Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
slowly time


__ADS_3

hari ini Valera dan Audy akan berbelanja layaknya seorang wanita muda yang bersenang senang serta menghabiskan waktu bersama.


para lelaki akan pergi ke perusahaan milik remigio untuk sekedar berkunjung, bekerja melalui laptopnya atau membahas bisnis legal maupun ilegal .


Remigio menyuruh dua orang pengawal untuk menemani Valera serta Audy berbelanja, Valera pun tidak menolak justru itu sebagai bentuk tanggung jawab remi atas keselamatan kekasihnya.


Valera dan Audy sudah sampai di salah satu mall terbaik di kota itu berbagai barang pun lengkap disini dari lokal maupun luar .


" Valera aku ingin berbelanja tas " saut Audy antusias dan Valera pun segera memboyong Audy ke salah satu toko yang menjual tas bermerek . Audy dan Valera sangat antusias memilih milih tas dengan edisi terbatas


" Audy aku ingin membeli kan tas untuk maya serta vio, aku titip padamu untuk memberikannya pada mereka setelah kau pulang nanti" ucap Valera sambil memilih milih tas


" baiklah dengan senang hati " ucap Audy dengan tersenyum nya


Valera memilih dua buah tas dengan merek serta ukuran yang sama hanya warna nya saja yang berbeda, jika vio lebih suka warna cerah dan Maya lebih suka dengan warna yang menurutnya sangat kalem


setelah selesai berbelanja tas Valera dan Audy memasuki sebuah butik untuk membeli beberapa gaun mewah


" ahhh senangnya aku sudah lama tidak berbelanja seperti ini " ucap girang Audy


" benarkah ?? " tanya Valera heran


" iaa, aku selalu sibuk dengan dunia model ku, " ucap Audy dengan mengerucutkan bibirnya membuat Valera tersenyum lebar


" sudahlah ayo kita belanja sepuasnya " ucap Valera dengan semangat dan Audy pun tak kalah semangat, para pengawal hanya mengekor kedua wanita cantik itu


para pelayan butik yang kedatangan anak konglomerat memberikan pelayanan yang terbaik untuk Valera beserta Audy


tak hanya gaun beberapa sepatu serta Hells dengan edisi terbatas pun ludes mereka borong saat Audy akan mengambil salah satu sepatu boots yang menarik perhatiannya seorang wanita malah menarik dan merebut sepatu yang Audy incar


" heii itu milikku " ucap Audy dengan kesal


" aku duluan yang mengambil nya " ucap wanita itu tak kalah kesal


para pelayan menengahi keributan antara kedua pelanggannya Valera yang tengah asyik memilih milih sepatu pun terusik dengan suara keributan itu.


" Audy ada apa " tanya Valera heran yang melihat temannya itu sedang beradu mulut dengan seorang wanita


" Vale, dia menari tanganku dan mengambil barang yang aku inginkan " ucap Audy dengan kesalnya membuat Valera langsung menoleh ke arah yang di tunjuk Audy


" Bianca " pekik Valera terkejut dan Bianca pun tak kalah terkejut


" kau " ucap Bianca sambil menunjuk ke arah Valera , para pengawal yang bertugas menjaga Valera serta Audy pun turut menengahi keributan itu " cihh aku tak Sudi bertemu dengan mu lagi dasar wanita murahan " ucap Bianca dengan nada sinisnya membuat Valera serta Audy terkejut dengan perkataan tak bermoral dari Bianca


" tutup mulutmu, dan kembalikan sepatu ku " ucap Audy yang sudah emosi sambil berkacak pinggang nya


" sepatu ini milikku, kau tidak pantas memakainya akulah yang lebih pantas " ucap Bianca dengan angkuhnya membuat Audy semakin meradang


" sudahlah audy, kita tinggalkan tempat ini dan berbelanja lagi di tempat lainnya " ucap Valera sambil menarik tangan Audy untuk segera meninggalkan tempat ini, baru saja melangkahkan kakinya untuk keluar suara lantang dari Bianca menghentikan langkah Valera


