
PRANGGGGG
Valera melempar sesuatu ke arah kaca disebelah kanannya yang terdapat mobil berlalu lalang disana, semuanya terlonjak kaget
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
KRAKKKK
AGHHH
DORRRRR !
Valera yang amarahnya sudah memuncak segara melakukan perlawanan, ia merasa telah mengulur waktu terlalu lama, ditambah Valera dan Remigio tidak ada kawan melainkan lawan yang mengepungnya
" aku sudah bosan mengulur waktu, saatnya bermain " dingin Valera sontak aksi Valera membuat musuh Remigio tercengang sekaligus terpeseno Valera semakin mematikan dan terlihat seksi karena bertarung menggunakan gaun dan hills nya tapi itu semua tak membuat Valera kesulitan
DODODORDODODOR ! DODODORDODODOR
Valera melakukan tembakan dengan teknik memutar, sasaran nya tak pernah melenceng begitupun dengan Remigio ia menghajar dan menerjang lawan yang mulai mengepungnya dengan gerakan yang lincah
" aku tidak akan segan pada kalian, dasar tikus pengganggu " cibir Remigio untuk memancing emosional lawan bertarungnya
" heii, banyak bicara " teriak pria itu dengan menunjuk wajah Remigio tapi Remigio hanya tersenyum menyeringai
BRAKKKKKK
DUAKKK !!
PRANGGG
suara keributan itu membuat musuh Remigio makin melongo aksi Valera diluar batas kemampuan seorang wanita
" lemah ! aku tak suka dengan orang yang hanya berani bermain keroyakan dasar pengecut '' cibir Valera sungguh Valera pun melakukan hal yang sama dengan Remigio memainkan sebuah emosional dari lawan
DODODODOR !!!
lagi-lagi rentetan peluru ingin mengenai tubuh Remigio tapi dengan sigap Remigio mendekap tubuh lawannya yang sudah terkapar karena serangan kaki remigio alhasil peluru itu mengenai orang lain
" bodoh ! gerakan kalian mudah terbaca " ucap remigio lagi
Remigio mengambil paksa senjata yang berada di balik pinggang pria yang sudah tak bernyawa itu, ia mulai membalikan keadaan dimana para musuh sudah berkurang
Valera dan Remigio kini saling bertolak belakang dimana punggung mereka hanya berjarak beberapa centimeter saja, manik keduanya sungguh tajam memperhatikan keadaan sekitar
" berhati-hatilah tempat itu sudah di retas " ucap Valera dengan sedikit berbisik " buktinya saat aku menekan tombol yang berada disana dan setelah nya itu berhenti begitu saja, tadinya aku ingin mengambil perhatian warga sipil agar ikut mengerumuni tempat ini, tapi sayang takdir tak memihak kita, " ucap Valera lagi dan Remigio mengangguk pasti dimana keduanya benar-benar terpojok sekitar lima belas pria berada disana satu hal yang membuat Valera tersenyum geli untuk apa mereka sebanyak itu apa mereka tak sanggup dan tak mampu untuk melumpuhkan satu orang saja " aku jadi ingin tertawa Remi, lihatlah mereka datang secara berbondong-bondong apa mereka tak sanggup melawan mu atau melawan ku " polos Valera dan tak lama Remigio tertawa membuat semua orang menanap tajam pada Remigio
baik Valera dan Remigio kini di posisi siaga dimana di kedua tangan Valera terdapat pistol yang tadi ia sita begitupun dengan Remigio mereka harus menggunakan senjata itu baik-baik jika ingin pulang dengan selamat
" let's the play " seringai Remigio begitupun dengan Valera
" wow wow wow pasangan yang serasi, sangat serasi, apakah wanita mu seorang petarung ? " tanya pria itu dengan senyum sinisnya " cantik ". gumam nya lagi
Remigio sudah sangat muak dengan keadaan seperti ini, ia mulai bergerak begitupun dengan Valera
DODODORDODODOR ! DODODODOR
AGHHH
DODODORDODODOR
Valera dan Remigio membidik sasaran dengan tepat walaupun keduanya terus ditodongkan senjata oleh yang lainnya tapi itu tak membuat fokus Valera maupun Remigio pecah
kini tinggal tersisa lima orang lagi Valera mencoba mengatur nafasnya agar lebih relaks ia yakin jika kelima pria yang tersisa sangat waspada terbukti saat remigio dan Valera membidik pelurunya mereka berhasil menghindar
" dasar sialan ! seharusnya aku menembak mu sedari tadi saja " pekik pria itu lantang dan Valera maupun Remigio hanya diam dan acuh Valera berpura-pura pegal dengan wajah polos nya lalu ia melihat senjata yang berada di kedua tangannya
" ROLADEX " Gumam Valera pelan dan ia tau jika orang-orang dihadapannya itu adalah musuh Remigio
__ADS_1
sial ! wanita itu sungguh pandai bertarung siapa dia sebenarnya, jika seperti ini kami akan kalah dan gagal membawa Remigio kehadapan tuan. batin pria itu
DODODODOR !
