
" Vale " teriak seorang wanita langsung berlari dan memeluk Valera dengan sangat erat, Valera terkejut akan pelukan tiba tiba itu
" Gloria, " ucap Valera dengan girang nya " akhirnya kita bertemu Gloria " sembari membalas pelukan adik sepupunya itu
" mana paman dan bibi " tanya Vale lagi dengan senyum mengembangnya
" kami disini " ucap seorang wanita yang sebaya dengan usia mamahnya nya semabari tersenyum melihat keakraban antara Gloria dan Valera
" bibi aku merindukan mu " ujar Valera dan langsung memeluk bibinya itu,begitupun dengan sang bibi
" bibi juga merindukan mu " seru sang bibi yang bernama Lauren
mereka pun berkumpul di sebuah ruang keluarga untuk berbincang lebih lanjut, keluarga ini sangat dekat dan akrab
Lauren Harson adalah adik dari tuan ramius Harson ia menikah dengan teman kakak nya sendiri Gil sturfan seorang keturunan Tionghoa serta pengusaha berlian di Italia. Mereka di karuniai seorang putri yang bernama Gloria sturfan yang mengikuti marga ayahnya, usia nya dua tahun lebih muda dari Valera .
Kedua orang tua Valera dan kedua orang tua Gloria sedang asyik berbincang, Valera dan Gloria segera memasuki kamar Valera untuk berbincang lebih lanjut. Sedangkan vyan dia masih berada di perusahan nya
Valera sudah menghubungi Remigio untuk makan siang bersama serta membawa adik sepupunya itu, dan Remigio pun tak keberatan bahkan para sahabat Remigio sangat penasaran dengan sosok Gloria
kedua wanita cucu dari Marcell Harson ini memang tak diragukan lagi akan pesonanya,
Gloria memiliki darah keturunan Italia, dan Tionghoa dari ayahnya sedangkan Valera mempunyai darah keturunan Indonesia dari sang ibunda nya.
di sepanjang perjalanan Gloria tak henti henti nya mengoceh seperti anak yang baru berusia lima tahun. Gloria juga di kenal tipe yang sangat cerewet jika dalam lingkungan keluarganya, membuat Valera mau tidak mau hanya mendengar nya saja.
mobil Lamborghini berwana putih milik Valera sudah tiba di pelataran Adomson Crop's, para karyawan dan juga pihak keamanan yang melihat mobil mewah sudah menduga jika itu kekasih sang Presdir Adomson Crop's, Gloria tampak takjub dengan kemegahan Adomson Crop's dengan bangunan yang menjulang tinggi hampir setara dengan perusaan peninggalan sang kakek Marcell Harson .
" wah Vale, perusahaan kekasihmu sangat lah megah " ucap Gloria takjub membuat Valera acuh dengan ucapan adik sepupunya itu
mereka berdua berjalan beriringan memasuki kantor milik remigio, Valera dan Gloria sama Sama memakai dress yang berwarna kalem kesan anggun seperti seorang bangsawan melekat pada dua wanita keturunan Harson itu, para karyawan sampai terpukau dengan pesona kedua nya, bahkan para lelaki di buat tak berkedip dengan makhluk ciptaan Tuhan itu, sempurna !! Valera hanya tersenyum ramah menanggapi para karyawan Remi yang menyapa nya. James dan Leo yang kebetulan berada disana hanya menatap tajam para karyawan yang berani secara terang terangan menatap wanita milik Presdir Remigio.