" tinggalkan Remigio, kau tidak pantas untuknya dia milikku, hanya milikku " ucap Bianca dengan percaya dirinya membuat Valera mengerutkan dahinya


" percaya diri sekali kau, justru kau yang terlihat murahan nona, kau mengejar ngejar kekasihku yang jelas jelas dia milikku " ucap Valera dengan penuh penekanan membuat Bianca semakin tak karuan


" kau lah yang murahan ! " teriak Bianca membuat mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya " tinggalkan Remi atau kau menyesal " ucap Bianca dengan nada mengancam nya membuat Valera terkekeh dengan penuturan Bianca yang menggertak nya


" silahkan, aku tidak perduli " ucap Valera dengan nada acuhnya berlalu pergi meninggalkan Bianca yang sedang kesal


PLUKK


AWWWWW


Bianca yang emosi langsung melempar sepatu yang ia pegang tepat mengenai kepala Valera, Valera meringis kesakitan sedangkan Bianca hanya tertawa senang membuat Audy yang murka beralih melangkah ke arahnya dan


PLAKKK


audy menampar pipi Bianca dengan sangat keras, sampai Bianca terhuyung ke belakang suasana di toko itu semakin memanas tidak ada yang berani melerai mereka bahkan pengawal Remi pun tak bisa berbuat apa apa selain memisah kan para wanita itu, salah satu pengawal Remi memegang lengan Bianca


" lepaskan " pekik Bianca semabari berontak


" beraninya kau menampar ku " teriak Bianca lagi yang hendak menampar Audy tapi sudah di tahan oleh pria berbadan besar itu


" dasar wanita gila ! sudah mengambil barang yang ku inginkan dan sekarang kau berbuat onar dengan melempar Valera dengan sepatu itu " geram Audy meledak ledak membuat Bianca semakin meradang " dasar wanita bar bar " lanjut Audy lagi.


" kau yang gila, dan itu pantas ia dapat karena dia telah mengambil Remi ku " lanjut Bianca lagi semakin berteriak membuat orang orang yang menonton semakin ramai


" dasar tidak tau malu " ucap Valera dengan aura dinginnya melangkah maju ke arah Bianca dan


PLAKKK


Valera menampar pipi Bianca lagi sudah terkena tamparan Audy kini ia mendapat tamparan lagi

__ADS_1


" jadi wanita jangan terlalu murahan, jelas jelas disini kau yang terlalu berharap, aku sudah membiarkan mu tapi seperti nya kau semakin berani padaku " ucap Valera dengan geram " bawa wanita ini pergi dari hadapan ku " pekik Valera ke arah lelaki yang sedang memegang tangan Bianca dengan erat


lelaki itupun menurut dan segera membawa Bianca keluar dari mall itu, entah apa yang difikirkan bianca ia terlalu obsesi terhadap Remigio


Valera menghembuskan nafasnya secara kasar, sambil mengusap pelan kepalanya yang terkena lemparan sepatu tadi, Audy menghampiri Valera dan bertanya apa kah dia baik baik saja dan Valera pun mengangguk tanda mengiyakan .


mereka keluar dari toko itu dengan bertepatan orang orang membubarkan diri.


pengawal yang yang menjaga Valera dan Audy sudah sangat was was jika kekasih tuannya itu mengadu, apa nasib mereka ?


