
suasana diruang interogasi kini terasa mencekam, Valera yang duduk di sebuah kursi bergoyang dengan manik yang menatap tajam serta auranya yang dingin seperti tak tersentuh menambah situasi menjadi lebih dingin.
" Aku mohon lepaskan putraku " ucap paman Jiro memberanikan diri menatap wanita berkuasa itu dengan tatapan memelas.
valera ikut menatap paman Jiro tapi tidak ada lagi wajah bersahabat serta senyum keramahan yang selalu ia tunjukkan untuk paman Jiro sebagai bentuk rasa hormatnya karena paman Jiro salah satu sahabat dari kakeknya bahkan paman Jiro adalah salah satu orang yang berjasa untuk king dimasa lalu.
Mehmet diam tapi dalam hatinya ia lega karena sang ayah mau memohon untuk keselamatan dirinya, senyum terkembang ia berikan untuk paman Jiro tapi lelaki berumur itu tak membalas senyuman sang putra dan kini beralih kembali menatap sang Lady.
" Apa kau sedang memohon padaku untuk sebuah kesalahan yang tidak bisa aku toleransi paman ? Kau tau sendiri jika apa yang aku lakukan ini mendapatkan dukungan penuh dari kalian para petinggi king terdahulu, tapi mengapa kini paman yang memohon padaku hanya karena putra mu terlibat '' Picing Valera dengan nada datarnya seperti biasa, paman Jiro tertegun dan hanya menundukkan kepalanya. " Aku bukan tipe orang berbaik hati paman ingat itu '' tegas Valera kembali.
" Aku mohon.. sekali ini saja, bahkan aku tak pernah memohon padamu seperti ini sebelumnya, anggaplah ini permintaan terakhir lelaki tua ini '' sendu paman Jiro lagi.
'' sejak kapan kau mengetahuinya paman ? '' ucap Valera lagi tanpa menatap lawan bicaranya.
" sehari setelah kita mengadakan rapat itu '' ucap paman Jiro lagi, Valera diam dan menyimak penjelasan paman Jiro. " sungguh aku tak habis fikir ternyata putraku pun ikut terlibat dengan mengunakan identitas lain '' lanjut paman Jiro lagi. '' lepaskan putraku berikan hukuman lain atau kau bisa mengasingkan dirinya disebuah pulau terpencil itu jauh lebih baik '' pinta paman Jiro lagi.
'' Kau gila ayah !! '' pekik lantang Mehmet tak terima dengan negoisasi sang ayah dengan Valera. " Tidak .. diasingkan ? kenapa tidak kau saja yang diasingkan '' marah Mehmet kepada paman Jiro dan Valera terlihat mengerutkan dahinya pelan menanggapi sikap Mehmet yang terlihat kurang ajar dan tak menghormati. '' pokoknya aku tidak mau '' ucap Mehmet lagi semakin marah melihat paman Jiro hanya diam menatap tajam sang putra.
Valera dan lainnya menebak jika hubungan antara ayah dan anak itu tak baik dan tak semestinya, pasti ada perselisihan yang terjadi diantara mereka berdua.
'' bagaimana dengan permintaan ku '' ucap paman Jiro lali menatap putranya yang terus mengumpat dan memaki serta menolak dengan permintaan ayahnya itu.
" ckckck.. Apa aku harus melihat drama dari kalian berdua ? dan kau paman Jiro apa kau tak lihat jika sikap putramu seperti itu !! tak menghargai kau sebagai orangtuanya bahkan secara terang-terangan memberontak '' sinis Valera menatap Mehmet dengan tatapan penuh mengejek. " Kau akan menyesal jika bersikap seperti ini paman " lanjut Valera lagi.
'' Dasar wanita ular !! berhenti berkata yang tidak penting. Sekarang apa mau mu jangan bertele-tele '' teriak Mehmet terlihat marah dan tak sabar bahkan wajahnya memerah menahan amarah.
" aku hanya ingin mengambil aset-aset milik kakek ku saja '' ucap Valera santai sontak mereka yang menjadi tawanan terkejut bukan main, jadi ini alasan Valera menangkap mereka.
