
satu Minggu kemudian Valera sudah pulih dan lukanya pun sudah membaik dan mengering berkat seorang dokter yang menanganinya dengan intens hingga bekas luka nya pun ikut memudar dengan cepat
Vyan yang mendengar adiknya terluka karena tertembak, segera menyuruh salah satu anak buahnya untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Valera tak butuh waktu lama hanya membutuhkan dua jam vyan berhasil mengetahui siapa yang melukai adiknya
tuan ramius pun ikut menyelidiki, tuan Ramius sangat tau jika seluruh anak buah king dan para petingginya hanya patuh pada perintah nona nya mereka semua dibuat bungkam tapi tuan Ramius tak tinggal diam iapun bekerja sama dengan putranya Vyan alhasil mereka mendapatkan informasinya
" sudah hampir satu Minggu tidak ada kabar dari mereka ! apa terjadi sesuatu disana ' gumam Valera dengan menerka-nerka pasalnya terakhir mereka berkomunikasi pada saat itu dan setelahnya nomor ponsel Zizi maupun yang lainnya tak bisa dihubungi maupun diakses membuat Valera cemas seketika
'' nona ada apa ? ' tanya Dave
" hmmm.. Dave sudah satu Minggu Zizi tak bisa dihubungi aku takut terjadi sesuatu disana " ucap valera dan Dave diam mencerna ucapan nonanya ia pun tak tau harus melakukan apa
" tenanglah lah nona, aku yakin mereka baik-baik saja bukankah Zizi seorang wanita yang tangguh ditambah Lotus dan Elion bukan orang yang lalai dalam tugasnya, pasti mereka baik-baik saja atau mungkin mereka sengaja memblokir Askes ponsel dan sinyal nya untuk keamanan bersama " jelas Dave dengan tenang
Valera diam saja ditambah Remigio pun tak ada kabar sama sekali ini sudah hampir setengah bulan lamanya apa urusan di Amerika belum juga selesai
" hmm, aku harus menghubungi Greta untuk meretas sinyal milik Zizi setidaknya aku meyakinkan hatiku bahwa mereka baik-baik saja " tegas Valera dan Dave mengangguk patuh
" nona diluar ada tuan Vyan " ucap salah satu pengawal kepada Valera sontak membuat Valera dan Dave saling pandang ada angin apa kakaknya datang kemari
" suruh dia masuk " seru Valera
Valera menatap keluar jendela dimana para hewan peliharaan nya sedang dilatih oleh orang yang bertugas Valera tersenyum kemudian jika George tau di markas terdapat hewan-hewan peliharaan ia pasti akan merengek dan memintanya untuk ke markas setiap hari
" tuan Vyan " sapa Dave ramah dan membungkuk hormat vyan hanya mengangguk sekilas ternyata Leonel pun ikut bersamanya Valera tersenyum manis
" duduklah " ucap Valera lembut " ada apa kak ?" tanya Valera lagi
" hanya mengunjungi saja sudah lama aku tidak kemari " ucap vyan terkekeh dan Valera pun ikut terkekeh
" katakan kak, aku tau kau bukan tipe yang suka berbohong " ucap Valera menatap wajah kakaknya, Vyan merasa kepekaan Valera tak pernah berkurang
" aku hanya khawatir padamu Vale, " ucap vyan kepada adik perempuannya " kau tau aku sangat tidak suka jika kau terluka seperti kemarin " ucap vyan lagi dan sontak membuat Leonel terkejut, ia bahkan tidak tau jika Valera terluka
Valera hanya tersenyum menanggapi kecemasan kakak nya itu,
" aku menyanyangimu " seru Valera
" aku lebih menyayangimu " ucap vyan lagi
Leonel dan Dave hanya bisa menjadi pendengar setia bagi kedua belah pihak, mereka mengulum senyumnya, Valera tersenyum dan begitupun dengan vyan tak lama terdengar suara ribut-ribut diluar membuat perhatian keempat orang itu Buyar seketika
" ada apa ? " gumam Valera lagi kalau kakinya mulai melihat kearah jendela dan ternyata para pengawal bayangan milik George Valera terkejut seketika, lalu dia mulai berjalan ke luar markas,
diluar tampak seorang wanita sedang di cengkram erat oleh dua lelaki bertubuh tegap, Valera tampak mengerutkan dahinya melihat Tubuh semua
" ada apa ini ? " ucap dingin dan tegas Valera seketika para pengawal menunduk hormat " kau ! '' tunjuk Valera kepada Pretty
" maaf nona, wanita ini berniat untuk mencelakai tuan muda George " ucap salah satu pengawal nya membuat Valera terkejut demikian, mencelakai maksud nya apa ?