Remigio menembak ketiga pria itu dengan serentak dan hanya meninggalkan dua orang saja, Valera hanya melongo dan terlihat kesal kepada Remigio karena membidik dengan tiba-tiba
" Aghhhhh " teriak pria itu tiba-tiba membuat Remigio dan Valera hanya saling pandang satu sama lain
" heii berisik sekali " ucap Valera geram " berani sekali kalian memasuki wilayah ku ! lalu kalian membuat onar dan kerusuhan di tempat yang salah " desis Valera tajam
" hahahaha ! memangnya kau siapa ? wilayah mu ? apa kau sedang bermimpi nona " ucap pria itu dengan senyum mengejek
" huhh.. lihatlah Remi betapa tak tau malunya mereka, sebuah organisasi kelas teri ingin merangkak naik ke sebuah permadani dengan cara murahan " desis Valera lagi sungguh mulutnya sangat berbisa sedangkan Remigio hanya tersenyum mengejek tapi matanya tak luput dari orang-orang yang sedang menahan amarahnya karena perkataan Valera
" berani sekali kau menghina organisasi kami, kau belum tau bagaimana rasanya diberi pelajaran " teriak pria itu dan langsung menghajar Valera dengan brutal bahkan Valera tersenyum karena gerakannya tak berteknik dan terkesan asal
pria itu terus menyerang Valera tapi dengan lihai Valera menangkis dengan mudah sedangkan Remigio menangani sisanya
benar-benar pasangan mematikan mereka seperti Dewi iblis dan Dewa iblis apa jadinya jika mereka bersatu dan terikat dalam sebuah pernikahan mungkin dunia akan takluk dibawah kendali mereka
BUGHHHHHH
KRAKKKK
BRAKKKKKK
AGHHH !
suara patahan dan ratakan tulang terdengar nyaring dan mengilukan baik Valera dan Remigio hanya menampilkan wajah datar dan dingin
DORRR
PRANGGG
" ohh tak semudah itu bung " seringai Remigio saat lawannya mulai bermain dengan agresif dan penuh ambisi ingin menghabisi mangsanya detik ini juga karena ia merasa terdesak dengan keadaan
restoran itu sangat sepi dan mayat sudah bergelimpangan dan tergeletak begitu saja, darah pun mulai berceceran tak tentu arah,
mereka sekumpulan orang bodoh yang hanya mengantarkan nyawanya secara cuma-cuma yang satu penguasa ORTAXS dengan kekuasaan nya yang sudah diakui di negeri Paman Sam itu dengan kekayaan yang tak terhitung nilainya serta kekejaman nya pun banyak dibicarakan
yang satu sang penguasa dataran Eropa wanita yang bergelar lady sang pemimpin dari mafia legendaris yang berjaya pada saat di pegang dan dikendalikan oleh Marcell Harson hingga saat kini king bahkan tambah berjaya dan sangat dihormati di gerakan bawah tanah, tentu saja kekuasaan nya yang menyebar luar hingga Indonesia itu dengan kekayaan yang sangat melimpah ruah
KRAKKKK
AGHHH
BUGHHHHHH
uhukkk
Valera tak segan menerjang perut sang lawan dengan sangat kuat hingga orang itu mengeluarkan darah dari mulutnya, apalagi ujung hills nya mampu membuat orang itu meringis hebat
DORRR
PRANGGG
lagi-lagi orang itu ingin memberikan Valera tapi Valera dengan santai menghindar dan justru kini moncong pistolnya tepat dihadapan pria yang sudah tak berdaya itu
" bodoh ! kenapa ? merasa lemah karena melawan seorang wanita ? heh. Tak perlu khawatir wanita ini yang akan menjadi malaikat maut mu " ucap Valera dengan senyum iblis nya yang menakutkan, pria itu tertegun sembari memegang perutnya yang masih saja nyeri dan berdenyut
DORR DORRRR DORRR
tamat sudah riwayatnya ! Valera tersenyum tipis
" dasar pengganggu ulung, tidak kah kalian melihat betapa indahnya tempat ini ? huhh sungguh disayangkan jika tempat ini berakhir dengan darah kotor kalian " desis Valera tajam lalu ia melihat apa yang remigio lakukan dan ternyata Remigio masih ingin bermain dengan mangsanya, lalu Valera berjalan dan menarik kursi dan duduk manis disana
PLAKKK
PLAKKK
__ADS_1
entah mengapa remigio menampar pria itu tanpa perasaan terlihat jelas jika wajah itu sudah memerah serta sorot matanya yang penuh dengan kebencian
BUGHHHHHH
AGHHH
kali ini Remigio menghajar wajah itu dengan sepatu mahalnya,
" sayangnya aku tak ingin kau mati dengan mudah " smirk Remigio lalu berjalan dan mengambil ponselnya yang tadi terlempar " untung saja tidak mati " gerutu Remigio lalu ia mulai menghubungi Leo untuk membawa anak buahnya dan membereskan kekacauan yang ada sampai tuntas