Thingg
pintu lift sudah terbuka dan kedua wanita itu telah tiba di lantai paling teratas, yaitu ruangan Presdir milik remigio, mereka disambut senyum ramah dari sang sekretaris
" silahkan nona tuan Remigio sudah menunggu anda di dalam " ucap sang sekretaris dengan ramah, Valera pun mengangguk dengan tersenyum ramah lalu memasuki ruangan itu dengan di ikuti oleh Gloria di belakang nya
" Remi " ucap Valera dengan lembut dan langsung memeluk Remigio yang saat itu sedang berdiri dengan Deniz, Remigio menyambut pelukan hangat dari kekasihnya sembari mencium pucuk kepala Valera dengan kasih sayang
" sweatheart, kau kemana saja kemarin kau tak bisa di hubungi " ucap remigio dengan sedikit panik membuat Valera tersenyum tipis
" aku sedang ada pekerjaan Remi, sudahlah aku sudah ada di hadapanmu " ucap Valera dengan manja nya
EKHEMMM
Gloria berdehem melihat adegan romantis Kakak sepupunya itu membuat Valera tersadar akan kehadiran Gloria, Deniz dan akayama menatap terus menerus ke arah Gloria membuat si mpunya bergidik ngeri akan tatapan itu
" ohh..maaf.. Remi kenalkan ini Gloria adik sepupuku dan Gloria ini Remigio kekasihku " ucap Valera memperkenalkan remi dan Gloria mereka pun berjabat tangan remigio menanggapi nya dengan wajah datar nya sama seperti Gloria
" dan ini akayama dan ini Deniz " tunjuk Valera memberi tahu Gloria dan Gloria gaya mengangguk pelan " Remi kemana yang lainnya ?" tanya Valera lagi
" Romeo sedang menghabiskan waktu nya bersama Audy, Dion dan kenov sedang keluar untuk mengurus sesuatu " ucap remigio dengan lembut sambil memegang pinggang Valera dengan sangat erat
" kau ini kenapa, ayo kita duduk " ucap Valera mengerucutkan bibirnya dan mereka pun duduk bersama di sofa yang tersedia di ruangan Remi
Gloria dengan anggunnya duduk di sofa single yang berhadapan dengan Deniz dan akayama,sedangkan Valera dan Remi duduk di sofa yang hanya cukup untuk dua orang, Remigio terus saja menempel kepada Valera membuat Valera heran akan ulah nya.
" Vale, bukankah kita akan makan siang aku pun sudah lapar " ucap Gloria dengan suara anggunnya, ia sengaja membuka suaranya karena tak nyaman di tatap oleh akayama dan Deniz.
" ohh baiklah ayo kita makan bersama, " ucap Valera dengan semangat nya
" ide bagus Valera " ucap Deniz dengan senyum penuh artinya, Gloria mengetahui senyuman maut milik Deniz itu
" ckk, senyuman mu mengandung arti lain tuan. batin Gloria
mereka pergi ke salah satu restauran mewah milik remigio yang sudah terkenal di Prancis Remigio pun menghubungi kenov dan Dion bahwa mereka akan makan siang di restauran RA, dan mereka pun akan menyusul
Gloria terus menggandeng tangan Valera sedari tadi membuat Remigio kesal akan hal itu
" ckk. jika kau terus saja seperti itu kau akan menganggu ku dan juga kekasih ku. batin Remigio kesal
****
sesampai nya mereka di restauran para pelayan menyambut kedatangan sang pemilik restauran tersebut, para pelayan wanita rata rata masih sangat muda.
" selamat siang tuan dan nona " ucap sang manager yang bertanggung jawab di restauran RA " silahkan tuan Remigio saya sudah menyiapkan ruangan VIP untuk tuan dan juga nona " ucap nya lagi sopan dan Remigio pun mengangguk serta berjalan ke ruangan tersebut
remigio memesan ruangan yang tertutup karena mereka akan makan bersama secara beramai ramai
tak lama kemudian Dion dan kenov datang, membuat mereka melebar kan matanya karena menatap satu orang wanita yang asing
EKHEMMM
Deniz berdehem untuk menghentikan tatapan kedua sahabatnya kepada Gloria, Valera hanya tersenyum dengan tingkah sahabat kekasihnya itu
" Gloria perkenalkan dia Dion, dan dia kenov " ucap valera memperkenalkan mereka, dan Gloria pun berjabat tangan semabari memperkenalkan dirinya dengan anggun
seperti biasa mereka memesan beberapa menu yang pilihan yang tersedia di restoran RA ini, Remigio dengan teliti memesan makanan yang tidak mengandung kacang untuk kekasihnya, perhatian kecil Remigio membuat Valera terasa senang, orang orang yang menatap kemesraan mereka hanya bisa menutup mata dan telinganya, begitu pun dengan Gloria
saat sedang menikmati makan siang dengan keheningan ponsel Gloria berbunyi nyaring, Gloria langsung mengangkat panggilan itu ..