" Vale apa kita sebaiknya ke kantor Remi saja, mereka semua kan sedang berada di sana." ucap Audy memberi usul dan Valera pun mengangguk setuju


" pak kita ke kantor Adomson Crop's " ucap Audy kepada sang supir, Valera masih saja mengelus kepalanya yang tampak menarik serta membenjol bagaimana tidak sepatu itu sangat lah berat dan keras tentu saja rasanya sangat sakit Valera masih saja dengan wajah kesalnya Bianca masih saja mengerjar remi.


setelah beberapa saat berkendara mereka telah sampai di pelataran Adomson crop's


sang pengawal dengan sigap membuka kan pintu untuk kedua wanita itu


kedua wanita cantik itu disambut dengan ramah oleh para karyawan Adomson Crop's


Audy memasang wajah manis nya sedangkan Valera masih dengan wajah kesalnya.


sesampai meraka di lantai teratas, mereka disambut senyum hangat oleh sekretaris Remigio


" tuan Remi ada di dalam " tanya Valera sopan


" tentu saja nona, tuan Remi sedang ada di dalam dengan para temannya " ucap sang sekretaris dengan ramah dan tersenyum, kedua wanita itu akhirnya masuk ke dalam dengan menenteng setumpuk belanjaan nya di kedua tangan mereka


CEKLEK


Valera langsung masuk ke dalam ruangan Remigio keenam pria itu sedang duduk di tempat masing masing nya dengan gaya elegannya , Remigio terkejut akan kehadiran kekasihnya begitu pun dengan Romeo


" sweatheart " ucap remigio yang menyambut pelukan sang kekasih dan tak lupa dengan mengecup singkat keningnya begitupun dengan Audy dan Remigio para sahabatnya seakan tutup mata dengan kemesraan mereka


" bagaimana acara jalan jalan kalian " tanya Remigio dengan nada lembutnya


" aku bertemu dengan penggemar mu Remi " ucap Valera ketus membuat Remigio mengerutkan dahinya


" siapa ?? penggemarku ?" ucap remigio bingung


" si wanita bar bar itu,dia sudah mengambil barang ku lalu dengan mudahnya dia melempar Valera dengan sepatu yang dia pegang tepat mengenai kepalanya " ucap Audy dengan kesalnya membuat para lelaki itu melebarkan matanya.


" siapa yang melakukan hal itu sayang." tanya Romeo dengan lembut kepada Audy


" Bianca " ucap Valera datar membuat Remigio terkejut


" sweatheart apa yang dia lakukan terhadap mu ?" tanya Remi lagi membuat valera mendengus kesal


" melempar kepala ku dengan sepatu " ucap Valera dengan penuh penekanan membuat teman Remigio itu menahan tawanya tapi tidak dengan Remigio dia terlihat sangat marah kala mendengar Bianca melempar kepala kekasihnya itu, Remigio langsung meraba kepala kekasihnya itu dan benar sedikit membenjol membuat Valera mendengus kesal


" sweatheart apa ini sakit? " tanya Remigio sembari mengusap lembut kepala Valera


" tentu saja sakit, " ketus valera dan remigio pun mengecup kening Valera beberapa kali untuk menghilangkan kekesalan sang kekasih


" awas saja jika aku bertemu lagi dengan nya, dan dia berbuat hal hal lain lagi maka giliran ku yang akan beraksi terhadapnya " geram Valera sambil berjalan menuju sofa dan duduk di dekat kenov


" sudahlah Vale, jangan marah marah remi akan membereskan wanita itu " ucap kenov dengan tenang membuat Valera mendelik kesal, tingkah Valera seperti ini malah membuat Remigio menjadi gemas


" aku ingin bertanya sesuatu hal kepada kalian " ucap Valera merubah wajahnya menjadi serius mungkin membuat orang orang menatap nya lekat lekat


" bertanya lah " ucap Deniz menimpali


" apa kalian mempunyai kenalan seseorang di new Zealand ?" tanya Valera lagi


" memang nya kenapa sweatheart " ucap Remi sambil menatap kekasihnya itu


" apa kau sedang mencari seseorang " tanya Romeo dan Valera mengangguk cepat


" siapa ?" kenov bertanya


" Damian " ucap Valera dengan tegas membuat orang orang yang mendengarnya mengerutkan dahinya


" Damian " ucap Dion pelan


masing masing dari mereka memikirkan tentang nama itu, dan Valera menyandarkan kepalanya semabari memejamkan matanya


sedangkan Audy hanya menyimak pembicaraan mereka.