" TIDAK ?! '' pekik kelima orang itu secara bersamaan dan Valera tersenyum remeh.
'' Kau tak bisa bertindak seperti ini, aset-aset itu telah menjadi milik kami selama bertahun-tahun lamanya '' ucap Wilson lagi tak terima.
" sekarang kau datang dan ingin mengambil segalanya. cihh mimpi saja " pekik Anetha marah.
" Hahahaha " tawa Valera begitu renyah dirinya terpingkal-pingkal mendengar perkataan mereka yang menolak, semua jajaran king yang berada di sana merasa akan terjadi sesuatu hal lebih buruk setelah sang lady menunjukkan sifat-sifat seorang wanita psikopat. '' ohh tak mau yah ? '' gumam Valera
'' Kau akan tau akibatnya jika berani melakukan itu '' ucap Josephine lagi terdengar seperti sebuah ancaman.
__ADS_1
'' Dasar manusia tak tau malu !! kalian pencuri, itu semua milik kakek ku, pada awalnya usaha itu semua sudah sukses dan mencapai popularitas nya, kalian !! kalian semua hanya meneruskan nya saja '' garang Valera dengan berjalan begitu cepat mendekat kearah para tawanan nya.
Plak
plak
plak
Valera menampar Wilson, Anetha, dan Josephine dengan keras dan kasar hingga pipi mereka memerah karena ulah sang lady.
" kau... lancang !! '' pekik Anetha tak terima.
Valera tersenyum sinis, tangan kirinya menggenggam sebuah benda bekontak persegi yang banyak sekali papan tombol diatas nya, Valera menyeringai dan seketika Anetha menyadari sesuatu.
" Jangan main-main dengan ku !! '' ancam Anetha lagi
AGHHH
jeritan wanita paruh baya itu melengking diruangan pengintrogasian milik sang lady, tubuhnya lagi-lagi bergetar hebat suaranya kian lama kian menjerit dengan mata terpejam.
entah dari mana datangnya aliran listrik yang menyengat tubuh mereka, Valera tertawa terbahak-bahak bagaikan melihat adegan yang lucu dihadapan nya, paman Jiro memejamkan matanya erat.
" Bagaimana rasanya ? '' tanya Valera menatap wajah-wajah yang sudah pucat karena penyiksaan yang diberikan oleh Valera. " hmm sudah dipastikan rasanya ketagihan bukan ? jika ya aku akan mengulang nya lagi '' tawar Valera tersenyum polos.
" tidak !! " pekik Anetha lagi " kau gila. '' ucap Anetha lirih.
" bahkan aku bisa lebih gila dari ini '' datar Valera lagi lalu menatap kearah paman Jiro yang sedari tadi memilih memejamkan matanya erat seperti tak ingin melihat adegan kejam didepan matanya. " sudah aku katakan jika aku akan mengakhiri semuanya paman, bukan begitu " seringai Valera dalam.
" lepaskan putraku '' ucap paman Jiro terdengar tegas dalam permintaan nya.
" jika aku tidak mau '' ucap Valera menantang tapi paman Jiro diam dan justru menatap tajam pada lady dari king itu, Valera justru balas menatap tajam dari tempat nya.
Paman Jiro sadar jika melawan pun ia tak mampu apalagi ia sadar sedang dimana kakinya berpijak, tawaran dan ajakan negosiasi dengan Valera sama saja tak akan dihiraukan dan berakhir sia-sia.
'' Lalu apa yang akan kau lakukan, membunuh mereka ? menghukum mereka ? atau kau akan mengurung mereka selama nya ? apa itu yang akan kau lakukan '' tanya paman Jiro tenang dan Valera diam saja justru ia kembali pada kursinya dan duduk dengan anggun
'' mati '' satu kata yang Valera ucapkan sontak membuat paman Jiro menajamkan pandangannya, perkataanya terdengar ambigu tapi terselip arti yang sungguh menakutkan '' aku tak suka membiarkan para musuh-musuh ku atau para penghianat dan pembuat onar tenang dalam hidupnya, kematian adalah jalan terbaik, walaupun terdengar kejam tapi itulah penyelesaian yang cepat untuk ku. '' ucap Valera lagi.