__ADS_1
" yes, Mom " ucap Gloria santai sambil mengaduk ngaduk kan makanan membuat semua melihat ke arah Gloria
" (.....)
" Okky, bye " ucap Gloria lagi, lalu memutuskan panggilan telefon itu, Gloria lalu melanjutkan lagi makan siang nya
" ada apa? " tanya Valera sedari tadi ia ingin bertanya,
" tidak ada Vale, itu sudah biasa jika mom tidak menemui diriku di sekelilingnya " ucap Gloria dengan nada menggelikan dan Valera hanya mengangguk kan kepalanya
Dion sedari tadi tak henti hentinya melirik ke arah Gloria, tapi Gloria tak menyadari jika ia sedang dilirik. Gloria hanya fokus terhadap makanan nya saat ini dan terlihat sangat menikmati makanan dari restoran milik remigio itu
" makanan disini, sangat lah enak aku suka teksturnya dan rasanya sangat lah pas " ucap Gloria membuka suara dan memuji salah satu menu dari restoran milik remigio
" terimakasih nona Gloria atas pujian nya " ucap remigio dengan nada yang bersahabat Gloria hanya mengangguk kan kepalanya .
******
waktu menunjukan pukul lima sore waktu setempat, valera dan vyan berkumpul bersama dengan para orang kepercayaan nya, mereka sedang memantau kembali persiapan untuk acara pada esok hari sekitar 100 anak buah king sudah berada di tempat lokasi untuk menjaga keamanan
" Greta, dimana dia " ucap Valera yang tiba tiba ingat dengan salah satu orang nya itu
" nona, Greta sedang dalam perjalanan kemari nona, Pram yang menjemputnya " ucap Dave sopan dan Valera hanya diam saja
" apa kah kau tahu kak, apa yang aku tunggu tunggu di hari esok " ucap Valera dengan menyunggingkan senyum nya membuat vyan menatap ke arah adiknya itu
" kau pasti menunggu para tikus kecil yang sedang bersembunyi bukan " ucap menyeringai vyan membuat senyum mematikan Valera muncul, Dave, Thomas dan Leonel seketika merasakan hawa lain ketika melihat dua kakak beradik tersenyum mengerikan Bahkan Thomas masih merasakan kegugupan walau dia sudah tau sifat dari nona serta tuan muda nya itu.
" hemmm..benar, aku berharap menantikan hal itu, kita tidak tau siapa saja yang akan berkhianat, seperti Peter dan austin " ucap Valera geram membuat vyan terlonjak kaget
" maksud mu mereka.. berkhianat " ucap vyan tak percaya mereka adalah orang yang slalu kompeten dalam hal apapun bahkan tidak ada catatan bisnis yang melenceng dari peraturan king
" kau tidak percaya, itu lah keberanaran nya.