" Damian Yuan " ucap akayama membuat Valera beralih menatapnya " aku mengenal nama itu tapi aku tidak tahu apakah itu orang yang kau cari " lanjut akayama lagi.


" memangnya kenapa sweatheart " desak Remigio lagi

__ADS_1


" aku hanya bertanya saja remi siapa tahu kalian biasa membantu ku " ucap santai valera


" aku akan membantu mu sweatheart, " ucap tegas Remigio beralih duduk disamping Valera membuat Valera tersenyum


" aku mengandalkan mu " ucap pelan Valera yang memejamkan matanya kembali


Audy yang hanya menyimak pembicraan orang orang yang berada di hadapannya itu, ya Audy sudah mengetahui pekerjaan lain dari tunangannya walaupun ia sedikit shock tapi berusaha menerima berkat romeo yang menjelaskan nya secara lembut


Remigio masih menatap wajah kekasihnya itu yang sedang memejamkan matanya, remigio tahu bahwa kekasihnya itu sedang mengalami masalah


" semoga kau mau mengandalkan ku sweatheart. batin Remigio


mereka masih berkutat dengan pemikirannya Valera yang masih memejamkan matanya dengan Remigio yang membelai lembut rambutnya, akayama dan Dion sedang asyik menghisap rokoknya begitupun dengan Deniz dan kenov, Audy dengan nyaman menyandarkan kepalanya ke bahu Romeo.


tak lama pintu di ketuk mengejutkan orang orang di dalam nya yang sedang dalam keheningan itu


" masuk " saut Remigio sambil merapikan duduknya kembali. James memasuki ruangan yang bos nya dengan terburu buru


" ada apa James " tanya Remigio yang melihat James terburu buru


" maaf bos, sepertinya seseorang tengah mengintai perusahan " ucap James dengan menetralkan suaranya yang sontak membuat Remigio beranjak dari duduk nya mereka yang tengah merokok pun langsung menghentikan. kegiatannya itu


" siapa ?" tanya Remigio dengan nada terkejutnya


" saya tidak mengetahuinya bos, tapi orang itu sudah lama berada di sana dengan gerak gerik yang mencurigakan " ucap James menjelaskan , membuat Valera membuka matanya seketika dan Audy pun langsung menegak kan kepalanya


" apa kah ada cctv di bagian luar " tanya Valera tiba tiba dan membuat James mengangguk cepat " sambungkan ke dalam laptop milik Remi kita bisa melihatnya " usul valera dengan cepat James melakukan tugasnya dan Remigio pun mengambil laptopnya , setelah tersambung mereka sama sama menatap ke layar itu dengan seksama, benar seseorang memang mengintai perusahaannya lebih tepat nya orang itu sudah mengikuti mobil yang mengantar Valera berserta Audy. seketika Valera hanya terdiam dan merenung


" apakah dia salah satu musuhku , jika benar. Ya tuhan aku secara tidak langsung sudah melibatkan Remi ke dalam masalah ku. batin Valera


Valera masih merenung sendirinya, Remigio tau apa yang menganggu fikiran kekasihnya itu, kenov langsung melirik ke arah Valera.


" maaf " ucap Valera pelan sambil menundukkan wajahnya membuat Remigio segera menangkup wajah kekasihnya yang sedang tertunduk itu


" jangan meminta maaf, kau tidak bersalah sweatheart " ucap remigio dengan memeluk Valera erat


" jika memang dia salah satu musuhku, aku tidak akan melibatkan ke dalam duniaku " ujar Valera lagi


" sudahlah Vale, kita akan membantu mu jika kau butuh bantuan " kini Dion yang bersuara dan yang lainnya pun mengangguk setuju, Audy sudah was was dengan apa yang terjadi nanti ia menggegam erat tangan Romeo.