lalu Remigio duduk di kursi baik Remigio dan Valera saling melempar senyum nya satu sama lain, entahlah apa yang difikirkan oleh kedua insan itu
hingga satu jam berlalu iring-iringan mobil mewah dengan jenis dan warna yang sama telah memenuhi bangunan restoran bertaraf bintang lima itu,
Leo dan anak buahnya segera memasuki bangunan itu, tapi aneh kenapa tidak bisa dibuka
" cepat cari cara untuk membuka nya " pekik Leo lagi, anak buah Remigio sibuk mencari cara untuk membukanya hingga tiga puluh menit berlalu mereka belum saja berhasil membuka pintu itu
kenapa susah sekali, ada apa ini ? . batin Leo
" tuan bagaimana jika kita pecahkan saja ? " tanya salah satu anak buah Remigio dan Leo hanya melebarkan matanya lalu ia mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk melihat CCTV dan tenyata banyak sekali CCTV disana membuat Leo bingung harus melakukan apa lalu ia menghubungi tuannya kembali dan menceritakan semuanya dengan detail
baik Remigio dan Valera yang mendengar penjelasan itu hanya menghembuskan nafas nya kasar, bohong jika mereka berdua tak lelah itu sebabnya mereka memiliki duduk dan bersantai ria
" ayo Remi kita harus segera keluar dari sini " seru Valera yang beranjak dari kursinya " aku heran kemana semua pelayan disini, lalu dimana pelayan yang tadi mengantarkan ku kemari " bingung Valera lalu Remigio ikut beranjak dan mulai berjalan menjauh menuju pintu keluar sedangkan mereka berdua meninggalkan seorang pria yang sudah lemah tak berdaya bahkan kondisinya cukup mengenaskan
dan benar saja ia melihat Leo dan anak buahnya sedang berdiri dengan siaga didepan pintu restoran itu
" kenapa tidak bisa dibuka ? " kesal Valera
" entahlah, akupun tak tau sweatheart " ucap santai Remigio lalu dirinya mulai mengutak-atik tempat itu dan Valera diam saja sambil memperhatikan Remigio yang sedang berusaha untuk membuka pintu itu sedangkan Leo dan lainnya pun ikut membantu sebisanya
" dasar pembuat onar ! apa mereka salah satu musuh mu remi " tanya Valera yang duduk di lantai karena merasa kakinya pegal
" begitulah ! " seru Remigio lagi
" bagaimana bisa mereka masuk ke dalam wilayah kekuasaan ku ! bahkan aku sudah menyuruh Greta untuk menandai setiap penerbangan khusunya Amerika, bukankah ROLADEX berasal dari sana " Picing Valera dan Remigio hanya tersenyum saja bukankah merasa terhina karena wanitanya menandai setiap penebangan yang berasal dari Amerika berarti dirinya pun termasuk dalam hal itu
" benar sweatheart , tapi kenapa kau jahat sekali " gerutu Remigio yang masih berusaha untuk membuka pintu kaca yang rapat terkunci
" Remi bukan maksud ku seperti itu, kau ingatlah Remi ini wilayah kekuasaan ku dan Prancis adalah kekuasaan penuh milik king ! dan aku juga adalah wanita mu jika kau butuh bantuan maka aku siap membantu kekasih ku yang tampan ini " ucap Valera dengan suara yang menggoda nya dan Remigio langsung menghampiri kekasihnya itu lalu mengecup singkat bibir Valera dan tersenyum manis bahkan para anak buah Remigio pura-pura tak melihat adegan romantis tuannya
" baiklah, kau lah ratunya " ucap remigio lagi
huh, aku merasa harga diri ku jatuh sebagai seorang lelaki dihadapan Valera, wanita ku memang luar biasa bagaimana pun dialah ratunya. batin Remigio lalu terkekeh kemudian.
Tutt Titt Titt
suara itu sontak membuat Valera dan yang lainnya terkejut, bahkan Valera sampai berdiri dari duduk nya lalu mulai mengedarkan pandangannya kesegala arah
" Remi cepatlah, pecahkan saja pintu nya lagipula itu sebuah kaca " ucap Valera yang panik karena suara itu mirip seperti bom waktu
Leo dan anak buahnya memutuskan untuk memecahkan pintu itu tanpa mau bernegoisasi dengan tuannya
jantung Remigio berdegup kencang begitupun dengan Valera dan yang lainnya kemungkinan besar pihak musuh sudah merencanakan hal ini jika mereka gagal
" AGHHH !! cepatlah " ucap remigio lalu dirinya menarik Valera agar tak menjauh dari dirinya
matanya masih menelisik keadaan sekitar dimana alat itu diletakan hingga suara nya terdengar nyaring dan dekat
hingga
PRANGGGGG
" cepat tuan " ucap Leo karena dirinya pun tak kalah panik, baik Valera dan Remigio segera berlari keluar dari pintu kaca yang berhasil Leo pecahkan dengan susah payah nafas keduanya terdengar memburu tak karuan
DUARRRR
BLUMMMMN
__ADS_1
DUARRRR
AGHHH