mengingat sebagian para mafioso yang berada di bawah naungan king itu adalah para pengusaha terkenal, mustahil sekali jika tidak ada musuh dalam selimut " ucap Valera datar
" pasti ada, cuma mereka belum menampakan wajah nya secara terang terangan " saut vyan dengan aura dinginnya dan Valera pun hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sang kakak
" VALERA " pekik seorang wanita yang sedang berdiri dari arah pintu, membuat vyan melotot tajam ke arah Greta, dan Greta hanya mendelik kesal
" ada apa ? kenapa kau berteriak " heran Valera ke arah Greta
" kau bilang ada apa? apa kau sadar kau sudah mengganggu stirahat ku dan membuat pria itu menyeret ku ke sini " ucap bertanya kesal membuat Pram melebar kan matanya
" sudahlah, kau harus bersikap melakukan tugasnya pada esok hari Greta " ucap vyan datar dan Greta langsung mendengus kesal
" ya ya baiklah, " pasrah Greta memuat Valera tersenyum geli
" dave dan kau Thomas kalian harus lebih awal berada di hotel itu " ucap Valera ke arah Dave dan Thomas
" baik nona " ucap Dave dan Thomas serempak dengan sopan
" dan kau Leonel, lakukan tugas mu yang ku perintahkan kan " ucap vyan ke arah Leonel
" baik tuan muda " ucap Leonel dengan sopan
" dan kau Greta, kau lah yang mengendalikan ingat gunakan mata mu sejeli mungkin, dan kau juga akan ditemani oleh dua anak buahku yang mengerti dalam bidang mu di ruang kendali nanti " sambung Valera dengan serius
" oke " jawab semangat Greta
****
keluarga harson sangat antusias untuk menyambut hari esok, tuan ramius pun tak kalah senang, perusahaan turun temurun dari keluarga pendahulu nya semakin pesat dan meningkat, vyan paling berperan penting dalam kemajuan serta berkembang nya perusaan, sudah banyak cabang perusahaan yang tersebar di belahan dunia dengan berlambang mahkota perak itu, terbukti semuanya sangat pesat dan maju itulah sebabnya tuan ramius menyandang gelar konglomerat kelas atas dan sang putra sebagai billiorner muda.
banyak sekali perusahaan perusahaan besar yang ingin bergabung serta bekerja sama dengan Harson crop's.. salah satu nya perusahan paling nomer satu di Dubai.
acara ini tentu saja akan banyak dihadiri pembisnis serta pengusaha pengusaha handak di dataran Eropa, bahkan para konglomerat dunia pun akan hadir di sana.
itulah mengapa Valera ingin semuanya berjalan dengan lancar karena acara tahunan ini sekaligus merayakan hari lahir nya.
di rumah mewah dan megah itu orng orang sedang berkumpul ria, tawa renyah terdengar dari para penghuni mansion itu..
" Vale apa kau sudah memesan gaun mu " tanya Gloria dengan antusias
" sudah, " jawab Valera singkat " dan aku juga sudah menyiapkan satu gaun untuk mu, jadi nanti kamu bisa memilih antara gaun yang kau pilih atau gaun yang telah aku siapkan untukmu " ucap Valera santai sambil memainkan ponselnya
" ahh terimakasih, kau yang terbaik " pekik girang Gloria, membuat Valera menggeleng kan kepalanya pelan
" baiklah aku ke kamar dulu, aku lelah " ucap Valera yang berdiri lalu naik ke lantai atas menuju kamar pribadinya .
Valera sedang asyik melakukan Vidio call dengan Remigio, seakan menjadi rutinitas malam sebelum mereka mencapai alam mimpinya,
Remigio sangat mencintai Valera begitupun derena ngan Valera, mereka saling mencintai.
bahkan berita tentang kedekatan Valera dengan pengusaha keturunan Amerika itu sudah menyebar luas, tapi dengan kekuasaan Remigio ia menyuruh para media untuk tidak mempublikasikan nya. karena takut sang kekasih tak nyaman.
saat panggilan Vidio call dengan Remi selesai ponsel Valera menerima sinyal darurat berwarna merah dari Pram, Valera seketika sangat panik karena ini sudah sangat malam, lalu Valera melacak sinyal yang Pram berikan, seketika detak jantung nya bergemuruh tak karuan, Pram berada di dekat tepi sungai kota yang tak jauh dari apartemen milik Greta, Valera langsung menghubungi Dave untuk memberi tahu bahwa Pram memberikan sinyal darurat sontak membuat Dave terkejut lalu ia bergegas dengan membawa sepuluh anak buahnya..