" lalu dimana George ? " ucap Valera
" tuan Asnee Sudah membawanya pulang," ucap nya lagi dan Valera menatap tajam kearah Pretty tak lama vyan Leonel serta Dave sudah berada di belakang Valera mereka tak mengerti dengan apa yang terjadi
PLAKKK
Valera menampar pipi Pretty dengan keras hingga ia terhuyung, Pretty terkejut dan sedikit tersentak dengan tamparan tiba-tiba itu bahkan vyan dan Leonel ikut tertegun
" apa maksud mu ! " teriak Pretty dihadapan Valera
PLAKKK
lagi-lagi Valera menampar pipi Pretty untuk yang kedua kalinya, membuat mata Pretty memerah seketika
" menjijikan ! berani sekali kau menyentuh putraku " pekik geram Valera
GREPPP
__ADS_1
" AGHHH .. sa..kit lepas " erang Pretty lagi, Valera menjambak Pretty tanpa perasaan amarah kini meliputi dirinya " ahhh lepas " teriak Pretty frustasi
DUAKKK
" AGHHH " lagi-lagi Valera membenturkan kepalanya ke meja marmer disudut luar halaman yang selalu digunakan para anak buahnya bersantai
" Vale " ucap Vyan karena ia terkejut dengan sikap kasar Valera terhadap sesama wanita
" jangan tuan " cegah Dave yang melihat pergerakan Vyan yang ingin melerai antara Pretty dan Valera " nona akan semakin murka " ucap Dave lagi
" tapi " ucap Vyan tapi Dave memberikan kode untuk diam
" sialan kau " teriak Pretty lagi tapi Valera terkekeh sinis " akan ku beri pelajaran kau " geram Pretty
" begitukah ! dasar sampah yang tak berguna " desis Valera " seret dan kurung dia ! " titah sang lady para anak buah king mencengkram tangan Pretty hingga ia memberontak tak karuan Valera mengatur nafasnya sedemikian rupa agar kembali relaks
Valera meninggalkan orang-orang disekitarnya dan ia melenggang masuk kedalam tanpa mau menoleh terhadap siapa pun
vyan dan Leonel saling pangan satu sama lain mereka sama-sama tak mengerti
Pretty diseret dengan kasar oleh dua lelaki bertubuh tegap dan kekar, pandangan Pretty menatap sekililingnya dimana bangunan itu sangat mewah hingga ia dibawa keruang bawah tanah jantungnya berpacu lebih cepat kala ia melihat banyak sekali orang yang dikurung disana Pretty menelan ludah nya kasar, lalu ia heran mengapa ada seorang lelaki yang membawa senjata api
siapa mereka sebenarnya, tempat ini sungguh mengerikan . batin Pretty
*****
DODODODOR !!
DODODORDODODOR
BLUMMM
DUARRRR
" shit " umpat Zizi kala mendapat serangan dari rentetan peluru pihak lain, Elion dan Lotus melakukan hal yang sama dimana para anak buahnya sedang memberikan perlawanan yang seimbang
DODODODOR
PRANGGG
" dasar perusak " geram Elion saat ia melihat kaca-kaca di jendela bangunan miliknya diberondong peluru Zizi yang melihat itu masih saja diam seakan ia linglung " Zizi kenapa kau diam saja ? " kesal Elion lalu Zizi tersentak dari lamunannya
lalu Zizi berlari ke kamar nya dan mengambil para senjata kesayangan nya
Zizi berlari naik ke lantai dua untuk melihat situasi yang ada, Lotus dan beberapa pasukan Damballa berada di sisi kiri bangunan
" siapa mereka ! karena kalian tidur ku jadi terganggu " geram Zizi lalu ia mulai mengkondisikan senjatanya terlihat para pria yang memakai pakaian yang persis seperti seragam
DODODORDODODOR
DODODODOR
Zizi dengan brutal menembakkan pelurunya tepat dibagian orang-orang itu, para pihak musuh tentu saja terkejut dengan serangan yang Zizi lakukan dari atas sana
" tembak disana ! " pekik orang itu yang melihat Zizi berdiri dengan angkuh Zizi yang mendengar itu langsung melemparkan sebuah bom waktu dan seketika kepulan asap mulai menggumpal
DUARRRR
AGHHH
orang-orang itu terkena ledakan dari yang Zizi berikan, suara erangan dan rintihan semakin terdengar ditelinga Elion dan Lotus yang mendengar itu saling pandang seketika
" Lotus cepat kau kesana, dan cegah Zizi melakukan serangan bom jika tidak kita akan kedatangan pihak lain " pekik Elion dan Lotus mengangguk paham
" blokir mereka " titah Elion dan pasukan Damballa mengerti
DODODODOR
__ADS_1
SHOTTT