__ADS_1
" kau memang wanita tak berperasaan '' ucap paman Jiro lagi dan Valera menoleh kearah sumber suara dan menatap dalam paman Jiro dengan senyum manisnya '' kematian selalu menjadi pilihan terakhir mu, apa kau fikir semua orang tak berdosa termasuk dirimu ? '' cecar paman Jiro dan Valera justru terkekeh.
" jangan menceramahi ku seolah-olah apa yang aku lakukan itu salah paman, laku bagaimana dengan kalian ? bagaimana dengan dirimu sendiri paman '' ucap balik Valera lagi.
" tidak adakah jalan lain selain kematian '' pinta paman Jiro.
" TIDAK '' lantang Valera melototkan matanya lebar tak menerima tawar menawar yang dilakukan paman Jiro " aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang akan menjadi boomerang untuk masa mendatang. Kalian semua parasit di dunia ini, menggunakan harta milik keluargaku, mengklaimnya menjadi milik kalian. Dasar sampah tak berguna '' sentak Valera marah.
" hentikan kata-kata mu itu Valera, kau tau akupun berjasa dalam king di masa lalu jangan lupakan itu '' balas paman Jiro lagi.
" jadi sekarang kau menyesal begitu ! hanya karena aku tak menuruti kemauan mu, dan kau ingin mengungkit perbuatan baik mu dimasa lalu pada king dan juga kakek ku '' teriak Valera menggebu-gebu hingga semua orang diam ditempat nya " apa yang sudah kau lakukan paman ? katakan padaku, biar aku mengetahui semuanya. Ayo katakan dan setelah itu kau akan aku lepaskan dari jeratan kematian bersama dengan putramu '' teriak Valera lagi hingga jajaran king yang hadir merasa terkejut akan yang dikatakan oleh Valera beberapa detik yang lalu.
Paman Jiro mendadak diam dengan pandangan sendu nya,perkataan Valera seolah menjadi beban untuk dirinya, Mehmet memekik meneriaki ayahnya untuk berbicara apa saja yang telah ayahnya lakukan pada masa dulu, tapi paman Jiro seakan menuli kan pendengarnya.
" Katakan paman !! Biar aku mempertimbangkan semuanya '' ucap Valera datar seperti sedang memakan paman Jiro untuk berbicara.
" Tidak banyak yang aku lakukan pada masa itu, tapi percayalah aku bukan seorang penghianat, dan aku tidak menghianati kakek mu dan persahabatan kami '' ucap paman Jiro dengan nada tegasnya tapi Valera diam dan tersenyum miring.
" Ayah !! apa yang kau lakukan huh, kau menginginkan aku di permainkan oleh wanita sialan itu '' teriak Mehmet lantang.
" DIAM !! " teriak paman Jiro " diam lah Glen. Bukan kah aku sudah memperingati mu untuk mengembalikan aset yang bukan milik mu, tapi kau buta oleh semuanya Glen '' pekik paman Jiro lagi.
" AGHHH kau tak berguna ayah ! '' maki Mehmet.
DORRR
AGHHH
" dasar manusia tak tau di untung '' desis Valera setelah memberikan tembakan peringatan di kaki kanan Mehmet, paman Jiro terdiam dan mematung ditempatnya.
Mehmet berteriak kesakitan dan mengumpat Valera dengan kata-kata kasarnya. Tapi Valera diam saja dengan senyum tipis di bibirnya.
" Aku akan tetap melakukan apa yang harus aku lakukan paman, maaf keputusan ku tak bisa diganggu gugat, dan untuk mu kau dalam pengawasan ketat orang-orang ku '' ucap Valera tegas menatap paman Jiro dengan datar.
Valera memutuskan untuk menuda sementara hukuman para tawanan king, dirinya akan merundingkan kembali hukuman yang paman Jiro terima nantinya bersama dengan para tetua king terdahulu yang tersisa.
Entah mengapa ada terselip rasa keraguan di hati Valera setelah mendengarkan perkataan paman Jiro tadi, apakah ia harus melepaskan paman Jiro dari jerat hukuman yang akan ia terima atau justru Valera akan terus melanjutkan hukum yang ada.
__ADS_1