Valera langsung mengganti pakaian nya dengan gaya kasual dengan jaket berwarna merah rambutnya ia ikat menjadi satu, lalu dengan cepat ia turun ke bawah, Valera tidak sadar bahwa vyan ayah serta paman nya masih terjaga dan asyik berbincang
" Vale, kau mau kemana " tanya vyan heran yang melihat Valera tergesa gesa dengan pakaian seperti itu
__ADS_1
" kak sebaiknya kau ikut aku, Pram mendapat masalah " ucap Valera dengan cepat sontak membuat ketiga lelaki itu melebarkan matanya
" tunggu, aku akan ikut " ucap vyan " pah, paman kami pergi dulu " lanjut vyan
" berhati hati " kata kata ayah serta paman nya serempak, vyan dan Valera mengangguk, lalu dengan cepat bergegas menuju garasi untuk mengeluarkan mobil Anti pelurunya, mereka langsung membunyikan klakson dengan dengan kencang membuat para pengawal berhamburan untuk membuka kan pintu gerbang.
kali ini vyan yang menyetir, Valera duduk disebelah nya dan terus memantau sinyal milik Pram, lalu ia menghubungi Dave melalui panggilan yang tersedia di dalam mobil nya
" Dave, cepat lah kau yang terdekat dari pram, aku sedang dalam perjalanan. " pekik Valera dengan sedikit panik, Pram termasuk orang kepercayaan nya yang sudah lama mengabdi pada king dan keluarga nya tentu saja sudah di anggap menjadi bagian anggota keluarganya
" kak, belok kiri " ucap Valera lagi, dan vyan segera mematuhi perintah adiknya itu, Valera langsung menyiapkan senjata serta peluru yang di dalam bola yang tersimpan rapi di dalam mobilnya, saat Valera akan memantau kembali ponselnya sinyal milik Pram kembali bergerak,
" apa yang sebenarnya terjadi, " bingung Valera semakin tak karuan yang melihat sinyal dari Pram semakin bergerak
vyan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata, Valera terus memberikan intruksi jalan kepada kakaknya, dari arah persimpangan ia melihat mobil Dave berserta para anak buahnya, lalu ia menghubungi Dave kembali
" dave, sinyal Pram bergerak kemungkinan dia sedang menghindar dari kejaran seseorang dia menuju jalan xx, tempat itu lumayan sepi mungkin Pram mencoba untuk mengecoh mereka " ucap Valera lagi dengan nada cemas
" aku mengerti nona, aku akan mengambil jalan lain , berhati hatilah " ucap Dave
" Vale ini kemana " pekik vyan yang bertanya, vyan pun sama panik nya seperti Valera, saat Valera sedang fokus melihat ponselnya, terdengar dari arah kejauhan suara senjata api yang menggema di telinga membuat jantung vyan dan Valera semakin berdegup kencang
" itu mobil Pram, ya tuhan dia sedang di kejar oleh dua buah mobil " teriak Valera terkejut, mobil Pram sedikit oleng karena tembakan tembakan itu, " kak lebih dekat lagi, aku akan menembak mereka " geram Valera, dan vyan pun mengangguk
suara decitan mobil yang vyan dan Valera gunakan sangat mengganggu pendengaran, saat mobil mereka sudah cukup baik dengan jarak para musuh, Valera dengan cepat membuka kap mobil bagian atas, lalu
DORRR DORRRR DORRRR
Valera menembak nya tanpa ampun, mobil yang para musuh gunakan cukup baik menerima serangan dari Valera, lalu Valera mengganti dengan senjata api yang peluru yang cukup besar
DORRRR
PRANGGG
hanya satu kali tembakan kaca mobil bagian belakang hancur seketika, bagian pecahan kaca nya melukai orang orang yang berada di dalamnya, Valera tak ingin menyia-nyiakan kesempatan lalu ia menembak mati semua orang orang yang berada di dalam nya
DORRR DORRR
mobil musuh pun oleng karena tak ada yang mengendalikan nya karena sang supir pun ikut tertembak dan
BRAKKKKKK
mobil itu menabrak pohon yang besar di samping nya, dengan cepat vyan membanting stir ke kanan untuk menghindar mobil yang berada di depannya
lain bedanya dengan Dave ia terlibat aksi saling menembak dengan mobil kedua yang mengikuti Pram, mobil Pram sudah hampir ringsek karena serangan itu, Pram langsung keluar dari mobil milik nya karena di takutkan mobilnya akan meledak, lalu vyan dengan cepat melajukan mobilnya menghampiri Pram dan
DUARRRR !!
