks..hiks... " Isak Gloria dan Valera dibuat terkejut
" kau dimana ? " ucap Valera dengan tegang.
" di jalan XX. Aku bersembunyi disalah satu toko warga karena aku tak kuat untuk berlari lebih jauh lagi. Tapi sepertinya mereka telah memblokir tempat ini. Aku tidak bisa keluar.. hiks..hiks.. " ucap Gloria dengan suara gemetar
" Aktifkan GPS dalam ponsel mu aku akan menyuruh orang-orang ku untuk menjemput mu. Jangan panik dan jangan takut. " ucap Valera tegas lalu mematikan sambungan itu dengan cepat. Valera saling pandang dengan orang-orang yang berada di ruangan itu. Dengan cepat Dave menyambar jaket, topi serta masker wajah nya membuat semua orang menatapnya dengan heran.
" kau mau kemana ? " tanya Vyan
" menyelamatkan nona Gloria " ucap mantap Dave akan tetapi Valera melarang karena Dave masih dalam masa pemulihan tapi Dave enggan dan bersikeras untuk menyelamatkan dan membawa pulang Gloria dengan selamat.
Pada akhirnya Valera mengangguk mantap, Lalu Valera menyuruh anak buah king untuk mendampingi Dave ke titik lokasi Gloria saat ini. Vyan baru menyadari jika orang kepercayaan adiknya mempunyai perasaan lebih kepada adik sepupunya itu. Tak lama Dave pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat.
__ADS_1