Valera seketika sadar ia menjadi lemah seperti ini, Valera langsung melepaskan pelukannya. dia mengulang kembali melihat cctv yang masih setia menyala di layar itu, ia lalu mengklik sesuatu dan memperbesar layar agar lebih mudah mengenali orang itu


" Lucas " gumam Valera terkejut, lucas pria itu Lucas untuk apa ia menjadi pengintai


" kau mengenalnya ?" tanya Deniz menatap ke arah Valera


" dia orang Diego hareem, " ucap Valera datar " Remi tolong kau suruh seseorang untuk menangkap dia dan membawanya kesini, apa kau tidak keberatan " tanya Valera lagi dan Remigio pun mengangguk lalu ia menyuruh James dan Leo untuk meringkus Lucas dan membawanya ke ruangan Remigio, untung sebagian karyawan telah sepi mengingat ini sudah pegang


James dan leo segera meringkus Lucas, Lucas yang mendapat dirinya di tangkap menjadi panik seketika, dia berontak tapi leo dengan garang nya mengancam membuat Lucas sedikit melunak


Lucas menelan ludahnya secara kasar dengan orang orang yang menatap nya tajam.


lalu Valera berjalan ke arahnya dengan wajah yang sangat dingin


" untuk apa kau mengikuti " ucap Valera sambil menatap Lucas dengan sorot mata yang tajam


" maafkan saya nona, aku mengikutiku karena ada sesuatu hal yang penting untuk dibicarakan " ucap Lucas berusaha tenang, bagaimana bisa Lucas tenang sedangkan dirinya sedang di tatap secara intens si ruangan asing ini.


" katakan " ucap Valera tanpa basa basi


" tapi " ucap lucas ragu yang masih melirik ke arah para mata yang sedang menatap nya tajam Valera yang tahu Lucas ragu hanya berdehem kecil


" katakanlah mereka tidak akan apa apa " ucap Valera datar


" kami mendapat kabar bahwa anak buah dari Ben akan berangkat ke negara ini untuk menyusul tuan Ben, mengingat tuan Ben hilang begitu saja bahkan tidak bisa di hubungi sedikit pun, mereka mengetahui tuan ben pergi ke negara ini dari seseorang yang membantu merubah identitas tuan Ben, kami tahu tuan Ben anda sekap, jadi tuan Diego memerintahkan saya untuk mengabari hal ini kepada anda nona." ucap Lucas menjelaskan membuat Valera mengerutkan dahinya


" jadi seperti itu? kau sangat hebat Lucas, ucapkan rasa terimakasih ku kepada Diego. " ucap valera santai membuat Lucas menunduk hormat lalu memberikan kalimat terakhir setelah itu ia pergi meninggalkan perusahaan itu di temani oleh James dan leo


Lucas sudah mengikuti Valera sejak berbelanja tadi, mengingat ada beberapa pengawal di sekitar nya membuat Lucas tak bisa bertindak jauh, ia hanya menunggu ketika Valera sedang sendirian untuk menyampaikan informasi tersebut .


**************


" *Hallo para readers yang masih setia membaca serta menunggu up nya novel ini jangan lupa untuk like dan vote yachh😁 supaya pembaca nya makin ramai jadi owe nya makin semangat untuk nulis nya


owe usahakan untuk up " kembalinya sang ratu mafia " dua bab dalam sehari yachh sayangku ❤️😁


sembari owe memutar otak untuk membuat cerita ini semakin lebih menarik lagi,


-> untuk bab bab yang akan akan up kedepannya akan terlihat lebih tenang tanpa adegan actionnya setelah itu bersiap siap untuk adegan yang menjadi lebih tegang lagi


terimakasih ❤️😊

__ADS_1


jangan lupa untuk like yahh 👍👍👍*


__ADS_2