benar saja mobil Pram meledak hebat, bahkan Pram sampai tiarap di ulahnya, Valera lalu keluar dari mobil untuk menolong Pram dengan dua buah pistol di tangan nya untuk berjaga jaga, kobaran api semakin besar, Valera tidak fokus ke sekelilingnya yang ia fokuskan hanyalah Pram
Entah dari mana datang nya seorang pria langsung menendang Valera dengan sangat keras
DUAKKK
AGHHH
Valera meringis kesakitan karena sebuah tendangan di perutnya, sampai ia tersungkur kebelakang, vyan segera keluar dari mobil dan langsung berlari ke arah adiknya yang sedang meringis itu, dan tanpa aba aba
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
vyan melayangkan bogem mentah secara brutal ke rahang si pria yang telah berani menendang adiknya, sampai si pria itu berdarah di bagian hidung serta bibirnya Pram langsung berlari ke arah nona nya itu yang masih saja terduduk menahan sakit,
" nona, kau tidak apa apa " ucap Pram panik melihat Nona nya yang masih terduduk dengan wajah yang menahan sakit
" tidak Pram, aku tidak apa apa " ucap Valera dengan suara tertahan, Pram langsung bangkit dan mengambil pistol yang tergeletak tak jauh dari Valera dan langsung menembak asal pria yang sedang berkelahi melawan tuan muda nya, ia sangat marah melihat nona mudanya terluka
DORRR
AGHHH
pria itu langsung tersungkur jatuh dengan peluru yang melukai kakinya, vyan langsung menginjak luka si pria itu dengan sangat kencang, pria itu semakin merintih kesakitan, Dave baru saja menghampiri mereka setelah terjadi baku tembak dengan
" nona, kau kenapa " ucap Dave yang tak kalah panik, saat itu vyan langsung tersadar dengan kondisi adiknya dengan cepat vyan lalu berlari kearah Valera
" aku tidak apa apa, Dave bawa lelaki itu ke markas ingat jangan sampai mati, aku belum memberikan nya pelajaran karena sudah berani menendang perutku " gerutu Valera dan berdiri secara perlahan dengan di bantu oleh kakaknya
anak buah Dave langsung meringkus pria itu dengan sangat kasar lalu membawanya ke dalam mobil dan menuju markas, dan sebagiannya mengurusnya kekacauan yang terjadi di sini
Dave dan Pram langsung masuk ke dalam mobil milik Dave, mereka pun langsung menuju markas, begitupun dengan Valera dan vyan yang mengekor di belakang mobil milik Dave
_____*******______
*maaf yahh para readers readers ku ๐ karena owee terlambat untuk up nya, owee kasih satu up panjang dehh untuk mengganti keterlambatan nya agar pembaca tidak kecewa ๐๐
terus dukung novel owee yahh ๐๐ biar owee nya tambah semangat up nya ๐โค๏ธ
go go go jangan lupa like dan komen yahh ๐
salam oweeโค๏ธ*
__ADS_1