DODODODOR
" cepat selesaikan, dan kita akan meninggalkan tempat ini " teriak Elion lagi
sedangkan Zizi masih menghabiskan sisa pelurunya kepada pihak musuh ia melihat kedatangan Lotus dari sudut matanya
" Zizi sebisa mungkin tembak saja mereka tapi tidak dengan bom, itu akan mengundang pihak lain, yang aku takutkan salah satu dari mereka telah memberikan sinyal bantuan cepat selesaikan sekarang dan kita akan berangkat " terang Lotus dan Zizi mengangguk pasti
DORR
AGHHH
" Lotus " pekik Zizi karena Lotus terkena tembakan di bahunya, Lotus mengerang kesakitan Zizi segera menghampiri Lotus dan membawanya masuk kedalam
" AGHHH menyusahkan ! " teriak Zizi marah karena Lotus terkena tembakan lalu ia berlari dan menaruh peluru barunya kini ia memegang dua senjata yang berbeda
" kalian harus mati " geram Zizi ia melihat pihak musuh sedang melawan pasukan Damballa mereka tak bisa memasuki bangunan karena Elion melakukan sistem dan situs suara alhasil mereka memutuskan untuk merusak bangunan
DODODORDODODOR
DODODORDODODOR
pasukan Damballa tertegun karena Zizi menebak pihak musuh tepat di kepala Zizi tersenyum senang tapi sorot matanya memancarkan kebencian karena Lotus terluka
" kalian cepat masuk, lakukan hal semestinya " ucap Zizi dari balkon atas dan pasukan Damballa mengangguk kini Zizi melihat kondisi Lotus
" apakah sudah selesai " ucap Lotus dengan pelan kini ia menahan rasa sakit nya
" aku akan mengeluarkan pelurunya, kau tahan lah " tegas Zizi dan Lotus mengangguk lalu tak lama Elion datang membawa empat tas ransel berwarna hitam
" Lotus " ucap terkejut Elion karena melihat lawannya terluka
" AGHHH " teriak Lotus kala Zizi mengeluarkan peluru nya dengan mudah, lalu ia berlari menuju kamarnya dan mengambil sesuatu di tas pribadinya
" Zizi apa itu " panik Elion dan Zizi tidak menggubris ia langsung menaburkan serbuk putih di luka tembak itu Lotus mengerang tertahan nafasnya menderu tak karuan lalu Zizi segera melilitkan sebuah kain untuk menghentikan pendarahannya, tak lama salah satu anak buah Elion mengabarkan jika ada pergerakan dari jarah jauh yang tertangkap sinyal darurat
Elion Panik seketika ia melihat Lotus yang sedang terluka dan Zizi segera membantu Lotus
" ayo cepatlah " ucap Zizi berdiri dan Lotus pun ikut berdiri " tunggu sebentar aku akan mengambil tas ku " seru Zizi lagi dan Elion mengangguk dan segera membuka sistem suaranya
" ayo " ucap Zizi kini Elion Lotus dan seluruh pasukan Damballa yang berjumlah sepuluh orang mengikuti jalan Elion menuju kesebuah dapur Zizi bingung tapi ia hanya diam dan fokus memapah Lotus
" open " ucap Elion dan seketika rak yang berisi gelas kini berbalik dengan menunjukan sebuah pintu rahasia
" Go " ucap Elion lantang Zizi dan Lotus segera masuk hawa dingin terasa menusuk disana Elion segera menyalakan salah satu senternya untuk menerangi jalan, pintu rahasia itu kembali seperti semula, mereka Melewati banyak anak tangga disana,
jalan rahasia sepertinya Elion sudah memperhitungkan segalanya. batin Zizi tersenyum
CEKLEK
Elion membuka pintu lagi dan Zizi sontak terkejut ini persis seperti dermaga rahasia banyak sekali perahu karet berukuran besar disana
" letakan Lotus disana " titah Elion dan Zizi mengangguk " kita harus bergerak cepat " tegas Elion lagi dan pasukan Damballa mengangguk mantap
kini empat perahu karet sudah siap berpetualang Elion bertugas memimpin jalan karena ia yang mengetahui segalanya Lotus dibaringkan oleh Zizi
" aku tidak apa-apa " ucap Lotus dan Zizi hanya diam saja, dan seketika
DUARRRR
BLUMMM
DUARRRR
bangunan sederhana milik Elion hancur dan runtuh seketika guncangan nya sampai terasa ke dermaga bahkan air laut ikut bergerak cepat kobaran api di tengah malam menjadi saksi bisu apa yang terjadi dengan malam ini. Elion menatap sekilas bangunan itu begitupun dengan Zizi dan lainnya lalu dengan cepat mereka menjauh segera.
__ADS_1